Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 90 Akur


__ADS_3

Setelah dokter Issa memeriksa kondisi kaki Vio, Vrish membawanya kembali ke kamar rawatnya.


“Apa kakimu masih sakit?” tanya Vrish tampak khawatir.


Dokter Issa mengatakan bahwa tulang kering kakinya Vio itu terkena heels yang mungkin waktu sembuhnya akan memakan waktu yang cukup lama.


“Lumayan setelah diberi obat sama dokter Issa” jawab Vio tampak canggung.


“Terimakasih” lanjutnya.


“Hmm” jawaban Vrish membuat Vio jengkel. Tampak Vio memanyunkan bibirnya dan hal itu disadari Vrish. Entah kenapa Vrish justru merasa gemas melihatnya.


“Makanlah. Habis itu minum obatnya. Mamimu sudah susah payah memasakkan untukmu” ucap Vrish tiba-tiba dan memberi isyarat kepala memberitahu bahwa makanannya ada di atas nakas.


“Hm. Terimakasih” jawab Vio tanpa melirik Vrish.


“A..” belum melanjutkan kata-katanya, Re masuk dan lari menghampiri Vio.


“Mamiii!!” panggil Re.


“Sayangku! Kamu di sini, nak. Datang sama siapa? Datang-datang tidak memberi salam sama mami” sapa Vio menengadahkan kedua tangannya menyambut kedatangan Re. Tampak Vio sangat bahagia dengan kehadiran Re. Re pun memeluk erat maminya.


“Maafin Re, mami. Itu karena Re sangat merindukan mami. Re ke sini sama Oma mami. Tapi Oma sedang bicara sama Opa di luar. Bagaimana kabar mami sekarang?”


“Alhamdulillah mami sudah baikan, nak” tutur kata yang lembut itu disaksikan oleh Vrish. Membuatnya merasa cemburu melihat interaksi kedua orang ibu dan anak itu.


“Lalu kenapa kamu malam-malam datang ke sini, nak?” lanjut Vio.


“Mami, Oma sama Opa sedang memesan satu lagi bed untuk Re tidur disini menemani mami. Re tidak bisa tidur jika tidak dipeluk mami” jawab Re sambil memeluk Vio melampiaskan rasa rindunya dan khawatirnya itu seolah sudah bertahun-tahun berpisah dari maminya. Vrish yang melihat itu semakin cemburu.


“Ehemm. Maaf aku pulang dulu kalau begitu” deheman Vrish membuat sadar Vio dan Re hingga melepaskan pelukan mereka berdua.


“Oh ya. Ma..maaf. Sekali lagi terimakasih, Tuan muda Pramudya” Vrish yang mendengar kata-kata itu mendadak menjadi tidak suka. Padahal biasanya, dia tidak pernah mempermasalahkannya. Tapi setelah mendengar obrolan ibu dan anak itu, mendadak Vrish tidak suka Vio memanggilnya dengan sebutan tuan muda.


“Hm” lalu Vrish melangkahkan kakinya keluar ruang rawat inap Vio dengan raut muka yang dingin. Segera Vrish menuju ke halaman parkir.


“Nak, apa kamu mau pulang?” tanya Tuan Atmadja saat Vrish sampai di halaman parkir.


“Ya tuan. Permisi” jawab Vrish sekenanya.


“Ada apa dengannya?” tanya nyonya Atmadja pada suaminya.


“Gak tahu” jawab tuan Atmadja menggedikkan bahunya.


“Sepertinya sedang marah” lanjut nyonya Atmadja.


“Entahlah. Ayo kita masuk” ucap tuan Atmadja mengajak istri tercintanya.


Lalu mereka melangkah masuk ke dalam kamar rawat inap putrinya. Mereka melihat pemandangan yang sangat indah. Putri dan cucunya kini terlelap saling berpelukan.


‘Jadi dia marah karena mereka adalah ibu dan anak?’ batin tuan Atmadja.


Nyonya Atmadja melangkah mendekati putri dan cucunya. Dia mengelus kepala putri lalu bergantian ke kepala cucunya.


“Mereka berdua sangat menggemaskan. Lihatlah cucu kita, si kecil Re. Dia tertidur memeluk ibunya seperti terpisah bertahun-tahun lamanya” ucap Nyonya Atmadja.


