
"Tidak apa apa,bungkus saja,emang nya dia siapa?"tukas Abel
"Tuan pemilik tempat ini Nona"jawab pegawai itu
"Apa?!"ucap Abel kaget.
"Dia benar benar kaya"batin Abel tak percaya
"Tidak apa apa,dia pasti suka karna dia menyuruhku memilih pakaian yang kusuka"ucap Abel
"Baik Nona"jawab pegawai itu
singkat cerita Abel sekarang sudah selesai memilih pakaian dan berjalan ke arah Leon yang masih duduk di sofa di ruang tunggu.
"Aku sudah selesai"ujar Abel pada Leon
Leon mengalihkan pandangannya ke arah Abel,tatapan Leon kali ini sangat sulit di artikan oleh Abel,sehingga membuatnya bingung.
"Apa yang kamu pilih?"tanya Leon
"Pakaian yang ku inginkan"jawab Abel
"Baiklah,beli lah yang kamu mau dan segera selesaikan belanja keperluanmu"ucap Leon sambil berdiri dari duduknya.
"Emm..."gumam Abel yang ingin menanyatakan sesuatu pada Leon tapi dia tidak cukup berani untuk menyatakannya.
"Ada apa?"tanya Leon yang mengerti jika ada yang ingin Abel katakan.
"Bisakah berikan aku kunci rumah ku?aku ingin kembali kesana"ucap Abel sambil menunduk,dia takut Leon tidak menyetujuinya.
"Untuk apa ke sana?"tanya Leon
"Aku sudah tidak butuh apa apa lagi,barang ku semua ada di sana"jawab Abel pelan
Leon menghembuskan nafasnya berat,gadis di hadapannya ini sangat aneh,dia bis membeli barang baru tapi tetap saja ingin barang nya yang lama.
"Kenapa tidak membeli baru saja?"tanya Leon
"Tidak,barang ku masih bagus untuk di pakai,aku tidak akan menyia-nyia kan nya"jawab Abel
"Lihatlah gadis di hadapanmu ini,dia sangat sederhana,jika kamu memperistrinya,masalah keuangan akan berjalan baik"batin Leon
"Baiklah,kamu bisa mengambil barang mu di sana,tapi kamu akan tetap tinggal bersamaku"ujar Leon
Wajah Abel sumringah mendengar penuturan Leon,terlihat lengkungan di bibirnya itu.
"Terimah kasih,aku tidak sabar untuk pulang,ayo cepat!"ujar Abel sambil menarik tangan Leon tapi Leon tak bergerak.
"Ada apa?"tanya Abel bingung kepada Leon
"Apa kamu tidak akan membawa pakaianmu?"tanya Leon ke Abel.
"Ah yah,kamu benar..aku sangat bersemangat"jelas Abel
"Baiklah,ayo ambil pakaianmu dan pergi"ucap Leon
"Baiklah,tapi..apa aku tak perlu membayarnya?"tanya Abel
"Tentu saja tidak,untuk apa membayarnya,jika perlu bawa semua pakaian di tempat ini ke monsion"jawab Leon arogan.
"Penyakit nya kumat lagi"batin Abel
__ADS_1
"Iya,kamu bos nya"jawab Abel dan berjalan mengambil pakaian nya yang sudah di siapkan pegawai tokoh.
"Ayo pergi"ajak Abel antusias
"Bersabarlah,apa tidak ada terimah kasih?"tanya Leon sambil memalingkan wajahnya.
"Baiklah,terimah kasih sudah membelanjakan ku pakaian"ucap Abel tulus
"Tidak,bukan begitu..tapi begini"ucap Leon yang menunjuk bibirnya.
Abel yang mengerti maksud Leon seketika menyerngit.
"Tidak,dasar tidak tau malu"ucap Abel sambil mencubit pinggang Leon
"Hey,itu sakit..ayo lakukan atau aku tidak akan membawamu kembali kerumah"ucap Leon dan Abel pun terdiam
"Huff,baiklah tapi tidak disini"ujar Abel pelan lalu memlingkan wajahnya.
"Baiklah,ayo berangkat"balas Leon yang tersenyum tipis.
"Ayo!!"balas Abel antusias.
Singkat cerita mereka sudah di dalam mobil dan akan berangkat ke rumah milik Abel,tapi Leon tak kunjung jua menyalakan mesin mobilnya.
"Kenapa tidak bergerak?"tanya Abel
"Aku meminta janji mu"jawab Leon
"Janji apa?"tanya Abel yang masih tak mengerti.
"Apa kamu tidak mengingat nya?baiklah,akan ku bantu mengingatkan"ucap Leon yang memposisikan dirinya menghadap Abel di sampingnya.
