Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 40 Rena melahirkan


__ADS_3

Diwaktu yang sama setelah tabrakan tadi di AW Group.


“Sepertinya aku mengenal suara wanita tadi” batin Vrish lalu menoleh melihat wanita yang tidak sengaja bertabrakan dengan dirinya tadi. Namun sosok wanita itu terlihat sekilas dari arah belokan. Tapi yang Vrish lihat adalah sebagian dari sosok Ranti karena tidak berhijab. Vrish tidak begitu mengamati wanita tadi. Hanya dia melihat sekilas saat dia berjalan menuju ruangan Albert ada sosok wanita berhijab yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya. Karena Vrish berjalan dengan memainkan ponselnya yang saat itu lebih tepatnya sedang membalas sebuah pesan jadi tidak melihat dengan jelas wanita yang bertabrakan itu.


Vrish datang ke AW Group karena sudah lama dia tidak bertemu dengan sahabatnya itu, Albert Wilson. Sosok yang ia kenal semenjak sekolah hingga kuliah di luar negeri dulu. Hanya, Albert terlahir dari keluarga yang tidak sekaya Vrish. Meskipun keluarganya juga dari kalangan orang kaya. Albert membangun usahanya di dunia modeling tanpa campur tangan dari keluarganya. Albert merupakan sosok sang Casanova. Usahanya itu juga tak luput dari bantuan Vrish. Vrish menanamkan sahamnya juga di sana. Namun hanya berapa persen saja, karena Albert tidak mau nanti perusahaannya diambil alih oleh Vrish.


Tanpa banyak berpikir, Vrish melanjutkan jalannya menuju ruangan Albert.


“Hei! Apa kabar, bro?” sapa Albert yang berdiri menyambut kedatangan sahabatnya itu dengan berjabatan tangan lalu memeluknya.


“Seperti yang kau lihat. Hmm sepertinya ruanganmu ini habis kedatangan tamu” jawab Vrish dan mencium aroma parfum yang tidak asing baginya namun dia lupa.


“Ya, coba tebak siapa dia kalua kamu bisa menebaknya” ledek Albert.


“Hmm yang jelas dia seorang wanita bukan?! Apakah kau bermain-main di kantormu juga?” tebak Vrish. Dia berpikir Albert melakukan kebiasaannya itu berpindah di kantornya. Dia tahu sahabatnya itu. Tapi tidak mungkin Albert mengotori kantornya dengan mencumbu wanita-wanita itu. bagi Albert, perusahaan adalah tempatnya bekerja menghasilkan uang yang tak patut di kotori dengan hal-hal yang berbau dengan dirinya yang Casanova itu.


“Hahaha” ditanggapi Albert dengan tertawa.


“Dia klien baruku. Desainer muda, cantik dan kamu tahu? Dia wanita yang dingin. Baru kulihat seorang wanita dengan tatapan sedingin itu. Ahaa..ada apa gerangan seorang CEO mendatangi kantorku? Jangan bilang kau akan mengambil alih usahaku ini yang kurintis dari nol” ucap Albert yang sudah duduk di singgasananya itu.


“Suatu saat akan kuambil semua usahamu itu jika kamu tak becus menghandlenya. Apakah malam ini kamu ada waktu? Papaku ingin mengajakmu makan malam di rumah” jawab Vrish.


“Wah Tuan Besar Pramudya ingin mengajakku makan malam bersama? Apakah beliau merindukanku? Atau ada pekerjaan apa yang bisa kulakukan untuknya?”


“Hahaha. Kau tahu saja maksud papaku itu. Nanti papaku sendiri yang akan menjelaskannya” balas Vrish yang sudah mengenal sahabatnya itu. Papanya Vrish memang sedang membutuhkan Albert untuk melakukan sebuah pekerjaan yang siapapun tidak bisa lakukan. Hanya Albert yang bisa melakukannya. Albert termasuk orang yang jenius dengan skor dibawahnya Vrish. Hanya selisih empat skor tingkat kejeniusannya. Biasanya Albert yang melakukan pekerjaan itu. Karena itulah bidang Albert yang sudah menjadi bakatnya sejak kecil. Vrish orang yang tingkat kejeniusannya di atas Albert, namun pekerjaan yang akan dilakukan bukanlah bidangnya Vrish. Semua akan diserahkan pada Albert sang Casanova.


