
Lima tahun sudah meninggalnya Rena. Kini Raykanda sudah tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang tampan dan cerdas berkat didikan Vio. Hampir lima tahun juga mereka bertiga berada di luar negeri sesuai perintah papinya dulu. Asistennya, Ranti ikut bersama mereka berdua. Vio yang memperlakukan Ranti seperti Rena merasa sangat bahagia dan bangga berada disamping nona mudanya selama ini. Dia tidak pernah menduga nona mudanya yang dulu dingin kini berubah meskipun didepan mereka berdua, Re dan Ranti.
Setelah Rena di makamkan waktu itu, para pelaku diserahkan pada pihak yang berwajib. Berkat Vio, para pelaku cepat ditemukan. Dan mereka dijatuhi hukuman yang setimpal. Ternyata para pelaku itu adalah saudara Fifi yang membalas dendamnya karena akibat bermasalah dengan Rena, kakaknya dibuang oleh Vio. Dan Ranti yang mengurus semuanya. Kini semua urusan dunia bawah dia serahkan pada Ranti dan Jimy.
Sebenarnya mami sama papi melarang Vio untuk membawa baby Re kala itu. Namun, Vio sudah berjanji bahwa dia akan menjaga dan merawat baby Re seperti anak kandungnya sendiri maka papi sama mami mengantarkannya dengan jet pribadinya setelah satu minggu meninggalnya Rena. Ya karena kematian Rena kepergian Vio keluar negeri diundur.
“Onty, kapan mami pulang? Mami sudah berjanji kalo hari ini kita akan pergi ke tempat bermain. Tapi malah pergi menemui klien-kliennya” ucap Re yang memberengut.
“Ihh, pria tampan. Lucunya jika bibirnya manyun gitu. Gemes deh onty. Sabar. Mami pasti sebentar lagi pulang” bujuk Ranti gemas.
Ranti ditugaskan dari rumah karena untuk menjaga dan merawat Re. untuk semua pekerjaan kantor, bisa dia kerjakan dari rumah bila Re bisa ditinggal. Namun jika tidak, maka dia akan melaporkan pada nona mudanya dan Vio yang akan menyelesaikannya.
“Onty, jika nanti kita pulang ke Indonesia, mami akan mengajak Re menjenguk mama. Re pengen lihat mama dari dekat. Selama ini hanya dari panggilan video dari kakek, opa atau oma” ucap Re berubah berbinar jika menyangkut mamanya.
“Tentu saja sayang, Re pasti akan melihatnya. Mama Re pasti juga ingin bertemu sama Re. Tapi jika Re rindu sama mama Re, Re berdoa minta sama Allah supaya mama berada di tempat yang paaaaling indah bersama nenek juga papa Re. Dan kelak Re juga bisa berkumpul bersama mereka” kata-kata Ranti membuat Re bingung.
“Berkumpul? Maksud onty apa itu? Apakah Re bisa berkumpul dengan mereka?” kali ini Ranti yang dibuat kebingungan dengan pertanyaan Re.
“Mmm maksud tante jika Re selalu mendoakan mereka maka mama, nenek juga papa akan hadir menemui Re meskipun itu di dalam mimpi Re. Begitu sayang. Sekarang ayo kita bersiap-siap sebentar lagi mami akan sampai rumah. Dan kita akan pergi jalan-jalan hari ini. Besok pagi Re sudah masuk sekolah kembali. Hm” kata Ranti mengalihkan pembicaraan dia tidak mau Re bertanya lagi tentang mamanya. Karena khawatir tidak bisa menjawab berbagai pertanyaan dari si cerewet itu.
Tidak berselang lama, Vio pulang. Betapa bahagianya Re jika Vio pulang. Mami yang sangat menyayanginya itu selalu sibuk bekerja. Meskipun begitu, jika Re memintanya untuk diam di rumah, maka Vio akan menurutinya. Hanya saja Re yang selalu pengertian dan berpikiran dewasa persis seperti mamanya, Rena, akan mengatakan jika mami dirumah terus nanti kita akan makan sama apa, Re juga tidak akan bisa sekolah.
