PAHIT

PAHIT
BAB 36


__ADS_3

"Good morning,honey?.Good morning,ma'am?",sapa Sean kepada kedua wanita kesayangannya.


"Good morning,son?", balas Ny.Alenta tersenyum manis saat melihat Sean yang ceria.


"Is there anything missing,honey?",ucap Sania.


"What is that,honey?",Sean bingung apanya yang kurang.


"Gwen.


"I want Gwen to be able to have breakfast with us", ujar Sania ingin Gwen juga ada ditengah-tengah mereka menikmati sarapan pagi bersama-sama.


"Good morning,all?", ucap Paul dan Scot secara bersamaan.


"Good morning,what do you want to drink?",tanya Sania melihat kedatangan Paul dan Scot.


"I drink coffee and I have orange juice',ucap Paul dan Scot.


Hampir dua minggu tinggal dirumah ini,Sania tidak suka keluarganya dilayani pelayan. Sehingga para pelayan disini,sangat menyukai kehadiran Sania.


Kadang-kadang,ia juga membuat sarapan untuk para pelayan,sebelum mereka bekerja.


Kalau mereka menolak,Sania tinggal memanggil Sean.


"Bukankah aku hebat?", batinnya bermenolog.


"Why do you always threaten them?",tanya Sean kepadaku.


"I don't want them to get sick', balasku dengan memeluk tubuh tinggi atletis ini.


Aku tidak ingin mereka bekerja,dengan perut kosong,karena aku pernah mengalaminya itu dan rasanya tidak nyaman.


"Gwen menelpon", ucap Sean memperlihatkan panggilan masuk.


"Sean tanya Gwen,dia mau dibawa makanan apa?", ucap Sania.

__ADS_1


"Hello,good morning,Gwen?",sapa Sean kepada Gwen.


"Hello, good morning?.When are you at the hospital?",Gwen bertanya kepada Sean kapan mereka mau datang kerumah sakit.


Sean melihat jam ditangannya menunjukkan Pukul 08.00.


"Hello, Sean?. Are you still there?",tanya Gwen karena lama menunggu jawaban dari Sean


"Yes, I'm still here?",ucap Sean.


"We came at 10 a.m",ucap Sean lagi.


"Okay,I'll wait",ucap Gwen dengan langsung menutup panggilan.


"Hai, sayang?.Apakah dirimu siap,kita kerumah sakit",ucap Sean.


"Iya", sahut Sania.


"Ma'am ,are we leaving?",ucap Sean dan aku pergi menuju kerumah sakit.


Ny. Alenta merasa ada rasa yang aneh melihat hubungan Sean dan Sania.


Sepertinya kebahagian mereka akan lenyap.


"Tuhan lindungi mereka berdua",gumam


Ny. Alenta dalam hati.


"Waw..." .Ucap Sania kagum melihat indah dan megahnya rumah sakit.


"Agresia Family". Sania membaca tulisan saat turun dari mobil.


"What is it,honey?",tanya Sean karena berhasil mengerjai Sania.


"You're so naughty,I like that?", tanya Sania yang tidak menduga kalau Sean memberikan kejutan dengan membawanya kerumah sakit milik keluarganya.

__ADS_1


Saat mereka masuk semua staff memberi hormat.


"Sean,aku tidak nyaman",ucap Sania karena disepanjang lorong semua orang memberi hormat.


Mau tidak mau aku bersembunyi dibalik lengan kekar Sean. Akhirnya Sean mengendong Sania memasuki lif menuju lantai dua.


Membuat Sania kaget dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Sean.


Sampai diruangan Gwen,Sean menurunkan tubuh Sania dari gendongannya.


"What's wrong,is Sania sick?",Gwen panik melihat Sean mengendong Sania.


"Not Sania not sick",ucap Sean dengan tersenyum lebar.


"Then why?",tanya Gwen bingung.


"He was embarrassed,because along hospital corridor people saluted", Sean mengatakan kalau Sania malu,karena sepanjang koridor orang memberi hormat padanya.


Gwen tidak bisa menahan tawanya,setelah mendengar penjelasan dari Sean.


"Stop laughing you guys?",ucap Sania.


"Okay,sit down I'll check you one by one",jelas Gwen.


Gwen memeriksa Sean terlebih dahulu dari hormon,darah dan ******.


Dan Sania yang paling lama, karena beberapa alat harus masuk kedalam tubuhnya.


Hampir sore, pemeriksaan baru selesai dan hasilnya belum bisa dilihat menunggu waktu satu minggu lagi.


Berarti Sean menambahkan waktu liburnya satu minggu lagi. Sean membawa Sania dipusat belanja dan sekalian makan malam.


Saat memasuki gedung,Sania kaget posternya bersama Sean juga ada disana.


"Jangan takut,mereka tidak akan mengenali kita,"bisik Sean ditelinga Sania.

__ADS_1


Sean tidak tahu ada sepasang mata yang memperhatikan kemesraan mereka.


__ADS_2