Pacarku Setengah Manusia

Pacarku Setengah Manusia
Paus terdampar


__ADS_3

Pagi ini ada yang berbeda di pantai berpasir putih di kota sejuk ini. Suasananya tampak cukup ramai, banyak orang berlalu-lalang keluar ataupaun masuk area pantai.


Usut punya usut, ternyata ada kejadian yang tak biasa terjadu pagi ini. Seekor paus raksaksa berukuran belasan meter terdampar di pesisir pantai. Sayangnya, hewan yang merupakan mamalai terbesar di muka bumi itu sudah tak bernyawa saat di temukan.


Sepertinya sudah dari tadi malam mamalia laut itu terdampar sehingga membuatnya tak lagi bernyawa saat di temukan. Seperti yang kita tahu, paus memang tidak bisa bertahan lama di daratan.


Terdampar nya raksaksa laut itu tentu menjadi tontonan yang sayang untuk di lewatkan. Meskipun kondisinya menyedihkan, tapi tetap saja itu bisa jadi hiburan bagi orang-orang yang memang belum pernah melihat hewan yang konon beratnya bisa memcapai puluhan ton itu.


Tak terkecuali Senja, pemilik iris merah itu juga sudah nampak disana. Begitu mendengar atau melihat kabar ada mamalia laut yang terdampar, gadis itu langsung bergegas pergi kepantai.


Kalau ada orang yang paling sedih atas terdamparnya paus tersebut, itu pasti Senja orangnya. Gadis itu mengusap-usap hewan yang sudah di anggapnya teman itu. Sungguh sangat di sayangkan salah satu binatang yang mulai langka itu harus mati mengenaskan.


Senja mengambil gambar binatang itu lalau mengirimkannya pada Dirga. Entah apa maksudnya, tapi sepertinya gadis itu ingin berbagi kesedihan karena salah satu teman lautnya mati menyedihkan.


"Dirga, ada paus raksasa terdampar di pantai. Tapi sayang sudah tak bernyawa, menyedihkan sekali. " Tulisnya sebagai deskripsi, tak lupa ia juga menambahkan emoji sedih sebagai gambaran bahwa ia memang berduka atas kepergian temannya itu.


Dirga yang kebetulan sedang berada di perjalanan menuju lokasi meteeng langsung membalas pesan Senja.


"Kau ada di pantai sekarang? " Balasnya setelah memperhatikan sesaat bangkai paus yang memang menurutnya cukup besar itu.


"Iya, salah satu temanku mati menyedihkan, mana mungkin aku tidak melihatnya. "


Dirga nampak berpikir membaca pesan terakhir Senja yang lagi-lagi di bumbui emoji sedih


'Benar, Senja kan menganggap ikan-ikan dan seluruh makhluk laut itu temannya. Jadi wajar kalau dia sedih. '


"Eum Nayra, jam berapa kita meeteng nanti? " tanyanya pada sekertaris nya yang duduk di bangku depan.


"Jam sembilan, Tuan. "


Dirga langsung melihat arlojinya, baru pukul delapan kurang limabelas menit. Itu artinya dia masih punya waktu satu jam lebih. Sementara perjalanan mereka menuju tempat lokasi sudah hampir sampai. Dirga dan sekertarisnya memang sengaja berangkat lebih awal supaya terhindar dari macet. Tapi beruntung pagi ini mereka tidak terjebak macet.


Jadi kesimpulannya mereka masih punya cukup banyak waktu sebelum meteeng di mulai.


"Masih ada waktu beberapa menit, kita ke pantai dulu, " perintahnya yang langsung membuat Nayra tercengang.


"Pantai? ".


"Anda mau kepantai, Tuan? " tanya Nayra sambil menoleh ke belakang.


"Iya, ada yang ingin ku lihat disana. "


"Ooh, baiklah. " Tak ingin banyak bertanya Nayra langsung mengiyakan kemauan Bosnya. Kendati dalam hati gadis itu mengomel juga.


'Sepagi ini sudah mau ke pantai? siapa sih yang di cari si Bos di pantai? jadi penasaran. '


Nayra melirik pak Supir yang tampak tak terkejut sama sekali seolah dia memang sudah sangat biasa mengantar tuan mudanya kepantai.


Dengan kecepatan sedang supir berkacamata minus itu mengantar tuannya ke tempat yang kemungkinan besar sudah menjadi tempat favoritnya, pantai.


Dirga berjalan cepat di ikuti Nayra dan pak supir. Pria bermata tajam itu memang sengaja meminta kedua orang kepercayaannya itu untuk mengikutinya ke bibir pantai.


"Kalian ikut aku. " Perintahnya setelah turun dari mobil. Padahal Nayra dan pak supir awalnya berniat menunggu di mobil saja. Tapi karena Bos sudah memberi ajudan, maka tak ada satupun yang berani menolak.


