Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 103 The End


__ADS_3

Semenjak malam pertamanya di vila, Vrish dilarang papanya atau mami Vio untuk bertemu dengan putrinya sampai hari pernikahan mereka. Tentu saja hal itu membuat gusar Vrish. Setiap harinya ponselnya tidak pernah sepi oleh panggilan ke Vio. Hampir setiap waktu Vrish menelponnya hanya sekedar untuk mendengar atau melihat istrinya.


"Sayang, bagaimana bisa aku menahannya? Aku harus bertemu denganmu nanti malam. Bagaimanapun caranya kita harus bertemu" Vrish menelpon istrinya.


"Bagaimana bisa? Kita dilarang untuk bertemu" jawab Vio dari seberang telepon.


"Pokoknya kita harus bertemu nanti malam. Aku akan datang. Tunggu aku ya" terdengar bunyi tut dari ponsel Vrish menandakan dia mengakhiri percakapannya dengan istrinya.


"Martin, ke ruanganku sekarang!" perintah Vrish melalui panggilan telepon kantornya.


Tak berselang lama Martin mengetuk pintu ruangannya.


"Masuklah!" titah Vrish dari dalam ruangan.


Terbukalah pintu ruangan Vrish dan tampaklah Martin.


"Ada yang bisa aku bantu, bos?" tanya Martin selayaknya seorang pegawai lainnya.


"Ikut aku ke Orange Cafe sekarang. Kita ada janji bertemu klien dari luar negeri. Kita akan melihatnya dulu" ujar Vrish kemudian berjalan berlalu meninggalkan area kantor.


"Bukannya klien meminta kita untuk bertemu tiga hari lagi?" tanya Martin mendapatkan firasat buruk.


"Mereka meminta bertemu hari ini" ucap Vrish kemudian berlalu keluar ruangan untuk memenuhi undangan kliennya.


'Sepertinya ada yang tidak beres' batin Martin lalu dia mengikuti bosnya itu berjalan ke luar.


Tak berselang lama hanya lima belas menit perjalanan, mereka berdua sudah sampai di lokasi yang sudah ditentukan. Mereka berdua turun ke cafe lalu bertanya pada salah satu pelayan di sana.


Setelah bertanya dan ditunjukkan dimana ruangnnya oleh pelayan tadi, Vrish dan Martin menuju ke salah satu ruangan VIP, ruangan yang diperuntukkan untuk orang-orang penting.


"Kamu masuk dulu. Aku akan ke toilet sebentar" Martin meminta ijin pada bosnya itu setelah berjalan di depan ruangan VIP tadi.


"Baiklah. Cepatlah datang" jawab Vrish menganggukkan kepalanya.


"Hm" balas Martin menepuk pundak temannya itu.


Kemudian Martin berjalan ke toilet dan Vrish masuk ke dalam ruangan VIP yang sudah dipesan oleh kliennya itu.


'Hmm sepertinya tidak ada kesan bahwa ini pertemuan klien. Kemana kliennya?' batin Vrish curiga. Kemudian dia duduk dan mengamati sekeliling.


Tiba-tiba pintu ruang dibuka oleh seseorang.


"Selamat datang, Tuan Pramudya. Mohon maaf kami mengantarkan pesanan dari ARIA Group untuk menjamu anda selama menunggu perjalanan beliau, tuan" ternyata seorang pelayan mengantarkan sebotol minuman.


"Hm. Terimakasih" jawab Vrish.


"Sama-sama. Permisi" ucap sang pelayan itu.


'Kenapa lama sekali dia ke toiletnya' batin Vrish.


Kemudian Vrish mengambil minuman yang sudah disediakan di meja. Tenggorokannya terasa haus. Dia meminum air putih. Dengan jakun yang terlihat naik turun itu membuatnya semakin seksi. Sayang hal itu tidak ada yang menyaksikannya. Setelah minum, tiba-tiba dia teringat istrinya yang saat ini masih ada di vila. Dia teringat betapa menggodanya istrinya itu. Hawa badannya seolah merasa panas dan pikirannya kacau. Rasa-rasanya dia ingin mencumbu istrinya saat ini juga.


Tiba-tiba seorang wanita membuka pintu dan mengejutkan Vrish.


