Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 102 Sukses mencetak gol


__ADS_3

"Tapi a.." Vio tiba-tiba merasakan sesuatu yang kenyal di bibirnya. Kini bibir Vio dan Vrish menyatu. Vio yang belum meresponnya masih kaget tidak percaya. Ini adalah pertama kali baginya. Karena Vio tidak juga membalas ciuman Vrish, akhirnya lidah Vrish menerobos ke dalam mulut Vio yang masih menganga itu. Karena masih juga belum mendapat respon, Vrish menggigit kecil bibir Vio dan saat Vio hendak marah, Vrish semakin mempererat lu**tan di bibirnya akhirnya secara perlahan Vio membalas lu**tan yang terasa nikmat baginya untuk yang pertama kalinya. Vrish merasa gerakan lidah dan bibir Vio masih kaku.


'Syukurlah kau ternyata belum berpengalaman. Jadi akulah yang pertama bagimu' batin Vrish sambil melu**t bibir istrinya itu tersenyum senang. Seketika amarah Vio hilang karena cumbuan suaminya.


"Kau jangan marah lagi. Jika ada sesuatu katakanlah padaku langsung. Okay?" ucap Vrish disela-sela cumbuannya. Vio yang mendapatkan serangan siang dibagian-bagian sensitifnya itu sejenak merasakan kenikmatan surga dunianya. Semakin lama cumbuan Vrish semakin merajalela. Hingga sampailah ke titik puncak dibagian klimaksnya. Tentunya membuat sepasang pengantin itu memadu kasih merasakan gelenyar-gelenyar kenikmatan surga dunia. Tahu'kan yaaa..yuukk ah jangan mengintip..ntar timbilan mata kita 🤭.


Setelah dua ronde berjalan, kini haripun yang telah menginjak sore itu membuat keduanya berada dalam satu selimut dengan kondisi yang tidak menggunakan sehelai pakaianpun dengan Vrish memeluk Vio dari belakang dengan nyaman dan hangatnya.


'Bodoh bodoh kamu Vio! Kenapa kau tergoda cumbu rayunya? Dia sudah tidak jujur padamu, Vi. Kenapa kau tergoda olehnya? Aduuhhh masa iya aku menolak ajakan suami sendiri kan itu dosa. Dan lagi, aduh aku jadi malu. Ini pertama bagiku. Tapi...kenapa dia mampu memperlakukanku dengan lembut dan nyaman ya? Apakah dia sudah pernah melakukannya?' perang batin Vio yang akhirnya mendapat bisikan dari suaminya.


"Tidak usah memaki diri sendiri dan diriku. Nih!" bisik Vrish ditelinga Vio yang membuat Vio merinding kembali merasakan sensasi hangatnya deru nafas suaminya itu lalu menunjukkan rekaman cctv di butik Bunda Hesti.


"Apa ini? Katakan siapa dia?" tanpa sadar Vio bangkit duduk melupakan bahwa saat ini dia tidak memakai baju sehelaipun.


"Ini kan.." baru menonton dibeberapa detik di awal sudah mendapat serangan bertubi dari Vrish. Vrish yang mendapati istrinya tampak polos tanpa tertutup selimut itu menyerang tiba-tiba dengan menyo**r bu**h milik istrinya itu hingga membuat Vio kaget. Dan Vrish meminta jatahnya kembali.


"Kenapa kau terus menggodaku hm?" kemudian mereka melakukannya sekali lagi hingga jam menunjukkan hampir senja.


"Cepat mandi dan kita sholat" ucap Vrish membuat kaget Vio.


"Haaaaaa..gara-gara kau! Kita sholatnya jadi tertunda!" teriak Vio yang bergegas ke kamar mandi dengan buntalan selimut dan membuatnya susah untuk berjalan karena selimut yang tebal. Setelah berjalan dia mengaduh.


"Aduuhh kenapa sakit?" teriak Vio lagi membuat cemas suaminya.


"Kenapa? Mana yang sakit? Coba aku lihat?" Vrish yang cemas itu menampilkan raut wajah yang sangat menggemaskan. Si tuan dingin ini akhirnya menampakkan wajah yang lucu disaat dia merasa cemas. Vio tersenyum gemas.


"Sudahlah. Kau yang membuatku sakit" Vio yang hendak melangkah pelan ke kamar mandi itu merasa kaget mendapatkan gerakan cepat dari suaminya. Di dibopong suaminya.


"Sudahlah ayo kita mandi bareng. Bukankah aku sudah melihat tubuhmu? Kau istriku. Sampai kapanpun dan bagaimanapun kau, seluruh tubuhmu adalah milikku" ucap Vrish melangkah lebih cepat dan membopong Vio ke kamar mandi dengan sama-sama polosan. Selimut tebal tadi dibuang Vrish ke sembarang arah.

__ADS_1


"Jangan macam-macam kau! Nanti sholat kita terlambat" seru Vio kesal karena suaminya kuat juga. Kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar mandi. Mereka mandi bersama.


"Iya aku tidak akan macam-macam. Aku gosok punggungmu. Berbaliklah" sebenarnya Vrish tidak sanggup menahan juniornya karena istrinya sudah membuatnya kecanduan. Dengan sekuat tenaganya, Vrish menahan juniornya untuk tidak membuat ulah. Namun apa di kata, juniornya tidak bisa diajak kerjasama.


