Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 89 Bukan muhrim


__ADS_3

Di tempat Vrish.


Vrish yang sedang mengendarai mobilnya menuju rumah sakit, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia merasa sangat khawatir dengan kondisi Vio.


Setelah 28 menit perjalanan, akhirnya Vrish sampai juga di halaman parkir. Detak jantungnya tiba-tiba berdetak dengan intonasi cepat dan kuat. Entah kenapa dia merasa gugup untuk bertemu dengan Violetta. Dia membenarkan posisi kemejanya agar terlihat rapi. Dia merasa tidak percaya diri dengan penampilannya yang saat ini hanya memakai kemeja yang pas body hingga nampak lekukan tubuhnya yang gagah dan s***i itu.


Berulang kali dia mengaca di spion di depannya. Dan berulangkali dia menyibakkan rambutnya. Dia merasa gugup untuk pertama kalinya bertemu dengan seorang wanita yang sudah menghuni relung hatinya selama beberapa tahun ini.


"Apakah aku tampan? Fiyuuuuhhh..kenapa aku jadi begini hanya untuk bertemu dengannya saja? Padahal selama ini aku selalu biasa saja bahkan dengannya. Dulu bersamanya aku tidak pernah merasakan getaran seperti ini. Maafkan aku. Aku harus berpikir ke depan. Benar kata papa" gumamnya. Lalu Vrish membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk rumah sakit. Tak lupa Vrish membawa makanan dari mami Vio untuk Vio juga papinya Vio.


Setelah melewati beberapa lorong rumah sakit, akhirnya Vrish sampai di depan pintu dimana Vio dirawat.


"Ehhmmm haaahhhh" Vrish menghela nafasnya panjang.


Ceklek.


Kini suara pintu terbuka dari dalam.


"Oh hai!" sapa tuan Atmadja yang kaget melihat keberadaan Vrish di depannya. Apalagi Vrish yang menjadi salah tingkah.


Dia hanya menjawab dengan tersenyum dan anggukan kepala.


"Masuklah!" Tuan Atmadja memintanya untuk masuk ke dalam.


"Tuan, ini ada makanan dari istri anda. Untuk anda juga putri anda" Vrish menyerahkan makanan yang dia bawa pada Tuan Atmadja.


"Hm. Baiklah. Terimakasih. Minta tolong taruhlah diatas nakas sana. Aku mau keluar dulu mencari kopi. Apa kau mau aku pesankan?" tanya tuan Atmadja.


"Tidak. Terimakasih" lalu Vrish masuk setelah tuan Atmadja melangkahkan kakinya keluar kamar ruangan putrinya.


"Papi bicara sama siapa di..?" Vio tercengang saat melihat ke arah pintu yang terbuka oleh Vrish.


Mendadak jantung Vio bergetar hebat. Apa yang dia rasakan saat ini, sangat berbeda. Inilah pertama kalinya dia mengalami debaran yang baginya luar biasa saat bertemu dengan seorang pria dalam sejarah hidupnya.


"Ka..ka..kamu" Vio terbata-bata dalam ucapannya.


"Bagaimana kabarmu sekarang?" Vrish yang jantungnya tak kalah debarannya dengan Vio itu tetap berpura-pura menampilkan sikapnya dengan santai di depan Vio. Dia masih gengsi untuk mengakui itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah jauh lebih baik seperti yang kamu lihat" Viopun mengambil nafas panjang supaya terlihat santai dimata Vrish. Lelaki yang sudah sejak kapan menghuni hatinya itu. Sepertinya semenjak Vio dikhitbah di restoran malam itu ya gaesss.


"Syukurlah kalo begitu. Kalo begitu aku akan pulang dulu. Aku ke sini hanya mengantarkan makanan untukmu juga papimu" ucap Vrish salah tingkah menaruh kedua tangannya di saku celananya kanan dan kiri.


"Hmm baiklah. Terimakasih atas kunjunganmu kemari" jawab Vio entah kenapa tiba-tiba merasa sedih setelah mendengar ucapannya Vrish itu.


Vio bergerak turun ke bawah hendak ke toilet.


"Pssstttt. Errrgghh. Uhh" terdengar suara rintihan Vio ditelinga Vrish. Saat hendak menolongnya, Vrish justru menatap Vio yang merintih kesakitan dengan melihat Vio yang sepertinya sedang berpikir. Dia juga bingung saat hendak menolongnya karena Vio tidak mau disentuh jika bukan muhrimnya.


'Kenapa kakiku masih terasa sakit ya? Apakah heelsnya si nenek sihir itu sungguh tajam? Bodohnya aku saat itu tidak ku lawan saja. Huh' batin Vio dengan ekspresi mengernyitkan keningnya berkali-kali seolah menahan rasa sakit.


Masih dalam lamunannya, Vio tidak merasakan bahwa Vrish sudah mengangkatnya keluar entah berjalan kemana. Saat Vio sadar, dia mendapat tatapan tajam dari lelaki yang sudah membopongnya. Seketika dia berontak.


"Turunkan aku! Kita bukan muhrim. Jadi turunkan aku. Astaghfirullah. Cepat! Turunkan aku!" teriakan Vio itu membuat Vrish geram namun mengabaikannya. Hal itu menjadi tontonan para pengunjung dan beberapa pasien yang mondar mandir ke beberapa ruang perawatan atau bahkan mungkin akan saatnya pulang. Vrish tetap berjalan maju menuju ke sebuah ruangan.


