Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 77 Gelisahnya Clara


__ADS_3

Di lain sisi, Margareta.


"Kenapa lama sekali dia di dalam sana ya? Apa aku masuk saja ya? Tapi, nanti dia tahu aku mengikutinya. Sial ngagetin aja sih. Siapa sih yang telepon?" Margareta si ratu gosip itu mengalihkan pandangannya pada ponselnya yang berdering saat hendak masuk ke dalam cafe.


"Clara. Ya hallo, Ra. Ini aku masih ngikutin dia di cafe cuman kenapa dia didalam lama sekali gak keluar-keluar dari tadi. Saat aku hendak masuk malah teleponmu bikin jantungan" sewot Margareta pada Clara di seberang telepon.


"....."


"Baiklah. Sekarang aku akan masuk melihatnya" jawabnya. Kemudian Margareta masuk ke dalam cafe. Kepalanya menoleh kesana kemari. Matanya melotot tanpa berkedip karena khawatir incarannya akan meleset pergi.


"Kenapa tidak ada ya dimana-mana?" gumamnya sendiri.


"Eh mbak, tadi ada perempuan ini datang kesini kan? Apakah dia sudah pulang atau masih didalam?" tanyanya pada sang kasir cafe.


"Maaf, kak, saya baru saja ganti sift. Jadi saya tidak melihatnya. Sebentar saya tanyakan pada teman saya dulu ya" saran sang kasir yang diangguki kepala oleh Margareta. Sang kasirpun menghampiri seorang temannya yang bersiap untuk pulang. Lalu kembali menghampiri Margareta.


"Maaf, Kak ada yang bisa saya bantu?" tanya teman sang kasir.


"Apakah tadi kamu melihat wanita ini?" Margareta to the point.


"Tadi memang saya melihat ketika beliau masuk lalu duduk di sebelah sana. Tapi untuk selanjutnya saya juga tidak tahu, kak. Karena saya juga tidak fokus lagi hanya dengan satu orang saja, kak" ucap teman kasir wanita itu sembari menunjukkan tempat duduk Vio tadi.


"Apakah aku bisa melihat CCTVnya hari ini?" tanya Margareta merasa tidak puas.


"Kebetulan CCTV hari ini baru dibetulin, kak. Lihatlah para teknisi itu" jawab sang kasir menunjuk pada para teknisi kamera CCTV dengan tersenyum ramahnya. Kebetulan kamera CCTV hari itu sedang rusak.


"Sial. Baiklah. Terimakasih" ucap jengkel Margareta pada sang kasir.


"Kali ini kau lolos. Tapi tidak untuk lain kali" gumamnya dengan berjalan tergesa-gesa menuju mobilnya.

__ADS_1


Kriiingg kriiingg


"Hallo, Margareta! Apakah kamu berhasil mengikutinya?" terdengar teriakan dari suara telepon dari ponsel Margareta. Sontak membuat margareta menjauhkan telinganya.


"Aduuuhh kenapa sih kamu selalu berteriak? Aku kehilangan jejaknya. Tapi mobilnya masih terparkir disini. Jangan-jangan dia sudah tahu jika aku mengikutinya" jawab Margareta kesal.


"Aku tidak mau tahu pokoknya kamu tetap disitu. Aku tidak mau tunanganku Vrish, mengetahuinya. Jika kamu sudah melihatnya, giring dia ke tepi jurang" ucap Clara merasa terancam dengan keberadaan Vio setelah mengetahuinya.


"Baik baik" Margareta langsung menutup panggilannya.


"Ok. Mari kita lihat. Aku akan menunggumu wanita sialan" Margareta menggertakkan gigi-giginya.


Setelah berjam-jam menunggu, Margareta tampak lelah. Mulutnya berkomat-kamit dan uring-uringan.


"Tahu gitu aku tidak akan memberi tahu sahabat sialan itu" ujarnya berdecih.


"Maaf. Permisi, tuan. Bolehkah saya bertanya pada anda?" katanya tanpa sungkan dengan deru nafas terengah-engah tampak lelah seperti habis berlari maraton.


"Silahkan, Nyonya" jawab laki-laki itu. Panggilan nyonya untuk Margareta itu sontak membuat Margareta kaget serta semakin kesal.


"Mobil siapa ini?" tanyanya menatap kesal pada pria itu.


"Mobil saya, Nyonya. Kenapa anda bertanya pada saya seperti itu? Apakah anda mengikuti saya dari tadi?" pria itu bertanya balik padanya.


