
"Kenapa kau bisa seceroboh itu? Kau begitu bodoh diakali wanita licik itu tunanganmu itu. Jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi hingga kau seperti ini!" seru Hendrik pada adiknya yang pagi ini sedang menemui adiknya di apartemen Prayoga. Awalnya Hendrik mengajaknya bertemu di sebuah tempat yang rindang seperti dulu semasa kecil mereka. Namun, Prayoga tidak mau karena memiliki perasaan yang kurang bagus.
"Awalnya, hidupku bersama Prisa nyaris bahagia. Tapi semenjak Prisa mengenal Clara si supermodel itu, gaya hidupnya terlalu tinggi. Dia harus terlihat sempurna..." jawab Prayoga lalu menceritakannya dari awal.
'Kamu harus maju nanti aku gak mau tahu. Tuan Bastian bersedia membantu kita asalkan kita mengikuti apa maunya dia. Dan kurasa itu tidak sulit. Dan kau tahu si Clara itu, hidupnya sangat sempurna. Aku ingin seperti dia. Kamu mau kan, sayang?' nadanya bergelayut manja memegang lengan Prayoga.
'Baiklah. Asalkan kamu bahagia, akan aku turuti. Tapi ingat, jangan sampai lupa daratan. Okay!' jawab Prayoga.
'Tentu saja sayang. Aku akan selalu mengingatnya' jawab Prisa senang.
Lalu Prisa segera menghubungi Tuan Bastian.
'Baiklah, tuan. Kami akan datang nanti malam saat makan malam' ucap Prisa dengan tuan Bastian dari seberang telepon.
Malam pun tiba begitu cepat. Prayoga dan Prisa pergi menemui Tuan Bastian. Di sana juga hadir Clara si supermodel.
'Selamat malam, Tuan, Nona!' sapa Prayoga menjabat tangan Tuan Bastian dan Clara diikuti Prisa.
'Selamat malam! Silahkan duduk' balas Tuan Bastian.
'Baiklah tanpa berbasa basi, Tuan Prayoga. Kami mau mengajak anda untuk bekerjasama menjualkan produk kami dan kami juga meminta nona Prisa untuk menjadi model iklan dari produk kami. Apakah anda bersedia, Tuan Prayoga?' ucap Tuan Bastian melanjutkan.
'Tentunya nona Prisa sudah menceritakan semua kepada anda bukan, tuan Prayoga?' sahut Clara.
'Ya, anda benar, nona Clara. Baiklah tapi dengan syarat, kami juga meminta banyak keuntungan dari produk kalian. Bagaimana?' ucap Prayoga tersenyum sinis.
'Tuan Prayoga tentunya sudah memahami manajemen kami bukan sebelumnya?' sahut Tuan Bastian.
'Penjualan produk anda meningkat sangat tajam. Dan saat kupelajari semua kita masih bisa berbagi keuntungan yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Bagaimana, Tuan?' ucap Prayoga membungkam Tuan Bastian. Dalam hati tuan Bastian sangat jengkel merasa dipermainkan. Sesungguhnya dialah yang ingin mempermainkannya tapi malah yang terjadi justru sebaliknya. Dia yang kini dipermainkan.
'Untuk masalah menjadi model iklan produk anda, cukup buat dia terkenal saja' ucap Prayoga menoleh dan tersenyum pada Prisa. Dengan gayanya yang dingin dan angkuh itu membuat kesal Clara dan tuan Bastian.
'Itu semua masalah mudah bagi kami. Baiklah. Kami setuju' ucap tuan Bastian menjabat tangan Prayoga namun dihentikan oleh Clara.
'Papa tidak bisa melakukannya. Ini tidak bisa, pa. Mereka memeras kita' Clara menentang namun dihentikan oleh papanya.
'Tuan Prayoga tentu tidak lupa dengan pesan yang sudah saya kirimkan melalui email pribadi anda bukan?' ucap Tuan Bastian tersenyum licik.
