
Setelah kelahiran bayinya Rena, Vio masih merasa bersemangat. Tiada kata lelah bagi Vio dalam membantu mengurus bayinya Rena. Dia merasa bahagia menjadi ibu angkatnya.
“Anak yang lucu menggemaskan dan montok” lirihnya yang di dengar oleh Ranti asistennya sekaligus sekretarisnya.
Kini mereka berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju kantornya setelah berkunjung ke rumah Rena. Namun setelah sampai di kantornya dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan pria aneh itu lagi setelah dikejutkan suara pria aneh itu dari belakang punggungnya.
Tak lama Vio mengajak tamunya itu ke ruangannya. Ruangan minimalis dan terkesan elegan. Menciptakan aura sang pemilik. Di dalam ruanganny Vio berkata tanpa basa basi.
“Baiklah, tuan muda Pramudya. Ada yang bisa aku bantu? Ada urusan apa anda repot-repot datang kemari? Bukankah tuan muda Pramudya tidak perlu merepotkan diri untuk mendatangiku?”
“Heh. Setelah kepergianku beberapa bulan yang lalu kenapa kamu menghilang bak di telan bumi? Setelah sekembalinya diriku aku tidak mendapati dirimu diman-mana. Ternyata kau bersembunyi dibalik punggung papimu, rubah kecil” kata-kata Vrish itu membuat Vio merasa kesal. Tanpa sadar wajah cemberutnya tampak lucu dan menggemaskan bagi Vrish. Entah kenapa dia suka melihatnya. Padahal sebelum-sebelumnya dengan beberapa wanita bahkan dengan pacar onlinenya saja dia tidak pernah memunculkan sikap ramahnya itu.
“Siapa yang rubah kecil? Kau itu yang seperti harimau kelaparan. Kamu mau mencari mangsa tuan muda? Tapi sayang, bukan disini tempatnya. Heh” ucap Vio bersedekap dan bersandar dikursi kebesarannya.
“Kau memang rubah kecilku. Meskipun kita bertunangan dadakan waktu itu dan bohongan, tapi bagiku tunangan adalah tunangan. Jadi buatku tidak ada kata untuk bohongan. Aku akan mempertanggung jawabkan ucapanku” perkataan Vrish membuat Vio tersinggung.
“Oh jadi tuan muda ini hanya ingin mempermainkanku? Setelah kau bertanggung jawab dengan perkataanmu itu, maka kau akan mengumumkan ke public bahwa kau sudah memutuskan tunanganmu ini dank au bisa seenaknya saja berganti tunangan begitu?” sungut Vio justru membuat Vrish ingin tertawa. Lucu bagi Vrish.
“Apa kau sakit hati?” tanya Vrish menatap intens Vio.
“Apa kau cemburu jika hal itu terjadi?” perkataan Vrish disertai senyuman seolah dia menang bertaruh.
“Astaghfirullah apa yang sudah kukatakan tadi? Bodoh bodoh bodoh kamu, Viooo” rutuknya pada diri sendiri didalam hati.
“Sudahlah tidak usah merutuki kebodohanmu itu” lalu Vrish bangkit berdiri dari kursi dan menghampiri Vio. Vio yang merasa ketakutan itu terlihat gemetaran. Entah kenapa dia malah gemetar menghadapi laki-laki di depannya ini.
“Ayo, Vi. Kemana kekuatanmu itu? Aduhh bagaimana ini jika dia semakin mendekat dan ngapa-ngapain aku gimana nih?” batinnya sambil memejamkan kedua matanya ketakutan.
__ADS_1
“Bagaimanapun juga kau tetaplah tunanganku. Dan aku tidak akan melepaskanmu” dengan senyum smirknya, Vrish melihat cincin yang masih disematkan di jari manisnya kemudian meninggalkan Vio sendirian di dalam ruangannya. Vrish tampak lebih tenang bahwa kebenarannya bukan dia yang melahirkan dan punya anak tapi sahabatnya. Vrish mengetahuinya saat tadi Martin memberikan data padanya.
Setelah mereka berdua pergi, si bos dan asisten dingin itu Vio bernafas lega.
“Alhamdulillah, akhirnya mereka pergi juga. Hah! Siapa juga yang ingin jadi tunangannya. Huh! Pria aneh. Dulu dingin dan bego. Sekarang kenapa tiba-tiba jadi berubah sangat dingin dan kejam begitu?! Hah! Terserahlah. Aku harus pulang sekarang. Menyegarkan badanku dulu” kemudian Vio menyambar tasnya dan pergi meninggalkan kantornya menuju apartemennya.
Sesampainya di apartemen mewahnya, Vio segera menuju kamarnya dan berendam dalam bathubnya.
