Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-18


__ADS_3

"Ambillah"ucap Leon sambil memberikan kartu itu ke Abel


"Jangan gunakan sepeser uang pria itu,jika aku tau kamu menggunakannya maka aku akan menghancurkan bisnis keluarganya"ancam Leon


"Kurasa kamu masih betah tinggal disini,maka tinggalah disini untuk sementara"ujar Leon


Abel tak menjawabnya,dia hanya menunduk saja.


Leon melihat Abel yang tak meresponnya,beda seperti biasanya yang selalu marah dan berekspresi cerewet.


"Ada apa dengannya?apa aku terlalu kasar?"batin Leon


Leon memutar tubuh Abel agar bisa menghadap kearahnya,Leon mengangkat dagu Abel dan langsung menatap bola mata Aquamarine itu.


"Ada apa?"tanya Leon


Abel yang melihat bola mata Leon mendadak gugup,dia belum pernah menatap Leon tepat di manik mata coklat madu itu.


"Aku tidak apa apa"jawab Abel sambil memalingkan wajahnya agar tak menatap Leon.


"Katakan,jangan pernah membohongiku,aku tidak suka"ujar Leon datar.


"Sebenarnya apa yang dia mau?,dia terlalu mencampuri urusanku"batin Abel


"Aku tidak apa apa"jawab Abel lagi.


Leon menarik nafas berat,dan menatap wajah Abel sekali lagi.


"Dengarkan aku,jangan coba berfikir untuk melakukan hal hal konyol,aku tidak suka dan ingat jangan coba coba memberitahu ini kepada siapapun,atau aku akan melenyapkannya"ujar Leon


"Kenapa harus aku?"tanya Abel lirih sambil menunduk.


Leon tidak mengerti pertanyaan apa yang ditanyakan oleh Abel.


"Kenapa harus aku yang harus kamu pilih?, kasta ku bahkan tidak lebih dari seorang pembantu,tapi kenapa harus aku yang kamu pilih?,kenapa tidak orang lain saja"Lanjut Abel sambil meneteskan air matanya.


Leon menatap Abel dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan.


"Cih,jangan pernah menganggap dirimu rendah seperti itu,kamu adalah nona di keluarga Xylander sebentar lagi"ujar Leon datar


"Aku tak mau gelar itu"ucap Abel lirih


"Tapi aku mau kamu memiliki gelar itu,suka atau tidak kamu harus mau"ucap Leon tegas


Abel tak lagi mengeluarkan suara,dia hanya diam dan terus terisak.


Leon memegang bahu Abel,dan langsung memeluk tubuh itu.


"Bisakah aku masuk di hatimu?satu kali saja,dan aku tidak akan pernah mengecewakanmu"ujar Leon

__ADS_1


"Aku tidak mempercayai mu,jika kamu dengan mudahnya ingin melenyapkan seseorang,lalu apa alasanmu akan menepati janjimu?"ujar Abel lirih


Leon terenyuh mendengar penuturan Abel,dia telah mengacaukan nya.


"Itu karna aku ingin kamu tidak di dekati oleh pria lain selain aku"jawab Leon


"Dengan mengakhiri hidup orang lain?"tanya Abel


Leon melepaskan pelukannya dan menatap Abel.


"Yah,bahkan aku bisa melenyapkan seluruh orang di dunia jika dia berani mengganggu mu"jawab Leon


Leon beranjak dari sofa itu dan merogoh saku nya untuk mengambil ponselnya dan menekan nomor seseorang.


"Baik"jawab Leon singkat


Dia berbalik dan memandangi Abel lalu duduk kembali


"Aku akan pergi,jangan terlalu dekat dengan pria itu,atau aku akan membawa mu pergi dari sini"ujar Leon lalu mengecup sekilas bibir merah muda itu dan beranjak pergi.


"Lagi dan lagi,dia dengan seenaknya melakukan itu,apa aku semurah itu di matanya?"batin Abel,dia sudah tak punya tenaga mengatakan apapun sekarang.


Pintu apartement Abel tertutup setelah kepergian Leon,Abel sama sekali tak beranjak dari tempatnya,dia menatap kosong di depannya.


"Apa sudah waktunya aku membuka hati untuk seseorang?"batin Abel


"Aku bahkan tak berniat menjalin hubungan spesial dengan siapapun,aku sangat takut,sekali masuk tidak akan bisa menemukan jalan keluar"lanjut batin Abel


Tok..tok..tok..


