Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 88 Hendrik dan Prayoga


__ADS_3

Di lain sisi. Hendrik.


Hendrik mencari jejak Prayoga. Dia menyewa salah satu temannya untuk mencari keberadaan Prayoga adiknya itu. Sebenarnya Prayoga dan Hendrik adalah saudara kandung yang sudah terpisahkan selama bertahun-tahun akibat ayahnya yang sudah dibunuh oleh gembong gengster. Dulu ayahnya adalah seorang pengusaha yang cukup ternama di Kota Kuta. Semasa kecil mereka hidup bahagia. Namun sebuah tragedi telah merenggut kebahagiaan mereka dalam sekejap. Ayahnya dituduh melarikan dana sebuah proyek kerjasama sebesar 10 triliun. Namun naas, tidak hanya dituduh, mereka juga membunuh ayahnya didepan mata Hendrik yang waktu itu Hendrik sudah menginjak remaja. Sedangkan Prayoga saat itu masih 6 tahun. Dan Prayoga saat itu sedang diajak pergi ke mall oleh ibunya. Setelah kepulangan ibu dan adiknya, ibunya syok melihat kejadian itu. Selama hampir enam tahun, ibunya berada dalam psikis yang memprihatinkan. Kematian ayahnya dinyatakan bunuh diri.


Setelah kematian ayahnya, Prayoga yang saat itu masih kecil, hampir diculik oleh segerombolan gengster. Tapi Prayoga sangat beruntung, Hendrik yang datang tepat waktu itu, berteriak dengan kencang dan memukul orang-orang itu dengan segala kekuatannya. Meskipun kekuatannya tidak mampu melawan mereka. Akhirnya mereka membawa Hendrik sebagai pengganti adiknya. Ibunya yang keluar melihat kejadian itu semakin histeris. Bersyukur ibunya tidak sampai gila karena dukungan dari keluarga besarnya. Prayoga yang belum paham apa-apa itu, tetap melakukan aktivitasnya seperti teman-teman sebayanya.


Setelah Hendrik dibawa ke markas mereka, Hendrik jadi tahu siapa orang yang sudah membunuh ayahnya. Dan saat itu Hendrik mulai berpikir dengan keras. Dia anak yang tumbuh dengan banyak akal dan juga cerdas. Suatu hari saat semua sedang lalai dalam menjaga Hendrik, Hendrikpun berhasil melarikan diri. Entah bagaimana ceritanya, dia berhasil kabur dari gengster besar. Dia juga mendengar bahwa dia akan dijual ke luar negeri sebagai penebus kesalahan ayahnya. Sebenarnya ayahnya tidak bersalah. Semua itu adalah permainan para gengster yang ternyata bos dari gengster itu adalah sahabat dari ayahnya sendiri. Karena merasa tersinggung dengan penolakan kerjasama bos gengster itu, maka permainanpun dijatuhkan pada ayah Hendrik.


Hendrik yang melarikan diri dan tidak tahu arah berlari tanpa menggunakan alas kaki sehingga membuat kakinya lecet dan terluka. Saat dia hendak pingsan dia ditemukan oleh seseorang yang sangat berwibawa. Tuan besar Pramudya. Saat Hendrik sadar dan berada di sebuah rumah sakit, dia ingin pulang bertemu keluarganya. Namun ternyata, saat itu dia sudah berada di luar kota. Ternyata dia diculik ke luar kota. Dia bercerita pada Tuan Besar Pramudya semuanya. Lalu Tuan Pramudya menyarankan untuk ikut bersamanya dan melatihnya. Itulah mengapa, Hendrik tidak kembali lagi sebelum dia menumpas penjahat sebenarnya. Setelah dia mendengar bahwa adiknya didekati oleh gengster itu, adiknya terpengaruh. Prayoga tidak tahu bahwa semua itu adalah jebakan dari gengster itu. David adalah pemimpin gengster itu. Entah bagaimana kejadiannya, dia mendengar bahwa David sudah dieksekusi oleh Prayoga sendiri. Sebelum David dieksekusi Prayoga, Prayoga menjatuhkan posisi David terlebih dahulu. Dan selama ini yang dia tahu David masih hidup karena semakin meresahkan markas tuan mudanya.


Setelah menemukan jejak Prayoga, Hendrik langsung menghubungi Prayoga dan membuat janji untuk bertemu di sebuah cafe. Pertemuan itu berlangsung sangat cepat.


"Kau sudah datang?" ucap Prayoga.


Hendrik hanya menatap adiknya setelah bertemu di sebuah cafe. Dia merasa sangat sedih. Melihat adiknya tumbuh menjadi penjahat kejam. Dibalik kepolosannya ternyata menyembunyikan sikap yang kejam. Adik yang dulu semasa kecilnya sangat dia jaga dan dia sayang kini tumbuh menjadi pria tampan namun hatinya sangat hitam.


"Kau tidak merindukanku..kakak?" sebuah sindiran diluncurkan Prayoga membuat Hendrik ingin menangis. Dia ingin adiknya kembali seperti dulu.


"Bagaimana kabar ibu?" tanya basa basi Hendrik karena selama ini dialah yang sudah menyembuhkan ibunya. Diam-diam dia selalu menemui ibunya tanpa sepengetahuan adiknya ini.


"Tidak usah kau tanyakan kau juga sudah tahu kan? Kau sangat menyayangi ibu" bisik Prayoga.


