Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 27 Foto cincin tunangan Vrish


__ADS_3

Dua hari setelahnya.


Setelah Vrish pergi meninggalkan dalam negerinya tadi malam menuju negeri Erland demi mengungkap kecurangan didalam perusahaan papanya di negeri itu.


"Vi, tolong kamu hubungi asistennya tuan Adijaya. Bagaimana dengan jadwal yang kamu kirim itu. Apakah ada koreksi dari tuan Adijaya?" panggilan telepon Farel dari dalam ruangannya.


"Baik, Pak" jawab Vio.


Segera Vio meraih gagang telepon dimejanya.


"Halo! Selamat pagi bisa bicara dengan asisten Martin?"


"Baik" beberapa detik Vio menunggu panggilan extention di kantor Vrish.


"Halo" jawab dari seberang telepon suara asisten Martin.


"Selamat pagi tuan Martin! Mohon maaf mau menanyakan perihal jadwal dari kami apakah terdapat koreksi dari perusahaan Abadi?" sahut Vio.


Setelah konfirmasi jadwal, Vio segera melangkah ke ruangan Farel sang kepala Divisi.


Vio masuk setelah mengetuk pintu dan diijinkan masuk.


"Maaf mengganggu waktunya, pak! Mau menyampaikan bahwa jadwal tidak ada koreksi semua bagus dan harus berjalan sesuai dengan rencana sebelumnya" lapor Vio.


"Bagus" jawab Farel tersenyum senang.


"Tapi pemiliknya sedang pergi ada urusan, pak. Jadi sementara proyek kerjasama kita ditangani asistennya" lanjut Vio yang membuat Farel tidak terpengaruh akan berita itu. Baginya kerjasama itu tetap berjalan karena sudah dilimpahkan kepada asisten yang kemampuannya juga sudah tidak diragukan lagi.


Setelah Vio melaksanakan tugasnya dan laporan kepada Farel, waktupun berjalan dengan cepat. Tak terasa waktunya pulang.


Vio pulang naik taksi. Dia kalau lagi malas menyetir pasti akan naik taksi. Karena merasa lelah dan jenuh, Viopun memberhentikan taksinya ke sebuah taman dimana ditengahnya terdapat air mancur yang menari dengan sangat indah. Di sekeliling air mancur itu terdapat kolam ikan.


Sore itu di taman indah itu penuh dengan keramaian orang-orang yang mungkin melepas penatnya sepulang dari kerja, banyak juga yang dari pasangan yang sudah memiliki anak, ada juga yang sepasang kekasih.


Dengan cahaya matahari yang memberi sinar kehangatan di sore itu, tampak seorang lelaki yang sedang memperhatikan Vio dimana lelaki itu juga sedang berada di taman seorang diri.


Tampak lelaki itu menyapa Vio.


"Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumussalam warahmatullah" karena sapaan salam itu Viopun menoleh.


"Dokter Indra!" senyum Vio. Ya rupanya Vio sudah mengenal dokter Indra, sahabat Prayoga. Hanya saja Indra tidak tahu jika yang dimaksud Prayoga adalah Vio yang ada didepannya. Karena Prayoga tidak pernah memberi tahu foto gebetannya di dunia ghaib itu.


Siapa yang tidak mengenal dokter Indra, seorang dokter terkenal di kota ini. Dokter yang terkenal ramah dan wajahnya yang tampan bak anime. Serta dokter yang masih tergolong muda diusianya yang kariernya tergolong sedang naik daun itu.


"Sama siapa di sini?" tanya dokter Indra dengan senyum merekah.


"Sendirian, dok" jawabnya.


"Kalau di luar rumah sakit jangan panggil dokter. Tapi panggil nama saja atau yang pantas saja" disertai tawa renyah si dokter.

__ADS_1


"Baiklah" Vio memang selalu santai dalam menanggapi orang lain. Dia tidak mau terlalu dibawa perasaan atau berpikir terlalu keras. Baginya semua bisa dilihat dari sorot matanya yang tajam itu.


Senyum si dokter Indra sangat merekah bak terangnya cahaya matahari di petang hari.


"Maaf sebentar ya" sahut Indra yang ponselnya berdering.


