Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-42


__ADS_3

End Tentang Gion~


Abel melihat sekilas kedatangan pelayan tersebut,tapi ia berpura pura lemas,tidak! ia tidak sepenuhnya berpura pura,Abel nyatanya memang masih lemah sekarang ini.


"Nona,ini air yang anda minta"ucap pelayan itu sopan sambil menyodorkan gelas itu ke arah Abel agar Abel mudah meminumnya.


Abel menatap pelayan itu dalam diam kemudian meminum air yang di berikan olehnya.


"Terima kasih"ucap Abel


"Sama sama Nona,jika anda memerlukan sesuatu anda bisa memanggil saya"jelas pelayan itu sopan.


"Baiklah,bisa bantu aku ke kamar mandi?"pinta Abel dan di balas anggukan oleh sang pelayan.


Abel sengaja mengarahkan langkahnya ke pinggir pinggir kamar agar memudahkan mengambil sesuatu.


Sebelum kaki nya melangkah ke dalam kamar mandi,Abel meminta pelayan itu mengecek ke dalam kamar mandi.


"Bisa kamu cek dulu kamar mandi nya?aku takut di sana licin"pinta Abel dan pelayan itu pun masuk ke dalam untuk mengecek.


Setelah mengecek keadaan di dalam,pelayan itu hendak memberitahu Abel jika semua nya aman,namun baru saja ia menampakan wajahnya ke luar pintu ia langsung di hantam menggunakan benda keras dan membuatnya pingsan tak sadarkan diri.


Abel melototkan matanya,ia telah melakukan kejahatan walau tidak sampai membuat si pelayan meninggal, tapi dia tetap melakukan kejahatan.


Abel mendekati pelayan itu dengan perasaan bersalah.


"Maafkan aku,tapi ini cara terakhir ku untuk melarikan diri dari tempat ini,ku mohon maafkan aku"gumam Abel sambil meneteskan air matanya.


Abel mengganti pakaiannya dengan pakaian yang di pakai oleh pelayan itu dan meletakan pelayan itu di atas ranjang nya tadi untuk menggantikan posisi nya.


Abel menarik nafasnya sebelum akhirnya mengetuk pintu kamar agar di buka oleh penjaga dari luar.


Tok...tok...tok...


Penjaga yang mendengar ketukan dari dalam kemudian membukakan pintu itu dan melihat keadaan di dalam.


"Setelah minum,Nona menjadi mengantuk dan tidur"jelas Abel dengan suara di samarkan dan sedikit menunduk.


Penjaga itu mengedarkan pandangannya ke dalam kamar untuk melihat Nona nya yang masih di dalam dengan posisi tidur miring berlawan arah dan kembali ke posisi nya tanpa rasa curiga.


"Baiklah"ucap pelayan itu datar.


Abel menarik nafas leganya dan kemudian akan beranjak dari situ,namun Abel di berhentikan oleh penjaga tadi.


"Tunggu"cegah sang penjaga pada Abel dan terpaksa Abel menghentikan langkahnya.


"Tenang Abel,jangan panik !!"batin Abel.

__ADS_1


"Ambilkan aku air"ucap penjaga tersebut.Abel menarik nafas lega nya.


"Baik"jawab Abel dengan suara di samarkan sambil melanjutkan langkahnya.


"Tidak kusangka akan semudah ini"batin Abel sambil berjalan ke dapur.


Saat sampai di dapur,dia di suguhkan pemandangan yang memperlihatkan banyak penjaga yang berjaga di sekitar pintu utama dan juga di setiap sudut tempat itu.


"Aku harus bagaimana sekarang"batin Abel yang mulai khawatir melihat keadaan.


Abel melihat tong sampah yang ada di dekatnya yang sudah penuh dan muncul lah ide hebat dari kepalanya itu.


Abel melangkah ke pintu belakang sambil membawa kantong sampah yang lumayan besar di tangan nya.


"Kuharap ini akan berhasil"batin Abel.


Saat Abel akan melangkah keluar,seseorang memanggil Abel yang nampak nya seorang pria karna di dengarkan dari suaranya.


"Berhenti!"cegah nya.


Abel memejamkan matanya sambil menghentikan langkahnya tanpa berbalik.


"Kamu akan kemana dan apa yang kamu bawa?"tanya nya.


Abel menormalkan perasaannya terlebih dahulu agar tidak terdengar seperti orang ketakutan saat berbicara.


"Benarkah?"tanya nya dan di jawab anggukan oleh Abel.


"Baiklah,setelah kembali segera siapkan makanan untuk Nona Muda di kamar itu perintah Tuan Gion"jelas pria itu.


"Baiklah"jawab Abel dengan suara di samarkan.


