Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 79 Bertemu Vrish


__ADS_3

Setelah hampir satu jam memakan perjalanan, mobil yang ditumpangi Vio dan Re telah sampai ke mansion.


"Assalamu'alaikum, Oma Opa!" teriak Re masuk mansion sambil berlarian ke dalam rumah. Rumah yang luas dan mewah. Oma juga opanya kaget melihat cucunya datang.


"Wa'alaikumsalam. Alhamdulillah cucu Oma datang" sambut Oma dari dalam dapur.


"Gimana kabar cucu Oma yang ganteng?" cubit pipi gembul Oma gemas.


"Oma kayak mami suka mencubit pipiku" cemberut Re. Membuat orang yang ada disekitarnya tertawa gemas mendengarnya.


"Kalo Re tidak baik, Re gak akan sampai sini" jawab Re memalingkan mukanya membuat semua tertawa geli.


"Re, tidak boleh ngomong seperti itu, nak" ucap Vio membenarkan kata-kata Re.


"Iya Mami, habis Oma tanyanya aneh. Sudah tahu Re berlari riang mencari Oma sama Opa" masih memanyunkan bibirnya.


"Hahaha..Ayo cucu Opa. Ikut Opa masuk. Kita makan dulu. Habis itu kita bermain dan nanti malam tidur bersama Opa. Ok?" ajak Opa sambil berjalan ke ruang makan.


"Siap Opa! Mami malam ini Re akan tidur sama Opa sama Oma ya" Re menoleh melihat maminya meminta persetujuannya.


"Iya, sayang. Tapi janji besok pagi bangun pagi berangkat sekolah" ucap Vio bijak.


"Baik, Mami" jawab Re mengedipkan kedua matanya lucu.


"Ayo kita makan malam dulu" ajak Oma (kita panggil mami papinya Vio Oma dan Opa ya).


Kemudian semua berjalan menuju ruang makan. Disana juga tersedia menu kesukaan Re dan Vio. Makan malam yang sangat hangat. Dipenuhi canda tawa dan sedikit obrolan dari Re. Vio yang mendengar itu, hanya tersenyum melihatnya. Vio tidak pernah mengatur Re bagaimana bersikap ala keluarga konglomerat. Vio selalu suka kehidupan yang tak banyak aturan. Setelah makan malam selesai, Opa mengajak Re ke ruang keluarga untuk bermain dan bercerita beserta Omanya. Sedangkan Vio rencananya malam ini akan pergi ke mall karena ada sesuatu yang dia butuhkan mumpung ada di Kota Besar.


"Hati-hatilah, nak. Dia selalu mencarimu" kata Tuan Atmadja mengingatkan saat Vio berpamitan hendak pergi. Kemudian dia keluar dan menelpon Jimy.


"Silahkan, Nona" ucap Jimy membukakan pintu mobil yang akan dikendarai Vio. Vio tersenyum menganggukkan kepalanya lalu masuk mobil.


Mobil melaju arah mall terbesar di Kota Besar dengan kecepatan sedang. Setelah menempuh perjalanan lima belas menit mobil terparkir di halaman parkir di depan mall besar itu.


"Kau ikutlah denganku karena aku pasti tidak bisa membawanya sendiri" ucapan Vio itu membuat Jimy merasa sungkan. Dan itu terbaca oleh Vio.


"Sudah ayo ikuti aku" Vio pun berjalan ke depan lebih dulu kemudian Jimy yang sempat sungkan akhirnya mengikutinya.


Saat hendak mengambil sesuatu, tangannya berbarengan meraih benda yang sama dengan yang akan diraih seseorang. Jimy hanya mengikutinya dari belakang agak jauh.


"Kau!" ucap Clara kaget saat melihat Vio juga akan mengambil barang itu. Meskipun sempat kaget juga, Vio kembali menenangkan emosinya.

__ADS_1


"Haha. Dunia memang sangat sempit ya. Dimana-mana kita selalu dipertemukan. Jangan-jangan kita berjodoh ya" ucap Clara sinis.


"Ya dunia memang sempit. Karena kita hanya seperti semut di mata Sang Pencipta. Permisi" ucapan Vio itu membuat Clara belum puas menghinanya. Vio berlalu begitu saja.


