
Si pedangan terus memandangi punggung Leon sampai akhirnya menghilang saat memasuki mobil mewah dan pergi.
"Neng Abel benar benar beruntung menikahi pria baik seperti dia,sepertinya Mas itu saya pernah lihat di tv"gumam si penjual bakso.
.
.
.
Di lain tempat ada seseorang yang mengamuk sambil menghancurkan barang barang di kamarnya dengan amarah yang menggebu gebu,dia tidak rela jika Gadis yang ia sukai selama ini bersama pria lain.
"Akkhhhh si*al!!!"teriaknya penuh amarah sambil melempar ponselnya yang menunjukan sepasang wanita dan seorang pria sedang bersama.
"Kamu adalah milikku,tapi kenapa kamu bersama pria lain?..."ucap pria itu pada sebuah bingkai foto dengan ekspresi sedih yang mengerikan.
"Aku yang bodoh karna tidak pernah mengatakan prasaanku padamu.."ucapnya lagi sambil mengusap pelan bingkai foto tersebut.
"Aku akan merebutmu dari nya,aku tidak perduli bagaimana caramu memandangku setelah itu,aku hampir gila karna perasaan ini..!!"teriaknya seperti orang gila.
"Yah,aku pasti akan merebutmu dari nya dan akan menikahi mu segera,tunggu aku..."ucap pria itu lagi.
.
.
.
Sekarang hari pertama Abel bersekolah setelah bolos begitu lama dan dia masih di rumahnya bersama Leon tentunya.
"Aku tidak sabar bertemu jeje"gumam Abel sambil mengenakan dasi nya,sedangkan Leon masih nyenyak tidur,Abel dan Leon tidur di ranjang yang sama?yah itu benar,Abel sudah beberapa kali meminta Leon untuk tidur di luar tapi Leon tak menyetujuinya dan malah menarik Abel ke ranjang dan mulai tidur,Abel hanya bisa pasrah menghadapi Leon.
Abel melirik Leon yang masih tidur padahal ini hampir jam 7 pagi.
"Apa si pak singa tidak ke kantor?ahh terserahlah,yang terpenting aku akan pergi kesekolah hari ini"ucap Abel lalu berjalan ingin keluar kamar,namun saat akan meraih knop pintu Leon memanggilnya.
"Mau kemana?"tanya nya dengan mata menyipit.
"Tentu saja sekolah,apalagi?"jawab Abel.
"Sekarang pukul berapa?"tanya Leon lagi.
"Hampir pukul 7 pagi"jawab Abel dan Leon segera bangkit dari kasur dan mendekati Abel.
"Aku akan mengantarmu"ucap Leon sangat dekat dengan Abel.
"Tidak usah,itu akan canggung saat di lihat siswa lain"ucap Abel
"Tidak ada penolakan,aku akan tetap mengantarmu dan ingat,aku akan terus memantau mu"ucap Leon sambil tersenyum smirk.
Abel menghembuskan nafasnya berat lalu hendak keluar tapi Leon menarik nya lalu mencium sekilas bibir merah Cery itu.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?!"ucap Abel marah.
"Morning kiss,itu akan membuatmu bersemangat untuk kesekolah"jawab Leon sambil tersenyum.
"Bilang saja kamu itu ingin mencari kesempatan,dasar mesum!"ucap Abel lalu berjalan keluar meninggalkan Leon.
Leon hanya terkekeh ringan lalu pergi kekamar mandi dan mencuci wajahnya,setelah selesai dia menghampiri Abel yang sedang menyusun buku di tas nya.
"Apa kamu sudah sarapan?"tanya Leon dari arah belakang Abel yang membuat Abel terkanjat dan menjatuhkan buku yang ia pegang.
"Bisakah jangan selalu membuatku terkejut?!"ucap Abel kesal lalu mengambil buku yang terjatuh di lantai.
"Haha,maafkan aku"ucap Leon minta maaf.
"Aku bertanya apa kamu sudah sarapan?"tanya Leon sekali lagi.
"Belum"jawab Abel dengan wajah cemberut.
"Aku akan memesan sarapan"ucap Leon.
"Tidak perlu,ini sudah hampir bel masuk,itu akan membutuhkan waktu cukup lama"jelas Abel pada Leon.
"Lalu?kamu tidak sarapan?"tanya Leon
"Aku akan sarapan di sekolah"jawab Abel yang tak menatap Leon dan masih mengemasi buku nya.
"Tidak boleh!,nanti ada yang akan mengantar makanan untukmu dan kamu harus memakannya"ucap Leon tegas.
"Baiklah,terima kasih"ucap Abel canggung dan Leon tersenyum mendengar penuturan Abel.
"Baiklah,ayo"jawab Leon.
Sepanjang perjalanan Leon tak henti hentinya menggenggam tangan Abel yang membuat Abel risih.
