Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-37


__ADS_3

"Baik Tuan,saya akan segera menjemput Nona muda kembali"ucap Hans sopan lalu pergi kesekolah Abel.


"Shitt!! berani sekali dia membuat kelinci manisku bekerja keras,aku akan membuat perhitungan dengannya"ucap Leon marah.


.


.


.


Abel sudah selesai mengerjakan setengah dari tugas tugas yang di berikan oleh Pak Gion untuknya,tangannya sudah sangat lelah menyalin dan mengerjakan tugas tugas,tapi dia tidak akan berhenti.


"Aku sangat lelah,kenapa pak Gion begitu sadis padaku?"batin Abel sambil mengerjakan tugas.


Abel menghentikan sebentar tangannya untuk beristirahat dan mencoba menetralkan pikirannya.


"Sudah selesai?"tanya pak Gion.


"Baru setengah nya pak,bisakah setengah nya saya lanjutkan besok atau di rumah saja pak?ini sudah sore"jelas Abel dengan wajah lelahnya.


"Tidak boleh,harus selesai hari ini!"ucap pak Gion tegas.


Abel hanya menghela nafasnya dan melanjutkan tugas tugas.


"Sangat kejam,mungkin pak singa tidak sekejam ini padaku,tapi kenapa aku jadi memikirkan pak singa?"batin Abel.


Gion menatap ekspresi Abel yang mulai kelelahan,dia merasa sedikit bersalah karna memberi hukuman seperti ini pada Abel,tapi ini dia lakukan juga agar Abel tidak lalai pada pendidikan dan juga agar dia dapat...


Gion beranjak dari kursinya hendak mendekati Abel,namun sebelum kaki nya melangkah pintu ruangannya di buka secara paksa oleh seseorang.


Abel yang mendengar keributan itu juga menoleh ke arah pintu dan orang yang membuar keributan itu seperti ia kenal.


"Hans?"batin Abel.


Gion yang melihat seseorang masuk ke ruangannya dengan tidak sopan mulai marah.


"Siapa kamu?!kenapa menerobos masuk keruangan saya dengan tidak sopan?!"tanya nya tegas tapi Hans tak menghiraukannya dan berjalan ke arah Abel.


"Nona,saya kemari untuk menjemput Nona pulang"ucap Hans pada Abel sopan dan menatap Gion tajam.


"Hans,aku..."ucap Abel terpotong oleh Gion.


"Dia tidak akan pulang sebelum tugas tugasnya selesai"ucap Gion dingin dengan wajah datar.


"Itu bukan urusan saya! anda tidak berhak menghukum seorang siswa seperti ini"balas Hans tegas dengan wajah datarnya.


"Hans sudahlah,ini salahku"ucap Abel pada Hans dengan pelan untuk menenangkan Hans.


"Tidak Nona,ini sudah lewat dari jam pulang sekolah dan ini sudah sore,sekarang Nona harus pulang"jelas Hans tegas.


"Tapi Hans..."ucap Abel terpotong lantaran Hans menarik Abel untuk keluar ruangan,namun belum sempat Hans membawa Abel keluar,Gion menarik bahu Hans dan langsung memukulnya.

__ADS_1


"Kyaa!!"teriak Abel terkejut


"Abel adalah murid saya dan kamu tidak berhak membawanya pergi sebelum saya perintahkan"ucap Gion tegas.


Hans langsung bangkit dan membalas pukulan Gion dengan bertubi tubi,mereka sekarang saling baku hantam di dalam ruangan tersebut.


Abel sudah beberapa kali mencoba melerainya,namun mereka sama sekali tak menyudahinya.


"Hentikan!!"teriak Abel sambil mendorong Gion,namun saat dia mendorong Gion,Gion tidak sengaja memukul kepala Abel dan Abel langsung tersungkur jatuh kelantai.


"Nona..."panggil Hans pada Abel yang sudah tak sadarkan diri.


Gion yang melihat Abel tak sadarkan diri karna pukulan nya merasa bersalah dan ingin mendekati Abel,namun dengan sekali pukulan yang di berikan Hans pada Gion Gion langsung termundur dengan wajah berdarah.


"Saya ingatkan sekali lagi,jika terjadi sesuatu pada Nona,maka bersiaplah untuk ajalmu"ancam Hans dengan tatapan tajam sambil menggendong Abel keluar.


Gion yang melihat kepergian Hans juga Abel merasa sangat marah dan juga takut jika terjadi hal yang serius pada Abel.


"Aaakkk!!"teriaknya keras sambil menghancurkan semua barang barang di sekitarnya.


"Abel...!!maafkan aku,aku tidak sengaja melakukan itu..!!!"teriak nya seperti orang gila sambil menangis.


"Aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua bersama mu saja...!!"teriaknya lagi.


"Abel.....!!!"lanjutnya.


.


.


.


"Aku harus memberitahu Tuan tentang ini"batin Hans kemudian mengambil ponselnya.


Tuttt...


"Tuan,saya sekarang bersama Nona muda,tapi kondisinya sedang tidak baik,saya akn langsung membawanya kerumah sakit saja karna Nona tidak sadarkan diri"jelas Hans sambil menyetir mobil.


"Apa?!! apa yang terjadi?!"tanya Hans dengan marah.


"Maaf Tuan,nanti akan saya jelaskan,sekarang saya harus membawa Nona kerumah sakit dulu"ucap Hans.


"Shitt!"umpat Leon dari sebrang sana.


"Baiklah,bawa dia kerumah sakit dan pastikan dia ditangani dengan kusus"perintah Leon lalu mematikan ponselnya.


Setelah mendengar kabar dari Hans,Leon segera menyambar jas hitamnya kemudian keluar menggunakan mobil nya menuju rumah sakit.


Sepanjang perjalan Leon sangat mengkhawatirkan Abel,dia mengendarai mobil dengan sangat cepat.


"Bertahanlah kelinci manis,aku akan segera sampai"batin Leon.

__ADS_1


Akhirnya dia sampai di tujuannya dimana Abel dirawat,Leon dengan cepat turun dari mobil nya berlari kedalam.


Saat sedang mencari kamar tempat Abel berada,Leon melihat Hans sedang berdiri di depan sebuah ruang rawat.


"Hans,dimana Abel?"tanya Leon dengan tergopoh gopoh.


"Nona sedang di dalam sana dan sedang di periksa oleh dokter"jelas Hans dengan tegas sambil menunduk,dia sangat takut dengan amarah Tuannya itu.


"Apa yang terjadi?dan kenapa penampilan mu seperti ini?"tanya Leon tegas pada Hans sambil memperhatikan penampilan Hans yang kacau serta banyak memar di wajahnya.


"Guru yang menghukum Nona muda melarang saya membawa Nona pulang,dia memukuli saya dan saya..."ucapan Hans menggantung sambil menunduk.


"Lalu,kenapa Abel sampai terluka?"tanya Leon dingin.


"Nona berusaha melerai kami,tapi Nona malah terkena pukulan oleh Gurunya"jawab Hans menunduk.


"Sia*lan,sudah kukatakan untuk menghabisinya bila perlu?bukankah kau sangat ahli dalam bela diri,kenapa sampai terluka?"tanya Leon selidik.


"Dia tidak seperti yang di bayangkan Tuan,dia cukup ahli dalam bela diri,dan seperti nya dia bukan orang biasa"jelas Hans.


"Selidik dia,aku ingin tau siapa dia dan bagaimana cara melenyapkannya"perintah Leon pada Hans.


"Baik tuan"jawab Hans tegas.


Pintu ruangan tempat Abel di rawat terbuka,dokter keluar dan segera di hampiri oleh Leon dan juga Hans di belakang Leon.


"Bagaimana keadaan calon istri saya?"tanya Leon pada dokter itu dengan tatapan dingin.


Dokter menelan salivanya melihat tatapan Leon dan mulai sedikit gugup.


"Nona tidak apa apa,tidak ada hal serius yang harus di khawatirkan,karna pukulan yang cukup keras yang membuatnya tak sadarkan diri"jelas dokter itu.


"Apa maksudmu tidak perlu di khawatirkan?!!,jika dia sampai terjadi sesuatu pada wanitaku maka aku akan melenyapkan mu!!"bentak Leon marah pada dokter.


Hans hanya menyaksikan kemarahan Tuannya itu tanpa ingin ikut campur.


"Anda terlalu mengkhawatikan Nona muda,itu sebabnya anda sangat emosional Tuan"batin Hans.


"Maaf tuan,saya akan memberikan perawatan terbaik untuk Nona"ucap dokter itu takut karna dia tau pria di hadapannya ini bukanlah orang biasa.


"Bagus,lakukan yang terbaik untuk pemulihan wanitaku"ucap Leon.


"Aku ingin menemuinya"ucap Leon.


"Baik Tuan,Nona sudah boleh di temui tapi dia perlu istirahat beberapa jam untuk memulihkan tubuhnya"jelas dokter.


Leon hanya mengangguk lalu memasuki kamar tempat Abel di rawat.


Dokter dan juga Hans hanya bisa menghembuskan nafasnya melihat Leon yang sedang marah.


Bersambung...

__ADS_1


Untuk para readers novel Obsesi Sang CEO,jangan lupa mampir di karya kedua ku berupa Chat Story Me And Daddy yah.


Happy Reading:)


__ADS_2