
Sesampainya di apartemennya Vio ketika Vrish hendak mengeluarkan kaki jenjangnya dari mobilnya, Vio berujar.
“Mau kemana kau? Tidak usah mengantarkanku masuk. Aku bisa sendiri” bergegas Vio keluar dari mobil dan melangkah jauh masuk ke dalam apartemennya. Ya, Vio akhirnya minta di antarkan ke apartemennya. Dia khawatir orang rumah akan memberondongnya dengan banyak pertanyaan.
Namun Vrish tetap tidak tinggal diam. Vrish menggandeng tangannya cepat. Saat Vio mengibaskan genggamannya justru hal itu semakin mempererat cengkraman Vrish.
“Lepaskan tanganmu!” sentak Vio.
“Lihat” Vrish menunjukkan genggaman tangannya yang menyentuh lengan bajunya Vio, tidak menyentuh langsung kulitnya. Setelah lift mengantarkan mereka ke tempat tinggal Vio, akhirnya mereka sampai juga di apartemen mewah itu. Vrish hanya keluar lift dan tidak mengikuti Vio karena Vrish melihat saat dia akan melangkahkan kakinya mengikuti Vio ada seorang laki-laki yang pernah dia selidiki tampak ingin menghampiri Vio. Saat Vio hendak memasuki pintu apartemennya dan memencet kode pintunya, seorang laki-laki menghampiri mereka.
“Jadi benar bahwa kamu simpanannya?! Heh! Ternyata kamu sama saja dengan mereka” raut muka penuh amarah dan cemburu itu sudah menguasai Prayoga tampaknya. Entah kenapa saat ingin mengucapkan sesuatu yang baik pada Vio, mulut Prayoga justru ingin mengutuknya. Karena dilihatnya Vio pulang sepagi ini. Meskipun hal itu bukanlah urusannya dan jika dia tahu bisa saja Vio pulang dari mansionnya, namun sayangnya Prayoga tidak tahu akan hal itu. Akal sehatnya sudah diselimuti dengan kecemburuan. Apalagi saat Vrish pergi meninggalkan acara waktu itu, dia secara tidak sengaja melihat kepergian Vio dan Vrish yang mengikuti arah laju mobilnya Vio. Hatinya sangat sakit.
“Apa tidak terbalik? Kamu membawa simpananmu itu di sini? Kalian hidup satu atap tanpa ikatan yang sah. Hidup macam apa itu?” kata Vio menyeringai. Hatinya yang sakit mendengar hinaannya itu dikuasai dengan tenang.
“Kalau bukan karena pertemuan kita tertukar waktu itu, pasti kita sudah bersama saat ini. Namun ternyata, takdir berkehendak lain. Sepertinya Allah memiliki rencana yang terbaik bagiku. Sehingga Allah memperlihatkanku bagaimana kamu yang sebenarnya” lanjut Vio menatap Prayoga.
Vrish yang ada di belakang mereka hanya memperhatikannya saja. Dia tahu bahwa gadis di depannya itu mampu mengatasinya. Tampaknya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
__ADS_1
“Aku tahu itu. Aku yang salah tidak mempertahankanmu. Melepasmu begitu saja” ucapan Prayoga yang tampak penyesalan itu disela Vio.
“Jika kamu memang benar-benar mencintaiku, waktu itu kamu tidak menuduhku yang bukan-bukan dan kamu akan tetap mencariku. Tapi, kamu sekarang justru sudah memiliki calon istri. Begitu cepat kau melupakanku. Atau mungkin kau hanya mempermainkanku?! Seperti yang orang lain bilang, dunia maya itu hanya sebuah permainan”
“Aku yang mencegahnya untuk mencarimu” suara itu tiba-tiba terdengar dari dalam apartemen milik dokter Indra.
“Karena aku tidak mau dia mencarimu. Kamu tahu bahwa pacar yang tertukar itu aku? Aku yang memintanya untuk melupakanmu karena seperti yang kamu bilang bahwa dunia maya itu hanya permainan. Dan kamu benar. Saat aku tidak menemukan pacar onlineku, aku menyerah untuk mencarinya. Apalagi aku tidak tahu bagaimana rupanya. Tapi saat bertemu dengannya, aku menginginkannya. Lagi pula, hubungan online itu tidak selamanya nyata bukan?! Buat apa kamu mempertahankan hal yang tidak nyata itu” ucap Prisa sinis dan penuh penekanan itu agar Vio tahu bahwa Prayoga adalah miliknya.
“Itu bagimu. Tapi tidak bagiku” balas Vio.
“Apa itu artinya masih ada kesempatan untukku berubah?” ucap Prayoga senang mendengar ucapan Vio itu dan segera meraih tangan Vio. Hal itu ditangkis Prisa dan tanpa sadar lelaki yang berdiri di belakang mereka tanpa mereka sadari mengepalkan kedua tangannya kesal. Tampak amarah di raut wajahnya hingga otot-otot di wajahnya terlihat. Ingin rasanya segera pergi dari sana namun, dia ingin mendengar lebih jauh lagi. Dia juga Nampak terkejut mendengar pengakuan wanita yang bernama Prisa itu. Ternyata Prisa yang berkenalan dengannya di toilet itu adalah Prisa pacar onlinenya. Sekarang diamendengar sendiri bahwa benar apa yang dikatakan bawahannya saat menyelidikinya. Hanya seorang materialistis dan tamak.
“Tunggu! Kenapa aku tidak sadar jika dia mirip dengannya waktu pertemuan pertama kami? Apakah karena dandannya yang menor atau saat itu pikiranku sudah dikuasai oleh wanita perkasa itu?” batinnya lagi.
