
Abel hanya menghembuskan nafasnya berat,baru saja ia bersekolah dan harus mendapatkan hukuman.
"Sudahlah,ini memang salah ku..yang terpenting aku harus bertemu Jeje dan yang lainnya"gumam Abel lalu berjalan ke kelasnya.
Abel bergegas ke kelasnya dan segera memasuki kelas dengan terburu buru sehingga dia menabrak seseorang.
"Abel?"ucap orang itu dengan terkejut.
"Rey?"ucap Abel sambil menatap orang yang ia tabrak.
"Bel?ini kamu?"tanya Rey tak percaya.
"Iya,ini aku!"jawab Abel dengan tatapan bingung.
Rey segera memeluk Abel,dia sempat mengira jika dia tidak akan bisa menemui Abel lagi setelah kejadian di stasiun,dia sudah berusaha mencari Abel dengan beberapa orang bayarannya,tapi dia sama sekali tak menemukan apapun.
"Rey,ada apa?"tanya Abel sambil sedikit mendorong dada Rey.
"Syukurlah kamu tidak apa apa,aku sudah berusaha mencari mu setelah kejadian di stasiun kereta waktu itu,aku sempat putus asa karna tak bisa menemukanmu"jelas Rey
"Terima kasih sudah mencariku,apakah kamu tidak terluka serius setelah di pukuli orang orang itu?aku sangat merasa bersalah Rey,karna ku kamu di pukuli oleh mereka"ucap Abel sambil menunduk merasa bersalah.
"Aku baik baik saja,kamu bisa melihatnya,apa mereka menyakitimu?dan kenapa mereka membawamu?"tanya Leon
Abel sekarang bingung harus mengatakan apa pada Rey,dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Rey.
"Ceritanya panjang Rey,aku tidak bisa mengatakannya sekarang,dan aku harap kamu mengerti"ucap Abel pelan.
"Baiklah,aku memahami mu dan ku harap kamu tidak menyembunyikan apapun,aku akan membantumu"ucap Rey sambil mengangkat wajah Abel agar menatapnya.
Abel mulai merasa tidak nyaman,pasalnya siswa sudah banyak yang berlalu lalang dan mereka pasti melihat Abel dan juga Rey.
"Em Rey,Aku harus kekelas sekarang,ini hampir bel masuk"ucap Abel sambil memundurkan wajahnya agar terlepas dari Rey.
"Baiklah,jangan sungkan jika kamu memerlukan bantuan,aku akan membantumu"ucap Rey sambil sedikit tersenyum.
"Baiklah,aku pergi sekarang"ucap Abel sebelum akhirnya meninggalkan Rey untuk pergi ke tujuan utamanya.
"Untunglah sudah berakhir,itu tadi menegangkan"batin Abel sambil mengingat saat Rey secara spontan memeluknya.
Abel memasuki kelasnya dan mengedarkan pandangannya dan berhenti pada gadis yang sedang murung di kursinya sambil menunduk,Ia adalah Jeje.
__ADS_1
"Jeje"panggil Abel dan seketika Jeje yang menunduk langsung mengangkat wajahnya menatap orang yang memanggilnya,seketika wajahnya sumringah dan langsung bangkit.
"Abel..."teriaknya kemudian langsung memeluk Abel sambil menangis haru karna dia tidak kehilangan sahabat terbaiknya.
"Jeje,aku merindukan mu..."ucap Abel yang masih memeluk Jeje.
"Aku lebih merindukanmu,kamu kemana saja hah?!!aku sangat menghawatirkan mu!!aku sempat ingin menelpon polisi,kau tau itu?!!"ucap Jeje marah dengan air mata yang mengalir sambil menatap wajah Abel.
"Maafkan aku,aku pergi tanpa memberi tahu mu"ucap Abel merasa bersalah.
"Sebenarnya kamu kemana?"tanya Jeje
"A..aku,sebenarnya aku..."ucapan Abel terpotong lantaran bel masuk kelas sudah berbunyi.
"Kamu harus menjelaskannya saat jam istirahat"ucap Jeje kemudian berjalan bersama Abel ke bangku masing masing.
Jam pelajaran pertama adalah mata pelajaran yang di ajar oleh Pak Gion,dia merangkap menjadi guru matematika di sekolah tempat Abel belajar.
Suara sepatu terdengar mendekati kelas Abel,semua murid tidak mengelurkan suara sedikitpun lantaran Pak Gion bukanlah guru yang bisa di ajak bernegosiasi.
