
Waktu berlalu begitu cepat. Waktu kerjasama pun tiba. Tiba saatnya Atmadja Group mengadakan meeting dengan AW Group di ruangan yang begitu luas. Ruangan tersebut biasanya digunakan untuk rapat. Semua pejabat penting turut hadir.
Setelah dua jam rapat itu selesai dengan lancar. Albert Wilson tampak bangga bisa bekerjasama dengan brand ternama di dunia. Baginya itu adalah rahmat terbesar bagi perusahaannya. Apalagi dia berani mengundang seorang model yang ternama di Pusat Kota. Sebelum rapat berakhir, Albert Wilson mengatakan pada Vio bahwa dia akan memperkenalkan modelnya ternama. Tanpa Vio sadari, Vio menyetujuinya. Bahkan mengundangnya untuk jamuan makan di perayaan hari ulang tahun perusahaan brandnya sendiri. Ya dengan tingkat kecerdasan Vio, Vio mengelola perusahaan papinya sekaligus perusahaannya sendiri.
Dia memiliki beberapa orang kepercayaannya. Mereka tidak berani berbuat macam-macam pada keluarga Atmadja karena kejadian yang lalu seorang karyawan terlibat korupsi besar yang nyaris membuat anak perusahaan keluarga Atmadja oleng dan bangkrut. Namun, karena kejelian mata Vio itu dapat ditemukan sebuah korupsi yang sangat besar. Tak lama berselang setelah Vio turun tangan akan perusahaan papinya itu, tanpa basa-basi Vio langsung menyuruh bawahannya segera untuk membawanya ke markasnya. Di sanalah dia beraksi. Setelah kejadian itu kedua orang tua Vio pergi mengelola perusahaan di luar negeri. Oleh karena itu Vio diminta papinya pulang.
"Lusa kami akan mengajak supermodel kami, Nona Vio. Kuharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik. Saya yakin bahwa supermodel kami tidak akan mengecewakan anda" ucap Albert dengan memasang senyum sangat ramah. Tak lama Albert segera beranjak meninggalkan Vio di ruang rapat.
"Baiklah. Kami tunggu" jawab Vio dingin.
"Apakah wanita ini selalu bersikap dingin seperti ini? Hmmm menarik. Kau...kau sudah menjatuhkan hatiku. Jika aku tidak bisa menjatuhkan hatimu padaku maka aku pastikan bahwa kau akan tetap menjadi miliku" batin Albert dengan senyum smirknya menatap Vio.
Dengan sadar Vio menatap Albert membaca tatapannya dari pupil matanya yang tampak melebar.
"Kenapa orang ini mencurigakan? Hmmm awas jika sampai kau macam-macam denganku akan ku buat rata perusahaanmu. Lihat saja nanti tuan Wilson" batin Vio lalu berdehem.
"Ehemm!" Vio berdehem membuat pikiran jahat Albert buyar. Kemudian Albert berusaha tersenyum ramah yang dipaksakan.
"Baiklah, Nona Violetta kami mohon undur diri dulu. Terimakasih. Permisi nona" ucap Albert agak kikuk setelah terlihat Vio akan kebodohannya itu. Lalu segera beranjak pergi meninggalkan ruangan rapat itu.
"Iya, sama-sama" jawab Vio sambil melihat punggung laki-laki yang sekarang menjadi kliennya.
"Selidiki Albert Wilson itu sekarang!" titahnya terhadap detektif sewaannya dari seberang telepon.
Panggilan itu berakhir. Vio ingin tahu lebih jelas lagi siapa Albert Wilson.
"Sepertinya dia orang yang sangat rapi dan cerdas. Buktinya saat aku mencari datanya semua sangat bersih. Coba aku akan melihat itu semua nanti" lirihnya yang tidak ada mendengar ucapannya itu. Karena Ranti sedang menunggunya di pintu masuk.
Satu jam kemudian dia mendapatkan data pribadi Albert Wilson. Sangat bersih. "Hmm. Kenapa begini? Jadi aku harus berhati-hati dengannya" gumamnya setelah menyuruh orangnya tadi pergi.
Setelah berhari-hari dari pertemuannya dengan Albert, kini dia akan berkunjung ke perusahaan AW yang ada di Kota Besar. Sesuai dengan janjinya waktu itu Albert ingin memperkenalkan supermodelnya itu. Ya Vio meminta untuk mengunjungi AW Group saja. Karena Vio ingin melihat bagaimana kondisi lokasi kliennya itu. Jika dianggap aman dan nyaman maka dia pasti akan lebih nyaman bekerja.
