
"Ada yang ketinggalan tuan"tanya Hans
"Tidak"jawab Leon lalu melanjutkan langkahnya.
"Ada apa dengan tuan?sangat aneh akhir akhir ini"batin Hans.
Mereka pun berangkat menuju ke perusahaan. Hanyalah ada kehening sepanjang perjalanan. Bagi Hans ini sudah biasa,hingga ia tidak terlalu memikirkan nya.Sedangkan Leon hanya diam sambil berfikir,dia sedang memikirkan sesuatu yang selalu membuat hati nya bergetar setiap kali mengingatnya.
"Baiklah,aku akan melakukannya, dia suka atau tidak suka itu tidak masalah,intinya dia harus menjadi milikku"batin Leon yang tak sadar terlihat senyuman di bibirnya yang membuat Hans melotot tak percaya melihatnya dari kaca spion.
"Hah?ada apa ini?apa yang terjadi,kenapa Tuan tiba tiba tersenyum?"batin Hans.
"Jangan melihatku,fokuslah bekerja"celetuk Leon.
"Ekhm! iya Tuan, maaf"ucap Hans.
Mereka pun sudah sampai di perusahaan sekarang,Leon keluar dari mobil dengan gayanya yang khas,penuh dengan Karisma.
.
.
.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi,Jeje langsung bergegas mengemasi barangnya untuk pulang.
"Akhirnya selesai juga"gumam Jeje yang duduk di samping Abel.
"Iya, Aku lelah"Balas Abel.
"Bell,kamu habis ini kerja?"tanya Jeje.
"Iya,kenapa?"tanya abel.
"Tidak apa apa,aku antar pulang yah? tidak ada penolakan! aku kasian denganmu, habis sekolah lalu bekerja. kamu tidak lelah?"ujar Jeje.
"Em...kalau di tanya lelah sih,yah lelah! tapi mau bagaimana lagi? yah tidak apa apa lah,namanya juga hidup yakan?"jawab Abel sambil tersenyum getir.
"Aku beruntung sekali punya teman seperti kamu"ucap Jeje sambil memeluk Abel dan di terima dengan baik oleh Abel.
"Aku juga beruntung punya teman seperti kamu"jawab Abel.
"Yasudah,ayo pulang"ajak Jeje.
"Iya,ayo"balas Abel.
Sesampai di rumah Abel,Jeje menghentikan mobilnya.
"Terima kasih yah Je,sudah mau ngantar aku pulang"Ucap Abel sembari memberi senyum tulus.
"Santai saja kali Bell,Yaudah aku pulang yah?,mama meminta ku menemaninya belanja"jelas Jeje.
"Iya,Hati hati yah"ucap Abel sembari tersenyum.
"Iya, cerewet. Byee"Ucap Jeje sebelum melajukan mobilnya.
"Bye"balas Abel
__ADS_1
Abel pun berjalan memasuki rumah nya dan akan bersiap untuk bekerja.
.
.
.
Akhirnya jam kerja berakhir,Abel bersiap siap untuk pulang kerumah. Entah kenapa dia merasa sedikit aneh dengan perasaan nya hari ini,tapi dia tidak terlalu memikirkannya.
"Bell,kamu pulang sendiri lagi?"tanya Hana.
"Iyah,kan sudah biasa"jawab Abel.
"Mau aku antar?"tanya Hana sambil menarik turunkan alisnya menggoda Abel.
"Ih,kenapa sih Han? geli tau! "Ucap Abel sambil tersenyum.
"Hehe,kamu yakin tidak mau diantar?"tanya Hana lagi.
"Iya Hana,aku bisa pulang sendiri jangan khawatir"ucap Abel.
"Yasudah,Hati hati. Aku pulang dulu yah"Ucap Hani sembari melambaikan tangan berlalu.
"Iya,kamu juga"balas Abel yang di jawab anggukan oleh Hana.
Abel pun bergegas pulang setelah kepergian Hana.Dia berjalan melewati tempat sepi setiap dia pulang kerja,di tambah tempat itu sangat gelap dan hanya ada beberapa lampu penerang jalan yang ada.Bohong jika Abel tidak takut,tapi dia selalu berusaha berani dan membuang pikiran buruknya.
Makin kesini perasaan Abel semakin tidak enak. Dia merasa seperti ada yang mengikutinya. Dia berjalan dengan cepat.
"Tuhan tolong lindungi aku"batin Abel.
Abel mengerjapkan matanya beberapa kali,kepalanya terasa berat dan pusing.