Ceklek


Tak


Bunyi pintu seolah dikunci dari dalam. Perlahan wanita itu berjalan menghampiri Vrish. Vrish meraih tangannya. Dan wanita itu menerima tangan Vrish. Kemudian Vrish mendudukkan wanita itu ke atas pangkuannya.


"Kau" ucap Vrish melihat sosok wanita itu yang dia rindukan itu datang.


"Sayang, apa kau sudah menunggu lama?" ucap wanita itu begitu mesra.


"Jadi kau klienku itu? Kau nakal sekali" ucap Vrish. Setelah beberapa saat dia sadar bahwa nama kliennya ARIA Group.


'Tidak mungkin istriku' pikir Vrish. Lalu Vrish segera menyadarkan dirinya. Namun masih terasa berat.


'Kenapa diriku begitu kacau begini? Siapa yang berani memberiku obat?' batin Vrish geram.


Dia melihat kembali wanita di pangkuannya. Kemudian dia menghirup aroma dari si wanita itu. Aroma yang tidak dimiliki oleh rubah kecilnya. Aroma ini sangat berani dan tajam. Samar-samar dia melihat wanita itu antara Vio dan Liona.

__ADS_1


"Apa kau Liona?" Vrish bertanya tampak begitu bodoh saat kondisinya kacau seperti ini.


"Istrimu" bisik Liona. Vrish memandangi wajah Liona untuk memastikannya. Namun sayang masih samar.


"Tapi istriku tidak memiliki aroma sepertimu" tentu saja hal ini membuat marah Liona. Namun dengan tenangnya Liona meraba dada bidang Vrish dan berkata dengan suara lembut.


"Aku merindukanmu sayang" jari jemari Liona menelusuri dada bidang dan perut Vrish. Hal itu tentu saja membuat gelenyar-gelenyar aneh pada tubuh Vrish yang sepertinya menerima rangsangan dibawah alam sadarnya itu. Tentu saja yang Vrish bayangkan adalah istrinya.


"Kau menggodaku?" racau Vrish yang tak sadarkan itu dibawah pengaruh obat per***sang.


"Iya. Aku menggodamu" ucap Liona lalu mel**at bibir Vrish yang seksi itu. Dan gayung pun bersambut. Vrish yang tahunya adalah istrinya pun membalas lum**an itu. Ciuman itu semakin panas dan ******* dari Liona mengalun ditelinga Vrish.


Brakk


Suara pintu didobrak dari luar oleh Martin. Martin yang melihat pemandangan itu, dengan kemeja Vrish setengah terbuka dan bertelanjang dada berada dibawah kungkungan Liona.


"Dasar kau wanita iblis!" seketika Martin menghentakkan Liona dan membuatnya tersungkur. Vrish yang tidak sadarkan diri itu membuka matanya lebar-lebar. Baru dia bisa berpikir setelah kaget dengan dobrakan pintu.


"Kenapa kau begitu ceroboh? Jika saja istrimu melihatmu seperti ini maka kau akan ditinggalkan olehnya!" Martin menampar pipi Vrish. Martin membantunya mengancingkan kemeja bosnya itu dan mengambil jasnya lalu membantunya untuk berdiri dan menopangnya sambil berjalan. Dia tidak ingin menyakiti wanita jika wanita itu tidak bermain api.


"Dasar kau wanita iblis! Sudah menikah tapi masih berbuat jahat pada temanku. Apa kau tidak puas sudah menyakitinya?!" bentak Martin kecewa dan marah.


"Kau" ujar Liona.


"Dari dulu aku memang tidak menyukaimu!" teriak Martin kesal.


"Urus dia!" ucap Martin pada anak buahnya. Saat dia kembali dari toilet dia sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi. Lalu dia mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mendobrak pintu itu. Sebenarnya saat dia berangkat dia sudah menghubungi anak buahnya untuk mengikutinya. Dia sudah mendapat kabar bahwa ARIA Group itu adalah perusahaan milik suami Liona. Semenjak ada tawaran kerjasama dengan ARIA Group itu, Martin sudah menaruh curiga. Lalu dia menyelidikinya dan terbukti bahwa ajakan kerjasama itu hanya sebagai topeng untuk mendapatkan Vrish kembali.


Sedangkan Liona yang dibawa anak buah Martin melotot marah pada Martin. Dia tidak percaya jika Martin tahu akan rencananya. Gagal sudah harapannya untuk kembali pada Vrish dan minta cerai pada suaminya. Padahal dia kembali ke dalam negeri untuk kembali pada Vrish setelah melihat berita mengenai Vrish bahwa dia adalah rajanya bisnis.