Vrish tidak tahu jika Clara bekerja menjadi supermodelnya Albert. Tapi Albert tahu jika Clara mengejar-ngejar Vrish karena berita viral di internet dulu. Awalnya Albert tidak tahu jika Clara akan menjadi teman kencan butanya Vrish sahabatnya itu. Karena saat itu, Albert sedang perjalanan menghadiri fashion show di luar negeri. Sekembalinya Albert, berita trending topik itu terdengar di telinganya. Dimana para karyawannya juga menceritakan berita itu. Sempat menggemparkan para karyawannya dan sempat membuat down Albert. Lalu Albert mengancamnya jika masih membuat berita miring di sosmed maka dia tidak akan bisa mempertahankan kariernya. Saat itu ia pertahankan karena performa kualitas kinerja Clara sangatlah bisa diandalkan. Diantara model miliknya, hanya Clara yang berhasil membius para kolega dan para konsumen. Albert ingin memberitahu Vrish tentang hal ini, namun jiwa casanovanya bangkit dan melarangnya. Seolah dia mengkhianati sahabatnya sendiri, namun bagi Albert tidak. Karena Vrish tidak pernah menyukai Clara. Justru dengan begitu Albert ingin mempermainkan Clara, ingin membalas Clara. Karena Clara sibuk berdebat dengan Vio sehingga Clara tidak bertemu dengan Vrish.


Di lain tempat.


Setelah rapat, sesuai perintahnya, kedua manusia setianya mengikutinya bak bodyguardnya. Eh kan memang bodyguardnya, tapi hanya Monti ya sedangkan Ranti seperti asisten pribadinya. Tapi bukankah begitu, asisten pribadinya kan?


Monti berjalan di belakang agak menjauh. Sedangkan Ranti selalu disampingnya. Mereka pergi ke mall untuk membelikan semua perlengkapan bayi buat Rena. Setelah memasuki toko di mall besar tersebut, Vio segera memilihkan segala perlengkapan bayi yang sangat menggemaskan itu.


Semua belanjaan akan dikirimkan ke alamat rumah Rena langsung. Semua sudah dibayar oleh Vio. Setelah itu, ketiganya pulang setelah mengantarkan Ranti pulang terlebih dahulu.


Selang beberapa puluh menit, Vio sudah sampai di rumah mewahnya tepatnya mansion kedua orang tuanya. Di sana Vio segera membersihkan diri dan ingin segera merebahkan dirinya di Kasur empuknya.


Drrrttt drrtttt

__ADS_1


“Ya, bi. Apa?! Baik aku akan segera ke rumah sakit sekarang” segera Vio merasa panik telepon tersebut dari ART yang Vio utus untuk menjaga Rena. Lalu Vio segera meluncur ke rumah sakit sendiri dengan mobil sportnya.


“Bagaimana, Rena, bi?” tanya Vio panik setiba di rumah sakit. Vio hanya takut terjadi apa-apa dengan Rena sahabatnya itu.


“Nona, jangan khawatir. Sudah ditangani oleh dokter di dalam sana” ucap ARTnya.


“Tapi Rena akan baik-baik saja kan, bi?” Vio masih tampak khawatir dengan berjalan mondar mandir kesana kemari.


Drrrtt drrttt


“Vi, kamu dimana, nak. Kenapa rumah kosong? Ini sudah malam, nak” tampak yang meneleponnya adalah sang mami. Rupanya mami sudah pulang.


“Mi, Vio di rumah sakit sekarang..”


“Apa? Di rumah sakit? Kamu kenapa, sayang? Di rumah sakit mana sekarang? Cepat katakan! Mami akan menelepon papi kamu” sela mami tampak panic diseberang telepon sana tanpa mendengar lebih lanjut apa yang akan dikatakan oleh Vio.


“Mami dengerin Vio dulu. Bukan Vio yang sakit, mi. tapi Rena saat ini sedang berjuang melahirkan sekarang. Tolong mami datang kemari ya, jika mami tidak capek. Sekarang aku ada di rumah sakit Besar. Sedang menunggu Rena di depan ruang operasi” jelas Vio menjadi lega karena akhirnya ada orang tua yang akan menemaninya. Entah maminya akan semakin capek atau tidak Vio tidak mau tahu mungkin dia anak yang durhaka saat ini tapi dia menjadi lega setelah mendengar suara mami. Entah karena panic atau apa Vio tidak kepikiran menghubungi siapapun.


Selang setengah jam, mami datang di temani Monti. Tadi Vio menghubungi Monti untuk mengantar maminya ke rumah sakit. Khawatir terjadi sesuatu pada mami di tengah malam begini untuk pergi naik taksi.


“Gimana kabar Rena, Vi?” tanya mami begitu datang menghampiri Vio. Meski tampak khawatir, mami tampak lebih tenang ketimbang Vio.