'Tentu saja tidak, tuan Bastian' jawab Prayoga tersenyum miring.
__ADS_1
Kini Tuan Bastian tersenyum penuh dengan kemenangan. Karena yang sesungguhnya dia hanya ingin memanfaatkan black gengster yang sudah Prayoga pimpin secara diam-diam di dunia bawah. Hanya Tuan Bastianlah yang tahu mengenai itu Black Gengster.
Setelah pertemuan itu, gaya hidup Prisa berubah drastis. Prayoga yang hidupnya selalu dalam sikap yang dingin itu menjadi kejam terhadap musuhnya. Hanya saja dia tidak tahu jika dia akan dimanfaatkan oleh seseorang.
'Sekarang kau semakin cantik dan seksi. Ingatlah jangan macam-macam di luar sana' ucap Prayoga pada Prisa.
'Tenang saja sayang. Tidak akan ada yang menggantikanmu di luar sana' bujuk rayunya sudah membuat Prayoga tidak sadar.
'Sayang, bagaimana dengan permintaan Tuan Bastian waktu itu? Apakah kau akan meminjamkannya? Jangan sampai kau diperalat olehnya saja. Mintalah bayaran yang sangat tinggi padanya' ucapan Prisa itu membuat pikiran Prayoga sudah tertutup rapat untuk mencerna mana hal baik dan buruk.
'Kamu tenang saja sayang. Aku tidak akan meminjamkannya dengan cuma-cuma. Aku pun mendapatkan ini semua juga tidak dengan cuma-cuma. Semua ini aku dapatkan karena aku ingin membalas pembunuh ayahku. Dengan akal licikku aku membohongi David dan menyabotase semua timnya. Dengan berbagai upayaku itu, kini apa yang menjadi miliknya sudah menjadi milikku. Dan aku memalsukan kematiannya seperti kematian ayahku. Bunuh diri. Dan ya meskipun itu memang benar adanya. Aku membunuhnya tapi bukan melalui tanganku melainkan dengan tangannya sendiri. Sekarang apapun yang aku miliki saat ini, tidak akan membuatku diremehkan para musuhku' ucap Prayoga mendendam mengingat kematian ayahnya. Didepan matanya sendiri, ibunya menangis histeris mendapati ayahnya yang sudah dibalut dengan kain putih dan disampinya terdapat kakaknya yang menangis tersedu-sedu.
'Baiklah. Aku mencintaimu' ucap Prisa lalu mengecup bibir Prayoga.
'Hm' jawab Prayoga yang sampai saat ini didalam hatinya masih tersimpan rapat seorang wanita yaitu pacar onlinenya, Vio. Dia memang mencintai Prisa namun rasa cintanya terhadap Vio jauh lebih besar dengan dibuktikan hingga saat ini nama Vio tidak bisa dia hapus dari dalam hati dan pikirannya.
Kemudian rencanapun dijalankan tuan Bastian dan Clara. Prayoga yang tidak tahu apa-apa sebenarnya tujuan tuan Bastian itu hanya menerima semua permintaannya yang meminta bayaran tinggi atas jasa sewa semua anggota gengnya. Tuan Bastian berhasil menyabotase semua produk dengan bantuan Black Gengster milik Prayoga. Dan dikemudian hari, Tuan Bastian yang mendapati keluhan putrinya itu menjadi naik pitam. Sehingga dia memanfaatkan Prisa dan Black Gengster. Sehingga terjadilah penculikan itu dan baku tembak hingga diakhiri dengan tertangkapnya Tuan Bastian beserta para timnya itu termasuk Clara dan Prisa. Dari penangkapan itulah semua kedok Bastian Group terbongkar. Betapa banyak tipu muslihat yang digunakan Bastian Group selama ini. Segala cara harus dia dapatkan.
Disitulah awal mula Prayoga berubah. Hanya cintanya yang tidak pernah berubah pada Vio, pacar onlinenya.