Setelah kekacauan yang dibuat Liona itu, Martin melajukan mobilnya ke arah vila dimana Vio masih di sana. Setelah berjuang selama beberapa menit, Vrish yang merintih menahan hasratnya itu dengan wajah merah padamnya akhirnya sampai vila juga.


Martin berjalan menopang tubuh temannya itu dan berteriak memanggil nama Vio.


"Nona muda! Dimana nona mudamu?" panggil Martin dan bertanya pada Tiwi yang saat ini membukakan pintunya.


"Nona di atas. Ada apa ini tuan?" Tiwi yang melihat wajah tuannya memerah itu merasa kasihan akhirnya membiarkan mereka berjalan terus keatas.


Tok tok tok


Ceklek


"Ada apa ini?" tanya Vio heran.


"Syukurlah. Tolong bosku ini. Tuntaskan hasratnya. Nanti aku ceritakan. Cepatlah" ucap Martin mendesak Vio.


"Ceritakan dulu!" Vio ingin mendengar ceritanya dulu karena dia ingin tahu apa yanh sebenarnya terjadi.


Lalu Tiwi turun ke lantai bawah. Baru Martin bercerita. Setelah mendengar cerita dari Martin, akhirnya Vio membantu suaminya untuk menuntaskan hasratnya itu. Tidak hanya sekali, Vrish yang merasa merindukan istrinya itu, meminta jatahnya beronde-ronde. Hingga tak terasa hari sudah tengah malam sepasang pengantin itu masih bergumul dalam satu selimut. Hajat Vrish akhirnya tertuntaskan oleh istrinya. Selesai menuntaskan hasratnya, Vrish yang melihat istrinya tampak kelelahan itu menciumi kepala dan wajah istrinya dengan begitu lembut.


"Terimakasih. Kau sudah menyelamatkanku. Terimakasih kau sudah masuk ke dalam pikiranku dan jiwaku. Sehingga Allah masih melindungiku dari manusia jahat sepertinya. Cup" kecup kening istrinya yang tertidur menghadapnya dalam pelukannya.


Keesokan harinya mereka sudah ada jadwal yang direncanakan jauh hari sebelumnya untuk fitting baju yang sudah disiapkan maminya juga ke toko perhiasan langganan keluarga Atmadja.


Vio yang pagi ini terlihat lebih menawan dan Vrish yang dibalut dengan setelan hampir senada dengan Vio terlihat serasi.


"Cantik. Kau sangat cantik. Cup" puji Vrish pada istrinya lalu memeluknya dari belakang.


"Benarkah?" Vio tampak merona bersemu merah wajahnya menambah Vrish semakin gemas.




Hehe anggap saja pakaiannya Vrish senada dengan Vio ya🤭


"Ayo nanti kita terlambat" ucap Vio menarik tangan suaminya itu. Sedangkan yang ditarik tangannya itu merasa malas. Dia hanya ingin berduaan saja di vila.


"Huft. Lebih enak di sini berdua bersamamu" rajuk Vrish.


"Nanti ada saatnya" ucap Vio tersenyum gemas melihat suaminya yang berpolah seperti Re.

__ADS_1


Mereka berdua memasuki mobil Vio. Lalu Vrish melajukan mobilnya ke arah kota. Setelah hampir satu jam perjalanan, mobil mengarah ke sebuah butik milik salah satu teman maminya Vio.


"Selamat datang, nona dan tuan muda. Anda sudah ditunggu Tuan Rendi" sambut seorang karyawan butik baju pengantin.


"Hm" jawab Vrish dingin lalu menggandeng tangan istrinya berjalan masuk ke dalam butik.


"Hai, Vi!" saat Tuan Rendi hendak mencium pipi istrinya, Vio yang hendak menolak itu, sudah dihalangi oleh tangan Vrish.


"Ihh Tuan muda! Begitu saja tidak boleh. Lagipula nona muda tidak akan mau aku cium. Huh!" gayanya Tuan Rendi yang kemayu itu mengundang tawa Vio. Dia sudah terbiasa digoda oleh Tuan Rendi.


"Cepat ambilkan pesanan mami kami!" titah Vrish dengan ekspresi datar.


