
"Akhirnya aku menginjakkan kakiku lagi ditanah air.
"Ahh.. senang rasanya menghirup udara dinegara sendiri.
"Aku merengangkan otot tubuhku yang terasa kaku,akibat perjalanan yang cukup jauh.
"Aku melihat Pak Bram sudah menunggu.
"Selamat datang,nyonya?"ucap pak Bram.
"Terima kasih,pak!"mereka sudah dimarkas, tanya kepada pak Bram.
"Sudah,nyonya?
"Kerja bagus!"aku ingin melihat mereka.
"Ku menginginkan tetesan dari darah mereka dan memberikan siksaan-siksaan,yang membuat mereka meminta kematiannya sendiri.
"Anda tidak ingin istirahat,nyonya Sania."Tanya Pak Bram kepada Sania.
"Tidak!"aku ingin menikmati amis dari darah orang-orang,yang mengganggu kebahagianku.
"Kita lanjutkan perjalanan menuju tempat penyekapan mereka.
"Aku ingin menyelesaikan tugas terakhirku, setelah itu aku pulang untuk tidur dengan tenang.
"Buat pak Bram!"Sania yang sekarang berbeda dengan Sania dua tahun yang lalu.
"Dulu penuh dengan kelembutan dan keceriaan serta kebahagian.
"Tetapi,Sania yang sekarang dingin,sangat menakutkan.
"Senyum manis sudah tidak lagi menghiasi bibirnya.
"Semoga saja setelah ini,ia kembali lagi menjadi Sania yang dulu, batin pak Bram.
**//**//**//**//**
"Siapa kalian...?"teriak Pak Handoko.
"Bukk... !!bukk...!!!
"Kalau kau berteriak lagi,kami akan memukulmu.
"Kami diperintahkan untuk memukulmu dan juga keluargamu,jika bertanya dan juga berteriak.
__ADS_1
"Kami sudah dibayar cukup mahal,seluruh saham dan juga aset-aset pribadimu, menjadi milik kami.
"Saat keluar dari sini,kau tidak memiliki apa-apa lagi.
"Beberapa hari lagi,kau akan bertemu dengan orang yang sangat penting.
"Aku tidak berhak melukaimu, hanya dia yang berhak melakukkannya.
"Dan lihatlah keluargamu,mereka ingin berkumpul dengan kedua orangtuanya.
"Itu Putrimu,bukan?"ia sudah datang dari luar negeri.
"Kami menawarkan kontrak kerja yang sangat bagus untuk menarik ia pulang, untuk menemui keluarganya.
"Sangat mudah menyatukan keluarga yang tidak harmonis.
"Selamat beristirahat,tuan Handoko.
"Siapa mereka? "apa yang mereka inginkan dariku?."batin Handoko.
**//**//**//**//
"Drrreeet....
"Assalamualaikum,bu?
"Tidak,bu?"saya sudah dua jam yang lalu.
"Berarti,nak Sania baru datang?
"Iya,bu?
"Alhamdulillah,hampir dua tahun kamu tidak pulang,nak.
"Apa kabar ibu dan Phoenix?"apakah yang ku kirimkan,masih kurang?"tanyaku karena penasaran.
"Tidak, nak?"masih lebih dari cukup.
"Hah..?"syukurlah.
"Tahun Ini Phoenix lulus sekolah Dasar, apakah dirimu tidak ingin menemaninya.
"Tentu saja, but?"Kali ini kita akan menemaninya dihari kelulusan Dan perpisahannya.
"Kami akan menunggumu?
__ADS_1
"Bu..?"ngomong-ngomong,Phoenix Ada dimana?
"Tiba-tiba,Phoenix datang memberi aba-aba kepada bu Nana untuk tetap tenang.
"Phoenix,meminta ibu Nana lanjutkan berbicara dengan ibunya.
"Apakah kau merindukannya,nak?
"Tentu saja,bu?"keadaan yang membuatku tidak bisa memberikan kasih sayang seutuhnya,sebagai seorang ibu.
"Bu Nana?"saya meminta tolong kepada Bu Nana.
"Apa itu, nak?
"Setelah urusanku selesai,dalam minggu-minggu ini,aku akan menemuinya.
"Aku akan memberikan kejutan dihari kelulusannya.
"Baiklah,nak?"kami akan menunggumu.
"Bu...?"Aku masih banyak urusannya,maaf Aku mengakhiri panggailan ini.
"Tidak apa-apa, nak?
"Assalamu'alaikum,nak?
"Walaikumsalam,bu?"aku akhiri panggailan ini, Karena aku tidak mau semua orang tahu akan kepedihanku saat ini.
**//**//**//**//**//**
"Aku tidak menyangka waktu cepat sekali berlalu.
"Waktu aku meninggalkan Phoenix untuk melihat pemakaman Sean,Phoenix masih duduk kelas empat.
"Sekarang,tidak terasa Kalau putriku akan lulus tahun ini.
"Rencananya Sean akan memberikan kejutan kepada Phoenix dan semua orang,kalau ia adalah ayahnya.
"Tetapi, Allah mempunyai rencana lain tentang hidupku.
"Kepergiannya masih menyisahkan duka mendalam,aku akan menyimpannya sampaiku menutup mata.
"Akhirnya aku sampai juga,digudang tempat dimana pak Handoko dan keluarganya dikurung.
"Kalau Pak Handoko jeli,sebenarnya ia disekap digudang rumahnya sendiri.
__ADS_1
"Dasar bodoh...