Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 54 Sikuyang vs Vio


__ADS_3

Di dalam mobil.


“Siapa laki-laki tadi ya? Kenapa sepertinya sudah membuat nona muda murung? Apakah terjadi sesuatu dengan mereka? Aku harus menyelidikinya. Tapi..nona muda tidak memintaku. Ya sudah itu bukan urusanku. Jika laki-laki itu mengganggu nona muda, aku baru bertindak” batin Ranti yang mengingat laki-laki tadi yang berada di depan pintu apartemen nona mudanya.


“Monti, putar balik ke A&W Group!” perintah Vio membuat Ranti tersentak kaget. Vio yang memperhatikan Ranti sejak tadi karena melamun, akhirnya berujar “Nanti kamu yang turun, Ranti. Pastikan bahwa tuan Albert sudah menyelidikinya”.


“Baik, nona” jawab Ranti sesaat setelah focus pada pikirannya.


Vio yang tahu apa yang dipikirkan Ranti itu, hanya diam tidak ingin merespon. Masa lalu sudah berlalu. Dia tidak ingin mengingat kejadian pagi ini. Setelah tiba di halaman depan Gedung A&W Group, Ranti turun dari mobil yang ditumpanginya. Di sana dia bertemu dengan Clara si supermodel itu.


“Helo, nona Ranti! Apa kabar?” sapa Clara berbasa-basi. Ranti tahu bahwa Clara mencoba untuk menjilatnya. Namun dia tidak tahu jika Clara berpikir bahwa Rantilah yang memiliki brand pakaian yang sebenarnya. Karena intensitas Ranti untuk datang ke perusahaan modeling itu adalah Ranti. Vio hanya datang sekali saja saat survey ingin melihat-lihat, namun untuk selebihnya, Ranti yang bolak-balik mondar-mandir datang, dari mulai rapat hingga mengecek sejauh mana perkembangannya.


“Hm” Ranti malas menjawab sapaannya. Apalagi Ranti sudah tahu siapa Clara Bastian setelah menyelidikinya. Hanya seorang supermodel dari keluarga pebisnis yang licik. Ranti terus berjalan tanpa menghiraukan kehadiran Clara yang berjalan mengimbangi langkahnya di sampingnya.


“Sombong sekali kamu. Jika bukan aku yang terpilih menjadi model brand itu dan jika bukan karena aku sangat menyukai produk-produk brandmu itu, aku sudah pastikan bahwa aku akan menendangmu dari sini” batin Clara yang melirik sinis ke arah Ranti. Semua itu tak luput dari pandangan Vio di dalam mobilnya.


Setelah beberapa menit menunggu di dalam mobil, Ranti akhirnya keluar tetap dengan wajah datarnya. Vio yang melihat itu, merasa bahwa Ranti sudah bisa bersikap sangat persis dirinya. Bahkan Montipun ikut ketularan sikap dinginnya.


“Bukakan pintu belakang duduk bersamaku” titahnya pada Monti. Hal itu di angguki Monti.


“Baik, Nona!” kemudian Monti keluar dari mobil dan berjalan berputar membuka pintu mobil untuk Ranti. Ranti yang bingung itu hanya mengernyitkan keningnya namun tetap dia menurutinya.


“Pasti nona muda yang memerintahkannya” pikirnya.


“Masuk dan duduklah dengan tenang” titah Vio lalu menoleh ke arah jendela sebelah kanannya.


Jauh di sana terlihat Clara Bastian memperhatikan Ranti yang keluar dari Gedung milik Albert Wilson itu. Vio yang sudah melihatnya dari semenjak Ranti keluar Gedung, Clara mengikutinya karena mengantarkan Ranti keluar Gedung.


Dari arah pandangan Vio itu, Ranti belum menyadari apa yang dimaksud dengan nona mudanya itu. Dia hanya merasa bahwa pasti ada sesuatu alasannya. Kenapa nona mudanya melakukan itu.


“Bagaimana hasilnya?” tanya Vio yang arah pandangannya masih tertuju ke arah Clara.


“Tuan Albert tidak bisa mendeteksinya, Nona. Tuan Albert menyampaikan permintaan maafnya karena sampai sekarang dia belum bisa menemukannya” jawab Ranti menyampaikan seperti yang dikatakan oleh Albert tadi.


