
...----------------...
Salah satu penjaga membawa dokter untuk memeriksa Abel atas perintah Gion, Gion belum kembali sehingga dia hanya mengandalkan penjaga kepercayaan nya untuk mengawasi pergerakan di villa dan juga keadaan Abel.
Tangan nya memutar knop pintu dan mendorong pintu,kemudian ia dan dokter berjalan ke arah ranjang untuk memeriksa Abel.
"Tolong periksa Nona Muda" perintah penjaga itu dengan suara dingin pada dokter yang akan memeriksa.
"Baik, Tuan"ucap dokter itu kemudian berinisiatif membenarkan posisi Abel yang menghadap ke lawan Arah, ia membalikan tubuh Abel menjadi terlentang,namun baru saja ia membalikan posisi Abel,penjaga yang melihat itu melototkan mata nya.
"Astaga!!"ucap penjaga itu panik
Dokter itu mengalihkan pandangannya ke arah penjaga itu dan sedikit bingung.
"Ada apa Tuan?"tanya nya.
Penjaga itu tidak merespon pertanyaan yang di lontarkan oleh dokter tersebut, ia mendekat ke arah kasur dan memperhatikan dengan seksama wajah wanita yang sedang memejamkan matanya.
"Di mana Nona?"tanya nya panik kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk mengecek, ia keluar dari kamar mandi dengan wajah panik bukan main dan bergegas pergi keluar untuk mengerahkan seluruh penjaga mencari keberadaan Abel.
Sebelum ia beranjak, ia melaporkan kejadian yang terjadi di villa pada Gion, Gion marah besar dari balik panggilannya.
"Cari dia! jika kalian tidak bisa menemukannya maka bersiaplah bertemu ajal mu!!"ancam Gion.
"Ba...baik Tuan"jawab penjaga itu ketakutan.
.
.
.
Abel mengintip dari balik semak tersebut untuk memeriksa keadaan sekitarnya untuk pergi dari tempat persembunyian.
"Seperti nya sudah aman" gumam Abel kemudian perlahan beranjak dari tempatnya.
Ia melangkahkan kaki dari semak,namun tanpa sengaja ia menginjak ranting yang menimbulkan suara yang cukup keras.
"Aduh..."keluh Abel lalu ia mendengar suara mesin mobil mendekat,dia kembali bersembunyi di balik semak semak.
.
.
.
Leon, Hans, beserta anak buah nya segera beranjak saat mengetahui letak mobil yang di kendarai oleh Gion.
__ADS_1
"Cepatlah!!"perintah Leon pada Hans yang mengendarai mobil.
"Maaf Tuan,seperti nya posisi Gion sekarang berpindah"jelas Hans sambil melihat Ipad di depannya.
"Apa maksud mu?"tanya Leon tegas.
"Sepertinya Gion membawa mobil nya pergi setelah berhenti di titik terakhir nya, itu bisa terlihat dari sini" jawab Hans sambil mengarahkan Leon agar melihat Ipad.Leon mengadahkan pandangannya ke Ipad dan mengeraskan rahangnya.
"Si*lan!! sekarang kita berpencar,kamu pergilah bersama anak buah yang lain menuju ke tempat pergerakan Gion dan aku akan menuju ke tempat sebelumnya"perintah Leon dan mereka berdua pun berpisah dengan Leon yang membawa beberapa anak buah bersama nya.
Leon menjalankan mobil nya bergerak ke arah pemberhentian Gion sebelumnya untuk melihat jejak yang di tinggalkan Gion disana.
"Akan kubunuh kau jika aku menemukanmu (Gion)!!" ucap Leon marah sambil memukul stir mobil nya.
Leon memasuki pedesaan yang sepi penduduk yang di penuhi oleh pepohonan pinus sepanjang jalan.
"Apa yang dia lakukan Gion disini?"monolog Leon melihat sekitarnya.
Saat Leon tengah mengemudi, tiba tiba terdengar suara tembakan yang mengenai kaca spion mobil ,Leon segera memberhentikan mobil nya.
"Sudah kuduga, si*alan!"umpat Leon sambil mengambil pistol nya di kursi belakang.
Tembakan terus mengenai mobil Leon,tapi untunglah mobil Leon anti akan peluru sehingga tak membuat peluru tersebut menembus kedalam mobil.
Terjadi tembak menembak antara anak buah Gion dan juga anak buah Leon, kematian tak dapat di hindari dari kejadian tersebut.
