PAHIT

PAHIT
BAB 44


__ADS_3

Diam-diamku membuka ponsel Sean untuk mencari nomor ponsel Gwen.


Ia juga ingin tahu kebenaran yang sesungguhnya. Aku tidak ingin Seanku bersedih.


Apa lagi harus perpisah,rasanya aku tidak sanggup jauh darinya.


Sania berhasil mengambil ponsel Sean, untunglah tidak menggunakan kata kunci.


Belum sempat mencari nomor kontak Gwen, Sania melihat pesan masuk atas nama Gwen.


Sania merasa matanya panas saat membaca pesan dari Gwen. Ia merasa sangat sakit hati, mengapa Gwen merendahkan Sean hanya karena sakitnya.


Menguak masa lalunya,aku tidak akan memaafkanmu Gwen,karena menghina suamiku.


Aku akan mempertahankan Sean,Walaupun harus mengotori tanganku.


Sania menggembalikan ponsel Sean ketempat semula. Ia menatap wajah Sean,yang masih tertidur.


"I love you honey ,I love you so much. Jangan pernah meninggalkanku, jika itu sampai terjadi aku tidak akan segan-segan menghancurkan diriku", gumam Sania dalam hati.


Sean terbangun karena mendengar isak tangis Sania.


"Hai honey,what happened?. Why are you crying?", Sean bingung mengapa sepag ini Sania menangis.


Apakah terjadi sesuatu pada Phoenix?.


"Please,jangan tinggalkan aku?. aku tidak bisa hidup tanpamu. Mari kita resmikan pernikahan kita.


Mengatakan pada dunia kalau Sean dan Sania sudah menikah",ucap Sania dengan memeluk Sean.


Sean tersenyum bangga, karena berhasil menaklukan wanita yang sangat dicintainya.

__ADS_1


"Akhirnya aku memiliki keluarga",batin Sean bahagia.


"Proyitasku sekarang dirimu dan anaknya kita phoenix. Dia tidak boleh lagi tinggal dipanti asuhan, karena sekarang aku adalah ayahnya", ucap Sean.


"Apakah dirimu sangat bahagia",tanya Sania karena melihat senyum semeringah,Sean.


"Besok aku akan menemui putri, kesayanganku", ucap Sean dengan menghapus airmata yang membasahi pipi Sania.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Pak Bram dan Siska ikut saya", panggil Sean.


"Yes, Sir", jawab Bram dan Siska secara bersamaan. Mengikuti Sean masuk kedalam ruangan.


"Duduklah kalian, aku ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting", ucap Sean yang langsung duduk disofa.


"Dalam minggu-minggu ini, aku akan mengumumkan pernikahanku dengan Sania.


Siska...


Saat keluar dari sini, aku memberikan saham disebuah hotel ternama tanpa ada yang mengetahuinya.


Dengan syarat Sania dan Phionex harus kau jaga rahasianya.


"Tapi, Pak.." Siska terdiam saat Sean mengangkat tangannya.


"Jangan memotong pembicaraanku, Siska", ucap Sean.


"Pak Bram,anak-anakmu beserta keluargamu akan mendapatkan hal yang sama dengan Siska.


Jaga dua wanita yang sangat aku sayangi. Aku adalah mafia,tempat ini adalah induk kedua yang berkembang pesat,yang bisa menggunakannya hanya Sania dan Phoenix.

__ADS_1


Hidup mereka terjamin tanpa tersentuh sama seperti kalian. Pak Bram,dampingi Sania Jika terjadi sesuatu padaku.


"Tuan Sean,anda?",Bram tidak melanjutkan lagi kalimatnya.


"Bersama Sania aku mempunyai keluarga. Aku menggelilingi dunia,tetapi tidak memiliki keluarga.


Dari Sania aku belajar banyak hal dan dengan kalian berdua. Suatu saat kalian akan mendapatkan kiriman.


Sania tidak mengetahui semua ini. Kalau dia tahu,tentu saja akan menolaknya mentah-mentah", ungkap Sean dengan menerawang jauh diluar sana.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Fly to Indonesia,finish off Sean. Sean, aku akan mengambil semua milikmu, termasuk wanitamu juga. Seperti yang aku lakukan pada Leticia.


"Wanitamu sangat cantik dari pada Leticia", gumam Evan dalam hati.


Evan sudah mempelajari siapa-siapa saja rekan-rekan bisnis Sean,untuk menjatuhkan tender-tender penting yang menjadi sumber utama.


"Indonesia I come", teriak Evan dalam hati. Ini Kali pertamanya Evan datang keindonesia,Jakarta.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Apakah dirimu sudah siap?", tanya Sean.


"Let's go honey", ujar Sania dengan ******* bibir Sean. Karena sudah berani bersikap tidak sabaran padanya.


"Lagi....", pinta Sean karena suka dengan sikap liarnya Sania.


Hari ini Sean tidak masuk kantor, ia mengkensel semua jadwal rapat dan mengantinya pada esok hari.


Ia, sangat merindukan putri kecil bermata hitam kelam dan kontras dengan mata Sania yang hitam terang dan jernih. Kalian berdua sangat cantik gumam Sean dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2