"Ah kau! Suka tergesa-gesa" ucap Tuan Rendi lalu berbalik untuk mengambil pesanan nyonya Atmadja.


"Nahhh ini dia gaunnya. Cobalah sayang. Nanti kau akan ditemani oleh Cindy" jari jemarinya yang lentik itu digoyang-goyangkan ke arah Vio dengan gaya kemayunya.


"Cindy! Temani nona muda Atmadja. Layani dia dengan baik" ucapnya pada Cindy karyawannya.


"Baik, Tuan!" patuh Cindy lalu membawa Vio ke dalam ruang ganti.


Kemudian Vrish juga diarahkan ke ruang ganti oleh Rendi dan dibantu untuk mencoba setelan jas untuk pernikahannya besok pagi.


Setelah beberapa jam di butik mencoba baju pengantin pilihan nyonya Atmadja, mereka tampak menyukainya.


"Kami puas dengan baju-baju kami buatan anda tuan. Tampak sempurna" ucap Vio puas.


"Haha..terimakasih nona. Berterimakasihlah pada mami kalian yang cerewet itu. Bukankah kalian akan ke toko perhiasan? Pergilah!" usir tuan Rendi. Begitulah sikapnya jika costumer sudah merasa puas dan selesai mencobanya. Bagi yang tidak tahu mereka pasti akan memarahi tuan Rendi. Kemudian Vio dan Vrish berbalik untuk mengambil perhiasan.


Tak terasa hari sudah hampir sore. Setelah mengambil perhiasan, mereka berdua pergi ke mansion. Lalu Vrish kembali ke mansionnya.


Hari H pun tiba.


Keesokan harinya hari dimana menjadi hari bahagianya Vio dan Vrish itu tiba, kini Vio yang sudah didandani bak seorang ratu di ruang terpisah dan Vrish seorang raja itu terlihat sangat cantik. Degupan jantung Vio dan Vrish semakin kencang. Mereka tampak sangat gugup meskipun mereka sudah melalui malam pertama bahkan malam kedua. Tapi hari ini tetap membuat mereka gugup.


"Waoww kamu tampak cantik sekali sayang. Sebentar lagi kau akan meninggalkan mami dan papi. Berbahagialah nak. Semoga rumah tangga kalian penuh dengan berkah-Nya. Aamiin" ucap maminya Vio saat mendapati putri kecilnya kini sudah tumbuh dewasa dan diaminkan papinya vio. Mereka memeluk putri kesayangannya itu.


Di lain sisi.


"Kau sangat gagah nak. Bahagiakan istrimu. Cintai dan sayangi dia. Jangan kau sakiti perasaannya" pesan papanya Vrish.


"Ya pa" senyum Vrish mengembang cerah.


Lalu setelah beberapa menit akhirnya mereka keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan beriringan menuju singgasana kerajaannya sehari itu.


"Kau sangat cantik istriku" ucap Vrish gemas melihat istrinya bak bidadari surga itu.


"Sudahlah jangan melihatku terus seperti itu" ucap Vio menggertakkan giginya.


"Nanti malam aku akan mengajakmu terbang ke langit yang tinggi" seloroh Vrish yang membuat papanya mencubit punggung anaknya itu dan membuat ketawa kedua orang tua Vio.


Lalu mereka duduk disinggasananya didampingi mami papi juga papa Vrish. Banyak tamu yang hadir di pesta itu. Hari yang melelahkan bagi Vio dan Vrish. Setelah hampir sehari menjadi raja dan ratu, malam pun tiba dan akhirnya mereka dapat beristirahat.


"Cup cup" ucap Vrish memeluk istrinya. Mereka mengulang kembali memadu kasih surga dunia mereka. Tak terasa hingga pagi.


"Aku akan membuatmu kelelahan setiap harinya" bisik Vrish yang membuat Vio geli.


"Kau sungguh nakal" jawab Vio mengusap dada bidang suaminya itu dengan kepalanya.


"Kau jangan menggodaku lagi" Vrish yang merasa tergoda kembali mulai bangkit juniornya karena usapan kepala istrinya itu. Terjadilah serangan fajar kembali.


...****************...


Ilustrasi spill baju pengantin gaesss



Gaun pengantin Vio



Tuxedo Vrish

__ADS_1


...Sampai berjumpa di next karyaku yah🤗🤗🥰...


__ADS_2