"Ti..tidak. Bukankah tadi yang mengendarai mobil ini seorang wanita?" tanyanya lagi.


"Wanita? Mobil ini mobil saya, Nyonya. Maaf. Minggirlah" kata pria itu lalu masuk ke dalam mobil putih itu dan melajukan mobilnya hingga menghilang dari pandangan Margareta.


"Apa aku salah mengikuti mobil ya? Iya sih tadi ada dua mobil seperti itu. Dan sialnya aku tidak melihat plat nomor mobil itu. Tapi aku sungguh-sungguh melihat seorang wanita keluar dari mobil itu. Lalu kenapa yang keluar dan membawanya seorang laki-laki?" gumamnya yang masih bingung terbengong-bengong.

__ADS_1


"Arrggghh. Lama-lama aku bisa gila. Ah sudahlah anggap saja aku yang bodoh kali ini mengikuti orang gak jelas. Oh my God. Gara-gara mengikuti orang itu aku jadi lupa datang ke acara reuni tersebut. Sial pasti acaranya sudah selesai!" umpatnya sendiri. Kemudian dia masuk ke mobilnya dan melajukannya ke acara reunian bersama teman sekolahnya dulu. Baginya lebih baik terlambat dan menjelaskan pada teman-temannya daripada tidak datang sama sekali. Dia sudah jauh-jauh datang dari Pusat Kota ke Agoda hanya untuk reuni.


Di tempat yang lain, Clara.


Setelah mendapatkan kabar dari sahabat masa kecilnya dulu itu, Margareta mengenai Violetta, hati dan pikirannya jadi kacau. Padahal saat ini dia sedang menghadiri acara besar di salah satu kediaman artis ibukota. Acara pertunangan seorang artis ibukota yang akan diselenggarakan nanti malam. Sekarang dia menjadi tidak fokus. Hatinya merasa kesal. Emosinya menjadi naik ke ubun-ubunnya. Saat ini yang ingin dia lakukan hanyalah pulang menyegarkan pikirannya dan menemui tunangannya, Vrish. Ya semenjak kejadian itu, empat tahun yang lalu, Clara menuntut keluarga Pramudya untuk bertanggungjawab atas dirinya. Mereka ingin Tuan Muda Pramudya bertanggung jawab terhadap putrinya, Clara. Karena merasa malu atas foto-foto syur itu yang sudah tersebar ke internet. Meskipun sudah dihapus oleh Vrish tapi masih saja ada yang mengunggahnya.


"Maaf, sayang, aku mohon ijin dulu ya. Maaf tidak bisa membantu pagi ini. Tapi aku usahakan nanti malam akan datang" ucapnya pada artis tersebut yang sudah dekat dengannya, Cindy. Artis terkenal di negeri ini sekaligus teman dekat Clara.


"Yah, kamu gimana sih? Apakah kamu sakit?" tanya Cindy.


"Ya. Tiba-tiba kepalaku pusing. Mungkin kecapekan. Aku butuh istirahat. Maafkan aku" jawab Clara.


"Ya bisa jadi karena kamu sudah beberapa hari ini sudah membantuku sampai seperti ini. Baiklah kalau begitu. Malam ini kamu harus datang. Salam ya buat Om Bastian. Hati-hati dijalan ya, sayang" ucap Cindy mengijinkan Clara pulang. Apalagi melihat Clara seperti sedang dalam masalah.


"Pasti. Terimakasih" jawab Clara tersenyum lalu pergi meninggalkan kediaman Cindy dengan langkah lebarnya.


Setelah beberapa menit hampir satu setengah jam mengemudi, Clara yang hatinya sudah dongkol langsung menuju kediaman keluarga Pramudya untuk menemui Tante Lisa.


"Selamat siang, Tante Lisa. Gimana kabar tante hari ini" ucapnya mencium tante Lisa dan menampilkan senyum terbaiknya.


"Baik, sayang. Kamu sendiri sepertinya tampak gelisah. Ada apa cerita dong sama tante" ucap Tante Lisa.


"Pelakor itu sepertinya sudah kembali tante. Aku khawatir Vrish akan mengejarnya lagi" ucap Clara menyandarkan kepalanya manja di dada tante Lisa berpura-pura memberengut.


"Tidak akan, sayang. Tante akan memastikan pada Vrish bahwa pelakor itu tidak akan hadir di kehidupan ponakan tante" kata-kata Tante Lisa itu membuat semangat Clara bangkit kembali.


"Tante janji ya" nadanya manja.


"Iya" jawab tante Lisa mengelus kepala Clara penuh dengan kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2