Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 23 Ungkapan menyakitkan Vrish


__ADS_3

Setelah empat puluh lima menit perjalanan, mobil Vrish berhenti di suatu tempat yang sangat indah. Sebuah perbukitan yang indah. Udaranya masih terasa segar. Lokasi itu terletak di pinggiran Pusat Kota.


Namun itu semua tidak membuat amarah Vio mereda. Mungkin habis ini dia turun langsung mengamuk pria aneh disampingnya itu. Sepanjang perjalanan setelah dia meluapkan amarahnya Vrish pun tidak menanggapi amarah Vio. Hal itulah yang menjadi bertambahnya amarah Vio.


Dia melirik dalam hitungan sepuluh detik namun yang dilirik tidak menoleh sedetikpun. Tersengal-sengal nafasnya lalu membuka pintu mobil dan keluar berjalan berusaha mengatur nafasnya dengan relaks dengan menghirup udara segar perbukitan yang jauh dari polusi Pusat Kota yang penuh dengan kemacetan akibat dari banyaknya kendaraan.


"Apa sebenarnya pikiran pria aneh itu? Membuat orang naik darah saja. Kenapa aku harus dilibatkan dalam masalahnya itu? Sungguh sial aku hari ini bertemu dengan orang ini. Haaaahhh!" hela nafas panjang Vio yang masih jengkel hatinya.


Lalu dia menelpon Farel untuk memberitahunya.


"Kak, maaf aku ijin ya sepulang makan siang. Tiba-tiba aku merasa tidak enak badan. Kepalaku tiba-tiba pusing. Besok aku lanjutkan kembali" Vio tidak mau ambil pusing dengan jawaban Farel dari seberang telepon langsung menutup sepihak.


Terdengar pintu mobil ditutup lalu langkah kaki menuju ke sampingnya. Berdirilah sosok laki-laki gagah dan tegap sangat mempesona meski berwajah murah bagi siapapun yang melihatnya.


"Kenapa kamu berpenampilan seperti ini? Memang benar apa kata mereka. Bahwa kamu kelihatan tidak berkelas. Meskipun aku tahu pakaian yang kamu pakai ini adalah buatanmu sendiri" sontak membuat Vio menoleh menatapnya tidak percaya. "Bagaimana dia tahu?" batinnya seolah ingin menangis karena ternyata pria aneh pun menghinanya juga sama seperti mereka. Meski tidak berkelas memang dia akui dia membuatnya memang dengan sengaja agar orang lain tidak mengenali hasil karyanya. Ya hasil karya Vio ternyata sudah terkenal juga. Hanya dia, Farel, Siska dan Rena yang tahu. Bahkan pernah terlintas dibenak Vio meminta Siska yang mengelolanya namun sebelum dia utarakan kepada Siska Farel sudah memberitahunya terlebih dahulu bahwa Siska sedang mengandung dan tidak boleh bekerja terlalu berat semenjak di awal kehamilannya yang sudah di vonis dokter bahwa kandungan Siska yang lemah.


"Bukankah kamu putri seorang konglomerat? Tapi kenapa penampilanmu ini jauh berbeda dari latar belakangmu? Bahkan jika dibandingkan dengan wanita tadi, latar belakangmu jauh berbeda dengannya. Latar belakangmu jauh diatasnya. Dia saja mampu berpenampilan bak sosialita yang membuat banyak orang bisa menebaknya dengan mudah..."

__ADS_1


"Hanya penampilan yang kau nilai yang kau lihat. Lalu kenapa tak kau lanjutkan saja kencan butamu itu? Malah menghalangiku dan menjadikanku tunangan palsumu itu? Kamu itu pria teraneh yang baru kutemui seumur hidupku!" sela Vio.


"Lalu..kenapa kau membawaku kesini? Aku juga harus bekerja bukan?! Gara-gara bertemu denganmu hari ini aku pun gagal bertemu seseorang. Sial sekali tiap aku bertemu denganmu. Huh!" teriak Vio yang sudah tak bisa menahan amarahnya.


Namun Vrish hanya menunjukkan senyuman termanisnya. Hingga sempat membuat Vio terpesona. Lalu tersadarkan kembali akan perbuatannya hari ini padanya.


"Perasaan apa ini? Sungguh bodoh kamu Vi hanya melihat senyuamnnya saja sudah hampir kamu dibuat meleleh. Dasar pria aneh!" teriak Vio dalam hati yang tentunya tidak dapat didengar oleh Vrish. Lalu menoleh ke arah depannya menikmati pemandangan yang sangat indah itu. Tampaklah Pusat Kota dari situ.


