
"Pesta yang penuh kemeriahan berubah menjadi rasa duka.
"Sania dibawa kerumah sakit yang sudah dirujuk oleh Alan.
"Saat melihat Sania para petugas rumah sakit, langsung memberikan pertolongan.
"Bu Sania kenapa?"apa yang terjadi padanya?
"Cepat bawa keruangan biasa?"Perintah dokter Farhan.
"Drrrrt....drrret.....
"Ponsel dokter Farhan berbunyi dia tahu siapa yang menghubunginya.
"Halo....
"Ada apa dokter Alan?"jawab Farhan
"Iya, dok?"Sania sudah ada disini.
"Iya,dok?"kami akan melakukannya.
"Baik,saya akan melaksanakannya.
"Dokter Farhan berlari menuju keruangan Sania.
"Pasang semua alatnya,perintah dokter Farhan.
"Phoenix sangat panik melihat alat-alat medis yang terpasang ditubuh ibunya.
"Dokter.....
"Ibu saya sakit,apa dokter?"tanya Phoenix kepada dokter Farhan.
"Apakah dokter Alan belum menceritakannya? "tanya dokter Farhan kepada Sania.
"Phoenix menggeleng-gelengkan kepalanya, karena benar-benar tidak tahu.
"Penyakit ibumu adalah penyakit langka,hanya dokter Alan yang mengetahui cara penyembuhannya.
"Tetapi sayang,saat dokter Alan berhasil menemukan cara mengobatinya,ayah kandungannya tidak mau mendonorkan setetes pun darahnya untuk penyembuhan ibumu,karena dia tidak mempunyai anak yang bernama Sania.
"Itulah yang saya ketahui.
"Kalau sekarang ia mau mendonorkan darahnya,itu sudah terlambat.
"Karena tingkat depresi ibumu sudah tinggi, tubuhnya sudah menolak obat-obatan yang masuk kedalam tubuhnya.
"Kemotrapi yang dilakukan selama enam bulan terakhir ini hanya untuk memperlambat bukan menyembuhkannya.
__ADS_1
"Penyakit ini sudah ia derita setahun yang lalu.
"Walaupun ada pendonor yang sama dengan golongan darah ibumu,tetap saja tidak bisa membantu,kata dokter Alan.
"Phoenix rasanya tidak percaya mendengar penjelasan dokter Farhan.
"Phoenix makin sedih,dipeluknya tubuh kekar David dan menumpahkan segala kesedihannya.
"Uncle.....
"Ibu....
"Aku ingin ibuku.... aku ingin ibuku.
"Menengadahkan wajahnya menatap David.
"David tersenyum getir melihat keadaan Phoenix,diusapnya airmata yang membasahi kedua pipi Phoenix dengan telapaknya tangannya.
"Phoenix menatap nanar kearah Diky, dan mendekatinya, Phoenix menangkup kedua telapak tangannya dihadapan Diky.
"Maafkan ibuku karena menyusahkanmu,aku janji tidak akan menjadi anakmu,tetapi Aku meminta padamu kembalikanlah ibuku.
"Dialah satu-satunya duniaku,aku akan memberikan apa saja padamu sebagai gantinya,tetapi tarik semua kata-katamu yang telah menyakiti ibuku.
"Hikkss....hikkss.....
"Phoenix menangis terisak-isak dihadapan Diky.
"Sabarlah,sayang?"ucap David dengan membiarkan Phoenix menangis didalam pelukkannya.
"Inikah alasanmu Sania,menikahkan Phoenix denganku.
"Aku akan menjaganya,aku tidak akan membuatnya menangis Sania.
"Mas..
"Hehm..
"Mengapa Uncle Alan belum datang,ibu kesakitan didalam sana.
"Phoenix... David...
"Bagaimana keadaan ibumu,nak?
"Ayahnya ibu sangat jahat, kek?"dia tidak mau mendonorkan darahnya untuk ibu,ucap Phoenix kembali menangis.
"Phoenix juga tidak mau ayah, kek.
"David,apa yang terjadi nak?
__ADS_1
"Penyakit Sania, penyakit langka,hanya dokter Alan yang lebih mengetahuinya,itu yang dikatakan dokter Farhan.
"Dokter Alan dalam perjalanan.
"Dimana ibumu,nak?"Phoenix menunjuk Ruang ICU.
"Bu Sari dan Pak Aris membulatkan matanya melihat alat-alat medis yang terpasang ditubuh Sania.
"Ada apa dengan anakku tanya pak Aris kepada salah satu perawat.
"Mengapa putriku ada disana,mengapa kalian menyiksanya?
"Hati bu Sari sangat terpukul,melihat keadaan Sania.
"Mengapa ia merahasiakannya dari kita, Dia benar-benar tidak ingin menyusahkan orang lain.
**//**//**//**//**//**
"Ma'am, Sania there is no hope anymore,you guys come for the last time, I failed to get the medicine(Bu,Sania tidak ada harapan lagi, kalian datanglah untuk terakhir kalinya,aku gagal mendapatkan obatnya).
"Ayo,sayang kita berangkat sekarang?
"Alan dan Helena langsung terbang menggunakan pesawat pribadi.
"Sean kau pasti sangat merindukannya, sebentar lagi kalian akan bersama.
"Kami akan menjaga Phoenix untuk kalian berdua.
**//**//**//*//**
"Hai, honey?"buka matamu,aku sudah datang.
"Hehmmm....
"Sean....jangan menggangguku,aku sangat letih,sayang.
"Sania kau mau ikut denganku?"tanya Sean.
"Apakah kau tidak merindukanku?
"Tentu saja aku sangat merindukanmu
"Jangan pergi lagi, jangan meninggalkanku.
"Aku tidak bisa bahagia,Sean.
"Aku mau ikut denganmu,kemana pun kau pergi.
"Aku menunggumu disana...
__ADS_1
"Sean...... Sean...... Sean...... Sean....