Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-78


__ADS_3

"Semoga kamu adalah pria yang tepat dan ku harap ini awal dari kehidupan ku.Benar kata orang orang, jika akan ada pelangi setelah hujan ribut"batin Abel*.


Perasaan Abel sangat tenang dan damai sembari menyandarkan tubuh di kursi mobil, senyum pun tak pernah luput dari bibirnya.


"Aku mencintaimu Pak singa"batin Abel.


Sedangkan di perusahaan, Leon sedang duduk di kursi kebesaran dengan terus tersenyum menatap Foto Abel yang ia ambil secara diam diam saat Abel sedang tidur, sangat menggemaskan saat melihat Abel tertidur pikir nya.


"Entahlah Kelinci manis, aku merasa sebentar lagi cintaku ini akan terbalaskan"bergumam.


"Bisa aku katakan, aku tidak bisa hidup tanpamu, dan aku akan menjadi orang yang paling menderita saat kamu pergi meninggalkanku"lanjutnya.


.


.


.


Pov Gion


Malam itu Gion di bawa oleh beberapa penjaga Leon menggunakan mobil dimalam yang gelap dengan beberapa lampu temaram yang menyinari jalanan.


"Lepaskan aku!"bentaknya.


"Tenanglah, kami memang akan melepaskanmu, jauh, jauh dari Tuan kami"ucap salah satu penjaga.


"Bilang pada Tuan mu itu, dia Pria pengecut! dia hanya berani menggunakan kekuasaanya!"ucap Gion marah.


Para penjaga itu tidak ingin lagi meladeni Gion, mereka hanya diam selama perjalan menggunakan mobil dan memegang kedua tangan Gion yang terikat.


Ketika sudah merasa jauh dari kediaman Xylander, akhirnya mobil yang dikendarai oleh orang orang Leon berhenti di tepi jalan sepi dengan minim nya cahaya.


Mereka mendorong Gion keluar mobil setelah membuka ikatan tangannya dan langsung menjalankan mobil pergi meninggalkan Gion sendiri di jalanan sepi dan gelap.


"Siall"umpat Gion melihat kepergian mobil anak buah Leon.


"Akhh!"merintih merasa sakit ditubuhnya.

__ADS_1


Perlahan Gion mencoba bangkit dengan tubuh yang tidak baik baik saja, luka dan memar menghiasi tubuh nya yang putih dan tegap itu.


"Aku akan membalasmu, Leon!"ucap Gion dengan penuh amarah.


Malam itu Gion berjalan dengan tertatih mencari taxi yang bisa ia gunakan untuk kembali kekediamannya, namun sangat sulit bagi nya mencari taxi di tempat sepi seperti ini, dia terus berjalan hingga kejalan besar.


Saat sudah menemukan transportasi untuk kembali, ia segera meminta sang supir untuk membawanya kembali ke kediamannya, selama perjalan dia tak hentinya merutuki Leon dan bersumpah akan membalas semua ini, namun terlintas di benak nya saat ingin menghancurkan Leon, wajah lembut dan tatapan teduh Abel membuat hati nya kembali bersih.


"Keajaiban apa yang kau miliki, hingga hanya dengan membayangkan wajahmu bisa membuat hati kembali jernih?"batin Leon.


Sekarang Gion sudah sampai di kediamannya, terlihat pekarangan rumah nya agak berbeda dari biasanya, terlihat sepi dan lampu juga hanya beberapa yang hidup.


"Ada apa ini?"gumam Gion.


Gion menyuruh sang supir itu menunggu sebentar, ia akan membayarnya setelah masuk kedalam rumah nya. Ia mencari penjaga dan menemukannya di dekat taman samping rumah.


"Ada apa dengan rumah?"tanya Gion.


Penjaga itu menoleh dan melihat Tuannya berdiri sembari memegang perutnya, terlihat keadaan Tuan nya sedang tidak baik baik saja.


"Tuan? Tuan, ada apa dengan Tuan?"tanya penjaga itu panik dan mendekati Gion.