“Iya. Mereka harta kita yang sebenarnya” sahut tuan Atmadja.


“Jadi dia terlihat tidak suka karena dia berpikir putri kita sudah menikah” ujar Nyonya Atmadja.


“Dasar bodoh rupanya. Tidak mau menyelidiki terlebih dulu” lanjutnya.


“Sudah, ayo. Sudah malam. Kita istirahat saja di sana” ujar Tuan Atmadja lalu melangkahkan kakinya ke arah bed yang sudah dipesannya tadi sebelum Re dan istrinya datang. Kemudian Nyonya Atmadja mengikuti langkah suaminya. Setelah mereka duduk di tepi bed, Nyonya Atmadja memerintahkan suaminya untuk berganti pakaian terlebih dulu.


“Sayang, gantilah bajumu sekarang. Sudah beberapa hari ini kamu tidak terurus. Maafkan aku ya” lalu Nyonya Atmadja merebahkan dirinya di dada suaminya itu.


‘Semoga kelak aku memiliki suami yang bisa mencintaiku seperti papi’ batin Vio yang ternyata dari tadi mendengarkan gerak gerik orang tuanya.

__ADS_1


Tuan Atmadja kemudian bangkit berdiri dan pergi ke kamar mandi. Kemudian setlah selesai gantian nyonya Atmadja. Mereka adalah sepasang suami istri yang sangat romantis dan saling mencintai.


Di sisi Hendrik.


“Kau sudah mencelakai seseorang. Apa kau tidak ingat bahwa orang itulah yang sudah membunuh ayahmu. Dan kau justru menjadi anak buahnya. Itu artinya kau sudah berkhianat pada keluargamu” ucap ibunya Prayoga sedih.


“Bu..” baru mau mengucapkan yang sejujurnya ucapan Prayoga disela ibunya.


“Kau tak pantas memanggilku ibu. Kasih sayang yang ku ajarkan padamu sama halnya aku memberikan pada angin. Namun angin saja tahu arah bertiupnya. Sedangkan kau, kau tidak pernah tahu kemana jalanmu yang sesungguhnya” kata-kata ibunya itu sangat menyakiti hati Prayoga.


Prayoga menangis tanpa suara. Air matanya mengalir begitu saja. Ibunya bangkit tanpa meliriknya sama sekali.


“Jika kau masih menganggapku ibumu, temuilah dia dan pertanggungjawabkan perbuatanmu” ibunya pergi bersama seorang wanita yang selama ini menjaga dan merawat ibunya Prayoga. Dia seorang suster yang sudah disewa oleh Hendrik selama ini.


“Arrrgggghhh!!!” teriak Prayoga mengepalkan kedua tangannya dan menjerit. Hal itu menjadi tontonan banyak orang. Hendrik yang melihat itu melangkahkan kakinya menjauh dan meninggalkannya sendiri.


Keesokan harinya di rumah sakit.


“Kau sudah bangun, nak? Apa kau membutuhkan sesuatu?” tanya Nyonya Atmadja pada Vio yang bergerak turun.


“Aku ingin ke kamar mandi mi. Tapi kakiku masih terasa sakit buat jalan. Apakah papi sudah bangun, mi?” ucap Vio.


“Sini papi gendong saja ya” sahut Tuan Atmadja pada putrinya.


“Tapi aku bukan anak kecil lagi, pi. Dan papi pasti tenaganya sudah berkurang” ujar Vio yang melihat papinya sudah mulai beruban.


“Apa kau meragukan papimu?” ucap Tuan Atmadja pada putrinya lalu menggendongnya namun..


“Aduh! Kenapa tiba-tiba sakit pinggangku ya?” ucap Tuan Atmadja lalu menempatkan Vio kembali ke bednya kembali. Sebenarnya dia hanya berpura-pura karena melihat ada bayangan Vrish di depan pintu. Seketika Vrish masuk setelah mengucapkan salam.


“Ah kebetulan ada kau nak. Boleh aku minta tolong? Tolong berjagalah disini bersama maminya. Aku akan panggilkan suster wanita dulu untuk membantu putriku ke kamar mandi” ucap Tuan Atmadja pada Vrish.


“Biarkan aku saja yang memanggilkannya, Tuan” jawab Vrish. Kemudian dia pergi keluar kembali dan menemui suster.


