Pacar Online Yang Tertukar

Pacar Online Yang Tertukar
Bab 28 Perintah Vrish


__ADS_3

Keesokan paginya, di sebuah perusahaan property tempat Vio bekerja menghabiskan waktu hari-harinya berkutat di belakang meja itu sedang dilanda heboh. Banyak karyawan yang ghibah.


Ketika Vio hendak sampai di depan meja resepsionis, sang resepsionis pun memberhentikannya.


"Mbak Vio, mbak dipanggil Pak Farel ke ruangannya saat ini juga"


"Baik. Terimakasih" jawab Vio dengan menampilkan senyum terbaiknya di pagi hari.


"Eh, Vi, benar itu beritanya?"


"Vi, siapa itu akun @abdillah_jaya?"


"Wah selamat ya temanku ini. Akhirnya punya tunangan juga"


"Tunangan kok gak ngundang kita semua"


"Palingan itu hanya gambar yang diambil dari googling"


"Eh lihat-lihat. Bukankah itu benar jari manisnya yang memakai cincin tunangan itu kan ya?! Benar-benar mirip"


"Bukan mirip lagi. Tapi memang dia yang tunangan"


Beraneka ragam pertanyaan dan pernyataan di tiap langkah Vio menuju ruangan Farel. Ada yang tersenyum senang ada yang sinis pula. Bagi Vio itu semua tidak masalah. Masalahnya hanyalah si biang kerok itu. Kalau bukan karena dia pemilik perusahaan rekanan kerjasamanya pasti dia akan memitaknya memitas menggilas kayak adonan roti. Vio yang pada dasarnya belum memikirkan pasangan itu tampak cuek saja.


Tok tok tok


"Masuk" jawaban Farel dari dalam ruangannya.


Sambil bersedekap tangan di depan dadanya, Farel memasang wajah yang muram.


"Oh seandainya kamu kakak kandungku aku pasti akan memelukmu, kak. Begitu manis sekali sih kamu kak" sambil duduk menggeser kursi didepan mejanya Farel.


"Ngaco kamu. Katakan siapa laki-laki itu? Nanti kalo mami sama papi kamu tanya aku bisa menjawabnya. Kamu itu masih kecil tidak boleh berpacaran" sewot Farel.


"Aku akan jawab apa adanya. Mami sama papipun akan terkejut jika tahu" disertai kekehan kecil Vio.


"Macam-macam aja kamu. Katakan siapa dia?" jengkel Farel.


"Kak Farel mau tanya laki-laki yang ada di captionku atau yang pakai cincin itu?" Vio masih terkekeh geli. Dia merasa senang menggoda Farel karena baginya diperhatikan seperti itu adalah hal menyenangkan bagi Vio yang sudah menganggap Farel seperti seperti kakaknya sendiri.


Farel pun hanya melirik tajam.


"Kalo yang di caption itu dokter Indra. Tapi kalo foto yang pakai cincin itu tanganku dan tangan tuan muda pramudya. Apa kakak lupa dengan kejadian di cafe Cinta itu? Yang beritanya sempat viral" lanjut Vio yang malas berdebat.


"Apa?! Kau gila ya?" jawab Farel terlonjak kaget.


"Gak demam" memegang dahi Vio dengan punggung tangannya. Vio terlonjak kaget.


"Kakak ini apa-apain sih. Gak boleh menyentuhku!" reflek Vio. Ya Vio tidak mau bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahromnya. Namun Farel membalas ucapannya "Sama kakak sendiri" dengan cengiran kudanya.


"Sama gak boleh!" jengkel Vio.


"Kamu tahu? Unggahanmu itu menjadi viral pagi hari ini di kantor. Selalu kamu yang jadi trending topik. Bahkan artispun kalah darimu" toyor Farel ke kepala Vio.


"Isshhh kakak aku kan tidak suka kakak noyor kepalaku terus. Aku aduin ke mami biar tahu rasa kamu kak"


"Biarin aja artis kalah. Siapa yang bisa melawanku. Vio gitu loh" lanjut ucapan Vio lagi dengan cengiran yang khas Violetta.

__ADS_1


"Hari ini kita akan pergi ke kantor Tuan Muda Pramudya. Satu jam lagi kamu siapkan berkas-berkasnya" perintah Farel.


"Siap, mr. Farel" sambil mengangkat tangan kanannya hormat.


Vio pun kembali ke ruangannya yang nyaman itu.


Ting


Sebuah pesan dari asisten Martin.


"Ruangan sudah kami siapkan"


"Terimakasih" balas Vio.


Ting


Sebuah pesan muncul kembali dari Rena.


"Vi, kamu bakalan datang kan ke acaraku minggu depan?"


"Insyaa allah aku akan datang" jawab Vio.


Ting


Pesan lagi di ponsel Vio.


"Hei gadis aneh! Jangan kau lepas cincin itu. Ingat!" ternyata dari Vrish.


".." dengan mengernyitkan kening Vio tak menjawabnya.


"Mana ada seperti itu. Huh" keluh Vio ketika hendak merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal.


Tok tok tok


Asisten Martin mengetuk pintu.


"Nona silahkan saya antar pulang"


"Tidak tidak tidak" Vio hanya merasa tidak enak karena dia bisa memesan taksi. Ya Farel sudah pulang duluan karena harus segera sampai rumah setelah ditelepon Siska.


"Mari Nona!" desak Martin. Tentu saja itu karena atas perintah tuan mudanya siapa lagi kalau bukan Vrish.