__ADS_1
“Mamiii!” Re berseru menghampiri Vio yang baru pulang lalu memeluk kaki jenjang maminya itu yang baru pulang.
“Assalamu’alaikum pria gantengnya mami! Mmmuachh pria mami yang paling tampan. Kesayangan semua orang. Sudah siap ternyata nih anak mami. Eleh-eleh sudah tampan nih” cubit Vio di hidung mancungnya Re. Vio mensejajarkan tingginya dengan Re. Jika menjanjikan sesuatu pada Re maka dia akan menunggu orang yang membuat janji itu di ruang tamu. Ya setelah bersiap Re menunggu Vio di ruang tamu.
“Wa’alaikum salam. Ih mami apa-apaan sih. Suka sekali mencubit hidung Re. Re itu sudah besar. Dan Re juga memang tampan. Kalau tidak tampan maan mungkin teman-teman Re suka sama Re” jawab Re seperti orang dewasa saja. Ketampanan Re memang persis sama Rena. Tapi semakin kesini, jika diperhatikan dengan seksama lama-lama Re justru semakin mirip dengan Vio. Mungkin karena kasih sayang dan kedekatan mereka bagai ibu dan anak kandung sendiri jadi kemiripan itu bisa muncul. Biasanya sih begitu ya gaess.
“Wah wah wah, apakah sekarang anak mami ini sudah besar sehingga tidak mau dicubit lagi?” goda Vio.
“Mami, kalau dicubit ya sakit. Jelas Re tidak mau. Biar Re saja yang mencium mami” kemudian Re mencium maminya dengan penuh kasih sayang. Re sangat menyukai bau harumnya tubuh maminya. Bahkan jika tidur saja harus maminya yang memeluknya. Jika tidak, maka ia tidak akan pernah bisa memejamkan matanya.
“Aduh aduh kenapa membuat onty iri ya? Onty tidak pernah dicium oleh Re seperti itu” Ranti yang muncul dari dalam kamar pun menggoda Re gemas.
“Salah onty sendiri baunya onty tidak seperti harumnya mami. Re sangat menyukai mami” Re mengejek Ranti dengan menjulurkan lidahnya.
“Jangan lama-lama mami. Re sudah kapuran nih menunggu mami” sungut Re.
“Iya, sebentar saja” jawab Vio segera berlalu.
Kini Ranti menyiapkan segalanya ke bagasi mobil. Rencananya mereka akan pergi ke taman bermain di sebuah kota besar dimana taman itu terkenal di dunia. Mereka akan pergi menginap di kota itu supaya Re tidak kelelahan karena jarak dari tempat mereka tinggal saat ini memakan waktu dua jam.
“Ayo kita pergi sekarang” ajak Vio dan mereka bertiga pun keluar rumah. Mereka tinggal di sebuah rumah mewah milik Vio sendiri. Sedangkan perusahaan yang Vio tangani kini berkembang cukup pesat dan memiliki klien besar dan ternama. Untuk perusahaan brandnya sendiri masih dia tangani hanya dia bekerja dibalik layar. Semua dia serahkan oleh Ranti. Makanya Ranti bekerja sambil di rumah. Sebenarnya Vio sudah pernah menyewa baby sitter untuk menjaga Re. Tapi Ranti sendiri yang memintanya untuk menjaganya di rumah. Dia memilih bekerja dari rumah jika diijinkan oleh Vio. Karena Ranti tidak mau, Re berada di tangan orang yang salah. Dan Vio setuju. Justru itu membuatnya bangga pada Ranti. Maka dari itu perlakuan Vio terhadap Ranti berubah hangat. Vio memang orang yang hangat namun dia hanya menunjukkan sikapnya itu terhadap orang terdekatnya saja. Dan yang tulus tentunya.
__ADS_1
Setelah perjalanan dua jam lamanya, mereka bertiga telah sampai di tempat bermain yang sangat besar itu. Banyak permainan yang disukai oleh Re. Re sangat senang melihat permainan-permainan ini semua seperti yang dia lihat di internet itu.