“Maaf tuan, saat ini yang ada kami. Mereka sedang berkeliling mengecek para pasien” ujar seorang perawat laki-laki.


“Baiklah. Tidak perlu” jawab Vrish dingin. Dia tidak mau Vio disentuh laki-laki lain.


“Apa yang kamu lakukan?” teriak Vio hingga membangunkan Re yang masih tertidur lelap saat Vrish tiba-tiba menyentuh dirinya ingin membopongnya meskipun terhalangi kain pakaian Vio.


“Sudahlah jangan bergerak-gerak dan teriak. Re jadi terbangun karenamu” Vrish tetap membopongnya dan mengabaikan pukulan-pukulan Vio. Interaksi itu disaksikan oleh mami dan papinya Vio. Mereka berdua tersenyum senang.


“Kau sangat nakal” ucap maminya Vio pada suaminya.


“Oma opa kenapa dengan mami? Re masih ngantuk Oma Opa” ucap Re terbangun setengah sadar.


“Sudah Re tidur lagi ya. Tidak apa-apa mami tadi hanya merasa ngilu saja saat kakinya bergerak” jawab Oma menyuruh Re tidur kembali.


“Tapi sekarang sudah tidak. Mamimu hanya ingin ke kamar mandi sayang” lanjut Oma.


“Sini cucu kakek. Pindah sini ya” sahut Opa menggendong Re ke bed tempat oma dan opanya tidur semalam. Re yang masih mengantuk akibat berhari-hari tidurnya tidak nyenyak itu kembali tidur dipelukan opanya.


“Kau..!” teriakan Vio itu dihentikan Vrish dengan mengarahkan telunjuknya ke bibir Vio.


“Re tidur” ujar Vrish melihat Re yang tidur didalam pelukan opanya. Sedangkan Vio yang masih dalam bopongannya terdiam dan menunduk malu yang menyiratkan semburat merah di pipinya Vio. Tanpa sadar Vio sudah mengalungkan kedua tangannya di leher Vrish.


“Besok kita ke KUA ya” sahut maminya Vio tiba-tiba membuat Vrish dan Vio kaget.


“K..K..U..Aaa?” tanya Vio tergagap. Vrish yang ditatap Vio menggedikkan bahunya. Karena dia juga tidak paham.


“Ya. Ke KUA. Kalian sudah cocok dan sudah seharusnya kalian menikah” kata-kata maminya Vio itu semakin membuat Vrish bertanya-tanya.


“Maaf, tante. Bukankah putri anda sudah punya anak dan menikah?” tanya jujur Vrish yang masih membopong Vio dan terhenti karena kaget ucapan maminya Vio itu.


“Siapa yang sudah menikah?” nyolot Vio tiba-tiba. Dia lupa dengan siapa dia bicara.


“Kau” jawab Vrish polos.

__ADS_1


“Hahahaha” suara tawa papinya Vio yang bangkit dari tidurnya. Re masih tertidur.


“Dia putriku. Dia hanya mencintai satu orang pria. Dan hatinya sudah mati tentang itu. Apakah kau mau menikahi putriku?” pertanyaan papinya Vio itu membuat Vio marah.


“Turunkan aku!” ucapnya pada Vrish. Lalu Vrish menurunkan dengan pelan Vio ke atas bed.


“Papi ngomong apa sih? Kami tidak akan menikah. Dia sudah punya tunangan. Ya meskipun tunangannya ada di penjara. Tapi mereka akan menikah” ucap Vio jengkel pada papinya.


“Siapa yang akan menikah dengannya?” tanya Vrish yang tiba-tiba ingin berdebat dengan Vio.


“Kau! Kau menyukainya bukan? Tatapan matamu itu sudah menunjukkannya padaku malam itu” seru Vio emosi.


“Jadi kau cemburu? Jadi itu alasannya kau pergi meninggalkanku sendiri?” tanya Vrish menggodanya. Vio semakin marah.


“Hei tuan muda! Jika kau tidak menggodanya terlebih dulu maka dia tidak akan menggodamu balik bukan? Apa itu pegangan dengan mesra. Kau memegangnya erat dan tampak mesra kan? Kau juga menatapnya lama. Hei tuan muda! Kau sudah lupa dalam beberapa detik jika kau sudah mengkhitbahku. Jika kau ingat itu apa kau juga akan tetap melakukannya? Kata orang hal yang dilakukan dengan spontan itu menandakan bahwa orang itu respek dengan orang yang dibantunya” sewot Vio yang mendadak mendidih darahnya.