Abel pun kembali melanjutkan langkahnya nya yang sempat terhenti tadi,ia berjalan menjauh dari pintu itu untuk membuang sampah,Tidak!! bukan untuk membuang sampah tapi untuk melarikan diri.


"Begitu banyak penjaga disini"batin Abel sambil melihat di sekitarnya.


Abel terus berjalan hingga sedikit menjauh dari tempat itu,namun lagi lagi ia di berhentikan oleh penjaga yang melihatnya.


"Ingin kemana kamu?"tanya penjaga itu pada Abel.


"Sa..saya ingin membuang sampah ini Tuan"jawab Abel dengan suara di samarkan dan sedikit gugup dan takut pasalnya semua penjaga disini memegang senjata api.


"Siapa kamu?aku tidak pernah melihatnya sebelum nya"ucap penjaga itu sedikit curiga pada Abel.


"Saya pelayan baru disini atas perintah Tuan Gion,Tuan"jawab Abel dengan sedikit menunduk.


Penjaga itu sedikit mengerutkan kening nya mendengar penuturan Abel barusan.

__ADS_1


"Em baiklah,kamu boleh pergi dan buang jauh jauh sampah itu agar tidak tercium oleh penghuni rumah ini dan terutama oleh Tuan Muda"jelas penjaga itu sambil melangkah pergi.


Abel lagi lagi menghembuskan nafas lega nya sambil melihat kepergian penjaga tadi,kemudian ia melanjutkan langkahnya hingga keluar dari pekarangan villa milik Gion itu.


Abel melihat sekelilingnya yang rata rata di penuhi oleh tumbuhan pinus,Abel pun mulai sadar jika ia di bawa di tempat yang jauh dari permukiman.


"Aku harus segera pergi dari sini"gumam Abel kemudian meletakan kantong sampah itu dan mengendap endap berjalan menjauh dari pekarangan Villa.


Abel terus melangkah kan kaki nya dan tak perduli keberadaan nya sekarang karna yang terpenting bagi Abel adalah menjauh dari tempat tadi.


"Ayo terus lari Abel!!"ucap Abel menyemangati dirinya.


Di karna kan tubuh Abel yang masih lemah dan juga pernafasan yang belum teratur membuat langkah Abel sedikit melemah setiap langkahnya.


Abel menyetopkan langkahnya saat merasa sudah cukup jauh dari tempat nya di tahan tadi,kemudian menormalkan pernafasannya yang tersengal sengal.


Abel melihat sekelilingnya yang di penuhi oleh pepohonan pinus dan akhirnya dia memutuskan untuk duduk sebentar di karnakan dia sangat sangat lelah dan lemah sekarang.


"Tuhan,ku mohon tolong aku..."gumam Abel sambil menatap langit yang bersinar dengan terik nya.


"Pak singa,kamu di mana?ku mohon tolong aku..."lanjut Abel dengan isak tangis.


"Ku mohon siapapun tolong aku,aku sangat ketakutan sekarang ini,hiks hik"gumam Abel.


abel beranjak dari duduk nya kemudian melanjutkan langkahnya untuk mencari jalan raya agar bisa kabur dari tempat itu.


Saat tengah berjalan,samar samar ia mendengar suara seseorang,dia mulai panik karna dia takut jika itu penjaga tadi,Abel pun mulai kelabakan mencari tempat bersembuyi.


"Ba..bagaimana ini?"monolog Abel panik dan kemudian berjalan ke balik tumbuhan yang cukup rindang untuk bersembunyi.


Saat Abel sudah berhasil bersembunyi dan benar saja,penjaga tadi datang dengan begitu banyak sambil terus mengecek ngecek sekitar.


Abel menutup mulutnya menggunakan tangannya agar tak bersuara saat melihat salah satu penjaga sangat dekat dengannya.


"Tuhan,tolong aku..."batin Abel.


"Cepat cari keberadaan Nona,Nona pasti belum jauh dari sini,cepat temukan atau kita semua akan di lenyapkan oleh Tuan muda"perintah salah satu penjaga itu tegas.


Mereka semua pun mulai mencari dan mengecek ngecek di sekitar dan lagi lagi datang penjaga mendekati persembunyian Abel.


Penjaga itu sedikit curiga dengan tanaman rindang di hadapannya itu karna memiliki bau harum seperti lavender,sebenarnya bau itu berasal dari tubuh Abel yang memang selalu begitu.


Penjaga itu hendak menyingkap daun itu namun salah satu penjaga lain memanggilnya untuk mencari di tempat lain dan akhirnya ia meninggalkan tempat itu dengan mata yang terus melirik ke arah tanaman tersebut.


Bersambung...


Jangan lupa like,komen,dan vote:)

__ADS_1


__ADS_2