Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-29


__ADS_3

Nafas Abel tercekat,sudah dia prediksi jika ini akan terjadi,dia hanya berdoa agar lif ini segera terbuka.


"Apa yang kamu lakukan,ini di lif,lepaskan"ucap Abel sambil mendorong dada Leon


"Jika tidak di lif apakah boleh?apa kita perlu memesan hotel?"tanya Leon sambil mengeratkan pelukannya.


"Berhentilah bertingkah mesum,kamu itu sudah tua"ujar Abel yang keceplosan


Leon yang mendengar penuturan Abel,wajahnya seketika mendatar dan mengeratkan kembali pelukannya.


"Tua?apa aku tua?kurasa tidak,bukan kah aku sangat tampan?"tanya Leon dengan arogannya sambil mendekatkan wajahnya ke arah Abel


"Cih,sangat arogan!dia memang sangat tampan,tapi tetap saja..."batin Abel


"Yah,aku akui kamu memang tampan,tapi kamu sudah tua,aku tidak mungkin mau dengan yang om om,nanti..."ucapan Abel mendadak berhenti lantaran Leon melu*mat bibirnya secara spontan.


Namun mendadak pintu lif terbuka,Abel dengan kuat tenaga mendorong Leon.


"Dasar tidak tau malu"ujar Abel ke Leon


"Itu adalah hukuman karna mengataiku tua"balas Leon,Abel kesal dengan Leon yang selalu mengendalikannya.


Mereka pun keluar dari lif,dengan Abel yang berjalan di depan Leon dengan sangat cepat,Leon yang melihat tingkah Abel hanya tersenyum.


"Sangat lucu,bisa bisa nya dia mengataiku tua,aku ini masih muda,yah bisa ku akui,aku dan dia berbeda 13 tahun,tapi itu bukan masalah yang besar bukan?ini hanyalah angka"batin Leon


Dengan hanya beberapa langkah,Leon berhasil menyandingi langkah Abel,mereka sekarang berjalan beriringan dengan tangan Leon melingkar sempurna di pinggang Abel.


"Apa yang kamu lakukan,mereka melihat kita"ucap Abel berbisik karna mereka berdua menjadi tontonan oleh karyawan


"Biarkan saja mereka melihat,aku bos nya"jawab Leon arogan


"Ck,berhentilah bersikap arogan"ujar Abel sambil mengalihkan pandangannya.


Singkat cerita mereka sudah di dalam mobil mewah milik Leon,Leon tidak menggunakan supir ataupun sekertarisnya Hans untuk mengemudi,dia akan mengendarainya sendiri.


Saat di perjalanan Abel merasa begitu tegang dan jengah lantaran Leon yang terus menggenggam tangannya dan kadang kadang mengelus paha nya saat berkendara.


"Berhentilah melakukan itu!"perintah Abel saat Leon mengelus paha nya.


"Tidak,aku akan tetap melakukannya"balas Leon yang tak mengalihkan pandanganya dari jalanan.


"Huff,dasar pak singa tua..!"gumam Abel sambil memgalihkan pandangannya ke luar jendela mobil.


Leon terkekeh ringan melihat reaksi Abel yang menurutnya sangat lucu,dia tidak akan pernah bosan dengan kelinci manisnya ini,hari hari lebih bewarna dan berarti sejak kedatangan Abel dalam hidup nya.

__ADS_1


Mereka sekarang sudah sampai di pusat perbelanjaan mewah di kota itu,Abel membatu saat berada di depan pintu masuk.


"Ada apa?"tanya Leon


"Apa kita akan berbelanja disini?"tanya Abel polos


"Tentu saja,ada apa?"tanya Leon


"Tidak apa apa,lebih baik kita berbelanja di tempat yang biasa biasa saja,disini pasti semua barangnya sangat mahal"tutur Abel dengan segala kepolosannya.


Leon menarik garis senyum nya,gadis di depannya ini begitu menarik,jika gadis di luaran sana hobi sekali berbelanja barang mewah,sedangkan gadis di hadapannya ini begitu sederhana.


"Tidak boleh,kita akan tetap berbelanja disini,kamu pikir aku tidak punya cukup uang untuk membelikanmu barang mewah?!"ujar Leon dengan aroganya dan langsung mengenggeng tangan Abel lalu berjalan masuk ke dalam sana.


"Huff,sudahlah Bel..,lebih baik kamu menuruti dia saja,lagipula kamu memang harus menghabiskan uang nya bukan?"pikir Abel


Leon terus menganggandeng tangan Abel,banyak pengunjung yang melihat mereka berdua,siapa yang tidak mengenak Leon Sebastian Xylander?


