PAHIT

PAHIT
BAB 21


__ADS_3

Aku bekerja dikantor Excel company.


Aa, untuk hanya terlambat lima menit.


"Selamat pagi, Pak?", ucap Sania.


"Pagi Sania. Wah, kau seksi Sania", ucap Difo.


"Kalau saya seksi apa hubungannya dengan Pak Difo", tanya Sania sengit melihat laki-laki yang matanya jelalatan.


"Hai,perempuan malam, jangan jual Mahal", ucap pak Difo.


"Memangnya Pak Difo mampu membayar saya berapa?.Tarifnya saya sekali pakai mahal banget, Pak". Balas Sania.


"Gaji bapak satu bulan, tidak cukup untuk menikmati tubuh saya. Saya bekerja disini bukan untuk jual diri,pak.


Dan saya bukan perempuan murahan,saya bekerja disini untuk menyelesaikan tugas akhir saya.


Bukankah pak Difo sama seperti saya, hanya karyawan,bukan pemilik perusahaan", ucap Sania.


Dasar perempuan ******,Difo mengangkat tangannya untuk menampar Sania,tetapi tangan Sania sudah terlebih dahulu menampar pipinya.


"Maaf,pak?, saya bukan istri bapak yang bisa ditakut-takuti",ucap Sania berlalu pergi meninggalkan Difo dan menuju meja kerjanya.


Wajah Difo memerah menahan malu,karena apa yang ia lakukan dilihatin semua karyawan.


"Assalamualaikum,pak Ikhsan?", Sania mengucapkan salam.


"Walaikumsalam,nak?. Ribut lagi", tanya pak Ikhsan.


"Iya.


Habis siapa suruh gangguin Sania", ujar Sania lagi.


"Hanya, lo yang mampu melawan sibrengsek pak Difo",ucap teman kerjanya.


"Mbak Icha juga pernah digituin sama pak Difo",tanya Sania.


"Ngak, karena mbak ngak cantik, sih". jawabnya jujur.


"Sania..!

__ADS_1


"Iya, ada apa,mbak?", jawab Sania.


"Hari ini kita kedatangan pemimpin baru. Katanya perusahaan ini sudah berpindah tangan".


"Dari mana mbak tahu?",tanya Sania lagi.


"Kamu ngak melihat dipintu masuk ada tulisan "welcome to Indonesia,Mr.Sean Alexsander as the lastet director",ucap mbak Icah.


"Ngak!.


Takut terlambat lagi,ini saja udah terlambat lima menit", jawab Sania.


"Katanya direktur ini masih bujangan,loh?",kata mbak Rista.


"Wah,mbak Rista tahu darimana,nih?", tanya Sania.


"Biasa akun gosip", ucap mbak Rista.


"Semuanya berbaris dilorong,direktur yang baru mau melihat karyawan yang ada disini".


"Wah,tumben direktur baru mau melihat kinerja kita",ujar yang lainnya.


"Berarti ini rezeki,dong?"ucap yang lainnya lagi.


"Aku jadi penasaran siapa,sih orangnya", ujar mbak Rista.


Akhirnya aku juga ikut berbaris,hanya ingin tahu saja. Semua bertepuk tangan melihat kedatangannya.


Saat direktur baru masuk aku sangat terkejut. Sean Alexsander,bukankah ini yang disebut mbak Icah tadi,mati gue.


Sekarang bukan Pak Difo yang memecat gue, tapi dia.


"Huuuh...tenang Sania.


Gedung bagian "C"adalah bagian terpenting karena komputer mereka terhubung langsung dengan server utama sehingga bisa melihat kinerja mereka dan menentukan nominal yang akan mereka terima.


"Sania...


Semua kaget mendengar direktur menyebut nama "Sania".


Semua karyawan tertuju melihat kearah Sania.

__ADS_1


"Bagaimana Sania bisa mengenal direktur?", ujar yang lainnya.


Sania mulai mendengar cuitan-cuitan tentang dirinya. Sean berdiri berhadapan dengan Sania.


Ia meminta biodata tentang Sania,kepada kepala bagian.


"Pasti gue dipecat,nih?", ucap Sania dalam keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya.


Sean mengambil kertas yang berisikan informasi karyawan yang bekerja disini.


Sean kaget karena status Sania masih mahasiswa,tetapi memiliki kinerja yang sangat bagus.


"You are still a student?. What is your purpose to work in this company. And I know english is not bad".Ucap Sean kepada Sania.


Semua hanya bisa tertunduk setelah mendengar perkataan Sean.


"Who is responsible for accepting employees who are students".


Sean bertanya kepada kepala bagian,dan berkata lagi"don't you already know the company rules.


Sania memberanikan diri untuk berbicara, karena ia tidak ingin menyusahkan orang lain.


"Sorry sir my director is ready to leave this company", Sania hendak berbalik menuju meja kerjanya, untuk mengemasi barang-barangnya.


Tapi dengan cepat Sean menarik tangan Sania dan memeluknya dengan erat.


"You can work again",ucap Sean.


Karyawan yang lain langsung berbalik menuju meja masing-masing.


Para direksi terkejut melihat sikap direktur baru mereka.


"You must join my room",Ucap Sean kepada Sania.


Sean tidak melepaskan pegangan tangannya terhadap Sania.


Aku hanya terdiam mengikuti keinginan Sean.


Mengapa pria ini tidak menjaga wibawanya sebagai pimpinan perusahaan terbesar.


Ini bule maunya apa,yah?. Apa dia tidak melihat kalau semuanya orang memperhatikannya.

__ADS_1


__ADS_2