
Dari arah yang berlawanan, Vrish dan timnya, telah sampai di sebuah perkebunan. Di sana mereka mencegat perjalanan orang-orang yang sudah membawa kabur Vio. Terlihat dari jauh, tampak dua mobil menuju ke arah dimana mobil Vrish, Jimy juga anak buahnya itu. Namun tiba-tiba mobil-mobil itu berhenti di jarak yang masih sangat jauh. Lalu mobil-mobil itu tiba-tiba berbalik arah. Tapi di belakang mereka terdapat mobil Hasan yang ditumpangi bersama Monti. Tiba-tiba mobil itu terkepung. Bala bantuan itu datang untuk menyelamatkan Vio, nona muda Atmadja. Lalu tiba-tiba mobil musuh menembaki Vrish dan yang lainnya. Mereka saling membalas dan terjadilah serangan itu.
Tiba-tiba muncul Ranti yang berjalan maju dengan pakaian serba hitam ketat yang dilapisi dengan rompi anti peluru. Ranti maju menembaki kedua mobil musuh. Ranti melumpuhkan kendaraan mereka. Ranti berguling ke sana kemari saat peluru hendak menembus badannya. Dengan gerakan cepat, Vrish menyusulnya dan menodongkan senjata ke kepala seorang laki-laki yang ternyata itu adalah Tuan Bastian.
“Kau?” tanya Vrish kaget.
“Ya. Aku” jawab Tuan Bastian.
Tidak menunggu babibubebo, Vrish melumpuhkan tuan Bastian. Sedangkan Ranti memukul telak seorang cecunguk yang pastinya orang itu adalah bawahan black gengster.
“Kau mau lari kemana? Sudah lama kita tidak bertemu bukan, nona supermodel?” ejek Ranti. Ranti mencekal tangan dan mengikatnya dengan kencang untuk diserahkan pada polisi yang datang terlambat. Begitu pula tuan Bastian.
Ya, suara wanita yang tidak asing didengar Vrish tadi itu adalah suara Clara bersama cecunguk black gengster.
“Awas kau, Pramudya! Aku akan membalasmu! Aku akan membalas kalian semua!” teriak Tuan Bastian.
Ternyata ambisi Tuan Bastian yang ingin menjadi pengusaha nomor satu dinegeri ini, yang permohonan kerjasamanya pernah ditolak oleh perusahaan Pramudya, memiliki balasa dendam yang sangat besar di hatinya.
Dorr!! Terdengar suara tembakan ke arah seorang wanita yang satunya lagi yang akan melarikan diri dari kelengahan mereka. Fifi. Jimmy menembak Fifi. Jefery yang berusaha menyelamatkan Vio, tiba-tiba mendapat serangan mendadak dari jarak jauh. Beruntunglah terkena kakinya. Sehingga membuatnya terjatuh dan Vio yang hendak diselamatkan, mobilnya dikemudikan oleh seseorang dengan cepat. Hasan pun mengejarnya. Lalu Vrish dihampiri oleh Hasan. Mereka mengejar mobil yang membawa Vio itu engan kecepatan penuh.
Vio yang sadar dari biusnya itu, terbangun dan melihat keadaan di sekitarnya. Karena masih linglung akibat obat bius, Vio mencoba untuk menenangkan dirinya lalu setelahnya mengamati bahwa kini dia berada di dalam mobil yang dikendarai seorang pria dan wanita.
“Prisa!” seru Vio.
“Kau sudah sadar?” ucap Prisa santai. Dia merasa bahwa sekarang buruannya itu tidak bisa lepas dari genggamannya kini. Dia belum tahu bagaimana kekuatan Violetta Anjani.
“Kau? Kau bersekutu dengan perempuan murahan ini?” kata-kata Vio itu mendapatkan tamparan dari Prisa yang duduk di depannya. Prisa menoleh ke belakang lalu menamparnya dengan keras hingga bibirnya Vio berdarah sedikit dan memerah. Dengan kedua tangan yang terikat itu, Vio tidak bisa melawannya. Vio tidak tahu apa sebenarnya motif Prisa bekerja sama dengan Clara si wanita licik itu. apalagi dengan bantuan Tuan Bastian dan Black Gengster. Ada pula Fifi. Semua adalah wanita yang pernah membencinya hanya yang dia tahu karena para kekasih mereka lebih menyukai dirinya.
“Hahaha! Kau adalah mangsa yang sangat berguna bagi bosku. Kau akan tahu sendiri nanti” ucap pria itu yang sedang menyetir dengan kecepatan penuh.
“Kita sedang diikuti. Kau arahkan saja ke tempat lain” ujar Prisa yang menyadari setelah melihat dari spion di depannya.
“Apa dari tadi kau buta, nona?” dari tadi kita memang diikuti” jawab pria itu. Jawaban itu mendapat sewotan dari Prisa.
