Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 35 Hidup baru


__ADS_3

"Baik, dokter. Terimakasih. Insyaa allah kami akan menjaganya" ucap Rena tersenyum hangat. Hari ini Rena diantar Vio untuk pergi memeriksakan kandungannya. Tepat tiga bulan sudah Rena mengandung anak hasil perk***an itu.


Ketika mengingat bahwa anak itu bukan anak yang dia inginkan tapi sekarang dia merasa bahwa hidupnya sebatangkara. Jadi saat dia berada diluar negeri dia bertemu dengan seorang laki-laki yang melihatnya ingin bunuh diri karena mendapati dirinya sedang mengandung anak dari seorang yang sudah menculiknya dulu. Hatinya hancur saat itu. Namun benar ucapan laki-laki itu. Janin itu tidak bersalah. Dia juga tidak ingin hadir dengan keadaan yang salah. Setelah berpikir lebih keras dan melawan isi pikirannya hatinya melunak bahwa untuk menerima janin itu. Mungkin janin itu adalah teman satu-satunya baginya untuk bertahan hidup.


"Terimakasih ya, Vi. Kamu adalah ibu sambung anakku ini yang paaaaling the best" ucapnya bahagia dengan merangkul Vio ketika sudah keluar dari rumah sakit.


"Jelas dong. Vio gitu loh. Buat ciapa ciiihhh?! Iihhh gemes banget nih mami" ucap Vio gemas mengelus perut Rena yang sedikit membuncit.


"Akhirnya aku punya keluarga lagi, Vi. Setelah mereka meninggalkanku terpuruk sendirian" ucap Rena sambil mengelus perutnya menampilkan senyum lembutnya itu.


"Memangnya aku mami sama papi bukan keluarga kamu hm?!" sahut Vio dengan wajah yang cemberut menyedekapkan kedua tangannya didada.


"Jelas dong dari awal kalian keluargaku. Maksudku keluarga yang masih ada ikatan darah, Vi. Benar ucapan lelaki itu. Anak ini tidak bersalah. Dia juga tidak ingin hadir dengan cara yang seperti itu. Jika aku mengingat semua itu sakit rasanya, Vi. Namun aku harus bertahan demi anak yang tidak bersalah ini" ucapan Rena mengundang rasa terharu dihati Vio. Hidup sahabatnya ini memang sungguh rumit. Tapi, beruntunglah Rena tumbuh menjadi wanita yang kuat. Sudah dicampakkan ayahnya lalu ditinggalkan oleh orang-orang yang sangat mencintainya, ibu dan Haris calon suaminya. Kini malah tumbuh janin dari pria bejat yang sudah menculik dan memperk***nya itu. Haruskah Vio memberi tahu pada pria bejat itu di dalam penjara?


Lalu mereka berdua menunggu taksi online yang tak kunjung datang itu dengan kepanasan. Ya terik sengatan sinar matahari itu sangat membuat gerah dan kepanasan keduanya. Apalagi ditambah hadirnya seorang nenek sihir yang mampu menyulap memberikan rasa panas api menjalar ke seluruh tubuhnya Vio. Sebuah mobil sport itu menghampirinya. "Sial hari ini. Mana taksi online itu gak dateng-dateng lagi. Malah yang muncul nenek sihir itu" batin Vio.

__ADS_1


"Oh ternyata ada yang sedang bun*ing disini?" ejek Clara saat melewati mereka berdua kemudian berhenti di depan pintu rumah sakit bersalin.


"Apa kau yang sedang hamil itu hei pelakor? Ternyata kau keluar dari pekerjaanmu itu karena kau hamil? Hahaha..berita ini bakalan menjadi trending topik lagi nih" ejek Margareta si ratu gosip yang duduk disebelah Clara.


Lalu mobil Clara berlalu meninggalkan mereka berdua dengan wajah yang sangat kesal. Terutama bagi Vio. Dia sangat ingin menghajar nenek sihir itu. Namun dia tidak ingin membahayakan Rena. Dia tidak ingin Rena terkena imbasnya. Apalagi Rena sedang mengandung.


"Sabar, Vi. Biarkan mereka berkata apa. Biarkan mulut mereka kelak ada yang menyumbatnya" Rena menahan Vio yang ingin maju meluapkan emosinya dan dia tahan dari tadi dengan mengelus punggung Vio.


"Mulut mereka memang tidak pernah disekolahin!" sungut Vio mengepalkan tangannya.


"Ayo kita pulang. Taksinya sudah datang" lanjut Rena sembari memberi isyarat kepalanya menunjuk taksi yang berjalan menuju ke arah mereka berdua.