Abel sama sekali tak berniat membuka pintu itu,dia takut yang bertamu adalah Leon,tapi jika itu Leon sudah pasti dia sudah masuk lantaran dia tau paswork apartement Abel.


Tok...tok...tok...


Pintu terus di ketuk dari luar.


Dengan langkah gontai dia berjalan dan membuka pintunya.


"Kenapa lama sekali?"tanya seorang pria


Abel menatap orang itu,dan menghembuskan nafas lega sekaligus takut.


"Arjun?"ucap Abel


"Iya,kenapa?aku sudah mengetuk pintu mu lama,tapi kenapa baru di buka sekarang?"tanya Arjun


"Ah maaf,tadi aku habia dari toilet"jawab Abel berbohong.


"Oh gitu,ini aku ada bawakan baju ganti untuk kamu,kamu tidak mungkin kan pakai seragam ini selamanya?"tanya Arjun sedikit bercanda.

__ADS_1


"Hehe"ketawa Abel garing


"Bagaimana ini?"batin Abel


"Gausah repot repot Jun,aku tadi udah pesan baju dan juga perlengkapan lainnya dan semuanya udah datang"ujar Abel


"Benarkah?kan sudah ku bilang biar aku yang akan membelikannya,tapi tidak apa apa,ini ambil sudah terlanjur ku beli"ucap Arjun sambil menyodorkan tas belanjaan itu ke Abel.


"Ah terimah kasih"ucap Abel yang tersenyum kaku.


Arjun bisa melihat perubahan wajah Abel dan memegang bahu Abel dan menatap mata indah itu.


"Ada apa?sepertinya kamu menyembunyika sesuatu"ujar Arjun


Abel membatu saat di sentuh Arjun,otak nya sekarang berputar kembali pada kata kata Leon yang menyuruhnya agar tidak terlalu dekat dengan Arjun,atau dia akan melukai Arjun.


Abel melepaskan tangan Arjun di bahunya dan mundur beberapa langkah ke belakang.


"Ah tidak ada apa apa,aku hanya baru ingat aku harus mengejar banyak pelajaran,karna aku sudah beberapa hari tidak masuk sekolah,bisakah kamu memberitahu ku apa apa saja tugasnya?"ucap Abel mengalihkan pembicaraan.


"Tentu,aku sudah membuat catatannya,ini ambilah"ujar Arjun sambil mengambil buku di tasnya.


"Terimah kasih Jun,kamu sudah sangat baik padaku,aku tidak akan lagi membuatmu repot"ucap Abel


"Sama sama,kamu tidak pernah membuatku repot,malahan aku sangat senang bisa membantumu"jawab Arjun


"bagaimana ini?bagaimana aku harus menjaga jarak dengan Arjun?,sedangkan aku tinggal di apartementnya,jika aku mengusirnya itu sangat tidak sopan dan berkesan tidak tau diri"batin Abel dilema


"Emm,ini sudah sore,apa kamu tidak ingin mandi?kamu sangat bau,pergilah mandi"Ucap Abel beralasan.


"Benarkah?apa aku bau?baiklah aku numpang mandi disini saja"ucap Arjun


"Ehhh.!tapii.."ucap Abel terhenti


"ini kah apartement nya,jika dia ingin mandi disini itu hak dia,tapi..."batin Abel


"Haha aku bercanda Bel,aku akan pulang dan mandi sekarang,dan kamu segeralah ganti pakaian mu itu,apa kamu sangat betah mengenakan seragam itu?"tanya Arjun


Abel baru menyadari jika dia masih mengenakan seragam nya dan belum mengganti pakaian.


"Ahh aku lupa"jawab Abel sambil tersenyum kaku.


"Sudahlah,aku akan pulang sekarang,jangan lupa makan dan kunci pintunya yah"pesan Arjun


"Iya,kamu selalu saja begitu,aku bukan anak kecil"jawab Abel


"Haha baiklah,aku pulang"ujar Arjun yang berpamit,tapi sebelum pulang dia mengelus pucuk kepala Abel lalu pergi.


"Huff..syukurlah Arjun sudah pergi,apa aku harus pindah dari sini?ini untuk keselamatan Arjun,apa aku harus pulang kerumah saja?oh yah!!kenapa aku tidak kepikiran untuk memanggil tukang kunci?dasar Abel!"rutuk Abel

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2