Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 59 Puncak Acara


__ADS_3

“Bagaimana, apakah semua jadwal hari ini sudah kamu rubah?” tanya Vio pada Ranti sekretaris pribadinya sekaligus asisten pribadinya setiba di kantornya.


“Sudah, Nona. Semua sudah beres. Untuk janji bertemu dengan Tuan Ramon, sudah saya cancel hingga lusa, Nona. Namun beliau tidak menghendaki ditunda, maka dia lebih memilih untuk mengundurkan diri dari proyek itu, Nona. Untuk sanksinya juga sudah saya urus dengan pengacara perusahaan kita, Tuan Alex. Siang ini Tuan Alex akan memberikan jawabannya setelah menemui Tuan Roman. Dan untuk acara salon anda, juga sudah dipersiapkan” jawab Ranti detail.


“Hm. Kerja bagus, Ranti. Dia memang orang yang licik” senyum smirknya Vio membuat Ranti sudah terbiasa. Dia tahu bahwa nonanya akan berbuat sesuatu terhadap tuan Roman.


“Kita akan melihat apa yang terjadi esok” senyum mengembang kejam itu membuat sungkan bagi yang melihatnya. Termasuk Ranti, dia tidak berani mengkhianati atasannya itu apalagi nonanya itu sudah pernah membantunya dulu.


“Ranti, kamu siapkan semuanya untuk membuat mereka menyesal atas tindakan yang sudah mereka lakukan padaku. Manusia sombong itu, mereka akan mendapatkan ganjarannya” ucap Vio lagi.


“Satu hal lagi, Nona. Clara Bastian hanya akan tampil di awal karena dia juga akan tampil di acara perusahaan barunya itu juga dengan memperkenalkan brand kita namun, dia akan mengakui bahwa brand itu adalah miliknya” penjelasan Ranti itu membuat Vio geram mengepalkan tangannya yang dia letakkan di atas pegangan kursi singgasananya.


“Lalu apalagi yang kau tahu?” tanya Vio terlihat marah dengan wajah yang suram.


“Dari hasil penyelidikan bersama Monti, kami mendapatkan informasi bahwa Tuan Bastian juga sebenarnya akan memanipulatif supermarket itu untuk menjadi miliknya, Nona. Untuk pemilik supermarket itu yang sebenarnya adalah milik dari Tuan Prayoga Baskara. Dan sepertinya tuan Baskara itu sedang dipermainkan” detail Ranti menjelaskan tetap dengan wajah datarnya.


“Sungguh benar-benar licik mereka. Menindas orang yang polos” ucap Vio bangkit.


“Kemasi barang-barangmu, kamu ikut aku!” ucap Vio lagi kemudian berjalan keluar ruangannya entah mau kemana.


“Kalian akan lihat siapa aku sebenarnya” batin Vio ketika dia berjalan menuju lift.


Segera Ranti mengikuti berjalan keluar ruangan dari atasannya itu menuju ruangannya dan mengambil tasnya serta sedikit membereskan berkas yang tadi sempat dia pelajari.


Tidak lama setelah itu, sekitar empat puluh lima menit mereka bertiga telah sampai di salon ternama langganan Vio. Tempat itu adalah tempat yang biasa didatangi para pejabat atau para miliarder. Di sana juga terdapat skincare.


“Kamu ikut aku” titahnya pada Ranti yang saat itu Ranti bermaksud hanya untuk mengantarkan Vio saja. Alhasil pernyataan Vio itu membuatnya kaget. Nona mudanya tidak pernah membedakannya. Dan bahkan tidak pernah merendahkannya. Atasannya itu bahkan menganggapnya keluarganya. Hanya saja dia tidak suka pengkhianatan.


“Hai, sayangku Vio! Senang dengan kehadiranmu di sini. Sudah lama bukan kamu tidak mengunjungiku? Sombong sekali ya sekarang kamu. Huh” ucap pemilik tempat itu yang sudah mengenal Vio semenjak Vio kuliah dulu. Seorang dokter kecantikan, wanita yang sangat cantik. Meskipun usianya sudah memasuki kepala tiga. Bernama Meta.