"Cowok tadi yang membelamu di kafe bukan?" ucap Vrish yang sudah bisa menebak dengan benar.


"Ba..bagaimana ka..mu tahu?" tanya Vio lirih terbata-bata.


"Ya! Kamu memang harus mengatakan padanya!" seru Vio tampak sedikit lega. Namun kelegaan itu hanya berjalan beberapa detik saja.


"Aku akan mengatakan padanya bahwa aku adalah tunanganmu" ucap Vrish sambil menoleh menatap Vio.


Vio pun kaget. Tidak dapat dia percaya tentang apa yang baru laki-laki didepannya ini katakan.

__ADS_1


"Apa kamu bilang?"


"Ya. Itu yang akan aku katakan padanya" lanjut Vrish dingin.


"Kau tahu laki-laki yang membawa kekasih onlineku di Kota Surabaya waktu itu?" lanjut Vrish.


"Dialah orangnya. Apa kamu tidak curiga dengan baju couple an kita? Pacar onlinemu juga memakai baju yang sama denganku bukan?! Hanya beda inisial depan huruf saja bukan?!" lanjut Vrish semakin membuat Vio bingung terdiam dan menelaah tiap perkataan Vrish.


"Aku sudah memeriksa CCTV di Coffeecafe tersebut. Dia yang menggandeng kekasihku. Bukankah kita tertukar? Pacar online yang tertukar? Namun, hal itu membuatku beruntung. Aku bersyukur atas takdir ini. Jika kita tidak tertukar dan salah paham maka aku tidak dapat mengetahui siapa sesungguhnya dirimu dan wanita itu, Prisa" jelas panjang Vrish yang sudah meminta Martin asisten pribadinya untuk menyelidikinya. Dan akhirnya tahu siapa Prisa sesungguhnya. Namun Vrish sebenarnya tidak tahu siapa Vio itu jika tidak dipaksa papanya untuk ikut datang ke acara anniversary teman papanya itu yaitu papi maminya Vio.


Mata Vio terbelalak kaget tidak dapat mempercayai penyelidikan Vrish itu. Memang Vio pun sebenarnya bisa menyelidikinya namun hanya karena Vio berpikir realistis Viopun tidak mengambil pusing akan hal itu.


"Kamu tahu cowok online kamu itu? Dia kini sudah berhubungan dengan wanita online itu. Wanita yang licik dan materialistis. Setelah mengetahui pacarmu itu memiliki usaha yang maju pun dia mencoba untuk mendekatinya. Dan gayung pun bersambut bukan?!" kata-kata Vrish seolah menusukkan jarum tajam ke dalam hati Vio. Luka yang belum sembuh itu pun kembali tertoreh. Vrishpun menoleh menatap Vio dengan tatapan tajam seakan menelisik dalamnya hati Vio saat ini.


Vio pun terdiam menunduk dengan raut wajah yang sedih. "Sudahlah aku sudah tahu. Tidak perlu kamu katakan padaku. Tenang saja aku berpikir realistis. Tidak akan mempengaruhi hidupku bukan?!" mengatakan itupun Vio berusaha menahan air matanya. Bagaimana bisa suara laki-laki yang begitu ia rindukan selama ini baru saja sudah menjadi obat luka dihatinya sama saja dengan pacar online pria disampingnya ini?!


Sedih memang hati Vio. Namun entah kenapa hatinya tidak sesedih hati teman-temannya atau wanita-wanita pada umumnya yang disakiti pacarnya hingga bisa berbuat nekat. Mungkin karena Vio sudah terlatih sejak kecil oleh papinya Vio. Yang tidak memiliki seorang putra hanya seorang putri pun harus diajarkan seperti anak laki-laki yang tangguh.

__ADS_1


"Aku mau pulang" ucap Vio lalu berjalan menuju mobil Vrish. Sepanjang perjalanan Vio menutup mulutnya.


Apa yang dipikirkan Vrish membuatnya tidak nyaman melihat perubahan raut muka perempuan disampingnya itu. Vrish tahu Vio sedih mendengar apa yang dikatakan padanya tadi. Namun hal semenyakitkan apapun itu baginya tetap harus ia katakan karena bukankah mengetahui di akhir dan apalagi dari orang lain akan lebih menyakitkan dan patah hati paling dalam?! Itulah yang dipikirkan Vrish.


__ADS_2