“Hei tuan putri! Kau sudah salah paham. Sekali aku mengkhitbahmu maka selamanya kaulah kekasihku. Dan itu tidak tergantikan sampai saat ini” jawab Vrish yang tak kalah seru.


“Hei tuan muda yang sok tampan! Jika memang aku kekasihmu lalu kenapa kau bercumbu dengannya sampai viral ha?!” teriak Vio hingga Vio merasa kesal dan ingin menangis.


Sedangkan kedua orang tuanya Vio sudah melangkah pelan sembari menggendong Re kecil yang tanpa disadari oleh keduanya jika mereka sudah tidak berada di dalam kamar.


“Hah. Ternyata putri kita memendam itu semua sendiri ya pi” sahut nyonya Atmadja pada suaminya setelah sampai di luar.


“Ya. Papi tahu itu sudah lama” jawab papi membuat istrinya kesal.


“Papi!”


“Ssttt! Ayo kita ke mobil dulu. Kita istirahat di sana” ajak tuan Atmadja pada istrinya yang hampir marah.


Di dalam kamar inap Vio.


“Kau keterlaluan!” lanjut Vio.


“Berita itu adalah kesalahpahaman. Aku tidak pernah melakukan itu di bawah kesadaranku. Dia memberiku obat. Tolong percayalah padaku. Aku sangat mencintaimu. Dan aku tidak mau kehilanganmu lagi” ucap Vrish yang tanpa dia sadari hanyut dalam emosinya saat itu dan meraih tibuh Vio lalu memeluknya. Vio yang memberontak dalam pelukan itu akhirnya diam.


“Kau jahat! Aku benci kau! Kau tahu hatiku sangat sakit saat mendengar berita itu. Aku ingin melupalakanmu. Namun aku tidak bisa. Dan Re selalu menjadi alasanku untuk menghibur diriku” ucapnya lirih dan sesenggukan dalam pelukan yang terasa nyaman itu.


Mendengar Vio menangis dalam pelukannya Vrish tersadar bahwa apa yang dia lakukan ini adalah salah. Namun dia ingin mendengar semua jeritan hati kekasihnya itu selama ini.


“Kau tidak pernah mencariku kan? Kau malah asyik dengan wanita ular itu. Apa kau bodoh?” Vio memukul Vrish namun Vrish memeluknya semakin erat.


“Lalu siapa Re jika kau belum menikah? Aku mencarimu namun tidak pernah berhasil menemukanmu. Aku hanya bisa menunggumu dan membuat alasan untuk menjauhi si wanita ular itu” sahut Vrish masih memeluk Vio.


“Apa kau lupa dengan sahabatku Rena? Dia ibu Re. Raykanda. Sejak saat itu aku berjanji untuk menjadikan Re sebagai anakku. Dialah obat untukku” Vio masih sesenggukan.


“Tolong percayalah padaku. Aku tidak pernah melakukannya dengan siapapun. Aku sangat menjaga cintaku hanya padamu” ucap Vrish lalu menangkupkan kedua tangannya ke pipinya Vio yang memerah karena menangis. Vrish mengusap air mata Vio. Vio yang menatap Vrish itu melihat kejujuran di mata laki-laki di depannya itu.


“Janji kau tidak akan macam-macam dengan wanita lain?” ucap Vio khawatir. Karena wajah yang tampan itu mampu memikat siapapun.


“Janji” jawab Vrish tersenyum.


“Besok kita akan menikah” lanjut Vrish membuat Vio membelalakkan kedua bola matanya.


“Kenapa cepat sekali?” Vio tampak malu.


"Karena biar aku bisa menyentuhmu tanpa dosa” kemudian keduanya saling menjauh. Lalu mereka tersenyum dan Vio yang tampak malu itu menundukkan kepalanya.


Assalamu'alaikum para Readers tercinta..


Lanjut gambar imajinasi pemeran protagonisnya ya..



Prayoga Baskara


Gimana menurut kalian? Jika kurang cocok bisa kok berimajinasi sendiri 😁😁😁

__ADS_1



Kalo ini pemeran Rena.


__ADS_2