"Ce.." tiba-tiba terdengar kata-kata yang tidak asing ditelinga Vio. Orang itu berhenti berucap untuk mengatakan sesuatu pada Clara setelah melihat Vio. Vrish. Ya Vrish diminta Tante Lisa untuk mengantarkan Clara berbelanja sesuatu di mall itu juga.


Vio berhenti setelah melihat Vrish yang berjalan ke arahnya dan berhenti menatap Vio dengan kaget. Kaki Vio menjadi gemetar. Orang yang selama ini ingin dia hindari justru ketemu kebetulan di tempat umum.


Jimy yang peka dengan kondisi nona mudanya itu, langsung menarik nona mudanya. Mereka berdua berjalan melewati Vrish dan Clara. Clara yang sempat khawatir dengan keberadaan Vio karena dia pergi bersama Vrish pun terjadi. Vrish sudah melihat Vio, pegawai rendahan itu.


"Maaf, Nona Muda saya terpaksa menarik anda keluar" ucap Jimy setelah sampai di luar mall.


Vio yang masih belum sadar itupun hanya berdiri terdiam lalu berjalan masuk ke dalam mobil. Seolah syok terapi dia bengong dengan tatapan kosong.


"Nona.." belum selesai berucap Vio menyela.


"Jalan!" seru Vio membuat Jimy tersentak.


"Baik, Nona" jawab Jimy bergegas menjalankan mobilnya.


"Ke taman kota!" titahnya lagi. Kini dia telah sadar. Namun hatinya sangat sedih mengingat kejadian dulu. Bagaimana cara Vrish memeluk Clara di depan matanya.


Setelah beberapa menit, mereka sampai ke sebuah taman kota yang sangat indah. Tempat itu sudah sepi karena hari sudah malam. Vio duduk di sebuah kursi yang dekat dengan sebuah air mancur. Sejuk dan segar udaranya. Apalagi berada dekat dengan air.


"Aku benci sama kamu!!" teriak Vio memejamkan matanya setelah menghempaskan nafasnya kasar yang tidak terdengar oleh orang-orang karena letak taman yang sangat luas. Dia duduk seorang diri karena meminta Jimy untuk menunggunya agak jauh dengannya.


"Tapi aku mencintaimu" tiba-tiba sebuah suara bariton yang dia kenal itu menyahutnya.


Vio menoleh dan membelalakkan matanya. Laki-laki yang dia teriakkan kini sudah duduk disebelahnya. Dilihatnya laki-laki itu mengucap tanpa menolehnya. Kemudian tak berselang lama Vrish menoleh menatap Vio.


"Aku mencintaimu" ucap Vrish kembali. Hal itu membuat Vio merasa semakin berdebar jantungnya. Kenapa dia merasa senang sekali mendengar kata-kata itu?! Namun setelah dia memgingat kembali kejadian itu, dia merasa sangat membencinya. Entah kenapa sakit sekali melihat pemandangan itu.


"Tapi aku sangat membencimu" ucap Vio membuat Vrish tak gentar untuk semakin mendekatinya.


"Kau pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun. Bahkan kau tidak meminta ijinku ketika kau pergi meninggalkanku.." kata-kata Vrish ini disela Vio dengan emosinya yang membuat dadanya bergemuruh panas.


"Meminta ijin? Pentingkah untukmu? Siapa kamu? Sehingga menyuruhku meminta ijinmu ha?" ucap Vio marah.


"Bukankah aku sudah mengkhitbahmu malam itu? Itu artinya kau adalah kekasihku. Kau adalah tunanganku" jawab Vrish merasa sakit hatinya seolah ditusuk sebuah benda tajam mendengar kata-kata Vio untuknya.


"Tunangan? Bukankah dia tunanganmu?" ucap Vio menitikkan air matanya tanpa suara tangisan karena amarahnya dulu yang belum tersalurkan kini memuncak. Vrish yang melihat Vio meneteskan air mata, entah kenapa hatinya semakin hancur. Ingin dia peluk dan mengusapnya namun pasti wanita disampingnya tidak akan mengijinkannya. Tangannya yang spontan mau mengusap air matanya itu hanya menggantung diudara. Sedangkan wanita disampingnya itu melengos.

__ADS_1


"Aku terpaksa melakukannya karena dia sudah menjebakku" jawab Vrish.


"Terpaksa. Hah. Bukankah kamu menikmatinya?" ucap Vio.


"Kau menyelidikinya?" tanya Vrish.


