
"Sean jangan menggangguku....?"aku masih ingin tidur.
"Wake up,my dear Sania (bangun,Sania sayangku).
"No, Sean I still want to sleep?(tidak,Sean aku masih ingin tidur?)
"Sean jangan tarik selimutku...,ini sangat dingin."Sania merasa Sean kembali mendekatinya.
"Baby...?Wake up this is not your place?(sayang...?bangunlah ini bukan tempatmu?)
"Come back..?(kembalilah...?)
"Baby,why did you kick me out?(sayang mengapa kau mengusirku?)
"Why Sean?(mengapa sean?)
"Why............?(mengapa.........?)
"Sean aku merindukanmu,jangan pergi kembalilah?
"Hikss.. hikss....hikss...
"Aku masih ingin memelukmu...?
"Jangan pergi.......?"teriak sania terbangun dari mimpi-mimpinya.
"Hanya mimpi...... hanya mimpi....,"teriakku menahan kerinduan.
"Dalam mimpi pun aku tidak bisa berlama-lama denganmu, mengapa kehidupan yang ku jalani sangat kejam,gumamku dalam hati.
"Aku kumpulkan nyawaku untuk melihat disekelilingku.
"Kamar siapa ini,apakah aku dikurung dikamar ini?
"Bukankah,aku mendapatkan sambutan istimewa.
"Dimana Scot?Apakah dia menjebakku,dengan pura-pura menawarkan bantuan?
__ADS_1
"Jika itu benar aku juga akan menghabisi nyawanya.
"Ahkkk..?"teriakku.
"Mengapa tubuh terasa remuk semua?
"Ceklek......
"Finally you wake up too?(akhirnya kau sadar juga)."Sania meleparkan bantal kearah Scot, karena kesal dengan perlakuannya.
"Scot menangkap lemparan bantal dari Sania dan kembali melemparkannya kearah Sania, tepat mengenai wajah Sania.
"Scot duduk dipinggir tempat tidur dengan membawa napan yang berisikan roti dan susu.
"Eat, fill up your strength(makanlah,isi tenagamu).
"Don't waste it, save it?(jangan kau sia-siakan, simpanlah?)"because your journey is Still long.(karena perjalananmu masih panjang).
"Karena lapar Sania tidak mengindahkan ucapan Scot kepadanya.
"Tatapan mata yang tajam mengisyaratkan, kalau dihatinya tidak akan pernah diisi orang lain lagi.
"Aku mengerti Sania, tidak ada peluang bagiku untuk menjadi bagian dari hidupmu.
"Gumam Scot dalam hati menelan rasa kekecewaan.
"Saat ia menjaga Sania, ia melihat Sania menangis dalam tidurnya.
"Didalam alam bawah sadarnya, ia masih memimpikan Sean, sampai menangis terisak-isak.
"Aku merasakan perih dihatiku, karena tidak mampu menggantikan pesona Sean dimata dan dihati Sania.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Ayah tidak merindukan Sania?"tanya Firmansyah kepada sang ayah,setelah rapat dengan pemegang saham.
"Dalam satu bulan terakhir ini, aku memimpikan tentang Sania,yang sedang menangis meratap.
__ADS_1
"Aku tidak tahu apa yang membuatnya sedih.
"Dia adikku walaupun berbeda ibu,tetapi satu ayah.
"Dia putri kandungmu,ini hasil tes DNA yang ku simpan bertahun-tahun.
"Cukuplah ayah untuk tidak membencinya, aku lelah dengan sikapmu.
"Suatu saat ayah akan menyesal,apa yang ayah banggakan ini tidak akan berguna lagi untuk Sania.
"Aku pulang,ayah?"aku lelah berbicara dengan gunung es.
"Firmansyah melangkah keluar dari ruangan ayahnya dengan menyekah air mata yang jatuh dipipinya dan membanting pintu dengan sangat keras, membuat semua karyawan kaget.
"Semua karyawan tahu hubungan anak dan ayahnya kurang harmonis,semenjak adiknya pergi meninggalkan rumah.
"Apakah sikapku sudah keterlaluan terhadap Sania, sehingga putra kesayanganku juga membenci.
*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Ibu....?"maafkan Firman tidak mampu menjaganya.
"Mengapa ibu melarangku mengungkapkan kebenaran,kalau ibu tidak berselingkuh dari,ayah?
"Pria itu adalah orang suruhan, aku sudah mencarinya tetapi belum mendapatkan hasilnya,ibu.
"Aku melakukan ini untuk membersihkan nama ibu dan untuk membawa kembali adikku.
"Berikan aku doamu ibu dari atas sana.
"Ku bersihkan makam ibu, yang sudah ditumbuhi rumput-rumput liar.
"Bu..??"aku pulang,aku akan datang lagi bersama putrimu.
"Aku janji,bu?
"Hari sudah sore,saat aku keluar dari area pemakaman, ibu.
__ADS_1