Gion membuka pintu mobil nya dan mengarahkan senapannya ke anak buah Gion dan menembak tepat di kepala,kaki dan juga dada mereka.
Setelah beberapa lama, semua anak buah Gion berhasil di lumpuhkan,namun Leon tak menyadari jika ada satu anak buah Gion yang berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian itu pada Gion.
"Tuan, Tuan Leon dan anak buah nya sudah berada di lokasi villa,semua anak buah yang menyerang nya semua telah lenyap" jelasnya pada Gion.
"Apa?!!,baiklah aku akan kesana"ucap Gion dan menutup panggilan.
Leon kembali menjalankan mobil nya masuk kedalam pedesaan,dia terus melihat kanan kirinya melihat keadaaan sekitar.
Leon mengambil ipod nya dan menghubungi Hans untuk menanyakan keadaan disana.
"Halo Tuan, saya sudah mengecek keadaan disini, saya melihat Tuan Gion sedang berbicara pada seorang pejabat penting dengan di jaga sangat ketat,saya sedikit sulit mendengar percakapan mereka,tapi saya bisa pastikan Nona tidak ada di sini"jelas Hans panjang lebar.
"Baik, berhati hatilah" ucap Leon kemudian melepaskan ipod dari telinganya.
"Jika Abel tidak disana, dia pasti membawa Abel kemari" gumam Leon sambil terus menjalankan mobilnya.
Dia mengeluarkan tangannya dari jendela untuk mengode anak buah di bekangannya agar turun dari mobil untuk memeriksa daerah sekitar.
Ia sedikit menurunkan kecepatan agar bisa lebih jeli melihat sekitar yang mungkin ada anak buah Gion yang sedang bersembunyi mengamatinya.
__ADS_1
.
.
.
"Siapa itu?"monolog Abel sambil mengintip dari semak.
"Ku mohon siapapun tolong aku..."gumam Abel.
Mobil hitam itu melintas dan Abel segera menundukan kepalanya agar tidak terlihat, mungkin itu Gion atau anak buah nya pikir Abel.
Abel bergetar ketakutan sambil menutup matanya hingga mobil tersebut terdengar sudah jauh, barulah ia menarik nafas lega.
"Aku harus segera pergi" gumam Abel yang hendak berdiri namun kembali menunduk lantaran melihat segerombolan orang berpakaian hitam yang berbeda dari sebelumnya sambil membawa senjata Api di tangan.
"Kenapa mereka begitu banyak? "batin Abel.
Para segerombolan orang itu terus mengamati tempat yang ia lalu dengan senjata api yang sudah bersiaga menembak.
Abel menahan nafasnya dan merapatkan matanya saat merasa pergerakan mendekatinya.
"Pak singa,tolong aku..."batin Abel.
Salah satu anak buah Leon mendekati semak semak dengan pistol mengarah ke semak semak tersebut, ia sedikit curiga pada tanaman tersebut.
Abel semakin merasakan pergerakan mendekatinya, dia memejamkan matanya putus asa.
"Apa ini akhir dari segalanya? mereka akan menemukan ku dan membawa ku kembali ke sana,entah apa yang akan terjadi selanjutnya"batin Abel.
Penjaga itu menarik pelatuk senapannya menembak semak tempat persembunyian Abel.
Dorrr!!!
Bunyi senapan itu menggema di pendengaran, nafas Abel tertahan mendengar bunyi tembakan tepat di telinganya dan dengan cepat menutupi mulutnya kuat
"Apa aku sudah mati?"batin Abel.
Peluru yang menembus semak tidak mengenai tubuh Abel,melainkan melesat di samping telinga nya yang membuat sendi sendi Abel seketika melemas.
"Jangan membuat suara atau kamu akan mati Abel"batin Abel
Anak buah Leon segera kembali ke kelompok nya saat tak mendapatkan respon apapun dan kembali melanjutkan perjalan mengikut Leon yang sudah jauh kedalam.
Setelah kepergian anak buah Leon,Abel segera terjatuh lemah di dedaunan di tanah karna merasa nyawa nya sebagian telah keluar dari tubuh dan syok berat di kala tubuhnya tak sehat membuat di ambruk di daun kering yang gugur di tanah
"Pak singa..." ucap Abel lirih yang sudah tak berdaya sebelum akhirnya jatuh pingsan.
__ADS_1
Ia terbaring tak sadarkan diri di tengah tengah dedaunan kering dengan tubuh yang sama sekali tak berdaya bahkan hanya untuk menggerakan tangan.
Bersambung...