Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-11


__ADS_3

"Lihat saja nanti,aku akan membalasmu!"Batin Abel.


Sedangkan Leon yang mendengar jeritan Abel sama sekali tidak khawatir,dia sudah tau Abel sedang sangat marah padanya.


"Itulah yang kusuka dari mu,kamu tak mudah di dapatkan,aku menyukainya"Batin Leon.


Abel menggerutu dan terus merutuki Leon,dia tidak bisa terus tetap disini,dia harus pergi dari tempat dia berada sekarang,dia harus sekolah dan bekerja.


"Semoga saja rencana ku berjalan lancar" batin Abel.


Setelah beberapa lama,Leon keluar dengan setelan jas nya,dia tampak tampan dan gagah mengenakan pakaian formal itu.


Abel belum menyadari kedatangan Leon,dia masih duduk di atas sofa dan menatap lurus ke jendela kamar sekarang.


"Ada apa dengan gadis ku itu?"Batin Leon


"Ekhm,kemarilah"perintah Leon sekaligus membuyarkan lamunan Abel.


Abel menoleh ke asal suara,dan terpampanglah ciptaan yang kuasa yang begitu sempurna di pandang mata.


"Cih,sadarlah!dia hanya orang gila yang sedang berkamuflase menjadi permata"Batin Abel.


"Ada apa?"tanya Abel tanpa menghampiri Leon.


"Pasangkan dasi ku"perintah Leon.


"Tidak mau,pasang saja sendiri"jawab Abel santai.


"Apa kamu menolak?baiklah..ucapkan selamat tinggal pada teman mu Jennifer"ujar Leon.


Abel membelalakan matanya mendengar penurutan Leon,lagi dan lagi Leon berhasil memerasnya dengan ancaman.


"Sebenarnya aku tidak percaya jika dia berani melenyapkan orang,tapi melihat wajahnya yang sangar dan hartanya yang berlimpah,aku yakin dia sangat berkuasa"Batin Abel.


"Huff,baiklah"ucap Abel sambil melangkah ke arah Leon.


"Bagus,jadilah gadis baik"ucap Leon sambil menunjukkan senyumnya.


"Aku terpaksa"batin Abel.


"Kemarikan dasinya"pinta Abel.


Leon memberikan dasinya kepada Abel untuk di pasang di lehernya.


Saat Abel akan memasangkan dasi itu,ternyata Leon jauh lebih tinggi dari dugaan,Abel hanya sedada Leon.


"Dia ini makan apa?bisa bisanya dia setinggi ini"Batin Abel.


"Menunduklah"perintah Abel

__ADS_1


"Tidak"jawab Leon


"Bagaimana aku mengenakan mu dasi jika kamu tidak ingin menunduk?"tanya Abel jengah.


"Aku tidak pernah menunduk pada siapa pun,tapi untukmu kita coba cara lain"ujar Leon yang langsung menggendong Abel ala koala.


"Hey,turunkan aku!"teriak Abel.


"Bisakah kamu berhenti berteriak?apa tenggorokan mu tidak kering?,cepat pasangkan aku dasi"ucap Leon.


"Tidak,aku tidak mau begini,cepat turunkan aku"perintah Abel.


"Jangan pernah menolak perintahku sayang,ingatlah temanmu"ucap Leon,dan dengan seketika Abel menjadi diam.


"Baiklah"ucap Abel pasrah dan langsung memasangkan Leon dasi.


Posisi mereka sangatlah dekat,bahkan wajah mereka saling berhadapan,tercium aroma mins di penciuman Abel karna hembusan nafas Leon.


Abel menjadi gugup saat tidak sengaja menatap manik mata pria tampan di hadapan nya sekarang.


"Ada apa dengan pipi mu?"tanya Leon


"Em..aku tidak apa apa,aku hanya tidak nyaman dengan posisi ini"jawab Abel gugup.


"Benarkah? tapi aku nyaman dengan posisi seperti ini,jika kamu aku akan menggendong mu sepanjang hari seperti ini"usul Leon.


"Jangan banyak omong"ucap Abel sembari mengencangkan ikatan dasi di leher Leon.


"Uhukk,apa kamu ingin membunuhku?"tanya Leon.