“Hm. Baiklah. Katakan padanya bahwa minggu ini kita harus sudah siap dan acara akan diadakan minggu depan. Nanti kamu kirim email padanya. Aku tidak mau menunda berlarut-larut. Dan satu hal lagi, duduklah di sebelahku ada dataupun tidak ada aku” ucapnya memberi perintah tegas dengan tatapan belum beralih dari Clara. Hal ini membuat Ranti paham bahwa Clara sedang memperhatikannya. Tatapan mata yang datar dan dingin itu sudah membuat bagi orang yang melihatnya dan awam pastinya Vio adalah orang yang judes dan jutek. Namun dibalik itu semua tersimpan rapat kehangatan dan kelembutan. Kemudian mobil meninggalkan pelataran Gedung Modeling milik Albert.

__ADS_1


Setelah sampai di kantornya Vio, Ranti langsung berjalan menuju ke ruang kerjanya setelah mengantarkan Vio ke ruangannya. Ranti langsung menjalankan perintah atasannya dengan patuh. Segera email terkirim dan di sampaikan pada Vio selaku atasannya.


Vio yang sedang membuka emailnya pun tersenyum tipis.


“Kamu akan lihat Clara. Siapa yang kau anggap Pelakor itu?” gumamnya lirih tanpa ada yang mendengar dan senyum penuh arti.


“Selamat datang! Selamat datang!” tiba-tiba suara pesan masuk membuat Vio tersadar dan beralih pandangannya pada sebuah pesan yang menampilkan dua ekor anak ayam yang saling melambaikan sayapnya kemudian saling berhadap-hadapan memberi hormat lalu memutar badan dan memamerkan bokongnya. Menandakan sebuah pesan masuk.


“Hmm. Rupanya kau hanya mau bermain-main denganku ya?” gumamnya melihat pesan itu.


Aku tahu kamu itu seorang perempuan


Jika kamu bisa menebaknya maka akan aku lakukan apa yang kamu mau


Cobalah tebak


Sebuah hari yang sangat indah


Hari ini mengalami 3 pergantian waktu


Pagi adalah hari dimana kita mengawali aktivitas kita


Siang adalah hari dimana kita menjalani inti dari kehidupan kita


Malam adalah dimana waktu yang paling Panjang untuk merenung dan merelakskan pikiran kita


Dan malam itu lah malam yang akan tak pernah terlupakan


Sekarang coba katakan padaku jika kamu bisa menjawab apa yang aku sampaikan ini maka balaslah


Namun jika kamu tidak membalasnya aku anggap bahwa kamu adalah Wanita bodoh yang tidak punya pekerjaan


Hal itu membuat Vio jengkel. Merasa dipermainkan oleh sebuah pesan yang misterius. Sedari awal dia mendapat pesan dari email yang tidak dia ketahui itu sudah membuatnya selalu ingin meluap. Tapi sayang Vio tidak bisa menghadapi pemilik akun itu karena tersimpan sangat rapat dan tidak bisa ditembus. Vio kemudian menganggapnya sikuyang.


Hi Sikuyang

__ADS_1


Kau benar-benar keterlaluan


Meskipun aku tahu jawabannya, aku tidak akan pernah menjawabnya


Dan satu lagi


Jangan katakan aku bodoh


Karena yang sebenarnya bodoh adalah kamu yang tidak bisa memberi pertanyaan


Lalu pertanyaan apa yang kau berikan


Disitu tidak ada pertanyaan


Kau hanya bercerita


Membual!


Sebuah pesan balasan Vio kirimkan dengan penutup pesan yang sangat lucu, seperti biasa anak ayam dengan menggoyangkana bokongnya lalu berbalik dan menjulurkan lidahnya yang tampak lucu. Tak lama setelah itu, sebuah balasan masuk dengan menanyangkan video pembuka kutu loncat yang hamper membuat Vio kaget dan jijik.


Hei kau si bodoh


Kalau tak mampu menjawab katakan saja


Maka aku akan mengatakannya padamu apa jawabannya


Setelah membaca pesan itu, Vio merasa dipermainkan lalu bertindak menyerang computer lawan. Saat si kuyang membalas pesannya dia memanfaatkannya untuk mencari alamat IP si lawan mainnya. Tampak berbagai macam kode dan menandakan bahwa sederet kata bertuliskan “misi sukses” yang artinya computer lawan eror dan hancur.


“Hahahaha. Vio dia lawan” Vio tertawa lebar dan merasa bahwa lawannya sangat lucu. Jika membayangkan bagaiman raut muka si lawan setelah mendapati komputernya rusak pasti memasang wajah yang lucu dan marah.


Di lain tempat.


Seseorang yang merasa komputernya dibuat hancur si lawan tampak kesal dan marah.


“Hmm lawan yang sepadan. Pintar juga dia menyerangku di saat aku membalas pesannya” gumamnya dengan senyum smirknya. Sebenarnya dia sudah tahu siapa lawannya.

__ADS_1


__ADS_2