Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 41 Penyelidikan Vrish


__ADS_3

Di tempat Vrish.


Setelah Vrish mendatangi kantor Albert, Vrish kembali ke mansion papanya. Sebenarnya Vrish akan kembali ke apartemennya sendiri, tapi ditengah perjalanan menuju apartemennya, Tuan Pramudya meneleponnya, memintanya untuk pulang ke rumah.


Ternyata di sana sudah menunggu Clara yang diundang oleh tantenya untuk makan malam. Vrish melewatinya saja tanpa menoleh mereka berdua yang sedang duduk di ruang tamu dengan bercanda.


“Nak, kamu pulang?” tanya tante Lisa membuatnya berhenti sebentar.


“Hm. Papa memanggilku” jawab Vrish lalu melangkah menuju ruangan papanya.


“Apakah papa memanggilku pulang ke rumah ada perlu atau ada alasan lain?” tanya Vrish yang menghampiri di ruang kerja papanya.


“Kabarnya dalangnya sudah kau tangkap. Siapa dia?” penglihatan tuan Pramudya memang tidak setajam Vrish maka dari itu dia masih bisa dikelabui bawahannya yang licik karena dia orang yang selalu menyukai kejujuran namun jangan salah, karena kepandaiannya dan kecerdasan otak Vrish bisnis papanya bisa berkembang juga karenanya.


Sepeninggal mamanya, Vrish yang terlahir cerdas menuruni kecerdasan mamanya itu cepat memahami tentang bisnis. Bahkan diusianya yang masih muda, Vrish dinobatkan sebagai pengusaha muda tersukses.


“Dia adalah Roney. Orang kepercayaanmu di sana. Kenapa kau bisa ceroboh meninggalkan data rahasia di komputermu? Jika aku datang terlambat sedetikpun, maka perusahaanmu akan rata dengan tanah. Dan rakyat di sana tentunya akan hidup susah” ucap Vrish marah pada papanya dengan mengepalkan kedua tangannya.


“Tapi bukankah data itu sudah aku masukkan ke dalam sebuah disk yang ku bawa pulang?” papanya Vrish bingung karena merasa data rahasia itu sudah di pindahkan ke dalam disk yang dia bawa kemanapun dia pergi.

__ADS_1


“Apakah kau tahu bahwa Roney adalah orang yang bisa mengobrak ngabrik semua dokumen yang ada di perusahaanmu itu? Dia bahkan bisa membunuh siapapun yang tidak menuruti perintahnya. Robert mati dibunuh olehnya setelah kepergianmu dari sana karena dia memilih setia padamu” jelas Vrish tampak semakin geram mengingatnya kembali dimana dia juga nyaris di bunuh oleh Roney jika Jefery tidak datang tepat waktu. Roney adalah orang yang sangat berbahaya.


“Dia adalah mata-mata agen hitam yang disewa untuk menyamar menjadi bawahanmu. Dia ingin menghancurkan system yang akan kau serahkan pada pemerintah di sana. Sekarang anak buahku tidak akan melepaskannya sampai dia mengatakan yang sebenarnya siapa yang menyuruhnya” lanjut Vrish.


“Bagus, nak. Papa selalu mengandalkanmu. Karena setelah mamamu tiada, tidak ada yang bisa papa andalkan selain kamu. Dulu, mamamu selalu mendukung dan membantu papa menyelesaikan semua kuman-kuman itu. Sampai saat ini papa tidak percaya dengan cara meninggalnya mama kamu. Meskipun melahirkanmu saat itu, tapi papa percaya bahwa ada campur tangan orang lain yang ingin menghancurkan hidup papa” papa Vrish menepuk bahu anak semata wayangnya itu. Ditatapnya mata papanya yang selalu penuh dengan kehangatan itu. Tampak sangat mencintai mamanya meskipun kini mamanya sudah tiada. Vrish berjanji dalam hati “Aku akan menyelidiki ini semua. Aku berjanji akan menemukan orang yang sudah memisahkan papa dengan mama, aku dengan mamaku” dengan mengepalkan kedua tangannya.