"Yah"jawab Abel dan langsung melompat turun dari gendongan Leon.


"Cepatlah,kamu bisa terlambat ke kantor"ucap Abel.


"Apa kamu mengkhawatirkan ku?,haha aku tau itu,tidak ada yang bisa menolak pesona ku"ujar Leon Percaya diri.


"Cih,percaya diri sekali Anda ini,aku hanya ingin cepat keluar dari tempat gelap ini,ayo cepat buka pintu nya"ucap Abel kesal.


"Tapi aku memang tampan bukan?"tanya Leon.


"Terserah,cepatlah"jawab Abel.


Wajah Leon seketika menjadi datar setelah mendengar jawaban Abel.


"Kita lihat saja,sampai kapan kamu bisa menolak pesona ku"Batin Leon.


Mereka sekarang berjalan menuju pintu utama untuk ke kantor,saat tiba di pintu utama,mereka di sambut oleh Hans dan kepala pelayan di monsion itu.


"Selamat pagi Tuan dan Nona Muda"ucap Hans sopan sambil menundukan kepala dan di balas anggukan oleh Leon dan tidak oleh Abel.

__ADS_1


Abel melihat penampilan Hans dari atas sampai bawah,terdapat ide cemerlang yang sangat hebat di kepala Abel sekarang,sedangkan Hans yang di perhatikan merasa canggung.


"Ada yang bisa saya bantu Nona Muda?"tanya Hans.


"Jadilah kekasihku"jawab Abel santai.


"Apa!!"Teriak Leon terkejut dan Hans yang mendengar penuturan Nona mudanya lantas melototkan matanya.


"Apa yang kamu katakan ha?"tanya Leon.


"Aku melamarnya"jawab Abel.


"Kamu mau kan jadi kekasih saya?"tanya Abel ke Hans.


Leon lantas menajamkan matanya kearah Hans seolah olah tatapan nya mengatakan jika dia akan segera melenyapkan Hans,Hans yang mendapatkan tatapan tajam itu hanya bisa menelan saliva nya.


"Astaga Nona Muda,apa yang barusan anda katakan?aku bisa di bunuh oleh Tuan Muda,bagaimana sekarang?"batin Hans.


"Maaf nona,saya tidak pantas menjadi kekasih Anda,yang pantas menjadi kekasih Nona adalah Tuan Muda"ujar Hans hati hati.


"Semoga Tuan Muda tidak salah paham"batin Hans.


"Tapi aku tidak suka dia,aku suka kamu"jawab Abel.


"Ah sudahlah!! ayo cepat pergi"ucap Leon tegas dan segera menarik Abel kedalam mobil.


"Hey lepaskan aku,dasar tidak sopan"ucap Abel. percuma saja Abel berteriak atau meronta,Leon tidak memperdulikan itu. kepala nya sudah memanas,dada nya terasa sesak saat tau gadisnya lebih memilih asisten nya di bandingkan dirinya.


"Berhenti berteriak dan duduk diam"Bentak Leon,dan seketika Abel terdiam


"Misi 1 berhasil"batin Abel bersorak.


Leon duduk di samping Abel dengan rahang mengeras dan wajah memerah akibat marah,ingin rasanya dia memukul wajah Hans itu.


"****!"umpat batin Leon


Dan jangan tanyakan Hans,dia sekarang bercucuran keringat saat mengendarai mobil yang membawa Tuan dan Nona Muda nya itu,dia sesekali melirik wajah Leon lewat kaca spion.


"Astaga,matilah aku,ibu..tolong anak mu ini,jika saja Nona Muda bukan gadis milik Tuan Muda sudah pasti aku menerima tawarannya tadi,tapi ini masalahnya berbeda,aku bisa mati di bunuh oleh Tuan Muda"batin Hans.


Abel sesekali melihat dua pria di dalam mobil yang sekarang dia gunakan,ia rasanya ingin tertawa melihat adegan ini.


"Haha,rencana ku memang bagus. Kita lihat saja setelah ini, aku akan melarikan diri dari mu Pria pemeras,haha"Sorak Abel.


Singkat cerita mereka sekarang sudah berada di halaman perusahaan besar pencakar langit milik Leon.


Bersambung...


Like, Coment, And Vote:)

__ADS_1


__ADS_2