"Beri aku ciuman"lanjut Leon
"Ahh,anu..tadi itu.."ucap Abel terbata bata
"Lakukan atau lupakan untuk ke rumah mu itu"ucap Leon sambil membalikan tubuhnya seperti semula.
"Ehh,tunggu!"ujar Abel sambil memegang tangan Leon
Leon memalingkan wajahnya menatap Abel,dia sengaja membuat ekspresi wajahnya terlihat datar dan seakan tidak perduli.
"Apa?"tanya Leon dingin
"Kamu kan sudah berjanji akan membawa ku kesana"ucap Abel pelan sambil menunduk tak berani menatap Leon
"Dan kamu juga berjanji padaku tadi"balas Leon
"Baiklah kita akan kembali ke monsion saja"lanjut Leon sambil menyalakan mesin mobil.
"Ehh,jangan!!baiklah"ucap Abel dengan berat hati.
"Tenang Bel,hanya ciuman saja,sebelumnya dia juga pernah mencium mu bukan?tenang lah Bel"batin Abel
Leon mematika mesin mobil nya tapi tidak menatap atau mengatakan apapun pada Abel
Abel gugup setengah mati,dia belum pernah mencium pria sebelumnya.
Perlahan tapi pasti,Abel mendekat ke arah Leon dengan kegugupan dan kecanggungan yang ingin menarik nyawanya.
Leon menahan tawanya setengah mati,dia bisa melihat ekspresi Abel yang mendekatinya dari kaca spion di sampingnya.
__ADS_1
Dan "cup"
Abel mencium pipi Leon dan kembali ketempat duduknya dengan pipi merah seperti tomat.
"Sudah,ayo berangkat"ucap Abel sambil memalingkan wajahnya agar tak di lihat oleh Leon
"Apa itu?"tanya Leon
"Apa?!"tanya Abel yang tetap memalingkan wajahnya.
"Apa yang barusan tadi?"tanya Leon yang pura pura tak tau
Pipi Abel semakin memerah,ingin sekali dia keluar dari mobil tersebut,tapi dia tidak akan melakukan itu.
"Apa lagi,memang nya kamu tidak bisa memikirkannya sendiri?dasar pak singat menyebalkan"gumam Abel yang mulai kesal dengan Leon.
Leon melepas sabuk mengamannya dan menarik tengkuk Abel dan mencium habis bibir merah itu.
"Mhhhmm"gumam Abel
"Apa yang dilakukan si pak singa ini?!!..."teriak batin Abel
Abel mendorong kuat dada Leon tapi Leon sama sekali tak melepaskannya dan malah memperdalam ciuman itu.
Abel berenisiatif menggigit bibir Leon dan berhasil walau mengakibatkan bibir Leon sedikit berdarah.
"Akh,apa yang kamu lakukan?"tanya Leon sambil memegang bibirnya.
"Seharusnya aku yang bertanya,apa yang kamu lakukan?dasar mesum!"ucap Abel marah.
Leon menatap Abel dengan senyum smirk nya dan mendekatkan wajahnya ke arah Abel.
"Itulah ciuman,ciuman itu di bibir,bukan di pipi"ujar Leon
Abel yang mendengar penuturan Leon hanya bisa memalingkan wajahnya dan merutuki Leon dalam pikiranya.
"Haha,kita berangkat sekarang?"tanya Leon yang mencoba membujuk Abel
"Tentu saja,apa lagi?!"jawab Abel yang masih marah dan tetap memalingkan wajahnya ke luar jendela.
"Haha,baiklah..!sepertinya kelinci manisku butuh waktu"ledek Leon dan menyalakan mobil dan mulai bergerak membelah keramaian jalanan.
Sepanjang perjalan Abel tetap diam dan sama sekali tak memandang atau melirik Leon,sedangkan Leon sesekali melirik Abel yang sedang marah dengannya.
"Seperti nya aku harus membujuknya,tapi dia sangat cantik dan imut saat marah"batin Leon
"Masih marah?"tanya Leon yang masih fokus menyetir
Abel tak menjawabnya,dia hanya diam dan mengunci rapat bibirnya.
"Baiklah,aku minta maaf,aku akan membiarkanmu melakukan apapun yang kamu inginkan hari ini"bujuk Leon dan berhasil membuat Abel sumringah.
"Benarkah?"tanya Abel dengan tatapan bak kucing kepada Leon.
Leon terkekeh melihat respon dari Abel,dia merasa sangat candu oleh Abel setiap kali melihat tatapan itu.
"Yah,hanya hari ini"jawab Leon yang masih menyetir.
Lengkungan sempurna di bibir Abel mendengar jawaban Leon,dia akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik.
"Yeah!!"batin Abel bersorak.
__ADS_1
Bersambung...