Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 22 Menjadi Tunangan Dadakan


__ADS_3

Pertemuan singkat Vio dan Vrish kala itu merupakan hal biasa bagi Vio. Hanya ketika berdekatan dengan laki-laki itu seperti ada magnet yang menariknya. Tapi Vio tidak menyadarinya kenapa. Mungkin karena di dalam hatinya sudah ada rasa kecewa sehingga membuatnya seolah mati rasa.


Kembali ke dunia Vio di kantor.


"Hei ayo segera kita bergegas menyelesaikan jadwalnya, Vi!" seruan Farel menyadarkan lamunan Vio tentang pertemuannya dengan Vrish.


"Ngalamun aja kerjaanmu. Aku potong gajimu biar tahu rasa kamu! Coba katakan apa yang kau pikirkan? Apakah tentang pujaanmu itu? Ngomong-ngomong gimana ceritanya hubungan kalian itu?" lanjut Farel menggoda.


"Ishh" sungut Vio.


Waktu berlalu begitu cepat. Waktunya pulang kerja. Tak lupa Vio mampir ke salah satu mini market dekat dengan apartemennya.


Disaat berbelanja Vrish melihatnya. Diapun mengikuti Vio. Seolah-olah merasakan ada yang mengikutinya Viopun menoleh mencarinya. Tapi tidak ada siapapun. Vrish bersembunyi.


"Sepertinya ada yang mengikutiku. Aku harus cepat-cepat" batin Vio.


Dengan langkah cepat Vio segera menuju ke kasir. Setelah membayarnya Vio segera pulang dengan tergesa-gesa.


Namun di tengah perjalanan, jalan Vio dihalangi oleh para preman lokal.


"Hei gadis cantik. Bagi uangnya dong!" kata salah satu premannya.


Vio hanya melihatnya lalu "Kalo mau uang bekerjalah dengan benar".


Untung Vrish mengikutinya jadi melihat dan mendengar itu semua.


Tanpa babibubebo para preman itu menyerang Vio. Saat hendak membalasnya, tiba-tiba ada yang membantunya dari arah belakangnya. Membuat Vio kaget.


Bugh bugh bugh


Satu persatu para preman yang jumlahnya sekitar lima orang itu tumbang karena kalah telak oleh pria aneh di hadapan Vio itu.


"Wah ternyata laki-laki itu beladirinya boleh juga" lirih Vio sambil melihatnya memukul para preman itu.


"Awas!" teriak Vio saat ada yang mau memukul Vrish dari belakang.


Lalu Vrish memutar kakinya untuk memukul lawan belakangnya itu.


Bugh. Preman itu terkena tendangan Vrish dengan keras. Namun sepertinya preman itu kuat juga, ia bangkit hendak memukul Vrish kembali. Usaha preman itu akan sia-sia Vio beraksi begitu cepat hingga membuat lawan seketika pingsan. Tindakan itu jelas saja disadari Vrish.


"Kemampuanmu boleh juga. Kamu ternyata bisa bela diri. Harusnya tadi aku tidak repot-repot membantumu" Vrish melenggangkan badan berbalik dan hendak menuju mobilnya.


"Hanya sedikit" jawabnya

__ADS_1


"Terimakasih" Vio berteriak ketika Vrish kembali ke mobilnya.


Setelah Vrish menghilang dari pandangan, Vio menginjak para preman itu.


"Berani menggangguku lihat apa yang akan terjadi lagi" bangkit kemudian meninggalkan para preman itu dengan menunggunya jemputan polisi.


Sampai di apartemen.


Drrrttt drrrrtttt


"Assalamu'alaikum, Ren!" Rena yang menelpon.


"......."


"Alhamdulillah ikut senang mendengarnya. Semoga kamu bahagia ya. Insya allah nanti aku datang deh"


"......"


"Wa'alaikumsalam" tut panggilan telponnya Vio akhiri.


Yang barusan menghubungi Vio adalah Rena memberitahukan bahwa dua minggu lagi dia akan menikah dengan Haris. Haris menginginkan pernikahan dipercepat. Dia tidak mau Rena dalam bahaya lagi. Haris ingin bisa melindunginya setiap saat.


"Semoga berjalan lancar ya, Ren. Kuharap Haris tidak akan menyesali langkahnya untuk menikahi Rena" batin Vio mendesah.


