PAHIT

PAHIT
BAB 30


__ADS_3

Jam menujukkan Pukul.22.00 waktu Paris. Mobil berhenti dirumah yang sangat mewah dan elegant.


"Sean,we arrived!",ucap Paul dengan membukakan pintu Mobil.


"Okay,thanks friend,"ccap Sean.


"Sania bangun sayang", Sean menepuk lembut pipi Sania.


"Kita sudah sampai,sayang". Sania menggeliat kecil dan melepaskan pelukannya.


Saat pintu Mobil dibuka lebar,Sania tidak tahan udara dingin menerpa tubuhnya.


"Sean...?",panggil Sania saat tidak melihat keberadaan Sean.


"Ada apa,sayang?,"Sean kaget melihat Sania kembali masuk kedalam pelukkannya.


"Udaranya sangat dingin",ucap Sania. Sean hanya tersenyum melihat Sania memperat pelukannya.


Ia tahu Sania baru kali ini keluar negeri,maklumlah letak rumah Ny.Alenta dekat dengan daerah perbukitan.


Sean merapatkan jaket Sania sampai keleher dan menambahkan syal dan topi.


"Sudah hangat", tanya Sean kepada Sania.


Sania dengan anggukkan. Sean menyambar kilat dengan mencium bibir Sania.


Sania membulatkan matanya,karena malu dilihat Paul dan Scot,yang berdiri memperhatikan mereka berdua.

__ADS_1


"Sean, you're a habit,Sania is shy", ucap Paul sebel melihat kebucinan Sean.


Sean tersenyum seperti tidak berdosa.


"No problem,get out of the car quickly",ucap Sean dengan mengulurkan tangannya.


"What?",Sania membulatkan matanya melihat rumah yang sangat mewah dan elegant.


Sania terpaku melihat rumah tersebut,lalu menatap wajah Sean.


"Do I deserve to be by your side?"if your family rejects me, I'm ready to separate from you", ucap Sania dengan mata berkaca-kaca. Sean merasakan tubuh Sania gemetaran.


"No dear, you don't need to be afraid of me",ucap Sean dengan memeluk Sania dengan erat, untuk memberi ketenangan.


Sania takut melihat kemewahan rumah Sean, ia takut Sean tidak memiliki apa-apa,karena memilih dirinya.


Sean menggengam erat jari-jari tangan Sania dan melangkah masuk kedalam rumah.


"Welcome,son?. Are you curl not miss me?, "ucap Ny.Alenta kepada Sean,dengan tersenyum lebar dan langsung memeluknya.


"Sorry, ma'am?. Forgive your son",ucap Sean dengan membalas pelukkan Ny. Alenta.


Ny.Alenta kaget, melihat seorang perempuan bersembunyi dibalik tubuh Sean.


"Sean, who is he?",tanya Ny.Alenta kepada Sean.


Sean tersenyum melihat Sania yang bersembunyi dibalik tubuhnya.

__ADS_1


"Kemari berdiri disisiku",ucap Sean kepada Sania.


Sania berdiri disamping Sean dengan menundukkan kepalanya,tidak berani bertatapan langsung dengan Ny.Alenta.


"Sean, what happened?.Why with him?",tanya Ny. Alenta kebingungan.


"Sean, are you frightening him,that I'm a fierce old woman?", Ny.Alenta pura-pura marah kepada Sean.


Mendengar Sean dimarahi Ny.Alenta,Sania mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajahnya untuk membela Sean.


"No, ma'am, no?.Sean never said that?",ucap Sania membela Sean.


"I'm begging you,don't be mad at you,Sean. I should be the one you scold,not him".


Sania meminta kepada Ny.Alenta untuk tidak memarahi,Sean.Karena ia takut Sean akan kehilangan segala-segalanya,seperti Diky.


Ny.Alenta kaget melihat mata Sania berkaca-kaca menahan airmata, yang akan mengalir.


"No dear, no?. I'm just kidding,don't cry, baby", Ny.Alenta langsung memeluk Sania,untuk mengurangi rasa takutnya.


Inikah perempuan yang sangat dicintai Sean, yang mengubah sikap Sean yang dulu sangar menjadi penyayang.


Ny. Alenta menatap Sean dengan bangga, karena telah membawa perempuan yang kepribadiannya, tidak bisa diungkapkan penjabarannya dengan kata-kata.


Ny.Alenta melepaskan pelukannya dan mencium dahi Sania dan menghapus airmata yang membasahi pipi Sania.


Sania bahagia bisa merasakan kasih sayang dari orang yang bernama ibu,yang tidak pernah ia rasakan selama ini.

__ADS_1


__ADS_2