Mobil yang ditumpangi Vio juga Prisa itu ditembaki dari arah belakang oleh Monti hingga membuat mobil itu melenggak lenggok menghindari serangan itu.
__ADS_1
“Berhati-hatilah. Di dalam sana ada nona muda” seru Hasan pada Monti.
“Aku tahu” jawab Monti.
“Cepat kau tembak rodanya” perintah Hasan pada Monti yang membuat Monti mendelikkan kedua matanya.
Hal itu dilirik oleh Hasan. Dia sangat suka menggoda Monti yang pemarah.
“Lakukanlah seperti yang di film-film itu. ingat dengan hati-hati” ucap Hasan lagi dengan tersenyum menggoda Monti. Dia tahu jika Monti akan bersikap kasar jika itu mengenai musuh keluarga Atmadja. Tapi Monti selalu berhati-hati jika itu menyangkut nyawa nona mudanya.
“Cepat lakukanlah! Jika kau tidak sanggup maka aku yang akan melakukannya. Sekarang kau bergeserlah” ucapnya lagi karena Monti masih kesal menatapnya.
“Menyetirlah dengan benar. Aku akan melakukan yang terbaik” jawab Monti pada akhirnya lalu focus akan menembak roda dengan menongolkan kepalanya ke luar jendela mobil.
Vio yang rencananya akan dibawah naik helicopter dari perkebunan itu ternyata gagal. Dan kini Vio akan dibawah ke markas Black Gengster yang berada di atas lembah.
Dorrr
Shhuuutt
Tuk.
Suara kepala Vio dihantam dengan sebuah benda sehingga membuat Vio jatuh pingsan. Hal itu dilakukan oleh Prisa.
“Kau sangat hebat. Kau sungguh-sungguh wanita ular, nona” ucap pria itu.
“Diam kau!” teriak Prisa pada pria disampingnya itu. Prisa merasa muak dengan pria itu. dia ingin masalah ini segera berakhir. Dia ingin Vio segera dia serahkan pad abos Black Gengster.
Dengan kecepatan penuh, Hasan segera menabrakkan mobil lawan dari samping.
Brakkk
Lalu mobil lawan itu maju dan menambah kecepatan lagi.
“Kau lihat itu?! jika kau hanya bermain-main, akan kuadukan kau pada bos besarmu itu” kata-kata Prisa itu membuat bungkam mulut pria sontoloyo itu.
__ADS_1
Mereka lalu beradu dengan saling menabrakkan kendaraan mereka. Hingga membuat Hasan menyetir lebih kencang lagi dan berhasil menyalip kendaraan lawan lalu menghadangnya. Namun naas, tiba-tiba beberapa mobil datang dari lawan arah dan menghujaminya dengan tembakan.
Spontan Hasan melajukan mobilnya mundur dan menabrakkan mobil lawan yang ditumpangi nona mudanya itu sebagai tameng. Monti yang mengeluarkan kepalanya segera melakukan baku tembak dengan mereka para musuh.
Beruntunglah bala bantuan Vrish datang tepat waktu dari arah belakang Monti dan Hasan. Sehingga mereka ikut baku tembak terhadap musuh. Vrish yang menyalip di depan mobil musuh yang ditumpangi Vio itu menghadang di depan dan segera Vrish mengeluarkan senjata andalannya yaitu, sejenis senjata yang di desain seperti senjata AW (Artic Warefare) senjata yang biasa digunakan saat berperang. Dengan Jefery yang mengemudikannya, Vrish juga Jimy menembaki para musuh tak pandang bulu. Satu persatu mobil musuh bergelempangan dan bahkan ada yang meledak.
Sedangkan mobil yang ditumpangi Vio itu di himpit oleh Hasan dan Jefery. Tiba-tiba Hendrik menyusul dank ini posisi mobilnya ada di samping mobil yang ditumpangi Vio. Hendrik menembak lengan pengemudi itu membuat mobil itu oleng dan Prisa spontan mengambil alih kemudinya. Hendrik membuka pintu mobil dan meraih gagang pintu mobil diskursi penumpang yang terdapat Vio terlihat sedang pingsan dengan kening yang mengalir darah. Dengan usaha Prisa yang mengemudikan kesana kemari agar Hendrik jatuh, membuat Hendrik menembak lengan Prisa.
Shuttt
Tembakan melesat ke lengan Prisa. Hal itu membuat Prisa melepaskan kemudi karena tangannya terasa sakit dan panas. Tentu saja karena itu terkena senjata api dari Hendrik. Hendrik merupakan pasukan dunia gelap keluarga Pramudya yang sengaja diutus untuk membantu Vrish karena Tuan Pramudya ikut merasa bersalah atas kelakuan putranya itu.