"Lusa aku akan ke Pusat Kota. Bisakah kita bertemu?" isi chatnya.


"Untuk apa dia ingin bertemu denganku?Bukankah dia sudah menemukan cinta sesungguhnya?" lirih Vio. Hampir saja matanya berbinar senang. Namun saat teringat dengan storynya di aplikasi biru itu.


"Tapi jika kamu tidak keberatan. Jika kamu keberatan tidak masalah" bunyinya lagi.


Vio bingung antara ingin mendengar penjelasannya dan menjelaskan kesalahpahaman juga Vio tidak ingin menimbulkan masalah dengan pasangan barunya. Dalam hati kecilnya dia sudah merindukan suaranya namun, Vio harus berpikir realistis.


"Baiklah. Saat jam makan siang lusa kamu beritahu aku lokasinya" balas Vio.


"Ok" jawab Prayoga.


Antara berdebar dan lega saat ini yang Vio rasakan.


Hari itu pun tiba. Hari yang telah ditentukan Prayoga untuk bertemu Vio. Di kafe Cinta Prayoga menentukan lokasinya. Saat jam makan siang pun Vio keluar menemuinya. Dengan memesan taksi Vio pun segera meluncur ke kafe Cinta itu yang letaknya hanya tiga kilometeran dari kantornya. Vio tidak mau memakai mobilnya sendiri. Kebetulan Vio hari ini malas membawa mobil sendiri. Apalagi Prayogapun juga tidak mengetahui jika Vio memiliki mobil. Selama berhubungan juga Prayoga hanya mengetahui bahwa Vio bekerja di salah satu perusahaan property bagian desain dan karyawan biasa.


Setelah sampai lokasi ketika taksi berhenti dan hendak membuka pintu tidak sengaja Vio melihat sosok familier yang sedang duduk berdua dengan seorang wanita. Vrish.


"Hemmm..ternyata pria sama saja. Tidak bisa bertahan lama setelah terjadi kesalahpahaman ketuker pacarnya. Tidak tahan menjomblo" gumamnya menggelengkan kepalanya lalu membuka pintu taksi.

__ADS_1


Setelah membayar kemudian Vio melenggang di depan Vrish dan teman wanitanya. Seolah-olah tidak saling mengenal, Vio berjalan melewatinya tanpa menyapanya. Vrish yang melihatnya lewat di depan matanya kemudian menarik tangannya. Kemudian "Maaf, saya sudah memiliki tunangan. Kenalkan dia, tunangan saya".


Mendengar apa yang dikatakan Vrish si pria aneh itu, Vio pun menjadi bingung.


Ketika hendak membuka mulutnya untuk menolak pernyataan itu Vrish menyelanya "Sayang, kenalkan dia gadis kencan buta yang dibawakan oleh tanteku. Namanya Clara".


Seketika membuat Vio membelalakkan matanya dan melototi Vrish dengan tajam bermaksud menolak perkenalan itu karena pada nyatanya mereka bukanlah sepasang tunangan. Dengan mengedipkan mata dan tatapan memohon Vrish, maka Viopun mendesah dalam hati pilu. Sedangkan Vio khawatir bahwa Prayoga akan melihat semua ini.


"Hai! Kenalin aku Vio!" akhirnya Vio pun menuruti maksud Vrish dengan menyambut teman kencan buta yang dibawakan oleh tantenya Vrish itu dengan berniat menjabat tangannya. Namun hal yang tak disangka Vio adalah tangannya disambut kehampaan udara dan tatapan sinis gadis itu. Seketika setelah sadar Viopun menarik tangannya kembali dengan senyum kaku.


"Hmm dasar gadis sombong. Kalo bukan didepan umum seperti ini aku pasti mengulitimu" batin Vio dengan tatapan tajam dan senyum menyeringai meremehkan. Sedangkan gadis itu mengerti arti tatapan Vio. Maka ia pun berkata "Senang bertemu denganmu Vio. Hanya saja tampaknya kita tidak selevel dengan berjabatan tangan bukan?!".