“Hai juga, Meta! Iya aku sudah lama tinggal di luar kota jadi tidak sempat kesini. Oiya, kenalkan ini Ranti, sekretarisku sekaligus temanku” ucap Vio sambil mengulurkan tangannya pada Ranti sehingga membuat Ranti bergerak maju berdiri di samping Vio.


Mata Meta yang memandangi Ranti dari bawah hingga atas itu, membuat Raanti merasa malu dan tidak percaya diri.

__ADS_1


“Tolong ubah dia menjadi seorang putri. Layani dia sebagaimana kau melayaniku” permintaan Vio itu diangguki Meta dengan senyuman lebar dan memberi tanda OK pada jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk lingkaran.


“OK, darling! Mmm, kamu itu manis. Coba kamu lepas dulu kacamatamu” tangan Meta meraih kacamata Ranti dan melepaskannya untuk sementara.


“Hmm, perfecto! Ok deal. Aku akan merubahnya. Kau tenang saja. Percayakan padaku” lalu mengembalikan kacamata itu pada Ranti. Ya Ranti memakai kacamata karena matanya yang minus akibat perbuatan orang-orang jahat dulu.


“Kamu tenang saja. Dia memang orangnya seperti itu. Tapi dia baik kok” ucap Vio tersenyum hangat pada Ranti dan mengelus lengan Ranti untuk yang kedua kalinya, saat remaja dulu ketika menolongnya dan saat ini. Senyuman hangat itu Ranti lihat kembali setelah sekian lama dia tidak melihatnya. Hatinya pun menghangat dan terlihat nyaman berada di samping nona mudanya itu. Vio yang tahu bahwa asistennya itu tampak ada keraguan dan rasa tidak percaya diri itu berusaha membuat Ranti tenang.


Asisten yang sangat polos itu membuat Vio sangat menyukainya. Entahlah dia merasa bahwa dia pernah mengenalnya. Baginya wajahnya familier. Hanya saja dia tidak mau menebak-nebak khawatir dia salah. Saat dia ingin menyelidiki identitas Ranti, Vio menemukan bahwa identitas itu asli tidak dibuat-buat. Jadi dia mengurungkan niatnya itu. Dia juga bisa melihat dari pupil matanya bahwa Ranti anak yang baik dan setia.


Hari itu, ditempat itu diawali Vio dengan skincare terlebih dahulu. Mereka berdua mengikuti para pegawai Meta. Dan menuju kamar yang berbeda-beda.


“Tidak usah gugup begitu. Santai saja. Nikmati apa yang ada hari ini” kata Vio saat hendak berpisah ruangan. Ranti pun menganggukkan kepalanya.


Setelah hampir sore mereka melakukan perawatan diri, akhirnya waktunya pun tiba. Kini mereka berganti gaun yang indah. Vio memakai setelan gaun yang sangat modis dengan asesoris dihijabnya menambah kesan aksen yang sangat anggun. Kini saatnya Ranti keluar ruangan dengan balutan gaun yang sangat mempesona. Mata yang disulap kini terlihat sangat cantik tanpa memakai kacamata. Tadi Meta memberikan kontak lens yang dikhususkan untuk bermata minus. Di salonnya itu memang sangat lengkap.


“Wow sangat cantik kamu, Ranti” kata Vio mengagumi kecantikan Ranti.


Bahkan Rantipun tercengang melihat dirinya dicermin tadi saat selesai bermetamorfosis. Namun kini, Ranti juga tak kalah takjub melihat atasannya itu yang sangat elegan dan anggun.


“Ayo kita harus sampai tepat waktu” ujar Vio kemudian beralih ke Meta, temannya itu.


“Terimakasih” ucapnya pada Meta.