Gion masuk kedalam rumah nya dan terduduk di sofa demgan tubuh yang merasa lemas. Selama di tahan oleh Leon, memang lah ia selalu diberi makan, namun ia juga tak segan segan di pukuli karna ulah nya sendiri.


Saat Gion akan memejamkan mata, salah satu pelayan datang menghampirinya. Terlihat dari wajah pelayan itu merasa sedikit khawatir dan cemas dengan keadaan Gion sekarang ini.


"Tuan, apa Tuan baik baik saja? saya akan memanggilkan dokter"ucap pelayan itu sopan sembari menunduk.


"Tidak perlu, siapkan air mandi dan pakaian ku"tolak Gion.


"Eum...baik Tuan"ucap pelayan itu kemudian berlalu.


Setelah dua hari dirumah nya, sekarang Gion tau alasan keadaan rumah nya menjadi aneh. Perusahaan sedang tidak baik baik saja dan sekarang perusahaannya sedang dililit hutang karna ada beberapa karyawannya yang berkhianat.


"Sial!!!"teriak Gion melempar semua barang dimeja nya.


"Akhhh!!"

__ADS_1


Gion terduduk di lantai dengan kepala tertunduk, dia merasa telah dihancurkan hingga ketitik terendah.


Gion menyandarkan tubuhnya di dinding sembari menatap lurus kedepan, pikirannya kosong dan entah kemana.


"Dalam beberapa waktu aku hancur, aku hancur sekarang"gumam Gion.


"Aku akan menyelesaikan ini dan mencari tahu siapa dalang dari semua ini"lanjutnya.


Dan siang itu Gion terbang ke negera kelahirannya untuk meminta bantuan kepada saudaranya, saudaranya disana memiliki perusahaan yang tak kalah besar dan maju darinya, namun tidak terlalu terkenal dan maju seperti perusahaan Xylander.


"Aku ingin meminta bantuan mu, perusahaan ku sedang tidak baik baik saja"ungkap Gion pada kakak nya.


"Haha, seharusnya kau langsung tau dalang dari semua ini dan juga keadaan mu sedang tidak baik baik saja" ucap kaka Gion sembari melihat keadaan Gion.


"Apa maksudmu?"tanya Gion tak mengerti.


"Adik ku sayang...sudah beberapa kali ku katakan, jauhi gadis itu, dia sudah di cap menjadi miliknya oleh orang yang lebih berkuasa dari mu, tapi kamu tidak pernah mendengarkan ku"jelas kakak Gion.


"Leon"gumam Gion.


"Yah, kau sudah berani mengusik sesuatu yang sudah dia cap menjadi miliknya, dan ini adalah teguran darinya untukmu"ujar kakak Gion lagi.


"Tidak kak, aku yang terlebih dahulu mengenal Abel darinya"bantah Gion.


"Tapi Leon yang lebih dulu bertindak"ucap Kakak Gion.


"Sudahlah Gion, lupakan gadis itu, kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri"lanjutnya.


"Tidak! aku tidak akan pernah melepaskan Abel kepala Leon"tolak Gion dengan tegas.


"Huft...dasar keras kepala, tapi terserah mu saja, siapkan lah dirimu untuk bencana yang lebih besar"ucap Kakak Gion sembari menyeruput kopi hitamnya.


Gion hanya diam dengan perasaan tak menentu, apa dia harus melupakan Abel dan melepaskannya bersama Leon? tapi dia sangat mencintai Abel.


Gion sekarang dilanda dilema berat memikirkan semua ini, melupakan Abel adalah hal terberat untuk nya dan juga hatinya. Abel adalah cinta pertama dari seorang Gion yang anti wanita, gadis belia yang menjadi muridnya hampir 3 tahun ini.


"Bisakah aku egois? aku ingin memilikinya untuk diriku ini, aku tidak ingin dia dimilki orang lain"batin Gion.

__ADS_1


Bersambung...


Like, coment, vote :)


__ADS_2