"Selamat pagi"ucap nya dingin.
"Pagi Pak..."ucap seluruh murid di kelas termasuk Abel.
"Apa aku harus menceritakan semuanya pada Jeje?bagaimana jika Pak singa mengetahuinya dab mengurungku lagi?"pikir Abel.
Saat Abel sedang bergulat dengan pikirannya,ternyata Pak Gion sedang menjelaskan materi yang sama sekali tak disimak oleh Abel.
Pak Gion menatap Abel yang tak memperhatikan penjelasannya dan segera berjalan ke meja Abel.
"Apa kamu mendengarkan apa yang saya jelaskan?"tanya nya dingin.
"Eh..."ucap Abel terkejut sambil menatap orang yang membuatnya terkejut.
"Pak Gion?"ucap nya
"Saya tanya sekali lagi,apa kamu mendengarkan penjelasan saya?"tanya nya dengan tatapan dingin menatap Abel.
Abel menundukan kepalanya dengan perasaan bersalah,dia baru saja masuk sekolah setelah bolos dan sekarang dia melakukan kesalahan.
"Maaf pak,saya tidak mendengarkan bapak saat menjelaskan"ucap Abel sambil menunduk.
__ADS_1
"Apa yang kamu pikirkan?ini adalah jam pelajaran saya,dan saya tidak akan memaklumi hal ini dan kamu tau itu! bukankah kamu sudah belajar disini hampir 3 tahun?dan kamu tau pasti peraturan saya"ucap Pak Gion tegas yang membuat Abel merasa sedikit takut,bukan hanya Abel,temannya yang menyaksikan kemarahan Pak Gion juga ikut merinding,sedangkan Jeje yang melihat sahabatnya di marahi merasa tidak terima,tapi dia juga tak berdaya untuk menolong.
"Maaf pak,saya berjanji ini tidak akan mengulangi ini lagi"ucap Abel pelan sambil terus menunduk.
"Tidak ada toleren,temui saya nanti di ruangan setelah pulang sekolah,hukuman mu akan saya tambah"ucapnya lalu kembali ke depan.
"Iya Pak"ucap Abel pelan.
Abel kembali duduk di kursinya dan terus menyimak penjelasan Pak Gion dengan seksama,dia tidak akan melakukan kesalahan lagi.
"Ada apa dengan Pak Gion?aku tau selama ini dia sangat tegas dalam mengajar,tapi dia belum pernah sangat marah padaku seperti hari ini"batin Abel.
Akhirnya jam pelajaran pertama selesai,Pak Gion mengemasi barangnya di meja.
"Pelajaran hari ini cukup sampai disini,kita lanjuti nanti lagi,selamat siang"ucap nya lalu berjalan keluar,namun sebelum pergi dia sempat memandangi Abel,Abel merasa sedikit takut saat di pandang oleh Pak Gion,lantaran tatapannya sebelah duabelas dengan tatapan Leon,walau tatapan Leon akhir akhir ini melembut.
"Huff,syukurlah sudah berakhir"batin Abel.
Setelah melewati jam pelajaran pertama dan berikutnya,sekarang waktu nya istirahat,Jeje dengan tergopoh gopoh menghampiri meja Abel.
"Abel,ayo ikut aku...kamu berhutang banyak penjelasan"ucap nya sambil menarik tangan Abel.
"Iya Je,tunggu sebentar aku harus mengemasi barangku"ucapnya Abel sambil memberekan bukunya.
"Baiklah,cepatlah sedikit"ucap Jeje tak sabaran.
"Sudah"ucap Abel dan segera di tarik Abel ke kantin,namun sebelum sempat ia melangkah keluar kelas,ada seorang pria berbadan besar berpakaian formal menghampiri Abel dan juga Jeje.
"Maaf,anda siapa?"tanya Jeje.
"Nona,ini makanan yang di perintahkan Tuan untuk diberikan pada Nona"ucapnya sambil menyodorkan paperbag pada Abel kemudian pergi.
"Ehh...!"ucap Abel saat melihat pria itu pergi.
"Ini pasti dari Pak singa"batin Abel
"Bel,ini apa?dan siapa pria tadi?"tanya Jeje berbondong.
"Emm..ini.."ucap Abel menggantung.
"Sudahlah,akan kujelasi nanti,sekarang ayo kekantin dulu"ucap Abel mengalihlan pembicaraan dan segera menarik tangan Jeje untuk ke kantin.
__ADS_1
Bersambung...