"Maaf, mbak terlambat datang karena jalanan tadi macet dan akhirnya saya putar balik lewat jalan alternatif karena di depan gedung dewan tadi ada demo mahasiswa" ucap driver taksi online itu. Yang tadinya Vio ingin memarahinya akhirnya tidak jadi karena tangannya digenggam Rena takut Vio kalap. Mereka berduapun masuk.


"Kenapa ya kemana-mana kok aku mesti ketemu nenek lampir itu? Tiap ketemu gak ada puasnya mereka memakiku. Hanya karena aku tunangan dari tuan muda songong itu. Nanti jika aku ketemu sama tuan muda songong Pramudya itu akan ku habisi dia karena sudah melibatkanku dalam masalah hidupnya. Pengen kubejek-bejek dia. Si bego itu, sudah merepotkan aku waktu ada janji temu sama pacar online sekarang malah tunangan. Oh Tuhaaannn salah apa diriku ini?" sungut Vio yang sudah tidak bisa membendung emosinya sedari tadi yang kini langsung ngeloyor duduk merebahkan dirinya di sofa ruang tamu apartemennya setelah sampai. Ya mereka sudah sampai di apartemen.

__ADS_1


"Hust! Ngaco kamu! Gak boleh bertanya begitu. Istighfar lagi!" Rena yang menutup pintupun mengingatkan kembali.


"Salah kamu sendiri juga. Kenapa kamu percaya sama dunia ghaib gitu-gitu, ha? Kenapa seorang Vio percaya sama dunia ilusi begitu? Bukan dia aja yang bego yang songong. Tapi kamu juga bego. Mana ada menjalin cinta pacaran sama dunia halu begitu? Hei kemana Vioku yang cerdas secerdas Einstein?" ucapan Rena itu seolah menohok Vio.


Tapi bagaimana lagi namanya juga jatuh cinta saat terkena perhatian Prayoga waktu itu. Dia sangat tulus dan membuatnya hangat jika berkomunikasi dengannya. Apalagi waktu itu Vio sudah pernah dikhianati pacarnya yang sudah dia kenal bertahun-tahun selama kuliah. Hal itulah yang menjadi tantangan bagi Vio akhirnya tidak berpikir jernih waktu itu. Dengan hinaan mantannya yang sangat menyakitkan itu. Ucapan demi ucapan menyakitkan setelah Vio tahu bahwa dirinya hanya dimanfaatkan kekayaannya saja. Membuat Vio melangkah iseng-iseng membalas chat di sebuah aplikasi biru itu. Dengan membuat identitas palsu bahwa dia dari keluarga biasa saja ingin melihat ketulusan laki-laki itu. Ternyata lama-lama membuatnya hangat dan menerimanya.


"Baiklah. Aku akan melupakan itu semua dan akan memulai hidup baruku bersamamu" ucap Vio tertawa geli mengingat itu semua pada Rena. Benar kata Rena tentangnya. Bagaimana dia lupa bahwa dia seorang Atmadja. Dengan cengengesan seperti semula Vio lalu bangkit berdiri.


"Ayo kita mulai hidup baru kita. Aku akan melebarkan sayapku hingga ke negeri ini. Sudah siap, Ren? Aku akan menghubungi kak Siska sekarang" lanjutnya.


"Begitu dong. Semangat!" jawab Rena lalu beranjak meninggalkan Vio di ruang tamu menuju kamarnya. Badannya sudah terasa sangat gerah dan lengket. Dia akan mandi biar badannya segar kembali. Entahlah selama ia hamil, ia lebih suka sering mandi. Segar rasanya.


"Assalamualaikum, kak Siska...." Vio menghubungi Siska ingin fokus ke brand pakaiannya. Memberitahu Siska bahwa Vio sudah siap memegang sepenuhnya produk brandnya. Selama bekerja Vio selalu dibantu Siska karena waktu Siska lebih banyak meski mengurusi usaha WO nya sendiri namun masih sanggup membantu Vio untuk mengurusi promo penjualan brandnya. Apalagi setelah Siska sering mengalami kontraksi palsu membuatnya tidak bisa fokus membantu Vio maka Siska pernah bilang pada Vio bahwa dia sudah tidak sanggup untuk membantunya mempromokan brandnya kembali. Tentu kinerja Siska sangat membuahkan hasil yang selalu mengalami kenaikan yang signifikan. Maka dari itu Vio berpikir tidak akan perhitungan dengan Siska dan Farel masalah apa saja.


Kini saatnya setelah dia resign dia akan lebih fokus melebarkan kembali brandnya ke dalam negeri yang mana banyak digemari di luar negeri selain membantu perusahaan papinya nanti.

__ADS_1


__ADS_2