
Tiba tiba terdengar ketukan dari luar kamar Abel lagi.
"Maaf Nona,ini hampir jam makan siang,Tuan meminta Anda untuk mengantarkan makan siang untuknya"ucap Pelayan
"Ah yah,pria itu sangat merepotkan,pelayannya banyak tapi kenapa menyuruhku?tapi tidak apa apa,setidaknya aku bisa keluar tempat ini"gumam Abel.
Akhirnya Abel beranjak dan membuka pintu kamar mandi.
"Apa aku harus sekali mengantarkan pak singa itu makan?"tanya Abel kepelayan pria
Pelayan itu bingung,siapa yang di maksud Abel dengan sebutan pak singa.
Abel yang menyadari bahwa pria di depannya ini bingung,ia langsung membenarkan ucapannya.
"Maksud ku Tuan Leon,apa itu harus?"tanya Abel
Pelayan itu sekarang mengerti,"Tuan memintanya,berarti itu harus"jelas pelayan itu.
"Huff baiklah,di mana makanannya?"tanya Abel
"Maaf Nona,tapi Tuan meminta Nona yang memasaknya"jawab pelayan
"Apa?! pak singa itu benar benar menyebalkan,dia punya banyak pelayan di rumah nya ini tapi kenapa harus menyuruh ku,huff sabar Abel"batin Abel
"Baiklah,aku akan memasakan nya makan siang"ucap Abel
"Baik Nona,mari saya antar"ucap pelayan itu sopan.
"Apa?!kenapa harus di antar segala?aku sudah tau letak dapurnya,pak singa itu benar benar mengawasi ku"batin Abel
"Iya terimah kasih"ucap Abel
Singkat cerita Abel sudah di dapur sekarang,dia mencari bahan bahan untuk membuat makan siang.
"Apa yang harus ku masak?"monolog Abel,dan tiba tiba chef di yang juga berada di sana mendekati Abel.
"Nona,ada yang bisa saya bantu?"tanya Chef
"Ah yah"ucap Abel
"Menu makan siang apa yang Tuan mu suka?"tanya Abel
"Oh,makanan yang di sukai tuan untuk makan siang adalah makanan yang berkuah"jelas chef
"Oh begitu..,makanan apa yang tidak dia suka?"tanya Abel yang terbesit niat jahil nya.
"Waktunya bermain"batin Abel
"Tuan tidak suka bayam,Nona"jawab Chef
"Ohhh jadi pak singa tidak suka bayam,hehe baiklah!apakah dia akan menolak nya kali ini"batin Abel
"Jika begitu terimah kasih pak,sudah mau membantu saya"ucap Abel sambil tersenyum
"Sama sama Nona,sudah kewajiban saya membantu"ucap Chef membalas senyum Abel
"Nona Muda sangat baik dan ramah"batin Chef tersebut
Abel pun mulai dengan kegiatan memasaknya,dia sangat cekatan dalam urusan memasak,setelah beberapa waktu akhirnya makan siang sudah siap.
__ADS_1
"Huff akhirnya selesai"gumam Abel dan datanglah Hans menghampiri Abel.
"Permisi Nona,Tuan meminta saya untuk menjemput Nona untuk mengantarkan makan siang"jelas Hans
"Ah yah,baiklah"jawab Abel kemudian berjalan ke mobil bersama Hans.
Saat di dalam mobil tidak ada percakapan,setelah beberapa lama akhirnya Abel memutuskan memulai pembicaraan.
"Tuan?"panggil Abel ke Hans
Hans memandangi Abel dari kaca spion
"Maaf Nona,Nona bisa memanggil saya Hans saja"jelas Hans
"Em baiklah,Hans?"ucap Abel
"Ada yang bisa saya bantu,Nona?"tanya Hans
"Maafkan Aku"ujar Abel
Hans mendadak bingung,kenapa Abel meminta maaf kepadanya.
"Kenapa Nona?"tanya Hans
"Waktu itu aku membuatmu di marahi pak singa karna ku"jelas Abel
"Pak singa?"tanya Hans tak mengerti
"Em,maksud ku Leon"ralat Abel
"Oh,tidak apa Nona,saya paham situasi yang Anda hadapi"tutur Hans
"Sama sama Nona"balas Hans
Tak terasa mereka sekarang sudah tiba di depan gedung pencakar langit milik Leon.
"Kita sudah sampai Nona,silahkan"ucap Hans sambil mempersilahkan Abel keluar
"Terimah kasih,Tuan Hans"ucap Abel menggoda Hans
"Sama sama Nona"balas Hans yang sedikit canggung.
