Pacarku Setengah Manusia

Pacarku Setengah Manusia
Hilang kendali


__ADS_3

Rapat hari ini benar-benar menguras tenaga dan fikiran Dirga. Meski sebenarnya bukan masalah rapatnya melainkan karena fokusnya yang terbagi menjadi dua. Di satu sisi dia harus fokus pada materi yang di bahas, namun disisi lain fikirannya terganggu oleh bayang-bayang gadis bernetra merah.


Bayangan Senja sedang kesakitan benar-benar mengganggu fokusnya saat ini. Dirga ingin sesegera mungkin mengakhiri pertemuan ini dan secepatnya menemui Senja. Namun sayangnya tidak bisa karena rapat kali ini memang cukup penting dan ia sebagai pimpinan tertinggi harus berada di sana.


Pukul lima tiga puluh sore Dirga baru menyelesaikan pekerjaannya. Sudah di luar jam kerja sebenarnya, tapi yah mau bagaimana lagi. Padahal dia berjanji pada Senja akan datang sekitar pukul empat tiga puluh. Itu berarti dia sudah terlambat sekitar satu jam. Tapi tak apa, setidaknya tidak sampai malam, fikir Dirga


Hufh.. Dirga akhirnya bisa bernafas lega setelah semua urusan pekerjaannya selesai sore ini. Queen yang juga berada di ruang rapat karena memang dia salah satu pemegang saham di perusahaan Dirga nampak tersenyum. Ia juga nampak lega karena rapat yang berjalan cukup ketat akhirnya selesai juga.


"Kau kelihatan lelah sekali?" ucap gadis berbelah dagu itu menyapa Dirga. Gadis itu kebetulan duduk di samping Dirga.


"Hmm, rapat nya lumayan alot kali ini, " Dirga tetap berusaha menjawab meski tahu Queen hanya sedang berbasa-basi. Pria itu memang selalu bisa bersikap profesional untuk urusan pekerjaan. Meski Queen kerap mengacaukan hubungannya dengan Senja, tapi pria itu tetap tidak menunjukan kebenciannya. Yah setidaknya demi pekerjaan. Lagipula selama ini juga usaha Queen selalu gagal kan? Jadi Dirga merasa tidak perlu membuang-buang waktunya dengan me-marahi gadis itu.


"Minum ini, biar energimu kembali fit. "


Queen menyodorkan sebotol air mineral pada Dirga tepat disaat pria itu hendak beranjak meninggalkan ruang rapat.


Dirga hanya melirik sekilas, tak tertarik sedikitpun untuk mengambil minuman itu.


"Tenang saja, aku tidak menaruh racun dalam minuman ini. " Queen yang melihat pandangan penuh selidik Dirga berusaha meyakinkan.


"Lagipula mana mungkin aku meracuni mu. Aku bahkan sangat menginginkan mu, " ucapnya lagi yang membuat Dirga langsung menghela nafas.


Pria itu juga tidak berpikir sama sekali kalau Queen akan meracuninya. Hanya saja dia jengah kalau harus terlalu lama meladeni gadis ini. Lagipula dia sedang sangat terburu-buru saat ini. Dia tidak ingin Queen mengganggu waktunya.


"Ck," Dengan perasaan kesal pria bermata tajam itu akhirnya mengambil botol minuman itu dan meminumnya hingga beberapa tegukan.


"Aku sudah meminumnya. Jadi sekarang berhenti mengganggu ku. Aku sedang buru-buru." Usai berkata begitu Dirga langsung bergegas pergi meninggalkan Queen yang tak sempat menjawab. Namun gadis itu masih sempat bergumam.


"Kau tidak akan pergi kemana-mana. Kau milikku malam ini. " Sebuah seringai muncul dari bibir seksi itu.


Begitu Dirga benar-benar keluar dari ruangan, Queen pun bergegas pergi dari situ. Tak lupa dia menyambar botol minuman sisa Dirga dan memasukan ke dalam tasnya


Gadis itu mengikuti langkah Dirga sampai pria itu sampai di area parkir. Namun karena terburu-buru Dirga tidak begitu menghiraukan siapa-siapa saja yang berjalan di belakangnya.


Saat sampai di depan mobil mewah berwarna silver miliknya, Dirga tiba-tiba berhenti sambil memegangi kepalanya.