Dia melihat di sekelilingnya,tempat yang sangat asing.
"Dimana aku??"monolog Abel.
Abel berada di kamar yang sangat mewah,penuh dengan barang barang mahal pastinya.
Abel memegang kepalanya yang pusing dan berusaha mengingat kejadian semalam
"Apa aku di culik?"monolog nya lagi.
Dia turun dari ranjang king size mewah itu dan berjalan menuju pintu. Dia memutar knop pintu untuk membukanya, tapi pintu tersebut terkunci.
"Terkunci?"ucap Abel.
Abel menggedor gedor pintu untuk minta di bukakan sambil berteriak agar ada yang mendengarkannya.
"Tolong !! siapa pun di luar,bukakan aku pintu"teriak Abel keras.
Namun hasilnya nihil,tak ada yang membukakannya pintu.
"Aku harus bagaimana?"gumam Abel sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
Abel terkejut bukan main saat melihat ada Pria yang sedang duduk di sofa sudut ruangan sambil menatapnya.
__ADS_1
"Kya!!! Anda siapa? t..tolong buka kan pintu nya saya mau keluar"ucap Abel takut dan gugup.
Bukannya menjawab pria itu malah beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Abel.
Abel sangat takut ,benar benar sangat takut. Tapi dia berusaha menutupi ketakutannya itu.
"Anda sedang apa?"tanya Abel dengan suara khas orang gugup.
Pria itu sudah di hadapan Abel sekarang,dia menatap Abel dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Sudah bangun?"tanya nya.
"hah?"batin Abel
"Kamu tidur dengan sangat nyenyak semalam"lanjutnya.
"Apa maksud Anda?apa Anda yang membawa saya kemari?"tanya Abel dengan ekspresi selidik.
"Em yah,aku yang membawa mu kemari"jawab nya santai.
"Kenapa Anda membawa saya kemari? dan tolong bukakan pintu nya,saya mau pulang sekarang"tutur Abel.
"Pulang?kamu sudah pulang. Ini rumah mu sekarang, tinggal lah disini selamanya"ucap pria itu.
"Ini bukan rumah ku!!! aku tidak akan mau tinggal disini,sekarang biarkan aku pergi!!!"teriak Abel marah.
"Tidak akan,aku tidak akan membiarkan mu pergi dari sini,kau mengerti?"ucap pria itu santai sambil mendekat ke arah Abel.
"Siapa kamu berani berani mengatur ku?"Bentak Abel sembari memundurkan diri karna pria itu semakin mendekatinya.
"aku adalah masa depan mu,Abel"jawab pria itu santai.
"Kamu bukan masa depan ku,menyingkirlah dari hadapan ku"bentak Abel sembari mendorong dada pria itu yang semakin mendekatinya.
Bukan nya menjauh,pria itu malah memegang kedua pergelangan tangan Abel.
"Siapa bilang?mulai sekarang aku adalah masa depan mu. Jangan pernah mencoba kabur atau meninggalkan ku,karna aku pasti akan menemukannmu"Ucap pria itu tepat di wajah dan bahkan deru nafas nya dapat di rasakan oleh Abel.
"Lepaskan aku,kurang ajar"Teriak Abel sembari meronta menarik tangannya,namun tak kunjung terlepas dari pegangan pria itu.
Pria itu mendorong tubuh Abel di dinding tepat di samping pintu. Dia memegang kedua tangan Abel menggunakan satu tangannya ke atas kepala Abel.
"Apa yang kamu lakukan? jangan kurang ajar!!lepas kan aku!!"Teriak Abel panik dan marah.
Pria itu mendekatkan wajah nya ke wajah Abel,sangat dekat,jika Abel bergerak sedikit saja pasti akan bersentuhan.
Abel bisa mencium aroma mins maskulin di tubuh pria itu lantaran posisi mereka yang sangat dekat.
"Lepaskan aku!!"teriak Abel.
"Abel sayang,kamu akan menjadi nyonya di rumah ini,kenapa kamu harus pergi?"ucap pria itu yang sekarang sudah memeluk erat pinggang ramping Abel.
"Omong kosong!!aku tidak mengenalmu,jangan memaksa ku dasar tidak waras!"akhirnya Abel mengeluarkan umpatan yang sama sekali tak pernah ia ucapkan.
"Iya!!aku tidak waras karna mu! kamu selalu saja menganggu pikiran ku!!"ucap pria itu tegas.
"Dan sekarang aku mendapatkanmu,dan aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi"lanjutnya
__ADS_1
Bersambung...
Like,Coment,Vote:)