"Bukan kah itu Tuan Leon?wahh!dia dengan siapa?"


"Apa itu kekasihnya Tuan Leon?"


"Setelah begitu lama akhirnya Tuan Leon memiliki kekasih,aku jadi iri dengan wanita itu"


"Lepaskan tanganku,kita menjadi pusat perhatian"ujar Abel yang masih berjalan bersama Leon


"Biarkan saja,itu bagus bukan?"ucap Leon


"Tidak,itu tidak bagus!bagaimana jika temanku melihatnya?"tanya Abel


"Ada apa jika temanmu melihatnya?apa mereka akan bunuh diri?"tanya Leon


"Berhentilah bercanda,ini tidak lucu"tutur Abel yang mencemberutkan wajahnya.


Leon tersenyum tipis melihat tingkah Abel,mereka sekarang sudah berada di tempat baju yang menjual pakaian branded yang mahal tentunya.


"Kenapa kita kesini?"tanya Abel.


"Tuntu saja membeli pakaian,apa lagi?"jelas Leon


"Bukan itu,aku hanya ingin membeli keperluan ku saja,tidak perlu kesini"ujar Abel yang mendadak hilang hiatnya untuk menghabiskan uang Leon lantaran melihat barang barang di sana.


"Lupakan saja rencanamu ingin menghabiskan uangnya,barang barang disini seperti mengejek ku saja"batin Abel


"Apa kamu tidak memerlukan pakaian?apa kamu ingin memakai pakaian ku lagi?"tanya Leon dengan senyum smirk nya menatap Abel.

__ADS_1


Abel menelan saliva nya,Leon benar dia harus membeli pakaian untuk dia pakai.


"Kamu benar,tapi tidak bisakah membeli nya di tempat lain,disini sangat mahal"jelas Abel keceplosan


"Sudah ku katakan,aku tidak akan miskin hanya dengan membelikan mu pakaian,sekarang jadilah gadis baik dan menurutlah"ucap Leon


Pegawai toko itu menghampiri Leon dan Abel,ia menanyakan apa yang bisa dia bantu


"Tolong carikan pakaian yang bagus untuk wanitaku,pastikan itu nyaman untuknya"ujar Leon kepada pegawai tersebut.


"Baik Tuan,kami akan mencarikan pakaian terbaik untuk Nona,mari nona ikut kami"ajak pegawai itu sopan ke Abel


Leon mengisyaratkan Abel untuk ikut dengan pegawai tersebut,tapi nampaknya Abel sama sekali tidak bergerak.


"Bukankah kamu gadis baik?dengarkan ucapan ku atau aku akan mencium mu tepat di hadapan para pegawai dan pengunjung toko ini"bisik Leon ke telinga Abel.


Abel gelagapan,Leon benar benar bos nya disini.


"Baiklah"jawab Abel lirih dan berjalan ke arah pegawai tersebut dan memilih milih pakaian yang cocok untuknya,sementara Leon sedang duduk di ruang tunggu sambil memainkan ponselnya,dia menelpon seseorang dan mengakhiri panggilan.


"Silahkan Nona di pilih pakaian yang cocok untuk Nona"ucap pegawai yang menemani Abel tadi.


Abel hanya membalas dengan senyum kaku,dia merasa bingung sekarang lantaran pakaian dihadapan nya semua nya sangat bagus dan pastinya sangat mahal.


"Dasar orang kaya,mereka membeli barang mahal tanpa ragu"batin Abel


Akhirnya pilihan Abel jatuh pada celana jeans dan pada baju kaos yang simple dan indah.


"Ini saja"ucap Abel pada pegawai


"Anda yakin?sepertinya Tuan tidak akan suka"ucap pegawai tersebut.


"Saya yakin,dan kenapa dia tidak suka?"tanya Abel


"Tuan selalu memesan dress dari tokoh ini yang mungkin untuk Nona,dan pakaian anda pakai sekarang juga dari tempat ini,saya tidak yakin Tuan akan menyukai pakaian yang anda pilih"jelas pegawai itu sopan.


"CKK,si pak singa itu benar benar merepotkan"batin Abel


"Tidak apa apa,bungkus saja,emang nya dia siapa?"tukas Abel


"Tuan pemilik tempat ini Nona"jawab pegawai itu


"Apa?!"ucap Abel kaget.


"Dia benar benar kaya"batin Abel tak percaya

__ADS_1


__ADS_2