"Aduh kenapa ini, kenapa tiba-tiba pusing sekali?" pria itu bergumam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir rasa pusing dan berkunang yang mendadak menyerang kepalanya.


Sambil terhuyung-huyung Dirga berusaha membuka pintu mobilnya.

__ADS_1


"Dirga, kau kenapa? " Queen yang sejak tadi mengikuti Dirga langsung mendekat begitu pria itu mulai memegangi kepalanya.


"Entahlah, tiba-tiba pusing sekali." Dirga menjawab tanpa melihat siapa yang bertanya. Tapi dari suaranya dia tahu betul kalau itu adalah Queenzi.


"Itu pasti karena kau kelelahan. Mari ku antar kau pulang? "


"Tidak, tidak. Aku bisa sendiri. Lagipula aku sedang sangat terburu-buru sekarang."


"Aku tahu, itu sebabnya aku ingin mengantarmu. Kau tidak mungkin mengemudi dalam keadaan pusing begitu kan? "


Setelah berfikir sesaat Dirga akhirnya mengangguk-angguk. Queen benar. Tidak baik mengemudi dalam keadaan tubuh yang tidak stabil. Itu sangat berbahaya. Lagipula hari ini supir pribadinya pun sedang tidak bekerja. Jadi mau tidak mau Dirga terpaksa menerima tawaran Queen.


"Baiklah, aku ikut kau saja. "


Queen tersenyum senang dan langsung menggandeng Dirga menuju mobilnya. Dirga yang sedang dalam keadaan pusing berat membiarkan saja Queen melakukan itu karena jujur dia memang sedang butuh seseorang yang bisa menuntunnya untuk berjalan.


"Tapi aku mau ke pantai Queen. Aku ada janji dengan---"


"Tenang saja, aku akan mengantarmu kemanapun kau pergi. Anggap saja aku supir pribadimu hari ini. " Queen menjawab sambil memasangkan sabuk pengaman untuk Dirga. Ia memasangnya dari jarak yang cukup dekat. Bahkan tubuhnya nyaris menempel dengan tubuh Dirga. Sekali lagi, Dirga tidak menolak sedikitpun pergerakan Queen. Dirga bahkan merasa ada perasaan aneh yang tiba-tiba menyerang


Padahal awalnya ia hendak menghubungi Senja saat sampai di mobilnya. Ia ingin memberi kabar pada gadis itu kalau ia datang terlambat. Tapi rasa pusing yang tiba-tiba datang membuatnya lupa melakukan itu. Terlebih ada Queen yang semakin mengganggu ingatannya.


Pada satu kesempatan saat di lampu merah. Queen memberanikan diri mengusap pipi dan leher Dirga.


"Masih pusing? " tanyanya dengan suara yang entah kenapa terdengar begitu lembut di telinga Dirga.


"Hm, " Dirga mengangguk lalu meraih tangan Queen yang sedang berada di lehernya. Sentuhan kecil Queen membuat getaran aneh di tubuh Dirga.


"Tenang saja, sebentar lagi sampai. " Queen kembali melajukan mobilnya ke arah yang berlawanan dengan tujuan Dirga. Namun karena semua rasa yang sedang mendera membuat pria itu tak begitu mempedulikan.


Setelah mobil berhenti barulah Dirga sadar kalau Queen tidak membawanya ke pantai.


" Loh Ini kan apartemenmu, Queen.Kenapa kita kesini?"


"Sepertinya kau sedang sakit. Sebaiknya kita istirahat dulu di tempat ku," Tanpa mempedulikan keheranan Dirga gadis itu langsung menggandeng Dirga masuk ke apartemen nya. Dirga yang dalam keadaan oleng pasrah saja mengikuti langkah Queen.


Lagi-lagi dia membenarkan ucapan Queen. Karena memang dia hanya ingin berbaring sekarang. Kepalanya terasa mau pecah.


Begitu masuk apartemen, Queen langsung membaringkan Dirga di kamarnya. Ia juga membuka jas dan sepatu pria itu.

__ADS_1


Dirgantara tak bergeming. Ia masih sibuk bergelut dengan rasa pusing di kepalanya. Dan untuk saat ini jujur kasur empuk Queen terasa cukup nyaman baginya.


"Minumlah, ini akan meredakan pusing mu." Queen memberikan segelas air yang baru saja ia ambil dari dapur. Gadis itu dengan telaten membantu Dirga meminumnya.