“Kamu tampak lelah, nak. Istirahatlah dulu. Biar mami yang menjaganya. Lagian juga ada Bi Ros” ucap mami yang tampak kasihan melihat anak semata wayangnya itu kelelahan mengurusi banyak usaha papinya.


“Justru mami yang baru datang dari luar negeri. Maaf ya, mi, Vio membiarkan mami untuk datang kemari. Karena Vio bingung harus bagaimana” ucap Vio bersandar di pundak maminya dengan segala kelelahannya dan memeluk tubuh maminya.


“Sudahlah, kalo begitu kita tunggu di sini bersama-sama. Kasihan Rena sendirian” akhirnya mami meredakan khawatir Vio. Mami kasihan melihat anaknya yang bersandar seolah melepas kerinduan itu.


Setelah menunggu dua jam lamanya, seorang dokter keluar membawa seorang bayi.


“Keluarga Rena?” tanya dokter wanita itu.


“Ya, dokter kami keluarganya. Bagaimana keadaan Rena, dok?” ucap Vio berdiri menghampiri dokter wanita cantik itu.


“Maaf anda siapanya, ya? Dimana orang tuanya?” tanya dokter itu lagi sembari menatap Vio dan mami bergantian.


“Saya maminya, dok. Ini Vio adiknya” jawab mami.


“Baiklah. Kondisi ibu Rena dan bayinya sehat. Sekarang kita menunggu ibunya untuk siuman dulu. Dan ini bayinya berjenis kelamin laki-laki sehat dan sangat tampan” ucap dokter itu dengan tersenyum hangat memeberikan bayi itu ke dalam gendongan mami.

__ADS_1


“Maaf, dokter bolehkah kami mengadzaninya?” tanya Vio.


“Silahkan. Setelah itu akan kami bawa kembali bayinya ke dalam kamar bayi” jawab dokter itu.


“Monti! Sini!” panggil Vio.


“Tolong kamu adzani dulu bayinya Rena ya” pinta Vio pada Monti. Tanpa pikir panjang dan banyak bertanya karena ini perintah, maka Monti pun mengadzani bayi Rena. Setelah selesai, bayinya dikemablikan pada dokter itu. Lalu diserahkan ke perawat untuk dibawa ke kamar bayi.


Setelah menunggu tiga jam, Rena sadar dari pengaruh biusnya. Matanya menelisik menatap ruangannya. Lalu merasa kesakitan yang luar biasa di bagian perutnya.


“Issshh..isshhh” rintihan Rena terdengar di telinga mami.


“Rena. Kamu sudah sadar, nak?” sapa mami tersenyum lembut.


“Ma..mi. Issshh aduh” Rena mengaduh memegang perutnya yang sakit habis dijahit karena operasi cesar.


“Jangan bergerak dulu, Ren. Kamu mau minum?” ucap Vio yang berada di samping mami mengelus lengan Rena.


“Iya. Aku haus” jawab Rena.


Kemudian Vio mengambilkan segelas air minum. Diminumkannya pada Rena dengan mengangkat sedikit kepala Rena.


“Kamu tenang saja ya, setelah ini kamu tidak akan merasa sakit lagi. Aku sudah meminta dokter untuk memberikan obat yang tidak berlarut sakit” ucap Vio merasa kasihan pada Rena.


“Makasih ya, Vi, mi. Aku sudah merepotkan kalian lagi” ujar Rena pada mami dan Vio.


“Sudah. Tidak perlu berterimakasih. Kamu adalah anak mami juga” jawab mami mengharubirukan hati Rena. Rena kemudian menangis dan memeluk mami. Dia teringat dengan ibunya dan Haris. Seandainya mereka ada disini pasti akan merasa bahagia juga.


Bersamaan dengan itu, seorang perawat mendorong kereta bayi yang isinya bayi Rena.


“Selamat malam semua. Maaf mengganggu waktunya. Mohon untuk segera disusui ya, bu. Karena Asi yang keluar pertama kali adalah imun bagi bayi anda” perawat itu memberikan bayi gembul Rena.


“Terimakasih, suster” ucap mami. Lalu perawat itu meninggalkan kamar VVIP yang sudah dibooking Vio sedari bayinya sudah lahir.


Rena tampak tersenyum bahagia hamper dia meneteskan air matanya.


“Jangan menangis lagi. Nanti Asinya tidak segar dan tidak enak buat cucu mami ini. Ayo susui cucu mami. Sepertinya dia sudah sangat lapar ya sayang” tampak gemas mami dan Vio.


“Cepatlah susui ponakanku yang montok ini. Setelah itu aku akan mengajaknya bermain” ujar Vio bercanda yang berhasil membuat tawa Rena.

__ADS_1


__ADS_2