PAHIT

PAHIT
BAB 31


__ADS_3

"How about Leticia,Sean?",Ny.Alenta tidak mau Sean menyakiti dua wanita sekaligus.


"I have long ended my relationship with Leticia",Sean tidak menduga, kalau wanita yang sangat dicintainya,tega mengkhianati dirinya.


"Really,why don't you tell it?",tanya Ny.Alenta kepada Sean.


"Too sick to tell",ucap Sean dengan wajah yang sangat sedih.


"Because,Leticia is the culprit behind the destruction of Sean's career in Bangkok".


Leticia,tega menghancurkan karir Sean dan bercinta dengan musuh pesaing bisnisnya.


Sean bersyukur bertemu dengan Sania.


Perempuan yang benar-benar mengabdikan dirinya sebagai istri.


"Now what do you want to do?",tanya Ny.Alenta kepada Sean.


Sean tersenyum dengan memeluk wanita yang telah membesarkannya.


"Me and Sania want to have children?"


,ungkapkan Sean sangat bahagia.


"Really?",rasanya Ny.Alenta tidak percaya mendengarnya.


"Yes, because Sania wants to have blue-eyed children", Sean menyandarkan kepalanya dibahu sang ibu angkat.


"Mrs.Alenta,I want to be a father,pray for us", ungkap Sean membayangkan ia disambut saat pulang kerja oleh Sania dan anakny.


"Of course,dear", ujar Ny.Alenta melihat ada kebahagian dimata Sean,yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


"Sean, kamu ada dimana?",Sania mencari keberasaan Sean. Ia terbangun dari tidurnya, bingung tidak melihat Sean ada dikamar.

__ADS_1


"Ada apa,sayang?. Kemarilah", mendengar Sean memanggilnya. Sania langsung masuk kedalam pelukan Sean.


"I can not sleep?",ujar Sania yang meletakan kepalanya didada Sean. Sania membulatkan matanya saat melihat ada Ny.Alenta yang sedari memperhatikan keduanya.


Sania menengelamkan kepalanya menahan malu. Sania melepaskan peluknya berniat untuk kembali kekamar atas.


"Berhenti,mau kemana?",tanya Sean.


Sania menunjuk keatas tidak berani mengangkat wajahnya.


"No,come here?",ucap Sean memberi perintah.


Sania tahu,isyarat itu. Akhirnya Sania duduk.


"Does he bother you often?",tanya Ny.Alenta kepada Sania.


"Yes, he is very naughty?",jawab Sania mengadu.


"You can do anything at home,but give me grandchildren",ucap Ny.Alenta,berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Sean mengendong Sania menuju kamar atas. Sean melepaskan semua pakainnya dan merobek pakaian yang dikenakan Sania.


Sudah satu minggu dia tidak menyentuh Sania. Setiap bulan Sania di datangi tamu berwarna merah setiap bulan ia selalu membeli pempes.


Kalau tamu merahnya tidak datang, ia akan membeli alat tes kehamilan.


Aku baru tahu kalau perempuan. memiliki itu, karena Leticia tidak pernah membeli benda itu gumam Sean dalam hati.


Sean heran pada Sania,setelah mendapatkan kapsul darinya baru ia bisa tidur.


"Apakah kau tidak letih melayaniku,yang seperti singa kelaparan,ini sayang?", tanya Sean melihat Sania yang tertidur dengan damai.


Sean merengkuh tubuh mungil Sania kedalam pelukkannya dan menutup tubuh mereka berdua dengan selimut.

__ADS_1


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Good morning", Sania mengucapkan salam pagi kepada pelayan,yang sedang bekerja.


Pelayan agak heran siapa wanita ini.


"I make omelets and sandwiches",ucap Sania kepada pelayan.


"Sania kamu dimana?",Sean tidak melihat Sania ditempat tidur.


"Hai...


Aku disini,di dapur?",sahut Sania dengan teriakan.


"What you want to do?",Sean sangat paham apa yang ingin dilakukan Sania.


"You have to help my wife?",ucap Sean kepada para pelayan.


Para pelayan mengangguk tanda mengerti dan agak sedikit kaget ternyata wanita ini adalah istrinya.


"Honey,I'm going to fitness,"ucap Sean.


"Honey,where is Paul and Scot?",tanya Sania.


Sania berteriak melihat Paul keluar hanya menggunakan ****** *****. Mendengar teriakkan Sania Sean kembali kedapur.


"What happened, baby?,"tanya Sean.


Sania menutup kedua matanya dan tidak mau membukanya.Dan Sean mengerti maksudnya setelah melihat apa yang pakai Paul dan Scot.


"Get dressed quickly,he won't open his eyes,seeing you guys like this?",perintah Sean kepada Paul dan Scot.


Paul dan Scot paham siapa Sania. Mereka masuk kekamar untuk mengambil pakaian.

__ADS_1


"Sayang mereka sudah rapi?",ujar Sean.


Sania membuka matanya dan mengelus-elus dadanya. Aku lupa kalau aku sekarang ada di Paris,kehidupan serba bebas.


__ADS_2