Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 25 Penyesalan Prayoga


__ADS_3

Setelah trending topik itu bersliweran di dunia maya, keesokan harinya, yang masih menjadi berita top level, disitu untung wajah Vio terhalang oleh tubuh Vrish. Jadi yang wartawan yang merekam dengan sengaja itu hingga mengunggahnya di medsos itu merekam kejadian dengan posisi kamera ponselnya terhalang tubuh pebisnis muda sukses itu. Karena kejadian begitu tiba-tiba tidak memungkinkan si wartawan julid itu merekam dengan latar yang diatur sedemikian sempurna seperti siap wawancara.


"Wah lihatlah tuan muda Pramudya itu, diam-diam sudah bertunangan" seru teman sekantor Vio, yang ketika Vio memasuki pintu kantornya sudah mendengar kebisingan dari rekan-rekannya.


"Iya. Aduuuhh patah hati berjamaah ini bakalan" kata rekan yang lain dengan wajah cemberut.


"Eh ngomong-ngomong siapa sih tunangan Tuan Muda Pramudya itu? Bikin penasaran deh" kata yang lainnya.


"Iya, ya, sayang direkaman itu tidak terlihat wajah si wanita tunangan Tuan Muda itu?" kata si rekan wanita yang paling julid di kantor yang tidak pernah ketinggalan berita terkini jika itu menyangkut ghibah.


Vio berjalan santai tak menanggapi kebisingan itu. Dia sudah tahu perihal tunangan yang dimaksud itu hanya dia tidak tahu jika bakalan akan ada paparazi ditempat itu. Dia harus menghubungi si pria bego itu. Siapa lagi kalau bukan Vrish.


"Tapi..mempengaruhi perusahaan tidak ya?! Secara ini masih menyangkut hubungan kerja. Tapi..dia saja seenak jidatnya mempermainkan cewek. Huft!" lirih Vio pada dirinya sendiri.


"Ah telepon saja. Bodo amat jika aku harus dipecat hanya gara-gara aku bersikap tak sopan atau dianggap kurang ajar atau apalah. Yang penting dia harus menjaga privasiku. Semua ini karena ulah biang kerok seperti dia" sambil memencet tombol panggilan.


"Hm" terdengar suara dari seberang sana.


"Hei! Biang kerok! Semua ini karena ulahmu dan wanita kencan butamu itu. Kau menyangkutpautkan aku dalam jurangmu!" seru Vio nada jengkel. Tanpa salam terlebih dahulu Vio rasa tidak perlu dengan biang kerok seperti laki-laki aneh itu.


"Siapa yang biang kerok ha?! Kau pikir aku juga bakalan tahu jika hal itu terjadi? Lagi pula tidak ada yang tahu siapa tunanganku. Karena wajahmu saja tertutupi tubuhku. Tonton baru protes!" tut tut tut dimatikan Vrish sepihak. Membuat Vio marah namun setelah berpikir sejenak, benar juga ngapain aku harus marah. Toh tidak ada yang tahu jika itu aku" dengan senyum menyeringai puas lega akhirnya. Untung dia menelpon Vrish si biang kerok itu kalau tidak...ya sudah lah.


Ceklek


Suara pintu dibuka oleh sosok Farel.


"Hah kakak ngagetin aja. Ketuk pintu dulu kek ucapin salam kek!" jantung Vio seolah lompat karena tersentak kaget dari pikirannya tentang kehebohan pagi ini.


"Halah emangnya aku aja yang kayak begitu. Biasanya juga kamu kan yang ngagetin aku" ucap Farel menghampiri Vio sambil memukulkan sebuah dokumen ke kepala Vio.


"Isshh..tidak sopan. Mentang-mentang disini aku paling junior dan berumur belasan bak remaja, kakak memukul kepalaku seenak jidat kakak" sungut Vio.

__ADS_1


"Hiliiiihh! Belasan. Remaja. Kata siapa lu belasan. Lu remaja. Yang ada lu masuk kategori wanita dewasa usia rawan" balas Farel tertawa geli melihat monyong Vio.


"Usia rawan? Apa maksud kakak? Pe..rawan. Itu baru bener" disertai anggukan kepala Vio dengan cengiran kuda.


"Salah! Rawan nikah! Hahaha" sambil berlalu hendak meninggalkan ruangan Vio. Namun Farel menoleh kembali.


"Kamu tahu trending topik kemarin dan hari ini?"


"Tahu. Di seantero gedung ini sudah bising kayak suara knalpot motor rusak" sewot Vio kembali memeriksa dokumen yang diantar Farel. Lalu Farel pun menutup pintu ruangan Vio lalu kembali menuju ruangannya namun sebelumnya mengatakan "Tolong nanti dokumen itu antarkan ke ruanganku dan kirimi aku filenya akan ku kirimkan ke perusahaan Adijaya".


Kemudian mendapati jawaban Vio, "Siap".


Di perusahaan Adijaya.


"Ceo kita ternyata sudah memiliki tunangan ya" gosip sudah merajalela di tiap ruangan yang terdiri dari banyak lantai itu.


