Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-17


__ADS_3

"Aku sangat berhak atas dirimu,kamu adalah milikku dan milikku tidak boleh di miliki siapapun"jawab Leon sambil memegang leher putih milik Abel


"Bukankah aku sangat perduli?aku bahkan tidak membuat tanda disini agar kamu tidak kesulitan menyembunyikannya?"tutur Leon


Abel membelalakan matanya mendengar penuturan Leon.


Abel melototkan matanya,jadi kejadian pagi tadi itu benar adanya,dia bukan digigit serangga tapi itu perbuatan manusia.


"Jadi kau..!!"bentak Abel


"Yah itu aku,bukan salah ku,dirimulah yang menggoda ku"ucap Leon sambil tersenyum


"Dasar mesum!!lepaskan aku!!tolong......!!!"teriak Abel sekencang kencangnya


"Syuttttt!!"perintah Leon menyuruh Abel diam


"Jika kamu berteriak dan orang datang kemari melihat posisi kita seperti ini mereka pasti berfikir kita benar benar melakukannya,kau mau?"ucap Leon dengan suara menggoda sambil terus memainkan leher jenjang dan putih itu


"Dia benar"batin Abel


"Lepaskan aku,kumohon"ucap Abel yang mulai terisak.


"Hiks hiks hiks"suara Abel yang sekarang sudah menangis


Leon gelagapan tapi dia berusaha normal


"Berhentilah menangis"ucap Leon sambil mengusap kedua pucuk mata Abel


"Bisakah kamu melepaskan ku?ada apa denganku sampai sampai kamu selalu memperlakukan ku begini,aku merasa kotor sekarang,hiks hiks hiks"pecah sudah tangis Abel,sekarang dia sudah tidak mampu lagi untuk mengumpat ataupun memukul Leon,dia hanya bisa melakukan ini.


"Melepaskan mu?jangan pernah bermimpi sayang,kamu sudah menjadi milikku dan tak mungkin bisa lagi menjadi milik orang lain"jawab Leon


"Aku bahkan tidak mengenalmu,aku bukan milikmu"ucap Abel lagi


"Baiklah,aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku,aku Leon Sebastian Xylander,jika kamu tidak mengenal ku tidak apa,tapi asal kamu tau kamu sudah menjadi milikku dan tidak akan bisa pergi atau meninggalkanku"ucap Leon panjang Lebar.


"Leon Sebastian Xylander?sepertinya aku pernah dengar tapi itu tidak penting"batin Abel


"Aku tidak akan pernah mau menjadi milikmu,aku lebih baik mati"ucap Abel


"Bagaimana mungkin kamu bisa mati jika aku belum mengizinkan nya,kamu adalah milik ku"jawab Leon


"Apa kamu mau tau berita yang bagus?"tanya Leon


Abel terdiam sejenak,dia melihat Leon dengan tatapan tajam


"Baiklah,akan ku katakan,sahabat mu yang bernama Arjun sekarang dalam pengawasanku,aku bisa saja melenyapkannya"ujar Leon


"Apa!!apa apaan kamu ini,jangan berani menyakitinya!!"teriak Abel


"Sebegitu pedulinya kah kamu dengan dia?"tanya Leon

__ADS_1


"Bukan urusanmu"jawab Abel


"Jangan coba coba melukainya atau aku akan memenjarakanmu"ancam Abel


"Hahaha,bahkan hukum di negara ini adalah aku,bagaimana mungkin polisi bisa memenjarakan aku"jawab Leon tertawa smirk


"Pria ini sudah gila"batin Abel.


Leon langsung memeluk tubuh Abel dan menaruh kepalanya di leher Abel,Abel berusaha mendorong nya tapi dia sudah terkunci.


"Menikahlah denganku,maka aku tidak akan menyakiti sahabatmu"ujar Leon yang langsung membuat kedua mata Abel melotot.