“Ah segar sekali” gumam Vio. Tiba-tiba dia teringat kedatangan Vrish tadi sore di kantornya.
“Dasar menyebalkan! Pria aneh” ucapnya dengan menghempas-hempaskan tangannya dalam air yang menimbulkan cipratan air sabun ke wajahnya yang mulus dan lembut itu.
Ting
Bunyi pesan di aplikasi warna hijaunya.
“Memangnya aku rubahmu! Dasar serigala berbulu domba” balas Vio.
“Darimana dia dapat nomorku yang baru ini? Entahlah sekarang jaman serba canggih. Lagipula dia pengusaha ternama, jadi mudah baginya mendapatkan nomorku” pikirnya.
“Hei! Kau memang rubah kecilku. Kau suka bersembunyi. Kau juga cerdik. Itulah kenapa aku memanggilmu rubah kecil” jawab Vrish.
“Itu sama saja kau menghina orang tuaku. Secara tidak langsung kau mengatai kedua orang tuaku rubah besar kan. Dasar kau pria aneh!” balas Vio dengan emot marah.
“Tidak” jawab Vrish.
Vio malas membalasnya. Hanya akan membuat hatinya kesal dan marah. Maka dimatikanlah ponselnya. Setelah dirasa nyaman dan enak, Vio berganti pakaian dan hendak tidur. Namun, lagi-lagi bel pintu apartemennya berbunyi.
__ADS_1
“Hellooooww! Malam-malam begini ada tamu? Siapa sih tamunya tidak tahu sopan dan santun apa?!” sungut Vio yang tidak didengar siapapun kecuali dirinya.
Setelah dibuka pintunya, menampilkan sosok perempuan yang tidak asing baginya. Namun, entah dimana dia pernah melihatnya, dia lupa.
“Maaf, malam-malam sudah mengganggu waktu istirahatnya. Saya tinggal disini sementara waktu. Hanya mau mengantarkan buah tangan saja. Karena tadi sore saat saya datang kemari apartemenmu tampak sepi dan kurasa kamu sedang tidak ada di rumah” tampak wanita itu tersenyum ramah. Ya meskipun sekarang masih jam tujuh kurang, tapi ini sudah malam buka jika bertamu? Itulah yang ada dipikiran Vio.
“Ya terimakasih atas buah tangannya. Maaf merepotkanmu” balas Vio tak kalah ramah juga.
Kemudian tamunya tadi mengajaknya berjabat tangan untuk berkenalan.
“Namaku Prisa. Aku tinggal di sebelah apartemenmu. Maaf tadi aku tidak sengaja melihatmu pulang saat aku akan membuang sampah. Aku disini hanya untuk pemotretan saja beberapa bulan ke depan” kenalnya pada Vio.
“Aku Violetta. Senang bertemu denganmu” lalu melepas jabatan tangannya.
“Oh ya, silahkan masuk dulu tidak baik jika bertamu di depan pintu” lanjutnya mempersilahkan masuk Prisa.
“Terimakasih. Tapi maaf, sudah malam. Aku tidak ingin mengganggumu lagi. Silahkan beristirahatlah dengan nyaman. Sekali lagi aku minta maaf” ucap Prisa ramah.
Mereka tidak tahu jika mereka adalah pacar online yang tertukar. Vio pernah melihatnya di layar tv dulu, namun dia telah lupa. Mungkin karena efek dari sibuknya pekerjaannya dan banyak berhubungan dengan relasinya.
Setelahnya Vio masuk ke dalam apartemennya. Vio kemudian menaruh bingkisan dari Prisa ke dalam kulkas. Sebuah roti yang sangat manis. Vio memang suka roti coklat tapi tidak suka yang terlalu manis. Mungkin akan dia bawa ke kantor dan membagikan pada karyawannya besok pagi.
Setelah lelahnya aktivitasnya hari ini, Vio lalu merebahkan dirinya naik ke atas Kasur empuknya. Tak lama terdengar suara dengkuran halus. Vio langsung terlelap dalam tidurnya.
Di tengah malam dia terbangun untuk pergi berwudlu. Tapi dia tidak melaksanakan kewajibannya pada Sang Khaliq karena saat ini dia men******i. Lalu dia kembali tidur karena masih merasa mengantuk. Hingga sebelum sang fajar terbit dari ufuk timur muncul, Vio sudah terbangun dan bersiap untuk berlari-lari pagi di sekitar komplek apartemen mewahnya.
Tanpa disadari oleh Vio, ada seorang laki-laki lewat didepannya yang juga tidak melihat jelas wajah Vio. Karena saat lelaki itu lewat didepannya, Vio sedang membenarkan tali sepatunya. Laki-laki itu juga sedang berlari-lari.
__ADS_1