Queen kemudian mengganti pakaian nya dengan pakaian yang lebih mirip lingerie karena berukuran sangat mini dan juga transparan memperlihatkan bentuk tubuhnya.


"Bagaimana, sudah mendingan?" Gadis itu kembali mendekati Dirga dan mengusap lembut pipi dan leher pria itu. "


"Yah, sudah lebih baik, tapi---"


Dirga tak melanjutkan kalimatnya. Ia sendiri bingung. Benar-benar bingung. Pusingnya sudah berangsur hilang tapi sekarang justru berganti dengan perasaan aneh yang sulit di jelaskan. hasrat yang tadi sempat ia rasa kini seolah semakin menyala.


Tiba-tiba ia merasa ada perasaan aneh saat melihat Queen. Terlebih gadis itu mengenakan pakaian yang sangat menggoda membuat otaknya jadi bergerilya kemana-mana. Hasrat menggebu yang entah dari mana datangnya tahu-tahu mengurung tubuh dan pikiran Dirga.


"Tapi kenapa ?" Queen tentu tahu apa yang terjadi pada Dirga. Karena memang untuk tujuan itulah ia sengaja memancing Dirga kesini.


Queen tersenyum melihat Dirga yang sudah tak bisa berkata-kata terlebih saat tangannya kembali mengusap pipi Dirga dan kali ini bahkan menjalar ke telinga membuat pria itu jadi ingin melahap Queen sekarang juga. Dan sumpah Demi dewa dewi di kahyangan, Queen terlihat begitu seksi dan cantik sore ini atau malam ini, karena malam memang sudah mulai menjelang saat mereka tiba di apartemen Queen.


Dirgantara yang kesadarannya sekarang entah berada dimana menatap lekat Queen dengan mata sayunya. Tatapan keduanya beradu. Queen yang tersenyum dengan bibir merah merekah membuat Dirga benar-benar hilang kendali.


Ia langsung menyergap bibir seksi itu dan menyesapnya penuh nafsu.


Dan pada saat yang bersamaan di pohon nyiur paling ujung pesisir pantai, Senja terdengar melolong panjang merasakan sakit yang teramat sangat. Bagaimana tidak. Dirgantara sedang bercumbu mesra dengan gadis lain tepat disaat ia sedang benar-benar lemah. Disaat energinya sudah makin menepis.


Senja yang memang sudah kesakitan menjadi semakin kesakitan saat Dirga bercumbu dengan gadis lain. Ya. Mereka sudah bertukar energi dan itu membuat mereka tidak bisa bersentuhan dengan orang lain atau keduanya akan merasakan sakit yang sangat hebat.


"Aakkhhh.." lolongan Senja terdengar tepat di saat Arya baru saja membaringkan nya di kursi panjang bawah pohon nyiur.


Sayangnya Dirgantara sama sekali tak menyadari itu. Ia lupa kalau sentuhannya dengan gadis lain bisa membuat Senja sangat kesakitan. Pria itu sudah terlanjur di butakan nafsu dan masuk kedalam perangkap yang di buat Queen.


Alih-alih sadar, Dirga justru makin beringas menjelajahi bagian tubuh Queen. Berpindah dari bibir, kecupan Dirga kini merayap ke leher jenjang gadis itu. Menyapu semua bagiannya dengan mulut dan juga lidahnya.


Queen yang memang sangat menginginkan hal itu membalasnya dengan lebih aktif. Ia mengimbangi permaian Dirga dengan meremas rambut pria itu sambil tangan kanannya melepas kemeja Dirga.


Dirga hilang kendali. Benar-benar hilang kendali. Tangannya kini bergerak aktif meraba punggung Queen. Lalu kemudian meremas buah dadanya sambil bibirnya terus bergerak turun menuju dua bukit kembar itu.


"Ahhh," de*ahan Queen terdengar saat bibir Dirga telah ssampai disana dan menyambar salah satu puncaknya.


Entah cairan apa yang telah di berikan Queen sehingga membuat Dirga menjadi kalap begitu. Dirga sama sekali tak sadar kalau Queen sedang menjalankan rencana besar yang sudah terkonsep dengan baik. Gadis itu bahkan mempekerjakan beberapa orang untuk membantunya.

__ADS_1


Dan bebarengan dengan de*ahan Queen. Lolongan Senja pun kian intens terdengar


__ADS_2