PAHIT

PAHIT
BAB 80


__ADS_3

"Semua mata terpanah melihat pasangan pengantin yang sedang berjalan menuju pelaminan yang megah dan mewah.


"David sangat jengkel melihat gaun yang digunakan Phoenix yang memperlihatkan punggungnya yang putih mulus.


"Siapa yang memberikan gaun ini,tunggu saja aku akan membuangnya ditong sampah.


"Kalista tersenyum saat melihat ekspresi kecemburuan diwajah David.


"Ada apa,sayang?"tanya Arga melihat Kalista tersenyum-senyum sendiri.


"David sedang kesal melihat gaun yang pakai Phoenix yang memperlihatkan sebagian punggungnya,ujar Kalista.


"Arga ikut-ikutan tersenyum-senyum melihat mereka berdua.


"Phoenix memang mewarisi wajah cantik Sania.


"Selamat siang semuanya,semua menoleh kearah podium dimana Sania sudah berdiri tega diatas podium.


"Wajahnya yang cantik bak cerita Putri dongeng.


"Gaun yang ia gunakan,kontras dengan kalung berlian bertatahkan permata berwarna biru terang,yang menambah keanggunannya.


"Selamat siang semuanya,selamat datang diacara resepsi pernikahan putriku Phoenix dan adikku Kalista.


"Kalian mungkin bertanya-tanya,mengapa saya buru-buru menikahkan putriku yang baru bergenap berusia lima belas tahun pada hari ini.


"Waktu saya tidak lama,entah kapan saya bisa bersamanya.


"David bukanlah orang asing untukku dan juga putriku.


"Kami sudah cukup lama saling mengenal.


"Saya tidak mengetahui,kalau David juga ikut Andil dalam menjaga putriku.


"Putriku lahir tidak mempunyai ayah,karena ulahku,aku tidak siapa ayahnya.


"Saya berterima kasih kepada keluarga David yang mau menerima putriku,yang terlahir dari ayah yang tidak jelas.


"Untuk putriku,


"Maafkan ibumu,yang membuatmu jadi hina.

__ADS_1


"Sekarang dirimu sudah menjadi milik seseorang,patuhi dan hormat suamimu.


"Setinggi-tingginya kedudukkan seorang perempuan,tidak akan pernah bisa menggantikan kedudukkan seorang suami.


"Jagalah nama baik keluarga suamimu.


"Untuk orang-orang yang pernahku sakiti hatinya,aku memohon maaf sebesar-besarnya.


"Pesan terakhir untuk putriku,


"Maafkan orang-orang yang menyakiti hatimu


"Memelihara dan memupuk kebencian tidak akan ada manfaatnya,yang tertinggal hanya luka dan luka.


"Kepada semua tamu undangan,saya meminta do'a restunya untuk mereka yang ada disana.


"Terima kasih dan Selamat siang.


"Dari sekian panjangnya kata sambutan Sania, tidak ada satu kalimat pun ia menyebutkan nama keluarganya.


"Hati Firman sedih,kecewa dan pasrah.


"Selamat ayah... Selamat kau berhasil membuat adikku benar-benar tiada.


"Firman pergi berlalu meninggalkan tempat resepsi.


"Ia tidak sanggup lagi berada disana, tidak tahan melihat tatapan mata kosong sang adik,yang penuh kekecewaan.


**//**//**//**//**//**


"Hai... kita ngak nyangka kalau kamu punya putri yang cantik.


"Aku senang bisa bertemu kalian lagi.


"Pak Aris Selamat atas pernikahan putrinya.


"Terima kasih telah datang.


"Lihat kameranya disana.


"Cihhss....

__ADS_1


"Sania....


"Hidungmu mengeluarkan darah, Sidik dan Andi menjadi panik melihat darah segar keluar dari hidung Sania.


"Ambilkan tissue......


"Cepat...teriak Pak Aris.


"Sania berlari mencari westafel,karena tiba-tiba perutnya sangat mual.


"Phoenix ikut berlari mengejar sang ibu.


"Darah keluar dari mulut Sania,yang Phoenix sangat panik.


"Uncle....kakek...


"Ibu kenapa?"tanya Phoenix yang mulai menangis.


"Hubungi Uncle Alan,Phoenix.


"Bawa kerumah sakit cepat,teriak Pak Aris.


"Jangan,penyakitku sangat langka?"obatnya sudah habis,hanya Alan yang bisa mengatasinya.


"Bu...


"Ini Uncle Alan mau bicara.


"Halo.... Sania, bagaimana keadaanmu?


"Tidak baik,datanglah kemari.


"Bisakah kau datang malam ini,pinta Sania.


"Aku sudah mengatakan berkali-kali jangan banyak pikiran,depresimu belum sembuh total.


"Mengapa kau tidak mendengarkanku, ucap Alan.


"Berhentilah mengomeliku,datanglah aku mohon,Sania mengakhiri panggailannya.


"Tolong bawa ibu kekamar,baru saja hendak berdiri darah kembali keluar dari hidung Sania, yang membuatnya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2