"Assalamu'alaikum" jawab Indra ketika terdengar dengan sempurna karena Indra tidak pergi menghindar hanya minta ijin saja kepada Vio untuk mengangkat panggilan telepon.


"Baiklah. Kamu hati-hati ya...iyaa tenang saja kamu pasti akan berjumpa dengannya lagi. Sudah dulu ya aku masih diluar...Sampai jumpa" panggilanpun berakhir.


Panggilan itu dari Prayoga yang tak lain hanya menagabarkan kondisinya saat ini. Tampaknya dia menyesali perbuatannya yang sudah meninggalkan Vio. Namun, hanya Indra saja yang tahu.


"Bolehkah kita berfoto? Karena tampaknya sore ini sangat indah. Akan sia-sia jika kita melewatkannya begitu saja. Bukankah begitu?" pinta Indra. Sebenarnya semenjak Indra mengenal Vio sebagai pasiennya kala itu, Indra merasakan bahwa ada yang berbeda dari Vio bila dibandingkan dengan banyak perempuan yang sudah ia kenal. Hatinya selalu bergetar. Mungkin dia sudah jatuh cinta. Hanya saja dia tak berani mengungkapkannya.


"Mmmm..boleh. Kita minta tolong saja sama orang lain. Mbak bolehkah minta tolong untuk difotokan sebentar?" ucap Vio pada Indra lalu kebetulan ada yang lewat, Viopun meminta tolong.


"Baiklah" jawab perempuan itu.


Kemudian mereka difoto dengan hasil yang sempurna.


"Kalian sepasang kekasih ya? Ayo bersandinglah lebih dekat supaya tampak mesra" tanya perempuan itu yang tidak tahu menahu dan asal ceplos saja. Bagaimana tidak, mereka meminta difoto berdua siapapun tahunya mereka sepasang kekasih lah.


"Bukan"


"Bukan" seru mereka berdua berbarengan. Dengan wajah memerah Indra, sangat membuatnya merasa malu.


"Mmm difoto biasa saja mb" lanjut Vio kemudian tersenyum. Kemudian si perempuan itu hanya menganggukkan saja.


"Sempurna. Bagus semua foto-fotonya. Wah mbak hebat banget. Terimakasih ya mb" ucap Vio. Gambar-gambar itu diambil dengan menggunakan ponselnya Indra.


"Sudah aku kirim gambarnya" kata Indra.


"Terimakasih" jawab Vio.


"Baiklah waktunya hampir gelap. Kalau begitu aku ijin pulang dl" lanjut Vio lalu beranjak berdiri. Dengan diserti anggukan dari Indra, Viopun berlalu melewatinya.


Ketika Vio pulang, Indra mengunggahnya di medsos. Dengan caption "Hari yang Indah" dengan wajah Vio yang ditutupi dengan stiker. Akunnya langsung dibanjiri dengan tanda tanya dari banyak penggemar si dokter tampan itu. Banyak yang kecewa namun banyak juga yang mendukung supaya segera dihalalkan.


"Ahhh...patah hati berjamaah nih" salah satu akun penggemar dokter Indra.


"Dokter ganteng, siapa dia? Kenapa ditutupi wajahnya? Pasti cantik ya" akun yang lain.


"Dokter Indra, wajah cantiknya jangan ditutupi dong. Biar kami tahu siapa dia"


"Wah, dokter tampan membuat kita kecewa nih. Kirain jomblo ternyata sudah ada yang punya" disertai emot menangis.


"Dokter, segera dihalalkan saja jika tidak nanti aku ambil lo" disertai emot ketawa.


"Halalkan saja, dok. Sebelum direbut orang"


Begitulah banyak komentar di postingannya.

__ADS_1


Indra hanya tersenyum. Setelahnya dia pun kaget ketika ada seseorang yang nimbrung komentar.


"Wah bro, begitu ya ga cerita siapa sih yang berhasil merebut hatimu dariku?" disertai emot tertawa lebar dan marah. Siapa lagi kalau bukan Prayoga.


Lalu setelahnya Indra menjawab dengan emot tertawa dengan santainya. Semua itu membuat banyak protes dari warganet.