Ketika Vrish keluar ruang kerja papanya, tanpa sengaja Vrish mendengar tawa Clara yang begitu keras. Awalnya Vrish tidak mau mendengar cerita dua orang wanita yang beda usia itu. Namun setelah mendengar ada kata-kata tunangan bohongan itu, langkah Vrish terhenti mencoba untuk mendengarkan dengan lebih jelas lagi.


“Tante tahu, hari ini aku bertemu dengan tunangan bohongan Vrish itu di sebuah mall. Anehnya, dia itu belanja perlengkapan bayi dan itu membuatnya sepertinya bahagia. Kalau dia tunangan Vrish, lalu anaknya itu anak siapa? Tidak mungkin kan anaknya Vrish, tante? Dan kemarin ketika aku di kerja, kami juga bertemu. Dia mencoba bekerja sama dengan perusahaan Albert itu. Huh, apa dia gak ngaca siapa dia?! Bahkan dia mengundurkan diri ditempat kerjanya dulu itu hanya untuk mendirikan perusahaan brand pakaian kecil. Jika dia bukan perayu para pria, bagaimana bisa dia kerjasama dengan Albert?!” ucapan Clara itu tidak disadarinya bahwa ada seseorang yang sudah mencuri dengar jauh di pojok depan pintu ruang kerja tuan Pramudya.


“Tante juga penasaran siapa yang sudah berani menjadi tunangan bohongan ponakan kesayangan tante itu. Bagi tante jika Vrish menyukainya tante bisa apa. Tante sangat menyayangi Vrish. Tante juga ingin Vrish mendapatkan kebahagiaannya sendiri. Jika memang wanita itu bukan wanita baik-baik, tante tentu saja akan menjadi penghalang pertamanya” perkataan tante Lisa itu ditanggapi Vrish dengan senyuman smirknya. Lalu dia segera berlalu melewati mereka lagi tanpa menoleh berjalan kea rah pintu keluar.


“Vrish, kamu tidak makan malam bersama kami dulu, nak?” pertanyaan tante Lisa membuat langkah Vrish terhenti.


“Tidak, tante. Aku sudah makan bersama dengan temanku” jawab Vrish tidak ingin menyakiti tantenya.


“Tapi di sini ada Clara, nak” lanjut tante Lisa.


“Tidak, terimakasih, tante. Aku pulang dulu” dengan langkah lebar Vrish segera menuju mobilnya.

__ADS_1


“Vri..” Clara memanggilnya bermaksud ingin menumpang mobilnya Vrish, namun yang dipanggil malah ngeloyor pergi tanpa mendengar panggilannya itu.


Setelah sampai di apartemennya sendiri, Vrish segera membersihkan dirinya dan pergi ke ruang kerjanya. Mengecek berkas-berkasnya.


“Albert? Jadi dia mengenal Clara si wanita materialistis itu? Kamu harus menjelaskannya padaku” ucapnya pada dirinya sendiri lalu mengambil ponselnya dan menghubungi sahabat donutnya itu.


“Ada apa, bro? Tidak bisakah besok pagi saja menelponku, ha? Aku masih sibuk ini” terdengar suara donut dari mulut Albert. Tampaknya dia sedang enak-enakan.


“Dasar badboy” seketika Vrish mematikan sambungan teleponnya.


Lalu dia teringat dengan ucapan Clara tadi di rumah papanya. “Benarkah dia sudah punya anak? Lalu dengan siapa? Dan baru enam bulan yang lalu kami tidak bertemu. Secepat itukah? Hmm aku harus menyelidikinya” lanjutnya bingung dengan pikirannya sendiri. Vrish mengacak rambutnya.


Kemudian dia melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda hari ini.


Tok tok tok


“Masuk!” perintahnya pada yang mengetuk pintu ruang kerjanya.


“Maaf, tuan! Ada berkas yang tertinggal di meja kantor anda. Besok pagi sudah harus ditanda tangani, tuan. Karena berkas itu adalah berkas kerjasama dengan perusahaan property yang sudah selesai dua bulan yang lalu” ternyata Martin yang datang. Ya, proyek kerjasama yang ditinggalkan Vio itu sudah selesai dan membutuhkan tanda tangannya.

__ADS_1


“Baiklah. Antarkan besok pagi aku ke sana” titahnya pada Martin.


__ADS_2