"Jangan pernah mendekati pria mana pun selama kamu bersekolah atau aku akan menghabisi pria tersebut"ucap Leon memperingati dan di jawab anggukan oleh Abel.
"Dia sangat menakutkan,benar benar pak singa"batin Abel.
"Nanti berhenti di sana saja"ucap Abel menunjuk ke halte tidak jauh dari sekolahnya.
"Kenapa di sana?"tanya Leon
"Huff,apa kamu tidak mengerti?aku akan di introgasi oleh teman ku saat melihatku turun dari mobil bersama seorang pria"jelas Abel
"Katakan saja aku pacar atau bila perlu katakan jika aku suami,mereka akan berhenti bertanya"ujar Leon santai.
"Apa?!! yang benar saja?dasar menyebalkan!"ucap Abel lalu memalingkan wajahnya ke jendela.
Leon terkekeh ringan melihat reaksi yang di tunjukan oleh Abel,dia tidak akan pernah bosan jika bersama Abel.
Mobil yang di kendarai Leon berhenti di depan halte yang di arahkan oleh Abel tadi.
__ADS_1
"Apa kamu yakin akan turun disini?"tanya Leon
"Tentu saja,ada apa?"tanya Abel menyerngit.
"Sudahlah lupakan saja,nanti akan ada yang mengantar makanan untukmu"ujar Leon.
"Baiklah,terima kasih...aku akan pergi sekarang"ucap Abel lalu ingin mendorong pintu mobil tapi tidak bisa terbuka.
"Kenapa tidak bisa di buka?"tanya Abel.
"Karna ku kunci"jawab Leon santai.
"Kenapa di kunci?aku akan terlambat sekarang"jelas Abel.
Leon melepas sabuk pengamannya dan mendekati wajah Abel.
"A..ada apa?"tanya Abel gugup.
"Semoga hari mu menyenangkan di sekolah dan jangan terlalu berfikir keras"ucap Leon lembut sambil mengelus pucuk kepala Abel dengan penuh kelembutan.
Wajah Abel memerah,yang di lakukan Leon ini sangat manis pikir Abel,jantung Abel terasa ingin putus karna tak sanggup menahan detakannya yang terlalu cepat.
"Ada apa dengan jantungku?"batin Abel.
"Baiklah"ucap Abel singkat lalu memalingkan wajahnya yang memerah.
"Pergilah..."ucap Leon sambil membuka pintu mobil yang terkunci.
Abel segera keluar dengan perasaan yang aneh yang baru pertama kali ia rasakan selama ini,dia berlari ringan sambil menutupi wajahnya pergi dari halte untuk ke sekolahnya,Leon yang melihat tingkah Abel yang seperti anak kecil itu hanya bisa tersenyum dan terus menatap punggung Abel yang perlahan menghilang,lalu ia menancapkan gas mobil dan pergi.
"Huff,ada apa dengan ku?kenapa aku merasa aneh tadi..."gumam Abel sambil menormalkan nafas nya saat akan memasuki gerbang sekolahnya.
"Lupakan saja,aku sudah sangat tidak sabar menemui Jeje dan yang lainnya"lanjut Abel lalu berjalan dengan bahagia ke kelasnya.
Saat dia melewati ruang guru dia dipanggil oleh seorang guru,Abel yang tadinya ingin segera menemui temannya harus mengurungnya dulu.
"Iya Pak?ada apa yah pak?"tanya Abel sopan
"Kemana saja kamu?"tanya guru itu dengan tegas dan dengan wajah datar.
"Maaf pak Gion,saya punya sedikit urusan yang membuat saya tidak bisa masuk sekolah"jelas Abel dengan kepala tertunduk dan tidak berani menatap pak guru sekaligus wali kelasnya itu.
Gion Arseno adalah guru yang mengajar di sekolah tempat Abel belajar sekaligus wali kelas di kelas Abel.
Gion adalah guru muda dan seorang pengusaha yang cukup terkenal,tapi entah kenapa dia memilih menjadi guru di sekolah Abel.
Dia berperawakan tampan dan sangat dingin saat berbicara serta sangat tertutup,tidak ada yang berani membantahnya saat di kelas,termasuk Abel.
"Bagaimana pun juga pelajaran tidak boleh diabaikan dan sebagai hukumannya temui saya di ruangan saya selepas pulang sekolah"ucap Pak Gion dingin tak berekspresi lalu meninggalkan Abel masuk keruanganya.
Abel hanya menghembuskan nafasnya berat,baru saja ia bersekolah dan harus mendapatkan hukuman.
__ADS_1
"Sudahlah,ini memang salah ku..yang terpenting aku harus bertemu Jeje dan yang lainnya"gumam Abel lalu berjalan ke kelasnya.
Bersambung...