Dilain sisi. Vio yang tidak tahu menahu tentang berita heboh si dokter tampan itu pun sampai di apartemennya. Lalu setelah dia membersihkan dirinya, karena merasa gabut dia iseng mengunggah foto yang dikirim dokter Indra tadi. Namun Vio unggah foto yang diambil dari belakang. Dengan caption "Tak sengaja ketemu si artis". Hal ini mengundang komentar dari Vrish dan Farel serta Siska.


"Wah adik kecilku ini tampak hepy ya. Awas aja kalo macam-macam gua jitak lo" komentar Farel. Komentar ini dibalas Vio dengan stiker anak lari.


"Alhamdulillah ketemu tambatan hati ya, Vi. Awas aja kalo ada yang jitak. Gua jitak balik palanya" komentar Siska. Komentar ini mendapat jawaban dari Vio dengan emot ketawa.


"Siapa!" komentar si pria aneh bagi Vio. Viopun terbelalak matanya. Seolah tidak percaya si pria dingin itu memberikan komentar.


"Sejak kapan dia mengikuti medsosku?" batin Vio.


Sebenarnya waktu itu Vio tidak sengaja mengklik pertemanan dengan Vrish ketika secara tidak sengaja terpampangnya begitu jelas aktivitas dari si pemilik akun Vrish itu.


"Hey! Mengapa kau tidak jawab komentarku? Sedangkan dengan mereka kau menjawabnya!" sebuah pesan masuk ke dalam aplikasi belogo kotak itu.


"Suka-suka aku lah mau jawab atau tidak. Lagian kenapa kamu bisa berteman denganku?" balas Vio tak kalah sewot.


"Kamu sendiri yang meminta pertemanan. Jangan pura-pura amnesia kau!" balas Vrish.


"Enak aja ngatain aku amnesia" jengkel Vio.


Lalu dibiarkan saja pesan itu.


"Tumben cowok aneh itu kirim pesan banyak banget" lirih Vio.


Kemudian komentar Vrish tadi dijejali sebuah foto dua tangan yang sudah memakai cincin seolah cincin pertunangan oleh Vrish. Ya, foto itu jelas saja foto tangan Vrish dan Vio waktu terjadi perdebatan di sebuah cafe Cinta. Ceritanya waktu itu, Clara tidak percaya bahwa mereka tunangan sesungguhnya. Jadi ketika Vio sudah sampai di apartemennya seorang bawahan Vrish mengirimkan sebuah kotak perhiasan berisi cincin lalu Vrish memintanya untuk difoto dan dikirim balik ke Vrish untuk membuktikan kepada Clara. Sepasang cincin couple dengan milik Vrish.


Tentu saja hal itu membuat Vio malu dan marah.


"Ngapain kamu kasih gambar itu? Bukankah hanya pura-pura?" pesan Vio marah.


"Siapa bilang itu hanya pura-pura? Bukankah aku kirim cincin itu untuk kau pakai? Dan bukankah selalu kamu pakai?" balas Vrish.


Namun Vio menoleh pada jari manisnya yang memakai cincin tunangan dari Vrish. Sangat indah cincin yang bermata berlian itu. Saat akan dilepas, pesan Vrish masuk.


"Jangan kamu lepas! Awas saja jika kamu melepasnya. Meskipun aku tidak disana aku tetap akan mengawasimu" pesan Vrish seolah-olah tunangan sesungguhnya. Bagi Vrish memang tidak penting mau dilepas atau tidak. Tapi entah kenapa kata-kata itu mendorongnya untuk disampaikan.


Dan pesan itu berhasil membuat Vio ketakutan. Vio juga merasakan entah perasaan apa itu, semenjak memakai cincin itu hatinya merasa nyaman dan tenang. Makanya Vio lupa dengan maksud yang sebenarnya kenapa Vrish memberinya cincin.


Foto Vrish mengundang banyak tanda tanya. Namun baik Vrish dan Vio pun enggan mengomentarinya.


"Hey adik donat! Kenapa tunangan gak bilang-bilang sama kakakmu dulu!" komentar Farel dengan emot marah.


"Alhamdulillah akhirnya ada yang menghitbah adikku yang cantik ini" imbuh Siska.


Semua itu tidak dibalas oleh Vio. Vio harus mentiapkan jawaban pada pertanyaan dan kemarahan kakak angkatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2