
Abel melangkah ke arah lemari untuk mengambil pakaian ganti untuk Leon yang sedang mandi. Abel terus saja tersenyum saat melakukan kegiatannya, ingatannya masih terus terngiang ngiang di kepala.
"Berhentilah memikirkan itu! aku sangat malu..!"gumam Abel pada dirinya sendiri.
Leon keluar dengan jubah mandi nya dan berjalan mendekati Abel yang sedang membelakanginya.
Leon memeluk pinggang Abel dari belakang, Abel yang di peluk secara spontan membatu karna tubuh Leon yang dingin karna habis mandi.
"Pak singa? lepaskan"ucap Abel sembari menarik tangan Leom dari pinggangnya.
"Ini pakaiannya, segeralah pakai"ucap Abel memberikan pakaian di tangan Leon dan memalingkan wajahnya.
"Em baiklah"jawab Leon patuh dan segera memakai pakaiannya.
Setelah beberapa lama, Leon kembali dengan pakaian yang dipilihkan oleh Abel.
"Hey kelinci"ucap Leon menoel pipi Abel yang sedang melamun menatap bunga lavender yang ada di vas.
"Eh? kamu sudah selesai?"tanya Abel.
"Yah, apa kamu begitu menyukai bunga ini?"tanya Leon.
"Sangat, aku beberapa hari lalu begitu menginginkan bunga ini dan kamu memberikannya. Terima kasih"jelas Abel tulus.
"Begitu? maka kejutan ku kali ini juga akan membuatmu bahagia"ucap Leon.
"Kejutan? maksudnya?"tanya Abel tak mengerti.
"Ayo ikut aku, malam ini kita akan habiskan dengan kebahagiaan"jawab Leon kemudian menarik tangan Abel.
"Eh? kita mau kemana?"tanya Abel saat Leon membawanya keluar Monsion.
"Bersenang senang"jawab Leon.
Leon membawa Abel ke taman samping Monsionnya yang luas, saat sampai mata Abel terbelalak melihat keadaan taman bunga kemarin ia lihat.
"Bagaimana? kamu suka?"tanya Leon.
"Pa..pak singa, apa kamu benar benar menyiapkan ini?"tanya Abel yang masih tak percaya dengan yang dilihatnya.
"Benar, bukan kah kamu berantusias untuk berkemah? lihatlah, aku membuat perkemahan untukmu. Kamu suka?"jelas Leon.
"Suka? tidak! aku sangat sangat suka! terima kasih Pak singa"jawab Abel yang secara spontan memeluk Leon.
Leon membuat taman bunga nya menjadi lahan kemah yang sangat indah, dia juga menyuruh tukang kebun menanam lavender di sana. Perkemahan yang di buat Leon untuk Abel begitu indah dan terkesan romantis untuk sepasang kekasih.
__ADS_1
"Aku senang mendengarnya"ucap Leon.
"Apa kita akan berkemah malam ini?"tanya Abel sembari melepas pelukannya pada Leon.
"Tentu, bukan kah kamu sangat menginginkannya?"jelas Leon.
"Iya, kyaaa Pak singa aku sangat menyukainya!"ucap Abel melompat lompat kegirangan.
Leon tersenyum menyaksikan tingkah Abel yang di anggapnya lucu. Jika wanita di luarannya sana akan senang di ajak berlibur di luar negeri, maka berbeda dengan kelinci manisnya ini. Hanya dengan perkemahan di pekarangan Monsion saja sudah membuatnya kegirangan karna bahagia.
"Wah sudah ada api unggun nya"ucap Abel sembari duduk di sekitaran api unggun.
"Pak singa, ayo kemari"panggil Abel menyuruh Leon duduk dengannya.
Leon melangkahkan kaki nya duduk bersama Abel yang sedang menikmati api unggun.
"Ini sudah jam makan malam, ayo kita bakar sosis dan makanan yang lainnya ini"ajak Abel sambil menunjuk bahan makanan yang di bakar.
Leon hanya mengangguk dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya itu. Melihat kelinci manis nya tersenyum bahagia seperti ini sangat membuatnya senang di bandingkan apapun.
"Bukan begitu Pak singa, tapi seperti ini"jelas Abel pada Leon yang salah membakar.
"Tidak apa apa, nanti di makan juga akan hancur"jawab Leon.