Saat sampai di lokasi tempat terdamparnya paus raksaksa, ketiganya di buat tercengang tak percaya melihat mamalia laut yang luar biasa besarnya itu.


"ck, ck, ck besarnya. " Dirga bahkan sampai berdecak kagum di buatnya. Padahal biasanya pria itu jarang sekali menunjukan ekspresi kagumnya untuk hal apapun.


"Iya, Tuan. Besar sekali ... jadi untuk ini anda mengajak kami ke pantai? " tanya Nayra yang setia berdiri di samping Bos tampannya. sementara pak supir memilih mengasingkan diri beberapa langkah di belakang mereka.


"Hmm, kalian juga harus melihat penampakan langka ini, " ucap Dirga lagi sambil celingukan mencari seseorang. Benar, dia kesini kan karena ingin bertemu Senja, tapi kenapa dia tidak melihat gadis itu.


"Aku di belakang mu, "

__ADS_1


Suara seseorang yang sangat familiar di telinga Dirga menghentikan aktifitas kepalanya yang sedang mencari.


Dan seolah tahu kalau Dirga sedang mencarinya Senja tau-tau sudah ada di belakangnya.


"Senja, kau darimana, aku tidak melihatmu tadi? " Durga memutar badannya menghadap gadis itu.


Nayra yang juga terkejut mengikuti gerak tubuh Dirga. Dia juga menoleh kebelakang dan mendapati Senja tengah tersenyum manis pada Bos nya. Pun sebaliknya, Bos tampannya juga tersenyum sangat ramah. Senyum yang jarang sekali dia lihat.


'Siapa perempuan ini, sepertinya akrab sekali dengan si Bos. '


Nayra memperhatikan sekilas gadis itu.


'Cantik sekali, apa mungkin dia adalah---"


"Kau dari mana? " Pertanyaan Dirga yang kedua kalinya membuat pikiran Nayra yang sedang berspekulasi terhenti.


"Beli minum, akuntidak tau kau mau kesini. " Senja menjawab sambil balas menatap Nayra yang juga tengah menatapnya. Senja tahu gadis di samping Dirga sejak tadi melihatnya, dan seperti biasa Senja tidak suka di perhatikan begitu.


Tatapan tajam Senja langsung membuat Nayra gugup lalu membuang pandangannya. Dan hal itu tentu dapat di lihat oleh Dirga. Melihat tatapan Senja, pria itu tahu kalau Senja merasa tidak nyaman pada sekertarisnya.


"Aku sengaja kesini karena tidak mau melihat gadis ku sedih. "


'Oh ya Tuhan, apa si Bos sedang merayu? di tempat umum begini dia berani merayu?'


Nayra melongo tak percaya pada apa yang di ucapkan Bos nya. Terlebih Bos tampannya itu berucap sembari tangannya menyentuh kepala Senja, manis sekali.


"Ohya, Senja. Ini sekertaris ku. Namanya Nayra, dia yang selama ini membantu tugasku


dikantor. "


Senja tak bereaksi, hanya sedikit tersenyum, tapi itupun pada Dirga, bukan pada Nayra.


"Nayra, kalau kau penasaran dengan kekasih baruku, inilah dia orangnya, Senja. " Dirga menarik tangan Senja untuk mendekat padanya, juga untuk menormalkan suasana hati Senja yang sepertinya kesal pada Nayra. Entah karena apa.


"Hay Senja, aku Nayra sekertarisnya pak, Dirga."


Lagi-lagi Senja tak menjawab, hanya mengangguk sambil sedikit tersenyum.


"Eum, Nayra. Kau tunggu disini dulu ya, aku ada perlu sebentar dengan Senja."


Tanpa menunggu jawaban Nayra, Dirga langsung membimbing Senja untuk mengikuti langkahnya. Mereka menjauh beberpa meter dar tempat paus terdampar.


Sementara Nayra hanya menatap dengan pandangan heran.


'Pacar nya si Bos kenapa dingin betigu ya, cantik sih sangat, tapi agak sedikit kurang ramah, ' Bathin Nayra memberi penilaian pada sosok pacar Bos tampannya.


"Dia atasanmu. " Lagi-lagi spekulasi Nayra terganggu oleh sebuah suara yang mengejutkannya. Kali ini suara itu milik seorang pria.


"Ya? " Nayra menoleh pada pria jangkung disampingnya. Dia ragu apakah pria itu bicara padanya atau tidak.


"Apa Dirga itu atasanmu? " Setelah si pria mengulang ucapannya barulah Nayra yakin kalau pria itu memang bicara dengannya.


"Iya," Karena tidak kenal, tentu Nayra tidak ingin terlalu banyak bicara


"Apa dia kejam padamu? "


Sebuah pertanyaan yang membuat Nayra tersenyum.


"Tidak, dia baik, yah walaupun sangat dingin. "


Kali ini giliran Arya yang tersenyum.