"Berilah ruangan untuk kepala divisinya dan Vio. Awasi dia jaga dia. Jangan sampai lecet. Dan antarkan dia pulang" itulah pesan Vrish saat dini hari. Hal itulah yang membuat Martin bertanya-tanya. Kenapa bosnya bersikap seperti itu? Sudah lama tuan muda Pramudya tidak seperhatian ini terhadap perempuan. Jangan-jangan.. Itulah tanda tanya besar dibenar Martin. Namun apalah daya dia hanya seorang pegawai yang tidak boleh banyak tahu urusan bosnya.


Akhirnya Vio pun patuh. Dan diantar asisten Martin sampai dengan apartemennya.


"Tidak masuk dulu ngeteh atau ngopi asisten Martin?" tanya Vio tanpa basa basi.


"Tidak terimakasih" jawab Martin. Martin langsung balik badan dan pergi meninggalkan apartemen Vio.


"Dasar asisten aneh. Bos sama asisten sama-sama aneh" gumam Vio lalu menutup pintu dan masuk ke dalam.


Di sisi lain.


Setelah Prayoga mengomentari postingan Indra temannya itu, Prayoga tidak merasa curiga sedikitpun. "Beruntung sekali Indra itu. Dia dokter yang selama ini tidak pernah aku lihat bergandengan tangan dengan cewek manapun. Namun, tiba-tiba dia mosting story bersama cewek. Itu adalah hal langka yang pernah ku lihat. Siapa sih cewek yang berhasil ngruntuhin kakunya si kutu buku itu?" batinnya sendiri.


Prayoga dan Vio tidak berteman di medsos berlogo kotak kamera itu. Bagi Vio awalnya tidak berpikir bahwa akan berteman dengan Prayoga di aplikasi itu karena selama Vio mengenal Prayoga, Vio hanya menggunakan aplikasi biru itu. Entah mungkin lupa atau tidak terpikirkan. Namun kini Vio aktif kembali menggunakan aplikasi itu karena merasa jenuh.

__ADS_1


Vio bosan dan merasa khawatir jika membuka aplikasi biru itu hatinya akan merasa sakit lagi. Baginya pacar onlinenya itu adalah bukan pacar online lagi namun pemikiran itu ternyata salah. Setelah tersakiti dua kali ini Vio membuat kesepakatan pada dirinya untuk tidak mau berpacaran lagi bahkan mencari pacar lagi. Dia hanya ingin fokus kerja dan kerja membangun usaha sendiri. Sebenarnya Vio ingin sekali resign saat ini dan membantu papinya. Namun, perusahaan membutuhkannya sekarang.


Tapi takdir berkata lain. Vrish yang tidak pernah Vio kenal pun hadir di hidupnya meski kini Vio maupun Vrish tak pernah menyadari hal itu. Takdir Allah memang tidak ada yang tahu kan gaess?!


Prayoga pun ingin kembali ke rumahnya. Namun di tengah perjalanan dia melihat Prisa si wanita materialistis itu sedang berdebat dengan wanita lain dan tampaknya akan ditampar.


Prayoga pun menghentikan mobilnya.


Ciiiiitt


Brakk


Dentuman pintu mobil Prayoga.


"Hentikan!" stop Prayoga.


Sontak dia dipelototi si wanita yang menampar Prisa. Begitupun Prisa yang terkejut kedatangan Prayoga.


"Siapa kau?" tanya wanita penampar itu.


"Temannya. Maaf ada apa? Kenapa kau menamparnya?" tanya Prayoga.


"Karena dia sudah mengganggu pacarku. Dia itu pelakor!" sungut marah wanita cantik itu yang rambutnya berwarna pirang. Tapi bukan bule ya.


"Benarkah, Prisa?" tanya Prayoga menoleh ke Prisa.


"Tidak! Sungguh aku tidak pernah menggoda pacarnya. Mengenalnya saja aku tidak pernah. Sungguh!" nadanya dengan tatapan dalam dan memohon apa adanya tidak ada kebohongan.


"Oh ya? Kalau begitu kita periksa CCTV saja!" ketus si pirang. Hal ini membuat cowoknya salah tingkah. Perilaku mencurigakan itu dilihat Prayoga.


"Baik. Kita periksa. Jika ternyata salah kamu harus meminta maaf" ujar Prayoga.


"Baik. Siapa takut?" jawab si pirang menantang.


Kemudian CCTV pun diputar dan dilihat dari situ ternyata Prisalah korbannya.


"Aku minta maaf atas kesalahanku" pengakuan maaf dari si pirang.


"Lain kali jangan menuduh orang seenaknya, mbak" ucap Prisa.


"Boleh kutampar balik ke wajahmu itu?" lanjut Prisa.


"Apaan sih kamu. Ayo pulang aku antar kamu" kata Prayoga.


"Bentar! Aku tidak mau dipermalukan" seru Prisa.


"Sudah ayo!" tarik Prayoga ke arah mobilnya.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil, "Jika kau tampar balik perempuan itu, maka kau akan dapat imbasnya. Kau tahu siapa dia? Dia adalah anak dari pemilik mall itu. Dan kau bisa dituntut balik atas itu"


Hal itu membuat kaget Prisa namun, "Tapi dia sudah menyakitiku dan menghinaku di depan umum"


"Bukankah dia sudah minta maaf padamu di depan umum juga?" balik Prayoga.


Setelah itu sebelum kepergian mereka, mereka melihat sepasang kekasih itu bertengkar dan si pirang menampar pacarnya. Aneh ya saling tampar. Kenapa kalau gak main tampar ya?🤔


Setelah melihatnya, mereka berdua meninggalkan lokasi mall tersebut.

__ADS_1


__ADS_2