"Em baiklah"jawab Leon mengalah.
Telah selesai kegiatan bakar membakar ala Abel dan Leon di perkemahannya. Sekarang Abel dan Leon sedang menikmati makanannya dengan senda gurau dan juga teriakan dari Abel lantaran Leon yang memakan makannya begitu banyak.
"Aku ingin merasakan punya mu"pinta Leon melirik sosis yang pegang Abel.
"Ambil yang lain saja, itu masih banyak"ucap Abel menunjuk piring yang berisi banyak sosis dan makanan lainnya.
"Tdak mau, aku mau punya mu"ucap Leon bersikukuh.
Dengan terpaksa Abel menyodorkan sosisnya ke mulut Leon dengan cemberut.
"Sedikir saja yah"ucap Abel.
"Iyah, aku hanya menyicipnya saja"ucap Leon kemudian memasukan semua sosis dalam mulutnya dan langsung memalingkan wajahnya menahan ketawa saat melihat wajah Abel yang berubah drastis.
"Kamu makan semua nya? tadi kamu bilang cuman mau menyicipnya saja"ucap Abel memandang nanar ke arah tusukan sosis yang sudah tidak ada sosisnya.
"Tidak akan puas jika hanya menyicip, lebih baik makan hingga habis"jawab Leon dengan wajah tak berdosa.
Abel memanyunkan wajahnya kesal dengan Leon, dia memang memberi tambahan saus barbeqyu pada sosis miliknya hingga sosisnya yang lain tidak memiliki rasa yang sama.
__ADS_1
"Maaf, aku akan menggantinya"ucap Leon membujuk Abel.
"Ganti dua yah"jawab Abel.
"Dua? bukan kah aku hanya memakan satu? kenapa harus mengganti dua?"tanya Leon.
"Itu dengan bunga nya"jawab Abel.
Leon terkekeh geli dengan jawab Abel, walaupun dia adalah gadis yang sederhana tapi dia juga tidak ingin rugi.
"Baiklah, aku akan mengganti yang banyak untuk mu"ucap Leon sambil mengelus kepala Abel.
"Terima kasih"ucap Abel sembari tersenyum.
Acara makan malam pun berakhir dan kini mereka sedang menikmati api unggun yang menghangatkan tubub di malam ini.
"Pak singa ayo main kan gitar ini"pinta Abel sembari menyodorkan Leon gitar yang kebetulan ada di sana.
"Gitar? em...baiklah, aku akan meminkan gitarnya dan kamu yang akan bernyanyi. Setuju?"ujar Leon.
"Setuju"jawab Abel antusias.
Leon memetik senar gitar dan mulai mengalunkan irama musik yang sangat enak di dengar telinga, ditambah Abel yang beranyanyi dengan suara merdu nya membuat perkemahan mereka semakin menyenangkan.
Alunan musik dan nyanyian berakhir, Leon menatap Abel lembut sembari tersenyum hangat pada Abel.
"Aku sangat bahagia sekali..."ucap Abel.
"Aku juga"balas Leon.
Abel hanya tersenyum manis sembari menikmati hangat api unggun bersama Leon di sampingnya. Leon mendadak meraih tangan Abel dan menggengamnya lembut, Abel lantas menoleh ke arah Leon.
"Ada apa?"tanya Abel.
"Kelinci manis, aku ingin mengatakan jika aku sangat mencintai mu. Aku ingin kamu menikah dengan ku dan menjadi ibu anak anak ku nanti, Arabella Clarissa"ucap Leon lembut dengan mata yang menatap tepat di manik mata Abel.
Abel terdiam, ada rasa senang di hati nya tapi juga ada rasa ragu yang menyelimuti tubuhnya.
"Yah, aku akui awal nya aku hanya terobsesi untuk mendapatkan mu, namun setelah kebersamaan kita aku mulai terbiasa dan candu. Aku merasa kesepian jika tidak melihat mu, hati ku sakit saat tau kamu di bawa oleh pria lain dan bersama pria lain, aku hanya ingin kamu selalu di dekat ku. Aku mencintamu Arabella" jelas Leon panjang Lebar.
Hati Abel menghangat mendengarkan penuturan Leon pada dirinya.
"Pak singa..."ucap Abel pelan dengan tatapan lembut.
Bersambung...
__ADS_1