
Taraaaaaa
Assalamu'alaikum readersku tersayang π€π₯°
Sebelum menginjak ke cerita yuuukk yuuukk kita lihat dulu gambar ilustrasi para tokoh yang belum kita up
Siapa aja kira-kira ya?π€
Hehe...
Kita lanjut ke cerita aja dulu kali ya..π
**********************************
Di penjara.
"Kau harus mengeluarkan kami!" ucap Tuan Bastian pada pengacaranya saat dikunjungi pengacaranya.
"Saya akan berusaha untuk mengeluarkan anda dan putri anda, Tuan. Baiklah saya permisi dulu. Saya akan menyiapkan semua berkasnya" lalu mereka berjabat tangan dan pengacara tuan Bastian pergi meninggalkan penjara itu.
Sedangkan Clara di dalam penjara bersama dengan Prisa sedang berdebat.
"Semua ini gara-gara kamu! Kau tak becus mengurus pekerjaanmu. Yang kau pedulikan hanyalah gaya hidupmu. Sekali miskin akan tetap miskin kau! Tidak akan bisa berubah menjadi kaya" kata-kata Clara itu sangat menyakiti hati Prisa. Kemudian Prisa maju melangkah dan menjambak rambut Clara hingga Clara jatuh terjerembab.
"Kau berani menghinaku?! Lakukanlah sesuka hatimu. Dan aku akan melakukan sesuka hatiku" gertak Prisa membuat Clara berteriak memanggil sipir penjara.
"Ada apa, nona? Kalian membuat ulah lagi? Dengar nona, berulahlah yang baik jika ingin hukuman kalian diperingan" ucap sipir itu langsung pergi meninggalkan mereka.
"Arrggghhh" teriak Prisa yang kini di serang beberapa wanita dalam satu sel dengannya. Lengan Prisa yang tertembak di cengkeram lalu perutnya di pukul hingga tersungkur.
"Kalian apakan dia?!" tiba-tiba penjaga penjara muncul dan memperingatkan mereka karena mendengar teriakan Prisa.
"Kau! Keluarlah! Ada yang ingin mengunjungimu!" lanjut penjaga itu. Kemudian membawa Prisa keluar. Kini wajah Prisa penuh memar dan perutnya sakit akibat tendangan itu juga lengannya berdarah.
"Kenapa dengan wajahmu dan lenganmu?" tanya Prayoga setelah mendapati wajah dan lengan Prisa penuh darah dan memar.
__ADS_1
"Mereka memukulku, menendangku juga mencengkeram lenganku. Clara dan temannya menyakitiku. Tolong! Keluarkanlah aku dari sini, yang. Kumohon" Prisa memohon pada Prayoga. Saat ini yang mengunjungi Prisa adalah Prayoga.
"Kau pantas mendapatkannya" ucap Prayoga. Kedatangannya kali ini adalah untuk menanyakan pada Prisa bagaimana bisa dia memanfaatkannya?
"Ap..apa maksudmu?" tanya Prisa heran merasa kaget. Sebelumnya Prayoga tidak pernah bersikap seperti itu padanya. Namun kini dia terperanjak kaget saat Prayoga laki-laki yang dia cintai itu berkata seperti itu. Prisa yang dulu menyukai Vrish karena sebuah game, namun saat tahu Vrish tidak mencintainya maka diapun memanfaatkan kebaikan dan kepolosan Prayoga namun alih-alih memanfaatkannya saja tapi dia sudah jatuh cinta pada Prayoga juga.
"Baiklah. Katakanlah padaku apa yang ingin kamu tanyakan" tanya Prisa tersenyum miris. Kini dia sadar akan kesalahannya. Ternyata dengan perlakuan Clara dan kekasihnya ini membuat Prisa menyadarinya terlambat.
"Kenapa kau memanfaatkan Black Gengsterku? Jika sampai mereka tahu bahwa Black Gengster itu milikku, maka hancurlah aku!" ucap Prayoga menggertakkan giginya dengan geram.
"Ma..maafkan aku, sayang. Tolong keluarkan aku dari sini. Kumohon" Prisa memohon dengan wajah memelas.
"Kita sudah tidak ada hubungan lagi. Semenjak kau menipuku untuk kepentingan kalian sendiri, diantara kita sudah tidak ada hubungan lagi. Renungkanlah kesalahan-kesalahanmu itu. Aku juga sudah salah karena terlalu percaya padamu. Jika aku tahu korban itu adalah Violetta, aku tidak akan membantu kalian. Karena kesalahanku yang datang waktu itu hanya ingin menyelamatkanmu justru itulah kesempatan mereka untuk menemukanku. Jika niatmu ingin menjauhkanku darinya atau menjauhkannya dari mantan pacar onlinemu itu, maka seharusnya kau bisa berpikir jernih. Tapi kau tergoda dengan iming-iming nona Bastian. Lihatlah sekarang. Apakah dia mau membantumu? Tentu tidak bukan?! Ckk. Kau sangat bodoh. Aku berpikir bahwa kau akan berubah ternyata kau tidak pernah bisa berubah. Selamatkanlah dirimu sendiri jika kau ingin berubah" ucap Prayoga kemudian bangkit berdiri lalu pergi dan berlalu meninggalkan Prisa sendiri.