“Kalian berhati-hatilah. Nikmatilah acara malam ini” dengan kerlingan mata Meta dan senyum merekahnya menandakan bahwa hasil yang dia lakukan hari ini untuk melayani pelanggan VVIP itu sangatlah membuatnya bangga. Siapa yang tidak mau kedatangan bahkan dijadikan langganan seorang Atmadja. Dia rela memberikan pelayanan apapun itu asalkan membuat keluarga Atmadja itu puas dengan hasilnya. Dengan ucapan terimakasih dari keluarga Atmadja itu sudah menandakan bahwa mereka sangat puas dengan hasil yang Meta berikan.


Kemudian mereka berdua melangkah dengan Vio didepan Ranti. Lalu disambut oleh Monti yang sudah setengah jam menunggu setelah diutus oleh Vio untuk membantu Jimy mengurusi perusahaan. Monti yang membukakan pintu untuk nona mudanya itu terkesima dengan pesona seorang Violetta.


Kemudian menundukkan pandangannya. Setelah Vio masuk, kemudian Monti membukakan pintu untuk Ranti. Saat itu, Monti tidak sadar dengan kedatangan Ranti dibelakang nona mudanya. Ketika Ranti sampai di dekat pintu, Monti menatap sebuah heels mahal dengan brand ternama membuatnya tercengang. Apalagi saat hendak menutup pintu buat Ranti, Montipun semakin kaget tidak percaya bahwa wanita dihadapannya itu adalah Ranti. Wanita yang tanpa kacamatanya ternyata memiliki mata yang sangat indah. Dengan riasan wajah yang sangat cantik, kini Ranti tampak terpancar aura kecantikannya dibandingkan sebelumnya yang selalu dipoles dengan make up tipis dan selalu memasang wajah datarnya. Monti yang tidak segera menutup pintu dengan terus menatap Ranti itupun membuat geleng-geleng kepala Vio.


“Sungguh cantik dia malam ini” batin Monti.


“Apakah kamu akan terus menatapnya?” kata-kata Vio itu mengagetkan Monti dan juga Ranti yang sedari tadi tidak sadar ditatap oleh Monti karena sibuk memasang seatbelt kemudian menoleh menatap Monti.

__ADS_1


“Apa dia tadi menatapku seperti yang dikatakan oleh nona muda?” batin Ranti heran.


Sebenarnya dia cukup senang jika hal itu benar. Tapi jika dia mengingat wajah manis Monti yang dingin itu, membuatnya mengurungkan niatnya untuk memujinya.


“Ayo jalan. Jangan sampai kita terlambat. Jangan lupa Ranti, katakan pada Tuan Albert bahwa nanti aku tidak ingin ikut menampilkan diriku. Aku tidak suka terlalu diekspose. Biarkan dunia bertanya-tanya siapa pemilik brand itu sebenarnya. Aku ingin tahu seberapa kagetnya jika supermodel itu tahu aku yang sebenarnya di acara keluarganya nanti. Monti kamu ikuti kami” titahnya pada kedua asisten pribadinya itu. Lalu mereka berdua menjawab, baik.


Setelah sampai di lokasi acara besar itu, Vio yang dikawal oleh orang kepercayaannya itu langsung pergi mencari Albert. Ranti maju berbicara sesuai perintah nona mudanya. Dan Tuan Albert pun menyetujuinya.


Acara pun dimulai kini sang supermodel dipanggil untuk memperagakan busana rancangan Vio dengan gaya anak muda juga bisa dipakai kaum ibu-ibu. Saat Clara itu tampil di awal acara tepuk tangan yang sangat meriah itu membuat Clara tersenyum lebar dan tampak bersemangat. Vio beserta Ranti yang duduk di kursi VVIP itu pun memandangi Clara dari bawah panggung. Sangat elegan tapi, bagi Vio, dipakai oleh Clara justru terlihat glamour karena yang didengar oleh Vio saat tadi selesai berbicara dengan Albert, Vio mendengar bahwa Clara memakai make up atas semaunya sendiri tidak mau mengikuti saran dari make up artist yang dia datangkan dari perusahaannya. Vio yang tampak geram karena mendengar seorang bawahan yang membangkang maka dia akan membuat perhitunagnnya sendiri. Supermodel itu sudah menganggap dirinya yang comfortable sehingga menyetarakan dirinya dengan pemilik brand itu artinya karena dia merasa memiliki integritas tinggi jadi dia membanggakan dirinya yang sudah dipercaya untuk membawakan acara ini di awal dengan memamerkan hasil karya brand ternama yang sekarang digandrungi para pemudi.