Hans pun mengantarkan Abel hingga ke ruangan Leon,saat melewati tempat kerja karyawan,mendadak Abel menjadi perbincangan.
"Bukan kah itu wanita yang kemarin di gendong tuan kesini?"tanya karyawan wanita kepada karyawan lain
"Kamu benar,sepertinya dia memang kekasih Tuan Leon,sebaiknya kita menjaga sikap dan menghormatinya"ucap karyawan yang lainnya.
Terdengar sayup sayup di telinga Abel perbincangan karyawan saat dia lewat,dia merasa malu dan sedikit gugup.
"Aku sangat malu...!!"batin Abel.
Singkat cerita Hans dan Abel sudah berada di depan pintu ruangan pribadi milik Leon.
Hans mengetuk pintu,lalu mempersilahkan Abel masuk.
"Silahkan Nona,Tuan sudah menunggu di dalam,saya permisi"ujar Hans kemudian berjalan meninggalkan Abel.
"Eh..tunggu,apa kamu meninggalkan ku sendiri disini?"ucap Abel yang tak di hiraukan oleh Hans
__ADS_1
Akhirnya Abel memberanikan diri memutar knop pintu dengan tangan sedikit bergetar.
"Tenangkan dirimu Bel!"batin Abel
Saat pintu terbuka,terlihatlah seorang pria tampan nan gagah penuh karisma sedang menatap laptop dengan ekspresi serius yang menambah ketampanannya,siapa lagi jika bukan Leon.
Abel menelan saliva nya,dia sangat gugup dan takut jika sudah berhadapan dengan Leon,apalagi jika mereka hanya berdua saja.
"Tenangkan dirimu Bel,bersikaplah normal atau dia akan mencabut keputusannya untuk membiarkanmu bersekolah"batin Abel
Abel menghembuskan nafasnya sebelum mengetuk pintu yang sudah terbuka itu.
Tok..tok..tok..
"Permisi"Sepatah kata yang keluar dari mulut Abel.
Leon mengalihkan pandangannya ke arah pintu,sebenarnya dia sudah tau jika itu Abel tapi dia berpura pura tidak tau.
"Kamu sudah sampai?masuklah"ucap Leon
"Emm"Jawab Abel
Abel berjalan masuk dengan menenteng makanan yang ia taruh di tas kecil dan meletakannya di atas meja di ruangan Leon.
"Ini makan siangnya,aku sudah memasak nya sendiri"ujar Abel sambil mengeluarkan isi tas yang ia bawa.
Leon berjalan mendekati Abel yang sedang sibuk mengelurkan makanan,dia bahkan tidak tau jika Leon sudah berdiri di sampingnya.
"Ini sudah semuanya,aku akan kembali sekarang"ujar Abel yang ingin beranjak,namun saat dia memalingkan wajahnya dia terkejut karna Leon ada di hadapannya.
"Astaga!!kyaaaa!!kenapa suka sekali membuatku terkejut,aku bisa mati muda seperti ini!"ujar Abel spontan karna terkejut dan memukul ringan dada Leon.
Leon terkekeh,wanita nya ini sangat mudah terkejut.
"Bukan aku yang membuatmu terkejut,tapi kamu yang terlalu sibuk dan tak menyadari kedatanganku"jelas Leon
"Tetap saja kamu yang salah!"balas Abel tak mau kalah.
"Yah baiklah,aku yang salah.Dan yah,mau kemana kamu?"ucap Leon
"Tentu saja kembali kerumah,untuk apa aku disini lama lama?aku hanya mengantarkan makan siang kan?"tanya Abel.
"Siapa bilang?temani aku makan siang dan pulang saat aku pekerjaan ku telah selesai"ujar Leon
"Apa?!tidak,aku tidak mau"tolak Abel sambil menjauh dari Leon.
"Kamu yakin tidak mau?apa kamu tidak ingin kunci rumah lama mu?"tanya Leon yang kali ini yakin Abel pasti menyetujui permintaannya.
Dan benar saja,Abel langsung menatap Leon dengan mata indahnya.
"Darimana kamu tau?"tanya Abel
"Haha,sayang ku yang manis,tentu saja aku tau semua mengenai dirimu"ucap Leon sambil merangkul pinggang ramping itu.
"Singkirkan tanganmu!"perintah Abel sambil menarik tangan besar Leon dari pinggangnya.
"Haha,kurasa aku lebih suka sikapmu yang seperti ini daripada tadi pagi"ujar Leon
Abel menatap Leon tajam,entah bagaimana caranya dia terbebas dari orang yang disebutnya pak singa itu.
__ADS_1
Bersambung...