"Baiklah, kak. Aku akan menemui keluarga Atmadja. Jika aku harus dihukum akibat bukan kesalahanku maka aku siap. Dan aku akan mempertanggungjawabkan semuanya. Asalkan ibu selalu bersama kakak selama aku dipenjara" lanjut Prayoga.
Hendrik melajukan kendaraannya menuju ke rumah ibunya.
Tok tok tok.
Kreeeett. Bunyi suara pintu kayu tua dibuka dari dalam.
"Ibu" panggil Hendrik.
"Masuklah, nak" jawab ibunya kemudian Hendrik masuk dan ibunya menutup kembali pintunya.
"Bagaimana keadaan ibu sekarang?" tanya Hendrik dengan penuh kasih sayang.
"Ibu jauh lebih baik. Uhuuk uhuuk" ibunya terbatuk. Sudah lama kesehatan ibunya lemah semenjak kejadian suaminya terbunuh.
"Terimakasih kau selalu peduli pada ibumu yang renta ini, nak. Bagaimana dengan adikmu? Bagaimanapun juga, sebanyak apapun kesalahannya itu dia tetap putra ibu dia tetap adikmu, nak. Hanya jalannya yang salah. Dulu dia tidak seperti ini" ucap ibunya sedih.
"Sudahlah ibu tidak usah berpikir terlalu banyak. Dia melakukan itu karena dia merasa sedih dan dendam pada David" jawab Hendrik pada ibunya. Ibunya yang mendengar itu tersentak kaget. Karena menurutnya selama ini Prayoga adalah anak pendiam dan penurut serta penuh kasih sayang. Seakan tidak percaya, ibunya melemah bersender di sandaran kursi jati tua yang terukir cantik itu.
__ADS_1
"Ibu. Ibu tidak apa-apa? Suster!" panggil Hendrik pada suster tampak khawatir keadaan ibunya.
"Cepat periksa ibuku" titahnya pada perawat wanita itu.
"Tidak apa-apa nak. Kamu jangan khawatir. Ibu hanya syok setelah mendengar penjelasanmu barusan" ujar ibunya kembali menampilkan senyum hangatnya.
"Ibu hanya syok, tuan. Jangan khawatir" ucap perawat itu.
"Terimakasih" ucap ibu Hendrik.
"Ibu sekarang istirahatlah. Percayakan semuanya padaku masalah Prayoga Ibu" Hendrik lalu membopong ibunya masuk ke dalam kamar ibunya untuk istirahat.
"Baiklah ibu, Hendrik pulang dulu. Hendrik juga harus melaporkan pada Tuan Muda Pramudya" pamit Hendrik patuh. Bagi Ibunya kedua putranya sangatlah patuh dan berbakti padanya. Dia bersyukur memiliki keduanya hanya saat ini dia merasa kecewa pada si bungsu.
"Tolong sampaikan maaf ibu dalam mendidik putra ibu. Nanti kapan-kapan antarkan ibu untuk meminta maaf pada keluarga Atmadja" ucap Ibunya Hendrik.
"Baiklah Ibu. Sekarang istirahatlah" kata-kata Hendrik itu hanya sekedar ucapan. Karena Hendrik tidak akan membiarkan ibunya jatuh sakit lagi. Lalu Hendrik segera pulang menuju markas milik keluarga Pramudya.
Yuukk yuuuk readers yang baik hati dan author sayangi..
Pada penasaran gak sih seperti apa wajah dari pemeran Clara si supermodel licik itu dan juga yang lainnya?
Hehe..nih author kasih tahu deh..tapi perlu diingat yah hanya sebatas ilustrasi saja. Jika tidak cocok readers bisa mencari yang lain kok..🤗🤗
Prisa kekasih Prayoga
Clara Bastian si supermodel
Asisten Pribadi Tuan Atmadja, Jimy
Asisten Pribadi Tuan Muda Pramudya sekaligus sahabatnya, Martin
__ADS_1
Happy reading Readers