“Kini saatnya kita menunjukkan siapakah pemilik yang sebenarnya dari Be’V Brand ini ya?” ucap MC pada acara itu.


“Kita beri sambutan yang meriah” kemudian MC itu memberikan tepuk tangan diikuti para penonton dengan meriah. Namun saat Albert yang maju, Albert pun menjelaskan bahwa pemiliknya tidak ingin diekspose, namun alangkah kagetnya ketika Clara melangkah disamping Albert dan memberikan senyuman lebar dengan gincu merah merekah itu lalu meminta mic yang dipegang oleh MC.


“Tuan Albert, sepertinya kita semua juga perlu tahu bukan siapakah pemilik yang sebenarnya brand ini. Apakah anda ingin membuat kecewa para customer kita? Katakan saja atau aku yang mengatakannya?” ucapan Clara itu sungguh tidak beretika. Membuat Vio semakin tidak menyukai gayanya. Albert yang melirik Vio pun tampak meminta persetujuannya. Viopun mengedipkan matanya menandakan tanda setuju. Namun tidak disangka, Vio membisikkan pada Ranti.


“Lakukanlah. Yang dia yakini adalah kamu” bisikan itu didengar oleh Monti yang ada dibelakangnya.


Ranti pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke atas panggung.


“Selamat malam Tuan Albert, Nona Clara dan semua yang sudah hadir di sini” sambutan itu disambut oleh Clara yang berusaha melangkah mendekati Ranti. Vio yang sudah paham akan maksud Clara hanya tersenyum mengejek dalam hati.


“Sebenarnya saya disini untuk mewakili Nona Muda saya. Beliau memang sungguh tidak mau diekspose. Jadi mohon untuk maklumnya. Yang kita tahu sekarang adalah, bagaimana hasil karyanya. Karena itu yang terpenting. Dikagumi dan bahkan diminati banyak kalangan. Terimakasih” lanjut Ranti lalu disambut tepuk tangan meriah.


Seolah ditampar, tiba-tiba wajah Clarapun memerah menahan emosinya. Merasa bahwa dirinya dipermalukan. Karena setahu dia Rantilah pemilik brand ternama itu.


Setelah acara itu selesai, kini mereka meluncur di acara pembukaan retail baru keluarga Bastian. Acara demi acara pun dilalui Vio dan kedua asistennya itu dengan hidmat. Namun setelah acara inti, dimana Clara yang baru saja datang, menjadi pusat perhatian para khalayak. Dia memamerkan busana yang dia pakai dengan brand milik Be’V Brand. Dengan bangganya dia mengatakan bahwa pemilik brand itu sudah memilihnya menjadi model tetapnya. Dan baju yang dia pakai adalah hasil rancangannya bersama desainer Be’V Brand itu. Vio yang mendengar itupun menjadi geram.


Kini saatnya namanya dipanggil untuk maju kedepan sebagai tanda penghormatan atas kehadirannya. Di acara itu yang paling tampak antusias adalah tuan Bastian dan keluarga Clara. Prayoga yang saat itu juga menemani Tuan Bastian hanya memasang wajah tersenyum lebar dengan sesekali memberikan pernyataan dengan didampingi kekasihnya, Prisa yang tampak bahagia.


“Kini saatnya kalian tahu siapa aku” batin Vio ketika dia hendak bangkit dari duduknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Mau tahu cerita selanjutnya? 🤔


Tunggu ya..😉🤗


__ADS_2