"Sayang, sudah. Kamu bersiap-siaplah dulu. Tunggu aku ya" ucap Vrish yang tidak mau mengatakan yang sejujurnya karena tidak akan membuat istrinya kelelahan dan terlambat sholat.


"Baiklah. Aku pergi bersiap dulu" Vio segera bangkit dan meraih handuknya yang menutupi bagian dada hingga lutut.


" Sial" ucap Vrish setelah Vio keluar kamar mandi. Vrish menuntaskan hajatnya yang tidak tersampaikan itu.


Setelah beberapa menit Vrish keluar kamar mandi dan segera menghampiri istrinya untuk sholat berjamaah dengan istrinya untuk yang pertama kalinya.


"Kenapa kau lama sekali?" tanya Vio polos.


"Itu..aku..emm..hehe" ucap Vrish justru tertawa.


"Tidak apa-apa. Ehemmm ayo sholat. Kalau aku aneh kenapa kamu cinta padaku?" bisikan kalimat terakhir suaminya itu membuat Vio merona malu.


"Ah sudah" kemudian mereka sholat berjamaah.


Selesai sholat berjamaah, Vrish ingin menjelaskan semua pada Vio.


"Dia adalah pacar pertamaku semenjak SMA. Kami berpacaran sampai kuliah. Delapan tahun adalah waktu yang awalnya sulit aku lupakan. Karena dia sudah memalsukan kematiannya" jelas Vrish yang menatap pemandangan laut melalui gazebo samping kamarnya Vio.


"Apa? Maksudnya?" tanya Vio heran. Karena sudah berani bermain dengan kematian, pikirnya.


"Ya. Dia memalsukan kematiannya hanya untuk meninggalkanku. Dia dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan pria yang jauh lebih kaya dariku dan tampan. Itu karena perusahaan mereka bangkrut" ucap Vrish sakit saat mengingatnya kembali.


"Apakah dia mau dijodohkan?" tanya Vio semakin penasaran.

__ADS_1


"Ya. Tentu saja. Karena dia jauh lebih dari segalanya dariku. Dan kini mereka sudah menikah. Namun saat mengetahui kehidupanku kini jauh lebih kaya dari suaminya itu dia justru ingin kembali padaku. Itulah yang dia inginkan dariku di Butik Bunda Hesti" panjang lebar Vrish justru membuat Vio semakin kesal mengingatnya.


"Dan kau mau kembali padanya? Bukankah dia jauh lebih cantik? Dan dia lebih dewasa. Apalagi kalian sudah menjalin hubungan yang lama" kini Vio bangkit dari tempat duduknya. Dan tangan Vrish mencegahnya. Vrish memeluk erat istri kecilnya itu.


"Tapi sekarang sudah ada kau yang menjadi obat sakitku. Meskipun dulu kami berpacaran tapi aku tidak pernah merasakan degupan jantung seperti ini. Bersamanya aku hanya memiliki rasa suka tidak lebih dari itu. Jantung yang berdebar kencang saat bersamamu. Kegugupan saat menatapmu. Juga takut kehilangan atas dirimu jika kau tidak terlihat dari pandangan mataku. Aku tidak akan melepaskanmu dan aku sangat mencintaimu melebihi dari apapun itu. Pakailah. Ini adalah cincin tunangan kita dulu. Dan cincin pernikahan kita ini, kita ganti cincin tunangan kita ini. Bagaimana?" Vrish melepas vincin pernikahan yang sederhana itu dengan cincin tunangan yang dikembalikan Vio waktu itu.


"Ba..bagaimana bisa cincin ini ada ditanganmu? Bukankah kau sudah memberiku saat di rumah sakit?" tanya Vio kepo.


"Karena aku menemukannya di lantai dekat lemari tadi begitu aku datang" jawab Vrish agak kesal.


"Syukurlah" ucap Vio justru membuat heran Vrish.


"Karena cincin ini sudah hilang dari kemarin. Aku mencarinya ke sana kemari namun tak kunjung menemukannya" ucap Vio bahagia matanya berseri dan pipinya yang putih itu merona bahagia.


"Aku pikir kamu buang karena melihat kejadian tadi pagi" Vrish mengelus kepala istrinya dengan lembut.


"Enggaklah. Aku gak akan membuangnya lagi. Siapapun yang berani menyenggolku maka akan berurusan denganku termasuk wanita mantanmu itu" seru Vio membuat Vrish tertawa.


"Kau berani juga. Nah gitu dong rubah kecilku" Vrish menyubit pipi ranum istrinya gemas.


"Sudah kubilang jangan panggil aku rubah kecil!" terjadilah aksi cubit-cubitan. Dan hal itu membuat semua yang ada di vila ikut berbahagia. Karena kedatangan tuan muda baru mereka sudah membuat tertawa nona mudanya kembali.


...****************...


...🤭🤭🤭 yuk yuk lanjut di detik-detik bab tamat...


...Happy reading kakak...


...🥰🥰🤗...

__ADS_1


__ADS_2