Hal itu membuat kepala dan hati Vio mendidih ingin menyobek mulut si sombong itu. Vio memandangnya dari bawah hingga atas menyadari memang gadis didepannya itu berkelas seperti kaum sosialita. Hanya perilakunya buruk. Tidak sesuai dengan penampilannya. Mungkin bagi kaum adam yang tipikal buaya darat akan mudah terkecoh dengan penampilannya yang bak sosialita itu. Tapi tidak bagi Vio.


"Vrish, kamu tidak bisa begini. Jangan membohongiku. Aku tahu kamu belum memiliki tunangan karena tantemu bilang kamu itu masih jomblo. Ayolah Vrish kita lakukan pertemuan hari ini dengan baik ya. Biar nanti jika tantemu bertanya aku bisa menjawabnya dengan jujur" rayu Clara si sombong itu pada Vrish mencoba untuk merangkul lengannya Vrish.


Namun hal itu sontak membuat Vio tiba-tiba marah "Jangan menyentuhnya!". Vio memukul tangan Clara yang hendak merangkul lengan Vrish. Entahlah bagi Vio itu spontan saja yang dia lakukan. Mungkin karena merasa bahwa dia dihina tadi. Merasa diremehkan maka dia pun harus bertindak.


"Kenapa kamu memukulku?" teriak Clara sehingga mengundang banyak pandangan dari banyak pengunjung kafe. Nama kafe tersebut sangatlah terkenal di Pusat Kota. Karena kafe itu menjadi langganan para remaja bahkan sepasang kekasih untuk bertemu hanya sekedar lunch.


Vio pun menoleh kesana kemari dan tak sengaja bertatapan mata dengan Prayoga yang duduk di nomor tempat duduk paling ujung pojok. Vrish pun tahu jika semua orang menoleh padanya. Seketika banyak orang berbisik-bisik.


"Bukannya itu Tuan Muda Pramudya pebisnis terkenal itu di negeri ini? Oh ternyata tunangannya biasa saja ya. Memang cantik tapi lihatlah pakaiannya saja tidak berkelas seperti itu".


"Lebih berkelas dan serasi sama wanita yang duduk di depannya ya?" bisik-bisik lain.


"Tapi lihatlah sikapnya sungguh tidak sopan meskipun tunangannya itu tidak berkelas tapi sikapnya sopan kok" ada yang membela Vio ternyata.


Bisikan demi bisikan pun seolah menjadi bahan gunjingan bagi Vio. Hal yang tak disadari mereka bertiga ada seseorang wartawan yang kebetulan sedang nongkrong di kafe tersebut. Orang itu jelas tidak mau melewatkan pemandangan itu dengan mendokumentasikannya. Bisa menjadi berita terviral baginya. Jarang-jarang dia melihat pebisnis muda terkenal itu keluar dari singgasananya.


"Dia tidak memukulmu!" Prayoga maju diantara mereka berusaha membela Vio.


Vrish menatap laki-laki itu. Melihat tatapan matanya ke arah Vio Vrish jadi tahu. Sebenarnya Vio datang ke kafe ini untuk bertemu dengan laki-laki itu.


"Aku melihatnya sendiri dari awal perdebatan kalian. Jadi tolong jaga attitude kalian orang-orang yang berpendidikan dan berkelas. Ini tempat umum harusnya malu berdebat bukan?" lalu Prayoga pergi meninggalkan mereka dan keluar kafe.


Saat hendak melangkah tangan Vio pun diraih dan digenggam Vrish.


"Permisi" ucap Vrish kepada Clara.


"Ayo kita pulang" ajak Vrish berjalan menuju ke arah tempat dimana mobil Vrish terparkir.


Hal ini membuat Vio marah. Sesampainya di depan mobil Vrish, Vrish memaksanya masuk ke dalam mobil sport Vrish. Sudah berada di ubun-ubun Vio pun meluapkan amarahnya sedari tadi.

__ADS_1


"Hei, Tuan Muda! Apa yang kau lakukan padaku ha?! Kau tahu dengan masalahmu ini justru aku yang mendapat cibiran dari banyak orang. Apa kau tidak kasihan padaku? Apa kau tahu aku datang ke kafe itu karena ingin bertemu dengan seseorang menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi pada kami tapi kamu mengacaukan semua itu, Tuan Muda yang terhormat!" sesak dan tersengal-sengal nafasnya. Namun Vrish hanya duduk diam dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2