PAHIT

PAHIT
BAB 10


__ADS_3

Saat anak lahir kedunia. Semua keluarga bahagia menyambut kedatangan anggota baru.


Anak adalah kebanggan dan harapan sebagai penerus keluarga. Anak menjadi penguat hubungan kedua orangtua.


Lalu kehadiran ku dianggap sebagai apa. Aib ataukah sebuah kesalahan. Lalu bolehkah aku memilih dari rahim mana aku dilahirkan?.


Semenjak ia mengetahui kalau Arga adalah calon tunangan Kalista. Aku sudah mempersiapkan diri untuk bersikap biasa saja dan menganggap mereka adalah orang asing.


Sangat terpaksa Sania mendekati pasang suami istri dengan menarik senyum tipis seolah-olah bahagia.


"Calon besan...


Perkenalkan Sania ajudan suami saya dan merangkap menjadi pengawal pribadi kedua putri saya", lanjut bu Sari kepada calon besannya.


"Letnan Sania", dengan terpaksa Sania mengulurkan tangannya untuk menyalami satu-persatu keluarganya sendiri.


Saat telapak tangannya bersentuhan dengan ayahnya sendiri, hanya tatapan dingin dan menghujam yang ia berikan.


"Maafkan kalau Sania kurang bersikap ramah. Maklumlah kami ini orang-orang militer, semua sudah diatur bagaimana kami harus menjaga sikap", ucap pak Aris.


Pak Aris bisa melihat ada ketegangan antara Sania dengan keluarga calon besannya. Terutama antara pak Surya dan Sania. Pak Surya yang sedikit tegang saat menjabat tangan Sania.


Sedangkan Sania terkesan cuek dan terkesan tidak banyak bicara.

__ADS_1


Kedatangan rekan kerja pak Aris dan Sania mencairkan suasana. Sidik memberikan pukulan kecil dipundak Sania.


"Akhirnya pak Aris bisa juga mengeluarkan kamu dari (Green Hell)", Sidik menurun naikan kedua alisnya.


Sania memeluk semua rekan kerjanya, yang semuanya laki-laki.


"Sebenarnya aku ingin tinggal disana menjadi pejantan jadi-jadian. Tapi tidak ingin kaum laki-laki kehilangan ladang-ladangnya untuk bercocok tanaman", yang mendapat pelototan dari istrinya Sidik, Farah.


"Jangan meracuni pikiran anak-anak. Kamu lupa kalau disini ada anak kecil,Sania, mas sidik", Sania tertawa lebar melihat kemarahan Farah.


Karena acara segera dimulai seluruh keluarga beserta undang berkumpul diaula tempat acara pertunangan.


Semua mengucapkan alhamdullillah setelah Arga dan Kalista bertukar cincin. Dan sudah diputuskan, dua bulan dari sekarang keduanya akan menikah.


"Mengapa tidak kembali?. Apakah kau tidak punya rumah?. Sehingga kamu hidup menumpang dengan orang lain".


Wajah surya memerah karena sudah lama menahan amarah, melihat Sania berjalan menelusuri lorong hotel, ia menghadang langkah Sania.


Sania tertawa sampai airmatanya keluar karena lucu. "Apakah anda lupa?, kalau anda sendiri yang mengusir saya dari rumah.


Sania berlalu pergi dari hadapan Surya. Ia tidak berdebat dengan ayahnya. Tujuannya adalah mini bar yang ada dalam kamarnya.


Ia membuka pintu balkon dengan membawa gelas dan sebotol minuman. Semua tidak terlepas dari pengawasan seorang pria.

__ADS_1


**//**//**//**


David menyukai semua gerak gerik Sania yang nenurutnya sangat menarik. Imran tahu David sangat mencintai Sania, itu terlihat dari mata David yang memuja.


"David!


Sudahlah, lupakan saja perempuan itu?".


"Tidak!


Aku tidak akan melupakannya apalagi harus melepaskannya,kalau aku tidak bisa mendapatkannya orang lain juga tidak boleh mendapatkannya", ujar David.


"Dengar Imran, aku tidak peduli apa kata orang tentangku".Ungkap David tentang perasaannya.


"Kamu harus ingat,David. Dia hampir membuat usahamu hancur, untung saja ia pergi dari sini",ucap Imran mengingatkan David.


"Tidak Imran!


Ucap David dengan suara lirih.


Dia hebat bisa menghancurkan usaha ku dengan cepat. Aku ingin memilikinya, karena dia adalah perempuan yang hampir berhasil melenyapkan nyawaku.


Dan dia cintaku yang mampu membuatku berhenti berpetualang diatas ranjang.

__ADS_1


Perempuan seperti dirinya yang aku butuhkan, gadis lorengku.", ujar David.


__ADS_2