“Maaf. Sayangnya tidak ada” jawab Vio tegas kemudian masuk dalam apartemennya dan mengunci pintunya.
“Vi! Maafin aku, Vi! Buka Vi. Aku ingin bicara denganmu!” gedor Prayoga pada pintu apartemen Vio.
__ADS_1
“Sudahlah. Ayo masuk! Ngapain kamu mengharapkannya?! Dia tidak lebih baik dariku. Jika dia memang mencintaimu, dia akan membantu kesuksesanmu. Tapi mana buktinya. Selama kau pacaran dengannya meskipun online, bisnismu tidak bertambah maju. Tapi jalan ditempat! Ayo masuk!” seret Prisa ke dalam apartemen milik Indra itu.
Vrish yang melihat itu merasa lega. Hanya dia merasa kesal setelah mengetahui siapa Prisa dengan telinganya sendiri dan pengakuan Vio dari mulutnya sendiri. Dia merasa kesal karena perasaan Vio itu sangat dalam pada Prayoga. Sedangkan dengan Prisa, dia merasa kesal karena ternyata Prisa hanya menganggap semua ini seperti game yang dia mainkan bersama Prisa dulu. Kini akunnya telah dia hapus semenjak dia menyelidiki wanita ular itu. Kemudian Vrish pun pergi meninggalkan apartemen itu.
Sedangkan dibalik pintu apartemen Vio, Vio tergugu badannya merosot ke lantai. Apa yang dia tangisi hanyalah penyesalan. Sebuah penyesalan karena sudah percaya dengan pacar onlinenya selama ini. Jika pacar onlinenya tidak bisa mempertahankannya seperti yang pernah terjadi pada seseorang yang dia dengar dari temannya dulu. Ternyata dia sudah mengenal lelaki yang lemah. Segera dia bangkit dari duduknya di lantai dan mengusap air matanya.
“Air mataku terlalu mahal untuk dibuang. Baiklah. Ternyata kamu adalah perempuan pacar dari Vrish. Sekarang kita lihat. Bagaimana aku akan menaklukkan lelaki dingin itu. Clara, Prisa lihat nanti. Aku akan memenangkan permainan ini. Kalian ingin mendapatkannya bukan?!” dengan senyuman miringnya dia berkata lalu berjalan ke kamar mandi.
Sebenarnya di acara pembukaan supermarket besar itu dia melihat dan mendengar Prisa menghampiri Vrish ketika dia hendak ke toilet. Dia kembali ke gedung itu, karena dia ingin membuang air kecil yang tidak bisa dia tahan, namun ketika hendak masuk dia melihat sekelebat lelaki yang ingin dia hindari.
Namun ketika kakinya akan melangkah dia mendengar Prisa memperkenalkan dirinya dan menggoda Vrish. Setelah itu Vio berjalan kembali keluar lewat pintu samping yang dekat dengan toilet itu dan setelah berjalan agak jauh, tepat ketika itu, Monti sudah menjemputnya.
Di dalam apartemen Prisa dan Prayoga.
“Jadi kau hanya ingin menjauhkanku dengannya? Jahat sekali kamu” amarah Prayoga rasanya ingin mencekik leher Prisa. Kini perjuangannya telah sia-sia. Sudah jelas bahwa Vio kini menolaknya.
“Ya. Memang aku mencegahmu. Coba kamu pikir! Dunia online itu tidak selamanya benar dan nyata. Seperti cintaku dan pacar onlineku. Realistis seharusnya kamu itu. Sekarang ada aku yang memujamu, kenapa kamu harus sibuk memperjuangkannya? Atau kau juga hanya mempermainkanku saja? Kau hanya memanfaatkanku hanya demi kepentingan bisnismu?” balas Prisa tak mau kalah emosi.
__ADS_1
“Kau. Kau yang sudah memanfaatkanku untuk kepentinganmu sendiri. Kau mendekatiku karena aku punya bisnis mini market bukan sedangkan pacar onlinemu yang tidak jelas itu, kamu sudah menyerah hanya karena melihat bisnisku bukan. Hanya karena kepintaranmu melobi para bedebah itu dengan bujuk rayumu itu dengan kau memuaskan mereka bisnisku sekarang menjadi maju. Bukankah aku tidak pernah memintamu untuk melakukan itu semua?! Lalu kenapa kau mengungkitnya? Sedangkan apa yang kau minta selalu aku turuti. Bahkan kau meminta dua mini market cabang di kota kita. Bukankah aku juga dengan mudahnya memberikannya padamu? Apa kamu tahu kenapa aku memberikannya padamu? Itu karena dua mini market itu hasil jerih payahmu sendiri. Kau yang mencari sumber dana dan berbagai bantuan. Kenapa? Apa kau sekarang baru ingat? Kenapa? Kau bingung dari mana aku tahu dengan hasil lobianmu itu? Itu karena saat itu aku tidak sengaja bertemu dengan partnermu yang berpesan berpesan padaku dan menceritakan semua itu padaku” jelas panjang lebar Prayoga dengan meluapkan semua emosinya.
“Itu tidak benar. Buktinya kau yang sudah me****waniku bukan? Kau juga lihat sendiri kan? Aku memang selama ini melobi dengan cara kotor tapi aku selalu berusaha untuk menjada mahkotaku hanya untuk kamu” jawab Prisa menyalak. Kemudian Prisa pergi mengambil jaket dan tasnya lalu pergi meninggalkan apartemen itu.