"Pra..Prayoga..." seru Prisa namun tidak didengar Prayoga. Dia kini menangis menyesali hasil perbuatannya. Dia menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan.
"Jika kau menuruti perintahku maka kau akan mendapatkan ketenaranmu.Bukankah kau ingin menjadi sepertiku?" rayu Clara pada saat itu pada Prisa.
"Tapi lakukanlah satu hal padaku. Vio si wanita j**lang itu sudah kembali. Tunangan kita sama-sama menyukainya bukan?! Jika mereka mengetahui keberadaannya, maka kita tidak akan pernah menikah dengan mereka. Kita harus menyingkirkannya. Bagaimanapun caranya mereka berdua tidak boleh bertemu dengannya. Apa kau paham? Dan papaku akan menjamin bahwa keinginanmu akan tercapai. Bayangkan saja bagaimana kau akan menjalani kehidupan seorang supermodel yang melenggang di kancah dunia sepertiku. Bukankah kau selalu mengikutiku kemanapun aku pergi? Kau tahu kan?" bujuknya lagi hingga membuat Prisa terdiam dan terhanyut oleh bayangannya sendiri.
'Kau benar, Prayoga. Selama ini aku sudah egois. Karena keserakahanku, hidupku menjadi hancur. Seandainya aku mengikuti perintahmu tentu saja hidupku tidak akan seperti ini. Dulu kau sudah pernah mengingatkanku untuk tidak terlalu dekat dengan Clara Bastian. Hubungan kita hanya sekedar bisnis. Tapi aku tidak menurutimu' batin Prisa menyesal.
"Bisakah saya dipindahkan selnya? Aku ingin sendiri atau hanya berdua" pinta Prisa pada penjaga penjara.
"Jika kau meminta, mintalah pada kepala penjara atau nanti dipengadilan! Memangnya kau berani membayar berapa, berani meminta padaku!" hardik penjaga wanita itu kesal.
"Aku akan membayarmu. Aku sanggup membayarmu" ucapan Prisa ini tidak ditanggapi oleh penjaga penjara justru Prisa ditarik untuk segera masuk ke dalam selnya.
"Cepat kau masuk! Tidak usah berharap!" teriak penjaga itu lalu menariknya dengan kejam.
"Hahaha! Dasar kau sampah. Sekali kau sampah maka selamanya kau sampah. Tidak akan ada yang mau membelamu di sini. Jadi kau jangan macam-macam" ancam Clara. Lalu Clara berteriak pada penjaga penjara.
"Kau! Segera pindahkan aku darinya. Pengacaraku akan menghubungi kepala penjara" ucapnya arogan pada penjaga penjara.
"Baik, nona" jawab patuh penjaga penjara.
__ADS_1
'Dasar penjilat. Kalian orang-orang munafik' batin Prisa sambil mengelus lengannya. Kini dia harus kuat menghadapi orang-orang disekitarnya. Kini hidupnya yang buruk baru dimulai.
'Huuftt. Baiklah. Aku akan menerima segala resikonya. Aku akan bertaubat' batinnya menghela nafas lalu menengadah memohon pada Sang Khaliq.
'Ibu..seandainya dulu aku mengikuti kata-katamu..' hanya kata andai yang mampu ia lontarkan saat ini.
"Baiklah aku akan menerima segala keputusan hakim nanti. Semoga ada keajaiban bagiku nanti ya Robb" gumam Prisa yang didengar oleh Clara.
"Hahaha..dengar kau! Tentu saja kau akan menerima segalanya segala perbuatan yang pernah aku lakukan akan kutimpakan padamu. Dan tidak akan ada keajaiban buatmu. Ingat itu!" ucap Clara arogan mengancam Prisa.
Berbarengan Clara mengancam Prisa si penjaga penjara memanggil Clara juga untuk pindah sel yang lebih nyaman tentunya.
'Kita lihat saja nanti. Aku akan membongkar semua kejahatanmu itu dipersidangan nanti. Aku akan berusaha untuk meminta pengacara nanti' batinnya sakit menatap Clara yang sedang keluar pindah sel dengan tajam.
Hehehe...
Maaf ya readers..
Othor kasih ilustrasi gambar pemeran Violetta saat ketahuan Vrish dari celah pintu yang pada saat itu tidak sedang berhijab..
Tapi maaf ya Readers bukan berarti othor membuka aib orang...tapi ini hanya cerita fiksi saja kok.. Maafin othor ya jika menurut kalian salahππ₯°
πππ anggap aja itu Violetta saat ketahuan Vrish π
πππ maaf othor hanya nemuin itu anggap aja pakaiannya tertutup ya
Nah ini Tuan Bastian, papanya Clara
Nah ini bodyguardnya Violetta yang ada di Villa nih, Hasan
Tampan gak nih readers si Hasan? Aduuuhhh othor matanya kilaf nih π€£π€£π€£π€£
__ADS_1
Yuuukk tetap berikan dukungan terindah dan termanis buat othor π€π₯°