'Wah pasangan yang romantis ya' celotehan beberapa orang yang lalu lalang itu membuat wajah mereka merah padam.


'Yang satu cantik yang satu tampan. Seandainya anakku sudah besar nanti aku ingin mereka tumbuh seperti mereka ya pa' celotehan seorang ibu kepada suaminya.


'Itu tuan muda Pramudya. Ternyata dia sudah punya istri ya. Pantas saja selama ini jika didekati wanita dia selalu bersikap dingin. Tapi bagaimana tunangannya ya? Ku dengar dia sudah tunangan' celotehan lain membuat Vio merasa kesal dan sedih.


'Syukurlah kalo si super model itu dipenjara. Gayanya yang sombong dan sok berkuasa karena sudah bertunangan dengan tuan muda itu'.


'Eh kalian tahu tidak bahwa sebenarnya tuan muda itu dijebak sama si wanita ular itu'


'Oh ya? Kamu tahu dari mana?'


'Dari temanku yang seorang hacker. Sssttt' jawab salah seorang itu memberi isyarat jari telunjuk di bibirnya.


'Sudah jangan ghibah terus. Didengar orangnya langsung loh' ujar temannya lagi yang sedari tadi hanya mendengar teman-temannya berceloteh.


'Yang penting gak ghibah yang buruk' jawab temannya.


'Mana ada ghibah yang baik' batin Vio menoleh ke arah ibu-ibu yang dia lintasi itu.


"Cepat periksa kakinya!" perintah Vrish yang tiba-tiba itu membuat sahabatnya melonjak kaget. Beruntung ruangannya sepi. Jadi Vrish tidak perlu memelototi para pasien atau tamu yang berkunjung. Rony memang bukan dokter yang menangani Vio saat pertama kali dibawa ke rumah sakit. Karena Rony adalah dokter spesialis bedah tulang.

__ADS_1


Vrish tahu ekspresi perempuan yang dia bopong selama mendengar celotehan-celotehan emak-emak tadi. Dia merasa senang saat melihat ekspresi Vio yang mendengar bahwa dia sudah tunangan dengan supermodel licik itu. Saat ini Vrish melupakan sejenak perihal status Vio rupanya.


"Kau selalu menyuruhku mendadak" ucap teman dokternya itu.


Bukannya menjawab pertanyaannya namun justru mengancamnya.


"Jika kau tak melakukannya dengan benar maka akan kupecat kau dari sini" ya memang rumah sakit ini miliknya keluarga Pramudya.


"Kakak ipar. Tolong kasih tahu kekasihmu itu ya. Jangan memecatku. Kalo aku dipecat maka aku tidak akan bisa mengobatimu lagi. Tidak ada dokter yang seahli aku ini" ucapan teman Vrish itu membuat Vio tertawa. Dan tawa itu dilihat Vrish dengan melengkungkan sebuah senyuman dibibir Vio seperti bulan sabit. Adegan ini disaksikan oleh teman Vrish itu, dokter Rony.


"Ehm. Jadi diperiksa atau tidak kakak ipar?" pertanyaan itu membuat Vio malu dan menundukkan pandangannya. Saat dokter Rony itu hendak memeriksa kakinya Vio tiba-tiba Vrish ingat jika Vio tidak akan mau disentuh oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.


"Apa-apaan kau ini? Kau menyuruhku untuk memeriksanya. Sekarang kau menghalangi tanganku yang akan memeriksa kakinya. Plin plan kau ini" ucap temannya itu geram.


"Panggilkan Issa kemari. Kau tidak boleh menyentuhnya. Cepat! Kau panggil pacarmu itu kemari" titahnya membuat teman dokternya itu kesal. Hanya karena tidak boleh menyentuhnya.


"Hei tuan! Kau ini bagaimana sih? Coba kau pikir jika disini yang bisa menangani adalah dokter laki-laki apakah harus menunggu dokter perempuan jatuh dari langit ha?" ujar teman dokternya itu sambil berlalu keluar.


Sedangkan Vio yang mendengar dan melihat kejadian itu merasa sangat tersentuh. Tiba-tiba hatinya merasa hangat dan entah kenapa merasa ada sebuah kenyamanan saat berada di dekat tuan muda tu disampingnya. Vio tersenyum sendiri yang tanpa disadari Vrish melirik Vio lalu menatap Vio yang tersenyum sendiri itu. Hati Vrish merasa senang melihat pemandangan itu.


Hai para readers yang baik hati. Berikut aku share gambar ilusi pemerannya ya.



Si Tuan Dingin Tuan Muda Pramudya, Vrish Abdillah Adijaya Pramudya.


Bagaimana menurut kalian? Sudah cocokkah?


Kalo author sih cocok-cocok aja ya hahaha๐Ÿ˜„



Nah kalo ini si cantik Violetta Anjani Atmadja


Cocok ya?


Atau mungkin para readers memiliki fantasi tersendiri tentang para tokoh ini. Boleh kok beda pendapat ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


Sementara itu dulu ya pemerannya, pemeran utama dulu. Hehe๐Ÿ˜„


Happy reading yah ๐Ÿค—


__ADS_2