"Apa yang kau lakukan terhadap seseorang yang sudah kau culik itu? Kau sudah mencelakainya" ucap Hendrik to the point menggertakkan giginya.


"Itu bukan urusanmu" lalu Prayoga menyalakan sebatang rokok dihadapan kakaknya.


"Apa karena dia sudah tidak mencintaimu?" kata-kata Hendrik membuat Prayoga kaget. Apa yang dimaksud kakaknya dia tidak tahu.

__ADS_1


"Huuuffft. Apa yang kau maksud? Aku tidak pernah melakukan apa-apa" jawab enteng Prayoga mengebulkan asap rokoknya.


"Nona Muda Atmadja. Kau masih ingat? Atau kau sudah lupa dengan cintamu itu?" ucap Hendrik tersenyum miring.


"Kau sudah menculiknya bukan? Apakah karena kau sakit hati terhadapnya?" lanjutnya.


Pertanyaan itu membuat Prayoga menghentikan merokoknya.


"Orang yang memiliki rasa cinta, dia tidak akan menyakiti hatinya. Bahkan dia rela berkorban untuk cintanya itu. Tapi aku salah. Ternyata adikku ini sangat pendendam. Dan aku yakin ibu tidak pernah mengajarkan anak-anaknya untuk menjadi orang yang pendendam" ucapan Hendrik itu menusuk relung hati Prayoga.


"Apa maksudmu?" tanya Prayoga datar.


"Orang yang kau culik kemarin itu adalah Violetta Anjani. Kekasih onlinemu bukan?" kalimat itu membuat Prayoga syok. Dia tidak tahu jika yang diperintahkan Prisa adalah menculik Vio. Prisa hanya meminjam anak buahnya untuk memberi pelajaran seseorang musuh dari Clara Bastian. Jadi dia tidak pernah mengetahui yang sebenarnya.


"Tidak. Itu tidak mungkin" jawab Prayoga tiba-tiba lemah.


"Ibu tidak akan tahu. Selama ini aku merintis usahaku sendiri dari nol tanpa bantuan siapapun. Bahkan si David pengecut itu sanggup aku eksekusi sendiri. Bagaimana? Betapa bodohnya dia bukan? Dan kau tahu kenapa aku mengeksekusinya? Karena dia sudah berani membunuh ayah kita" ucap Prayoga lalu membisikkan kalimat terakhir ke telinga kakaknya itu.


"Apa yang kau lakukan padanya?" tiba-tiba suara seorang ibu terdengar di telinga kedua anaknya.


Prayoga dan Hendrik tersentak kaget. Mereka menoleh ke arah suara ibunya.


"Pekerjaan apa yang kau lakukan??" teriak ibunya pada Prayoga.


"Ibu" Prayoga yang sangat menyayangi dan menghormati ibunya itu langsung sujud. Dia sangat takut dengan ibunya. Baginya ibunya adalah segalanya.


Hendrik yang melihat itu semua masih duduk terpaku menatap ibu dan adiknya.

__ADS_1


Pakkk


Suara tamparan ke wajah Prayoga dari tangan ibunya.


"Ibu.." Hendrik bangkit mendekati ibunya. Merangkul dan menenangkan ibunya.


"Kau sungguh pria keji. Aku tidak pernah memiliki anak seperti kau! Aku tidak pernah mengajari anakku menjadi seorang pembunuh. Jika kau bisa membunuh orang lain itu artinya kau bisa membunuh ibumu sendiri!" teriak ibunya kecewa.


"Ibu, maafkan aku. Aku tidak tahu apa-apa ibu. Semua ini adalah rencana Prisa" Prayoga berkata jujur.


"Jika kau mencintai ibumu, maka kau akan lebih berhati-hati dalam memilah tunangan. Dari awal kau sudah tahu. Ibu tidak akan pernah menyetujui hubungan kalian tapi karena kamu sudah merasa hebat jadi kau memilih untuk hidup sendiri tanpa memikirkan hati ibumu ini. Kau tahu? Semenjak kau hidup mandiri, kakakmulah yang menjaga ibumu ini dari jauh. Bila waktu luang, kakakmu mengunjungi ibumu. Sedangkan kau melupakan ibumu dan hidup sesuka hatimu dengan tunanganmu itu. Kau sudah lupa jika ibumu masih hidup. Kakakmu yang diculik karena menyelamatkanmu, tak pernah melupakan ibumu yang renta ini" ucap ibunya marah dan kecewa pada Prayoga melebur menjadi satu.


"Ibu. Duduklah dulu. Ibu jangan marah lagi. Biarkan Hendrik yang bicara sama adik" bujuk Hendrik. Ibunya kemudian menuruti kata-kata Hendrik dan duduk disamping Hendrik. Hendrik mengambilkan air mineral untuk ibunya. Ibunya menegak minuman itu.


"Nanti kau ikut untuk menjelaskan semuanya pada keluarga korban" ujar Hendrik. Ucapan itu diangguki Prayoga. Prayoga yang dikenal Hendrik adalah adik yang periang, jujur juga baik.


"Yuuk readers yang budiman..


Dukung karyaku ya...


Mo finish lohhh..


Dukung sampe akhir ya..


Jangan lupa baca dan dukungannya


Terimakasih

__ADS_1


Happy readingšŸ¤—


__ADS_2