Vio tiba bersama Ranti. Setelah masuk dan berjalan di meja resepsionis, Ranti maju dan bertanya jika ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini.
__ADS_1
"Maaf permisi, Nona. Kami sudah membuat janji dengan Tuan Albert Wilson. Kami dari Be'V Brand" ucap Ranti yang langsung diangguki resepsionis dan tampak terkejut.
"Wahhh...kami sangat menyukai hasil desain pakaiannya" ujar pegawai perusahaan Albert.
"Iya..stylenya sungguh sangat modern dan mempesona.
"Silakan non ikuti saya. Tolong kamu jaga disitu dulu ya. Aku akan mengantarkan dimana ruangan Albert. Sekilas Vio merasa melihat seseorang yang dia kenal saat melintasi sebuah ruangan make up.
"Siapa ya? Kok pernah kayak kenal gitu ya? Tapiiii dimana ya?" batinnya mengingat siapa wanita diruang sana.
"Mari nona silahkan masuk" ajak sang resepsionis itu mengantarkan Vio hingga ruangan Albert. Ranti pun ikut masuk.
"Terimakasih" jawab Vio tersenyum dan tampak berkelas.
"Apa kabar tuan Albert?" tanya Vio menangkupkan kedua tangannya.
"Baik. Terimakasih" jawab Albert.
"Hmm baiklah" jawab Vio dingin.
Hawa ruangan itu berubah menjadi dingin. Harapan Vio semua itu tidak benar.
Tok tok tok..terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk!" jawab Albert.
Lalu tak berselang lama sosok wanita cantik masuk ke dalam ruangan Albert.
"Selamat pagi, tuan Albert" sapa model wanita itu. Tampak seseorang duduk dengan elegan membelakangi si supermodel itu.
"Selamat pagi, nona..." jeda si supermodel itu menggantung karena tidak tahu nama pemilik brandnya.
"Panggil saya Violet..." Vio tercengang saat membalikkan tubuhnya menghadap wanita yang menyapanya. Betapa kagetnya dia. Ternyata dugaannya benar bahwa dia seperti sudah mengenalnya. Ucapannya terhenti saat supermodel itu tersenyum lebar dan ingin menjabat tangannya pada Violetta. Namun Vio berhasil mengontrol keterkejutannya. Dia berpura-pura tidak mengenal wanita dihadapannya saat ini.
__ADS_1
"Saya Violetta Anjani. Senang bertemu denganmu, nona" ucapan Vio yang seolah tak kenal itu mengagetkan Clara. Ya supermodel itu bernama Clara. Wanita yang selama ini dia hindari dan tak berharap bertemu kembali. Meskipun begitu Vio tetap tersenyum tenang lalu menjabat tangan Clara.
"Hmm" jawab Clara sambil berlalu melewati Vio menuju ke arah Albert. Benarkah kau pemilik brand itu? Hah, yang benar saja?" Clara masih meremehkannya. Vio hanya menanggapi dengan tenang.
"Ya seperti yang kau lihat dan dengar" jawaban Vio seolah menohok hatinya yang paling dalam.
"Apa yang kau lakukan?! Jangan bicara sembarangan" cekal lengan Clara oleh Albert.
"Segera meminta maaf cepat! Kalau tidak, jangan harap kamu mendapatkan impianmu!" lanjut Albert pada Clara mengancamnya sambil melotot tajam.
Terlihat Clara mengeraskan rahangnya tanda penolakan. Namun, semua ini sangat mempengaruhi masa depannya.
"Ma..maaf" ucap Clara gugup.
Bukannya menjawab, Vio yang dengan enaknya melenggang melewati Clara dan meninggalkan ruangan Albert.
Hal ini membuat Clara kesel. Merasa sudah dihina dan diacuhkan Vio.
"Tuan Albert. Apakah kau yakin dia yang akan kau jadikan modelnya?" tanya Vio sambil melirik Clara sekilas.
"Ya benar karena bagiku dia supermodel yang bisa diandalkan" jawab Albert.
"Kenapa? Apakah perusahaannmu ini kekurangan model?" perkataan Vio sudah menyinggung hati Clara.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf Kakak-kakak Readers jika ada kata yang keliru🙏
Karena nulisnya sambil ngantuk-ngantuk nih😃
Mohon dukungannya ya Kak
Terimakasih🙏
__ADS_1