"Sudah jangan membicarakannya lagi. Kalau terdengar atasan kita, kita bisa dipecat berjamaah" sahut karyawan lain yang tidak ingin mendapat masalah dengan atasannya.


"Sepertinya ada yang mencopy dan mengunggahnya lagi selain wartawan itu tuan" jawab Martin yang sudah menangani masalah ini. Sebenarnya sudah dihapus namun entah siapa yang ingin membuat masalah dengan tuan mudanya ini.


"Cari orang itu. Dan berikan hukuman pada wartawan yang mengunggahnya pertama kali itu. Jika perlu perusahaannya bernaungpun kamu tangani" lanjut Vrish.


"Baik tuan!" kemudian Martin berlalu meninggalkan ruangan Vrish.


"Lihat! Wanita kencan buta itu sungguh tak tahu diri. Jika aku yang menjadi tunangan Ceo kita, tentu saja akan ku tampar habis wanita itu" seru salah seorang karyawan yang tidak tahan akan komentar.


"Ehem!" deheman Martin membuat seketika ruangan itu menjadi hening. Ketika keluar ruangan Vrish, Maryin mendengar para karyawannya masih menggosip akan tuannya. Dia paling tidak suka mendengar karyawan bergosip tapi malah melalaikan pekerjaannya.


Martin lalu menuju lift menuju ke lantai dasar tempat dimana dia memarkirkan mobil atasannya itu.


Di lain tempat.

__ADS_1


Prayoga sedang menonton trending topik itu bersama rekannya di sebuah cafe bandara. Menunggu untuk proses check in Prayoga yang ditemani temannya dokter Indra.


"Sudahlah jangan dilihat lagi. Carilah yang pasti-pasti aja" sambil memperhatikan raut muka temannya yang seolah berkabung itu Indra menghela nafas sedih.


"Sebegitu cintanya kamu dengan cinta dari dunia ghaib ya bro. Baru di dunia ghaib. Tapi kamu sudah jatuh cinta begitu dalam. Apalagi awalnya kamu mengenal di dunia nyata ya, bro?!" helaan nafas Indra tampak menyesali perbuatan sahabatnya itu. Dia ikut sedih jika sahabatnya ini bersedih. Laki-laki yang dia kenal tertutup dan sulit untuk jatuh hati setelah dicampakkan mantan kekasihnya terdahulu itu kini kembali tertutup.


Prayoga hanya terdiam menunduk menatap ponselnya. Berharap Vio menghubunginya. Mungkin yang terakhir kalinya. Apakah salah dia berharap itu? Itulah yang sedang dia pikirkan.


Drrttt


Ponsel Prayoga bergetar. Namun, ketika dilihat nama yang tertera, sebuah pesan dari seorang wanita yang sangat dia benci, yaitu Prisa.


"Kamu pulang kapan?" kira-kira begitulah isinya.


Prayoga membenci Prisa ketika secara tidak sengaja mendengar kata-kata Prisa dengan temannya saat hendak bertemu dengannya di sebuah cafe.


Waktu itu...


"Bagaimana apakah kamu jadi bertemu dengan cowok pujaan hatimu itu yang dari game itu?" kata teman Prisa.


"Gak sih. Tapi malah ketemu pacar cewek lain. Yang sama-sama pakai baju couplean gitu deh" jawab Prisa.


"Kok bisa? Gimana ceritanya?" penasaran temannya bertanya-tanya.


"Aku juga gak tahu jelasnya. Yang aku tahu waktu itu tiba-tiba ada cowok yang narik tangan aku terus diajak naik mobilnya buat jalan muter-muter. Lalu tiba-tiba cowok itu menyadari bahwa aku bukan pacarnya itu. Ternyata kami sama-sama mengenal lewat dunia online. Dan bodohnya aku, selama aku berhubungan dengan Vrish di dunia game aku tidak pernah tahu bagaimana tampangnya Vrish namun aku masih ingat suaranya. Hampir mirip sih sama Prayoga. Namun agak ngebass gitu suara Vrish. Ya awalnya aku pikir suara Vrish di saat ketemu dan di dunia game online itu berbeda. Aku gak begitu berontak waktu itu. Tapi...sekarang setelah aku tahu siapa Prayoga, bagiku sama saja. Tidak ada bedanya. Lagian aku tidak mengenal siapa itu Vrish. Dari keluarga apa? Tajir atau enggak. Tapi Prayoga memiliki beberapa cabang mini market di kota ini. Menurutku okelah. Gak apa-apa. Berarti ini adalah keuntungan dari tertukarnya pacar online kan?!" jelas Prisa panjang lebar kepada temannya itu yang membuat temannya seolah tidak percaya.


Disitulah Prayoga menyesali dengan penerimaan pertemanan Prisa padanya. Baginya awalnya Prisa adalah sosok wanita yang selalu memiliki keceriaan dan kerenyahan dalam berkomunikasi setiap harinya. Suaranya yang nyaring membuat menganggapnya sebagai obat rindu terhadap Vio.


Kembali lagi ya..


~ next ya ~

__ADS_1


Terimakasih kakak-kakak semua 🙏


__ADS_2