"Ya, dia memang seperti itu, terkadang bisa lebih dingin dari gunung salju. Tapi sebenarnya dia baik." Arya menoleh sekilas pada Nayra yang sedang mengangguk membenarkan ucapanya.

__ADS_1


"Apa kau sudah lama bekerja dengannya? "


Nayra menoleh, Dia sama sekali tidak meneganl pria di sampingnya, tapi pria itu sejak tadi terus mengajaknya bicara.


"Kau---"


"Aku Arya, sepupu Dirga. " Seolah tahu apa yang akan di ucapkan Nayra, Arya buru-buru memotong sembari tangannya terulur memperkenalkan diri.


"Ooh, aku, aku, Nayra. Sekertaris pak Dirga. " Meskipun merasa aneh karena tiba-tiba ada yang mengajaknya berkenalan, tapi Nayra tidak berusaha menolak. Ia tidak ingin di cap sebagai gadis yang sombong. Terlebih yang mengajaknya kenalan adalah sepupu Bos nya.


"Kalian ke pantai pagi-pagi begini karena ingin melihat paus terdampar. " Arya menunjuk hewan raksaksa di depannya menggunakan dagunya.


Arya sepertinya tipikal pria yang mudah karab dengan siapapun, terbukti dia tidak merasa canggung dan lengsung bisa menemukan topik yang pas untuk mengobrol.


"Iya, Bos yang mengajak tadi. Ku pikir hanya akan melihat paus, rupanya dia juga ingin bertemu kekasihnya. "


"Huh, dasar Dirga. " Timpal Arya yang langsung membuat gadis di sampingnya tersenyum.


Sayangnya obrolan mereka tidak bisa berlangsung lama karena si Bos tampan sudah keburu datang dengan kekasihnya.


"Hey Arya, kau disini juga?" sapa Dirga sambil menggandeng Senja.


"Hmm, aku sedang merayu sekertarismu. "


"Kalian sudah saling kenal? " Dirga menatap keduanya secara bergantian.


"Ya, baru saja. "


"Wah, wah, gesit sekali kau ya. " Sambil menggelengkan kepalanya. Tak menyangka kalau Arya rupanya sama juga sepertinya.


"Apa yang kalian bicarakan, jangan bilang kalian sedang menggunjing ku ya, "


"Hehe, sedikit, " jawab Arya sambil meringis. Jawaban yang membuat Nayra juga ikut tersenyum.


"Apa kalian sudah bersama? " Arya memperjelas maksudnya dengan menatap tangan Dirga yang sedang menggenggam tangan Senja.


"Yah, seperti yang kau lihat. " Dirgantara menganggkat kedua tangannya dan Senja yang sedang terpaut.


"Baguslah, aku harap setelah ini Senja jadi lebih sering tersenyum, " ejek Arya yang langsung mendapat tatapan maut dari Dirga. Ia takut gadisnya akan tersinggung oleh ucapan Arya, namun dia tidak mendapati raut marah dari wajah cantik itu. Senja justru nampak tersenyum walaupun samar.


Sebenarnya Dirga ingin lebih lama melihat senyum Senja, tapi karena mereka harus segera melanjutkan perjalanan karena waktu meeteng mereka sudah makin dekat, Dirga terpaksa harus pergi terlebih dahulu. Supir mereka juga sepertinya sudah menunggu di mobil


"Aku harus pergi, Senja. Aku ada meeteng penting pagi ini."


"Hmm, pergilah," angguk Senja seraya melepaskan genggaman tangan Dirga.


"Kau masih tetap disini atau mau pulang?"


"Aku tetap disini. Aku mau menunggu sampai paus itu di efakuasi. "


"Baiklah, aku jalan dulu ya, " Mengusap lembut puncak kepala Senja yang membuat sang sekertaris heran.


'Pak Dirga ternyata bisa sangat manis begitu ya? '


Sementara Arya memilih membuang pandangannya ketimbang malihat adegan romantis itu. Mungkin dia takut terbawa perasaan karena dia masih single.


"Arya kau juga masih disini kan, tolong jaga dia ya? " Basa-basi Dirga sebagai bentuk pamit nya kepada Arya.


"Kau tenang saja, aku juga akan menunggu sampai paus itu di efakuasi." Arya mengacungkan ibu jarinya.


"Kau juga tolong jaga sekertaris mu ya? " Arya tersenyum menatap Nayra membuat yang di tatap jadi salah tingkah.


"Dasar pria mesum ! jangan dengarkan omong kosongnya Nayra. " sungut Dirga sambil mulai beranjak pergi. Nayra langsung membuntuti setelah sebelumnya mengangguk pada Arya dan Senja sebagai ucapan pamitnya.

__ADS_1


Dalam hati Nayra berkata, pria ini lucu juga.


__ADS_2