Setelah berhasil masuk dalam mobil itu, Hendrik menendang pria tadi sehingga membuat pria itu jatuh ke tanah berguling-guling karena kendaraan yang berjalan begitu cepat. Lalu Hendrik mengambil alih mobil musuh itu memisahkan diri dari serangan baku tembak itu. Prisa yang tidak kuat menahan tembakan itu pingsan disamping Hendrik. Sedangkan mobil Hendrik kemudinya diambil alih oleh bawahannya. Hendrik berputar haluan dan membawa Vio ke rumah sakit. Sebelum menuju ke rumah sakit, sebuah ambulan datang menghampiri mereka. Ternyata ambulan itu ambulan yang diperintahkan oleh Vrish. Didalamnya terdapat Tuan Atmadja dan Tuan Pramudya di mobil lain. Mereka berhenti dan memindahkan Vio ke dalam ambulan untuk segera mendapatkan penangan secepatnya. Tuan Atmadja yang bahagia akhirnya bisa bertemu kembali dengan putri kesayangannya itu, memeluk dan menciuminya sehingga membuat Vio menggeram kesakitan dengan Vio yang masih di bawah alam sadarnya.
“Cepat kita bawa ke rumah sakit sekarang!” titah Tuan Atmadja kepada tim ambulan.
“Cepat! Cepat!” seru Tuan Pramudya pula.
“Tuan, wanita ini adalah salah satu komplotan mereka” ucap Hendrik pada Tuan Pramudya yang diangguki Tuan besarnya.
“Tuntaskan mereka!” ujar Tuan Pramudya pada Hendrik pengawal terbaiknya.
“Baik, Tuan, sesuai perintah anda!” jawab Hendrik penuh semangat. Lalu Tuan Pramudya juga Tuan Atmadja pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan menaiki kendaraan lainnya yang sudah dipersiapkan. Sedangkan Prisa dimasukkan dalam mobil pengawalnya.
Lalu Hendrik segera berbalik dan membantu tuan mudanya membantai para musuh hingga tak bersisa. Hendrik yang sudah mendapat amanat itu merasa bangga dan bahagia karena sudah lama dia tidak membantai musuhnya ini.
“Kalian akan habis tak bersisa. Akan ku babat kalian sampai ke akar-akarnya” geram Hendrik melajukan mobil yang diberikan Tuan Besar Pramudya itu. dia menyusul tuan mudanya dan bersiap untuk membabat habis para musuhnya yang selama ini meresahkan dunia bawah.
Hendrik yang sudah berada diantara tuannya, ikut serta melakukan baku tembak dengan terus memajukan kendaraannya sehingga membuat para musuh terkalahkan. Setelah peperangan itu usai dan semua mayat-mayat yang bergelimpangan itu segera diurus oleh pihak kepolisian yang sudah Vrish percayakan pada sahabatnya. Kejadian itu akan dibuat sebuah kecelakaan beruntun.
“Tuan, bos Black Gengster berhasil melarikan diri. Nona muda Atmadja sudah ditangani para dokter beserta taun besar juga tuan Atmadja” ucap Hendrik setelah peperangan usai dan mengecek semua para musuh. Para anak buahnya juga banyak yang menjadi korban.
“Aku tahu. Dia akan melakukan itu. Bereskan semuanya. Dan berikan santunan pada keluarga korban. Katakan yang sejujurnya pada mereka. Resiko pekerjaan mereka. Aku akan ke rumah sakit sekarang” ucap Vrish pada Hendrik lalu pergi meninggalkan lokasi kejadian dan berniat untuk menuju ke rumah sakit.
“Baik, Tuan” jawabnya patuh. Lalu dia memberi perintah pada teman barunya, Jimy, Monti, Hasan. Dengan Jefery dia sudah saling mengenal. Martin tidak ikut berperang melawan musuh karena saat ini, Martin ditugaskan untuk menangani masalah perusahaan yang sengaja dibuat oleh Black Gengster untuk mengalihkan rencananya dalam penculikan Vio itu. Vrish yang mengetahuinya lewat pelacaknya di system jaringannya itu setelah berhasil menemukan system penjaringan perusahaannya eror Vrish menyelidikinya dan ternyata semua itu ulah dari Black Gengster sebelum berangkat berperang untuk mengalihkan Vrish. Martin yang dapat diandalkannya itu pun sudah melakukannya dengan lancar setelah mendapat bantuan dari Farel. Vrish yang saat menyusul Vio dalam perjalanan melawan musuh itu mendapat kabar dari Martin bahwa dia kewalahan, Vrish tiba-tiba teringat bahwa hanya Farel yang sanggup melakukannya maka Vrish menelpon Farel. Mendengar kabar itu, Farel langsung terbang dijemput helicopter keluarga Vrish dan dalam waktu yang singkat Farel tiba di perusahaan Vrish.
__ADS_1