"Untuk apa? Bukankah sudah menjadi berita viral didunia internet?" sanggah Vio.


"Ketika waktu kau pergi tanpa mengatakan sesuatu, setiap harinya waktuku kugunakan pergi ke bar setiap malamnya. Namun aku tidak pernah mabuk. Dan malam itu ketika seorang bartender memberiku minuman segelas air putih yang kuminta tampaknya air minumku itu sudah dicampur sebuah obat pera**sang.."


"Tidak perlu kau jelaskan!" Vio bangkit berdiri namun dicegah Vrish dengan menarik tangannya untuk tetap duduk.


"Aku masih tersadar waktu itu. Namun saat aku akan pulang seseorang wanita mendekatiku. Sedangkan yang kulihat dia adalah dirimu. Dia membawaku ke sebuah hotel. Di bawah pengafuh obat itu nafsuku begitu menggebu. Dengan liciknya dia telah menyewa seseorang untuk memotret perbuatan kami. Setelah aku sadar bahwa dia bukan kamu aku langsung pergi meninggalkannya ke kamar mandi untuk menuntaskan rasa sakitku. Jadi aku tidak pernah berbuat sesuatu padanya. Aku juga tidak pernah menyentuhnya"


"Hahaha. Tidak menyentuhnya. Hei, Tuan Muda! Apa kau akan menyangkalnya? Apa kau tidak melihat kelakuanmu diinternet? Tidak menyentuhnya. Bahkan kau begitu berhasrat untuk menyentuhnya" teriak Vio meluapkan amarahnya. Hal ini membuat Vrish semakin sedih. Bahkan wanita yang dia cintai tidak mempercayainya.


"Vi! Tunggu!" Vrish mengejar Vio yang berlari secepat atlet maraton setelah mengucapkan itu. Vrish tetap mengejarnya. Namun larinya Vio begitu cepat. Membuat Vrish tertinggal. Mencarinya kemana-mana. Namun setelah sampai di mobil Vio dia tidak menemukan Vio.


"Kemana dia?" tanyanya pada asisten Vio.


"Apa maksud anda, Tuan Muda?" tanya Jimy heran.


"Kemana Vio? Tadi dia berlari ke sini" ucapan Vrish itu membuat Jimy terkesiap dengan keadaan nona mudanya. Dia segera berlari ke dalam mencari nona mudanya. Begitu pula dengan Vrish mereka berpencar mencarinya. Jimy menelepon nonanya namun suara panggilannya terdengar tidak jauh darinya. Jimy berlari ke arah sumber suara.


"Ponsel nona muda" ucapnya dengan sorot mata kejam. Dia mengeratkan giginya.


"Bagaimana?" tanya Vrish yang berlari ke arah Jimy.


"Ponselnya terjatuh itu artinya ada yang membawa nona muda. Tuan Atmadja pasti tidak akan memaafkan anda, Tuan" Jimy menarik kerah baju Vrish. Dia tidak peduli siapa laki-laki didepannya ini. Karena ini menyangkut nyawa nona mudanya. Lalu Jimy menghempaskan Vrish.


"Aku akan mencarinya sampai ketemu siapa yang sudah membawanya" ucap Vrish.


Lalu Vrish dan Jimy menelpon markas mereka masing-masing.


"Cepat kau cari!" perintah Vrish pada seseorang. Dilihat dari sorot matanya yang tajam dan dingin itu membuat orang bergidik.


"Siapapun itu aku tidak akan melepaskannya" batin Vrish. Dia merasa bersalah atas ucapannya tadi sehingga membuat Vio pergi dalam keadaan menangis.


Kemudian mereka berdua berpisah mencari Vio ke segala penjuru kota. Sedangkan Tuan Besar Atmadja terdengar sangat marah setelah mendengar kabar dari Jimy. Dia memarahi Jimy yang tidak becus menjaga nona mudanya.


Tidak lama Vrish mendapat petunjuk dari kamera CCTV Taman Kota. Seorang laki-laki membawa Vio dalam keadaan tidak sadarkan diri. Namun belum diketahui siapa laki-laki itu.

__ADS_1


"Kau cepatlah kemari!" Vrish menelpon Jimy melalui ponsel Vio yang di bawa asistennya tadi.


Tak berselang lama Jimy pun sampai di tempat Vrish sesuai petunjuk yang sudah dikirim Vrish.


__ADS_2