"Apa?!tidak,aku tidak akan pernah menikah denganmu,lepaskan aku!!"bentak Abel


"Maka ucapkan selamat tinggal pada kedua sahabatmu itu"ucap Leon


"Kenapa kau membuatku seperti orang gila?! sekarang aku lebih baik mati dan menemui orang tua ku,apa salahku padamu..hiks hiks"ujar Abel yang terisak


"Kesalahan mu adalah membuat ku ingin memiliki dirimu,dan kamu harus bertanggung jawab"ucap Leon


"Baiklah,kita tidak akan menikah dulu,aku tau kamu masih sekolah,lebih baik kita menjadi sepasang kekasih saja,setelah kamu lulus kita akan menikah"penawaran Leon


"Aku tidak mau"jawab Abel lirih


Leon tersulut emosi,kenapa dia tidak di terimah oleh Abel sedangkan banyak wanita yang ingin bersamanya.


"Kenapa!!?"tanya Leon membentak sambil memegang kedua pipi Abel


Tanpa sengaja air mata Abel semakin menderas mendengar bentakan dari Leon


"Hiks hiks hiks"isak tangis Abel


"Ahhhhh si*al!!!"umpat Leon


"Berhentilah menangis"ujar Leon


Bukannya berhenti,tangisan Abel semakin menjadi jadi.


"Kumohon berhentilah menangis"ucap Leon lembut dan langsung memeluk tubuh Abel


"Maafkan aku,aku terbawa emosi,ku mohon berhentilah menangis"ucap Leon lembut


Abel sama sekali tak menjawab atau mengatakan sesuatu.


Leon mengusap air mata Abel dan menangkup wajah Abel dengan telapak tangannya yang besar.


"Berhentilah menangis,aku...minta maaf"ucap Leon yang canggung,dia belum pernah mengucapkan maaf pada siapapun kecuali ayahnya.


Leon meraih ponsel di sakunya dan menelpon seseorang.


"Bawa masuk"ucapnya singkat dan datanglah beberapa orang kedalam apartement Abel sambil membawa banyak barang ditangannya.

__ADS_1


"Taruh di tempatnya,dan bawa makanan itu kemari"ucap Leon


Salah satu pelayan Leon pun mengantarkan makanan yang ia bawa ke pada Leon.


"Ayo makan"ucap Leon


"Aku tidak mau,dan siapa mereka?"tanya Abel.


"Ini sudah siang kamu harus makan,dan mereka adalah pelayanku yang membawa semua keperluanmu"jawab Leon


"Aku tak perlu barang darimu"jawab Abel sambil memalingkan wajahnya


"Lalu?kau menerima barang dari pria itu?"tanya Leon


Abel terdiam,dia selalu saja kalah jika berdebat dengan Leon.


"Ayo makan"ucap Leon datar sambil menyuapkan Abel makanan,Abel tak membuka mulutnya


"Jadilah gadia baik jika kamu ingin temanmu itu tetap hidup"ancam Leon


Mendengar ancaman Leon,Abel dengan terpaksa membuka mulutnya.


Leon tersenyum miris


"Begitu berharganya kah temanmu itu?"monolog batin Leon


Setelah beberapa waktu makanan di piring sudah habis dan semua barang sudah di tempatnya.


Abel hanya diam tanpa mengatakan apapun,Leon daritadi selalu saja melihat nya,tiba tiba Leon mengambil sesuatu di dalam dompetnya dan memberikannya kepada Abel.


"Ambilah"ujar Leon


Abel memandangi benda yang di berikan Leon,sebuah Black Card.


"Apa ini?"tanya Abel


"Belilah keperluan mu dengan ini,dan pindah dari sini,aku masih mampu memberikan mu tempat tinggal yang lebih bagus dari ini"ujar Leon


"Aku tidak perlu itu"jawab Abel sambil menunduk


"Bisakah hilangkan sedikit gengsian mu itu?cukup aku yang dipandang arogan oleh mu"ujar Leon


"Cih baru sadar jika dirinya arogan"batin Abel


"Ambillah"ucap Leon sambil memberikan kartu itu ke Abel


"Jangan gunakan sepeser uang pria itu,jika aku tau kamu menggunakannya maka aku akan menghancurkan bisnis keluarganya"ancam Leon


"Kurasa kamu masih betah tinggal disini,maka tinggalah disini untuk sementara"ujar Leon


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2