“Bagaimana? Apakah anak mami suka?” tanya Vio menggendong Re.
“Mi, turunkan Re dulu. malu dilihat banyak orang. Re sudah besar mami” ucapan Re itu mengundang tawa Vio dan Ranti. Lalu Vio menurunkannya.
“Terimakasih mami. Re sangat menyukainya” jawab Re tersenyum lebar bahagia.
“Ren, kamu bisa lihat kan putramu? Dia sekarang sudah tumbuh besar dan lucu. Dia juga tampan. Pasti banyak gadis nanti yang menyukainya. Pikirannya juga dewasa sepertimu. Semoga dia bisa tumbuh menjadi anak yang kuat dan tangguh sepertimu, Ren. Aku akan pastikan itu. Terimakasih kau sudah menghadirkkan dia untukku” Vio membatin dan tersenyum. Senyuman itu dilihat Re dan membuat Re bingung.
“Mami kenapa tersenyum sendiri?” celoteh Re membuyarkan lamunannya.
“Mami hanya teringat sama mama Rena sayang. Pasti mama Rena sangat bahagia disana. Tersenyum melihat Re sehat dan ceria seperti ini” Vio yang mensejajarkan tingginya itu memeluk Re.
“Sudah mami, jangan peluk-peluk Re di depan umum. Re malu mami. Re juga tahu, pasti mama nenek dan papa sangat bahagia melihat Re disini. Karena Re selalu berdoa untuk mereka” jawaban Re itu membuat hati Vio tersentuh. Anak sekecil itu sangat dewasa pemikirannya. Dan dia juga tidak pernah menangisi mamanya. Jika dia merasa rindu sama Rena, Re pasti menyuruhnya pulang dan ingin berada di dalam pelukannya meskipun sampai berhari-hari. Re termasuk anak yang pengertian dan dewasa meskipun usianya baru lima tahun. Re akan selalu bercerita pada Vio ataupun Ranti. Tapi meskipun sehari-hari bersama Ranti, tapi Re tidak pernah menutupi semua yang dia rasakan pada Vio.
Kemudian mereka bermain sepuasnya. Vio dan Ranti lupa akan usianya. Mereka selalu mengikuti kemana perginya Re. Anak kesayangan semua orang itu, hari ini merasa sangat bahagia. Setelah merasa capek mereka pulang ke hotel yang sudah Vio pesan sebelum berangkat. Mereka menginap di sebuah hotel mewah.
“Nona, bukankah besok pagi Re harus sekolah? Kenapa harus menginap disini nona? Mengapa kita tidak pulang?” Ranti bertanya bingung apalagi dia sudah mengatakan bahwa Re besok pagi berangkat sekolah. Pantas saja nona mudanya memintanya mengemas pakaian Re banyak sekali. Dia sebenarnya sudah menebaknya. Hanya dia bingung apa yang akan dipertanyakan si bocil kesayangan semua orang besok pagi.
“Sudah kamu ikuti saja. Besok pagi Re tidak usah masuk dulu. Aku sudah minta ijin sama gurunya” ucapan Vio itu tidak bisa di debat lagi.
__ADS_1
Karena merasa kelelahan setelah mereka bersih-bersih diri, mereka merebahkan tubuh mereka ke atas ranjang. Dan seperti biasa, Re akan selalu tertidur dalam pelukan Vio dengan Vio sebagai gulingnya. Ibu dan anak itu terlihat lelah dan bahagia. Itu yang dilihat Ranti saat ini. Setelah itu Ranti merebahkan dirinya juga di atas ranjang di ranjang yang satunya lagi. Dia juga merasa lelah. Baginya hari-harinya bersama nona mudanya adalah hari-hari yang menyenangkan dan membahagiakan. Selama ini dia juga tidak pernah berpikiran untuk berpacaran atau menikah. Karena jika nona mudanya belum menikah baginya pengabdiannya pada nona mudanya sangatlah yang utama. Jika nona mudanya sudah menikah mungkin dia juga akan mencari pendamping hidupnya. Tapi saat ini dia belum memikirkan itu.